Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Bab 1. Kepulangan Jenderal

Alunan musik kecapi terdengar di seluruh kediaman Jenderal. Hiasan lampion dan kain warna cerah juga tersebar di seluruh kediaman. Para tamu hilir mudik datang, mereka adalah para bangsawan, pejabat kerajaan dan juga para pedagang yang ternama di kota Fenghua.

Di ruangan yang cukup besar, tampak beberapa orang mempersembahkan arak untuk menghormati nyonya jenderal, wanita yang hari ini genap berusia 35 tahun.

"Selamat nyonya jenderal! semoga nyonya jenderal senantiasa sehat dan diberi umur panjang!"

"Selamat nyonya jenderal!"

Wanita cantik dengan pakaian mewah berwarna putih biru itu tersenyum sangat bahagia.

Dia adalah Mei Huarin, seorang wanita yang datang ke kerajaan Jinhuan ini 18 tahun yang lalu. Dia datang dari tempat yang jauh, sangat jauh hingga hanya dia yang tahu dia berasal darimana. Tempat ini, adalah tempat dimana waktu berbeda dengan dimana dia berasal. Intinya, Mei berasal dari masa depan.

Saat dia datang, kerajaan Jinhuan sedang dalam masa perang. Mei menciptakan senjata panah yang bisa melontarkan ratusan panah sekaligus. Senjata yang pada masa ini belum ada satu pun kerajaan yang memilikinya, bahkan memikirkannya.

Karena jasanya, dia diangkat menjadi adik angkat kaisar bergelar putri Chenping.

18 tahun yang lalu pula, dia bertemu dengan jenderal. Seorang pria gagah perkasa yang tak gentar melawan 100 orang prajurit meski tanpa senjata. Kegigihan jenderal Lu Yansheng, membuat Mei jatuh hati. Pernikahan itu terjadi, sekarang mereka di karuniai dua orang anak. Lu Chengyan si sulung yang sudah menjabat sebagai petugas di biro pengadaan barang kerajaan. Dan sudah menikah dengan seorang putri perdana menteri. Dan Lu Yanzhi si bungsu yang baik hati dan cerdas seperti Mei.

Anggota kerajaan juga beberapa orang sudah hadir sejak kemarin. Satu gudang sudah penuh dengan hadiah untuk nyonya jenderal. Karena Mei Huarin bukan hanya wanita biasa yah dihormati karena menjadi istri jenderal Lu. Namun dia juga adik angkat kesayangan Kaisar saat ini.

Di tengah tarian dan pesta yang meriah itu, seorang pelayan berlari ke arah ruangan utama.

"Nyonya... Nyonya, Jenderal telah kembali!"

Mei Huarin berdiri, wajahnya tampak berseri-seri. Dia memang sudah mendapatkan kabar kalau perang telah usai. Perang selama tiga tahun itu telah usai. Namun dia tidak menyangka suaminya akan kembali secepat ini.

"Yan'er ayahmu telah kembali. Kita harus sambut dia..."

"Nyonya, Jenderal membawa sebuah kereta kuda!" kata pelayan itu.

Mei Huarin terdiam sebentar, tapi dia yang memang sangat mencintai suaminya dan begitu percaya pada suaminya. Tidak punya pikiran buruk sedikit pun.

"Jenderal kembali setelah tiga tahun. Mungkin dia membawa banyak barang! Ayo Yan'er!" kata Mei Huarin.

"Iya ibu!"

Wajah gadis muda berusia 16 tahun itu juga terlihat sangat sumringah. Dia tampak senang mendengar ayahnya telah kembali. Ibunya banyak menceritakan tentang bagaimana patriotisme ayahnya membela negara ini. Meski sudah menjabat jenderal, tapi ayahnya tak pernah ragu untuk maju ke Medan perang. Usianya juga masih produktif, masih 37 tahun. Hanya berbeda 2 tahun dari Mei Huarin.

Semua tamu memberi hormat, membungkuk dan menyapa dengan tangan terlipat di depan. Mei Huarin tak pernah tidak membalas orang yang menyapanya. Dia tersenyum dan melipat tangannya.

Hingga ketika Mei Huarin dan Lu Yanzhi bersama beberapa pelayan sampai di depan pintu gerbang.

Terlihat seorang pria yang tampak gagah menunggang kuda yang sama terlihat luar biasanya dengan sang Jenderal.

"Suamiku!" Mei Huarin tampak berseri-seri.

Matanya berkaca-kaca melihat kedatangan suaminya yang sudah tidak bertemu dengannya selama tiga tahun ini.

Jenderal Lu turun dari kudanya.

"Nyonya, selamat ulang tahun!" jenderal mendekati Mei Huarin dan merentangkan tangannya memeluk Mei Huarin.

"Terima kasih suamiku. Kamu pasti lelah, masuklah dan berisitirahat...!"

"Jenderal!"

Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang keluar dari kereta kuda di belakang jenderal.

"Ayah, siapa itu?" tanya Lu Yanzhi penasaran.

Mei Huarin masih menggenggam tangan suaminya. Ketika wanita itu turun dari kereta kuda di bantu oleh pelayannya.

"Jenderal, jenderal tidak melupakan Meiren kan?" tanya wanita itu dengan nada manja pada jenderal.

"Suamiku dia...!"

"Salam nyonya Jenderal! aku adalah Meiren, Shen Meiren, aku dan jenderal..."

"Dia yang menyelamatkan aku di perbatasan. Aku pernah dikepung dan cedera. Meiren yang telah menyelamatkan aku!"

Mendengar penjelasan suaminya. Mei Huarin tersenyum pada wanita yang namanya sedikit mirip dengannya itu.

"Nona telah menyelamatkan jenderal. Tentunya nona sangat berjasa. Terima kasih banyak nona, aku akan siapkan hadiah yang besar..."

"Nyonya jenderal, aku sama sekali tidak menginginkan hadiah. Aku dan calon anak jenderal, hanya ingin melayani Jenderal dan nyonya di kediaman ini!"

Plakk

Mata Mei Huarin melebar, Lu Yanzhi anak bungsunya bahkan sudah memukul wanita yang sejak tadi bicara dengan genit itu.

"Jangan sembarangan bicara kamu...!" pekik Lu Yanzhi.

Namun Shen Meiren langsung menarik ujung lengan pakaian jenderal.

"Jenderal, apakah Meiren salah? jenderal menjanjikan pada Meiren, akan menikahi Meiren!"

Mei Huarin menatap suaminya, ketika wanita itu menyentuh suaminya. Mei Huarin menjauh dari suaminya yang sudah menikah dengannya selama 18 tahun itu.

Tatapan jenderal sedikit ragu, tapi kemudian dia meraih tangan Mei Huarin.

"Nyonya, Meiren sedang hamil. Aku sudah berjanji akan menikahinya..."

Takk

Mei Huarin menghempaskan tangan jenderal dengan kasar.

"Apa katamu? kamu mau jadikan dia selir? siapa yang dulu berjanji padaku, jika aku setuju menikah, maka kamu tidak akan pernah mengambil selir..."

"Nyonya, aku adalah putri perdana menteri kerajaan Yuzhuan. Aku tidak mungkin menjadi selir, jenderal mengatakan pada ayahku untuk menjadikan aku istri setara dengan nyonya!"

"Istri setara?" pekik Lu Yanzhi, "apa kamu pantas?"

"Lu Yanzhi!" bentak Jenderal.

Mata Lu Yanzhi berkaca-kaca dibentak ayahnya, mereka tidak bertemu selama tiga tahun. Sekarang ayahnya membentaknya karena wanita genit itu.

Mei Huarin mendengus kesal.

"Beraninya kamu membentak anakku?" pekik Mei Huarin pada jenderal.

"Nyonya, kamu membentakku? kamu membentak suamimu? apakah seperti ini seorang nyonya? Memangnya siapa yang melarang pria di kerajaan ini memiliki lebih dari satu istri? jangan membesar-besarkan! jangan membuat malu!"

Mei Huarin terus menatap suaminya. Tiga tahun yang lalu, bahkan suaminya tidak punya gaya seperti itu saat bicara. Benar! seseorang pasti akan berubah karena tiga hal. Harta, tahta dan wanita.

"Membuat malu? membuat malu katamu? siapa yang membuat malu. Ini adalah kediaman ku, kediaman hadiah kaisar untukku. Kediaman mu ada di samping. Maka jangan pernah injakkan kakimu di kediaman ku!"

"Kamu...."

"Pengawal, tutup pintunya!" pekik Mei Huarin yang langsung mengajak Lu Yanzhi masuk dan membiarkan pengawal menutup pintu.

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

😱😱😱😱 bab pertama pelakor sudah nongol 🤭

2026-05-03

2

Kusii Yaati

Kusii Yaati

jendral lu kayak bang Toyib aja, nggak pulang" sekali pulang bukannya bawa hadiah malah bawa gundik.untung istrinya bukan tipe wanita cengeng nggak ada drama nangis" tapi langsung di usir tuh suami 😂... mampir Thor, semoga ceritanya seru dan nggak membosankan ya ☺️

2026-05-15

2

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

di bab pertama sudah ingin mutilasi orang 🤭

2026-05-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kepulangan Jenderal
2 Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3 Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4 Bab 4. Nyonya Tua
5 Bab 5. Lu Chengyan
6 Bab 6. Kebanyakan Makan
7 Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8 Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9 Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10 Bab 10. Kalah Lagi
11 Bab 11. Kaisar Jinhuan
12 Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13 Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14 Bab 14. Tabib
15 Bab 15. Balasan
16 Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17 Bab 17. Panik
18 Bab 18. Masih Berlagak
19 Bab 19. Rencana Shen Meiren
20 Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21 Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22 Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23 Bab 23. Merelakan
24 Bab 24. Pergi tak Kembali
25 Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26 Bab 26. Terpengaruh
27 Bab 27. Putri Anping
28 Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29 Bab 29. Penyesalan Terlambat
30 Bab 30. Teman Lama
31 Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32 Bab 32. Tahu Rasa
33 Bab 33. Mulai Bangkrut
34 Bab 34. Semakin Bangkrut
35 Bab 35. Secercah
36 Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37 Bab 37. Sesal dan Kecewa
38 Bab 38. Kelemahan
39 Bab 39. Licik
40 Bab 40. Picik
41 Bab 41. Terungkap
42 Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43 Bab 43. Mengancam
44 Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45 Bab 45. Tertampar Kenyataan
46 Bab 46. Diusir
47 Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48 Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49 Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50 Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51 Bab 51. Titah Kaisar
52 Bab 52. Pergi
53 Bab 53. Happy Ending
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Kepulangan Jenderal
2
Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3
Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4
Bab 4. Nyonya Tua
5
Bab 5. Lu Chengyan
6
Bab 6. Kebanyakan Makan
7
Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8
Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9
Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10
Bab 10. Kalah Lagi
11
Bab 11. Kaisar Jinhuan
12
Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13
Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14
Bab 14. Tabib
15
Bab 15. Balasan
16
Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17
Bab 17. Panik
18
Bab 18. Masih Berlagak
19
Bab 19. Rencana Shen Meiren
20
Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21
Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22
Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23
Bab 23. Merelakan
24
Bab 24. Pergi tak Kembali
25
Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26
Bab 26. Terpengaruh
27
Bab 27. Putri Anping
28
Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29
Bab 29. Penyesalan Terlambat
30
Bab 30. Teman Lama
31
Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32
Bab 32. Tahu Rasa
33
Bab 33. Mulai Bangkrut
34
Bab 34. Semakin Bangkrut
35
Bab 35. Secercah
36
Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37
Bab 37. Sesal dan Kecewa
38
Bab 38. Kelemahan
39
Bab 39. Licik
40
Bab 40. Picik
41
Bab 41. Terungkap
42
Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43
Bab 43. Mengancam
44
Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45
Bab 45. Tertampar Kenyataan
46
Bab 46. Diusir
47
Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48
Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49
Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50
Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51
Bab 51. Titah Kaisar
52
Bab 52. Pergi
53
Bab 53. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!