Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya

Suara cicitan burung terdengar begitu merdu di luar jendela. Mei Huarin baru membuka matanya ketika kamar itu sudah terang. Semalam, dia tidak bisa tidur.

Meski berusaha untuk tegar, siapa juga istri yang bisa tegar kalau suaminya tahu-tahu pulang bawa wanita yang sudah hamil anak suaminya, dan suaminya bahkan mengatakan akan menikahi wanita itu. Apalagi menjadi istri setara. Di jaman ini, hal seperti itu sungguh mencoreng wajah istri pertama.

"Xueyao" panggil nyonya pada pelayan setianya.

Xueyao yang sejak tadi sebenarnya sudah mondar-mandir di luar bersama dengan Lu Yanzhi, tapi tidak berani membangunkan Mei Huarin. Segera membuka pintu.

"Nona, silahkan!"

"Ibu! Ibu!"

Mei Huarin baru turun dari tempat tidurnya, namun wajahnya langsung menegang ketika dia mendengar suara anaknya yang terdengar panik.

"Yan'er..."

"Ibu, mereka keterlaluan! pagi-pagi mereka sudah menyingkirkan bunga Crisant yang ibu tanam. Katanya wanita genit itu alergi mencium aromanya!" Yan'er mengadu dengan wajah kesal, matanya sudah berkaca-kaca.

Mei Huarin yakin sekali, kalau anaknya itu pasti sudah berdebat dengan selingkuhan jenderal itu.

Mei Huarin sebenarnya merasakan dadanya panas. Tapi dia tidak bisa menunjukkan amarahnya di depan sang anak. Anaknya sudah tertekan dengan kelakuan ayahnya, dia tidak boleh menambah rasa takut di dalam hati Lu Yanzhi yang setahunya berhati sangat lembut.

Mei Huarin mengusap lengan Lu Yanzhi perlahan.

"Tidak masalah, hanya bunga..."

Tapi mendengar ibunya berkata seperti itu, wajah Lu Yanzhi seperti tidak terima.

"Ibu, mana bisa begitu? sekarang memang hanya bunga, lama-lama wanita genit itu akan mengatur semua kediaman jenderal!"

Mei Huarin menghela nafas berat. Sangat berat, tapi dia berusaha untuk tidak sampai memperlihatkan hal itu pada putrinya.

"Xueyao, bantu aku ganti pakaian!" kata Mei Huarin dengan tegas.

Hanfu merah merah, yang merupakan warna favorit Mei Huarin. Lapisan luar hanfu-nya terbuat dari kain halus yang ringan, dengan lengan panjang yang mengalir lembut setiap kali ia bergerak. Pada bagian tepi kain, terdapat sulaman benang emas yang sederhana, tidak berlebihan, membentuk motif awan dan bunga plum, simbol keteguhan di tengah musim dingin. Sabuk pinggangnya ramping, dihiasi pengikat berbahan sutra dengan liontin giok kecil yang menggantung pelan, berayun mengikuti langkahnya.

Rambutnya disanggul rapi dalam gaya klasik, tinggi namun tidak berlebihan. Beberapa helai dibiarkan jatuh lembut di sisi wajah, memberi kesan anggun sekaligus manusiawi. Hiasan rambutnya hanya berupa jepit emas tipis dengan ukiran halus dan satu tusuk konde berujung mutiara, cukup untuk menunjukkan statusnya, tanpa perlu kemewahan yang mencolok.

Mei Huarin keluar dari kamarnya dan berjalan menuju halaman samping, dimana semua bunga Krisan dia tanam sendiri sejak 15 tahun yang lalu disana.

"Berhenti!"

Mei Huarin bicara dengan sangat tegas. Dagunya datar, tidak naik. Tapi cukup dengan seperti itu saja, beberapa pelayan langsung menghentikan pekerjaan mereka dan berlutut di depan Mei Huarin.

"Nyonya jenderal..."

Para pelayan dan penjaga saling pandang, mereka tampak takut. Tapi, mereka juga dipaksa melakukan semua itu oleh jenderal. Mereka juga hanya pelayan, mereka bingung dan di ancam. Orang-orang di jaman ini, benar-benar begitu naif.

"Kalian pelayan di kediaman Jinxi atau di kediaman jenderal?" tanya Mei Huarin.

Para pelayan itu saling pandang dan kebingungan.

"Sejak kapan ada kediaman Jinxi dan kediaman jenderal? Mei Huarin, aku rasa kamu lupa. Aku adalah kepala keluarga kediaman jenderal! semua yang ada, tinggal dan bernafas di kediaman ini. Aku yang mengaturnya!"

Mei Huarin tidak menoleh, suara itu berasal dari samping kirinya. Tapi dia tetap saja menatap kebun bunga Krisan-nya yang sudah rusak setengahnya.

"Jenderal, tunggu Meiren!" kata wanita genit dengan pakaian terbuka di belakang jenderal.

Bahkan jenderal itu langsung berbalik, membantu wanita itu,

"Hati-hati Meiren!"

Lu Yanzhi yang melihat itu mengepalkan tangannya. Alisnya menekuk sampai nyaris bertemu satu sama lain. Dia benar-benar kesal dengan wanita genit yang selalu menempel pada ayahnya itu.

"Lanjutkan cabut semua bunga itu dan buang..."

"Sejak kapan jenderal mengatur kediaman?"

Suasana mendadak menjadi sangat hening. Para pelayan menunduk tanpa berani bersuara atau menoleh ke arah majikan mereka yang seperti sedang perang dingin itu.

Sementara jenderal Lu yang mendengar ucapan Mei Huarin, tampak geram. Pria yang tak lagi menggunakan hanfu pria berwarna biru tua itu berjalan ke dekat Mei Huarin. Berdiri tepat di depannya dengan tatapan yang tak lagi sama seperti tiga tahun yang lalu.

"Kamu bilang apa? kamu bilang sejak kapan aku mengatur rumah jenderal? Mei Huarin, aku adalah suamimu, aku jenderal tingkat satu di kerajaan Jinhuan ini! kamu bilang seperti itu, sama saja merendahkan aku...!"

"Siapa yang memberimu hak memanggilku dengan nama saja jenderal! kamu lupa? aku putri Chenping!"

Brukk

Pelayan yang tadi masih berdiri langsung berlutut. Yang sudah berlutut langsung bersujud. Putri Chenping adalah gelar yang diberikan oleh kaisar sendiri pada Mei Huarin.

Shen Meiren yang melihat semua pelayan berlutut menjadi sangat kesal.

'Apa-apaan mereka?' batinnya tak senang.

"Jenderal! lupakan saja, semua ini salah Meiren. Jangan berdebat dengan nyonya!" kata wanita genit yang sepertinya akan kembali memainkan dramanya sebagai cahaya bulan putih di depan Jenderal.

Wanita itu bahkan tidak ragu melangkah maju di depan Mei Huarin.

Brukk

"Nyonya semua ini salah Meiren. Meiren yang tidak tahan dengan aroma bunga di taman samping ini. Hingga jenderal memerintahkan semua pelayan mencabutnya. Jangan berdebat dan merendahkan jenderal karena hal itu. Meiren tahu, nyonya adalah adik angkat kesayangan Kaisar. Meiren sungguh tidak ada apa-apanya. Tapi, Meiren juga tidak senang kalau nyonya bicara seperti itu pada jenderal. Bagaimana pun juga 20 tahun lebih jenderal telah mengabdikan dirinya untuk kerajaan Jinhuan. Maju ke Medan perang, mengorbankan dirinya, bertarung dengan darah dan nyawa. Kenapa nyonya bicara seolah jenderal sangat rendah di mata nyonya?"

Lu Yanzhi nyaris maju.

"Kau..."

Gerakan Lu Yanzhi terhenti. Karena Mei Huarin menghentikannya.

Sedangkan jenderal, pria yang dibutakan oleh wanita genit itu dengan cepat membantu Shen Meiren untuk bangun.

"Meiren, bangunlah. Jangan berlutut begini, kamu sedang hamil!"

"Jenderal, Meiren salah. Jika nyonya belum memaafkan Meiren, Meiren tidak akan bangun. Nanti nyonya merendahkan jenderal lagi!"

Jenderal Lu segera mendengus pelan menoleh ke arah Mei Huarin.

"Nyonya! apa kamu belum puas membuat keributan? seandainya sedikit saja kamu punya sikap perhatian Meiren..."

Mei Huarin menoleh tajam. Berani-beraninya suaminya membandingkan dirinya dengan wanita perusak rumah tangga orang lain.

"Hanya bunga Krisan, aku akan tanam bunga lain di sini. Berhenti bersikap arogan!" lanjut jenderal Lu dengan santai.

"Kalau wanita simpanan mu ini tidak suka bunga Krisan. Maka tidak seharusnya bungaku yang di cabut, tapi kalian berdua yang tidak usah datang ke halaman ku! Pelayan! mulai sekarang tutup akses pintu samping, jangan biarkan orang dari halaman samping masuk!"

"Baik nyonya!"

"Nyonya!" teriak jenderal Lu.

Sayangnya Mei Huarin sudah berlalu dengan cepat dari tempat itu.

'Wilayahku, lebih baik aku berikan pada anak yatim di pinggir jalan, daripada untuk kalian para pengkhianat!'

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Kedan Bawel 🍒

Kedan Bawel 🍒

Kesetiaan itu mahal..
Jika memang pasangan mu tipe yg pandai menjaga hati, jangan kan dia jauh darimu, bahkan jika dia di dekat mu pun, dia mampu menjaga hati & kepercayaan darimu..
Walaupun katanya hanya sekedar menghibur diri, baik bertemu ataupun hanya melihat hal² yg tak pantas, dia gak akan tergoda oleh semua itu, begitu..😊

2026-04-22

3

vj'z tri

vj'z tri

udah 1 doank /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/tambah lah berapa banyak ???ratusannnn lebihhhhh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2026-04-22

2

paijo londo

paijo londo

joooos mantap ayo libas jenderal bersama gundiknya

2026-05-17

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kepulangan Jenderal
2 Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3 Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4 Bab 4. Nyonya Tua
5 Bab 5. Lu Chengyan
6 Bab 6. Kebanyakan Makan
7 Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8 Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9 Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10 Bab 10. Kalah Lagi
11 Bab 11. Kaisar Jinhuan
12 Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13 Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14 Bab 14. Tabib
15 Bab 15. Balasan
16 Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17 Bab 17. Panik
18 Bab 18. Masih Berlagak
19 Bab 19. Rencana Shen Meiren
20 Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21 Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22 Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23 Bab 23. Merelakan
24 Bab 24. Pergi tak Kembali
25 Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26 Bab 26. Terpengaruh
27 Bab 27. Putri Anping
28 Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29 Bab 29. Penyesalan Terlambat
30 Bab 30. Teman Lama
31 Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32 Bab 32. Tahu Rasa
33 Bab 33. Mulai Bangkrut
34 Bab 34. Semakin Bangkrut
35 Bab 35. Secercah
36 Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37 Bab 37. Sesal dan Kecewa
38 Bab 38. Kelemahan
39 Bab 39. Licik
40 Bab 40. Picik
41 Bab 41. Terungkap
42 Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43 Bab 43. Mengancam
44 Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45 Bab 45. Tertampar Kenyataan
46 Bab 46. Diusir
47 Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48 Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49 Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50 Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51 Bab 51. Titah Kaisar
52 Bab 52. Pergi
53 Bab 53. Happy Ending
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Kepulangan Jenderal
2
Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3
Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4
Bab 4. Nyonya Tua
5
Bab 5. Lu Chengyan
6
Bab 6. Kebanyakan Makan
7
Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8
Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9
Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10
Bab 10. Kalah Lagi
11
Bab 11. Kaisar Jinhuan
12
Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13
Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14
Bab 14. Tabib
15
Bab 15. Balasan
16
Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17
Bab 17. Panik
18
Bab 18. Masih Berlagak
19
Bab 19. Rencana Shen Meiren
20
Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21
Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22
Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23
Bab 23. Merelakan
24
Bab 24. Pergi tak Kembali
25
Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26
Bab 26. Terpengaruh
27
Bab 27. Putri Anping
28
Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29
Bab 29. Penyesalan Terlambat
30
Bab 30. Teman Lama
31
Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32
Bab 32. Tahu Rasa
33
Bab 33. Mulai Bangkrut
34
Bab 34. Semakin Bangkrut
35
Bab 35. Secercah
36
Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37
Bab 37. Sesal dan Kecewa
38
Bab 38. Kelemahan
39
Bab 39. Licik
40
Bab 40. Picik
41
Bab 41. Terungkap
42
Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43
Bab 43. Mengancam
44
Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45
Bab 45. Tertampar Kenyataan
46
Bab 46. Diusir
47
Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48
Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49
Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50
Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51
Bab 51. Titah Kaisar
52
Bab 52. Pergi
53
Bab 53. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!