Bab 5. Lu Chengyan

Tatapan nyonya tua begitu tajam pada Mei Huarin. Bahkan di sebelahnya, jenderal sudah duduk di dekat Shen Meiren.

Mei Huarin menghela nafas kasar. Dia menatap pecahan cangkir giok yang ada di lantai.

"Kamu ini istri durhaka ya! kenapa kamu sampai menyuruh suamimu tinggal di kediaman jenderal? memangnya kamu pikir kamu kepala keluarga di kediaman Jinxi ini?" suara nyonya tua terdengar keras.

Saat nyonya tua bicara, urat lehernya jelas terlihat. Bahkan beberapa kali menggunakan tongkat hitam itu untuk menunjuk ke arah Mei Huarin.

Mei Huarin kembali menghela nafas panjang. Dia membenarkan ujung lengan bajunya dan menatap ibu mertuanya itu.

"Aku tahu ibu memang sudah tua, tapi ibu belum pikun kan? kediaman Jinxi, adalah kediaman yang diberikan kaisar untuk putri Chenping! bukan kediaman untuk Jenderal Lu Yansheng"

Duk

Nyonya tua memukulkan tingkatnya ke lantai lagi.

"Kurang ajar, tidak sopan! berani kamu sebut nama suami kamu seperti itu? dimana letak rasa hormat mu! seorang wanita setelah menikah, maka harus menganggap suaminya seperti langitnya. Sejak dulu kamu ini memang tidak tahu tata krama, membuat emosi saja..."

Nyonya tua memegang dadanya, dia sangat marah sampai dadanya terasa sakit.

"Ibu!"

"Nyonya tua!"

Jenderal Lu dan Shen Meiren berebut perhatian, memperhatikan nyonya tua Wang. Sedangkan Mei Huarin hanya diam berdiri di tempatnya.

"Ibu, ibu ini apa-apaan sih? kenapa bersikap kasar seperti itu pada nenek. Aku baru di angkat menjadi pejabat tingkat 4 di biro pengadaan barang. Bagaimana kalau ada yang mendengar masalah ibu yang begitu picik dan cemburuan, membuat ayah tinggal di halaman samping. Apa kata para pejabat? mereka akan menjauhiku, pekerjaanku bisa bermasalah!"

Lu Chengyan yang sejak tadi diam, mulai bicara. Di belakangnya, istrinya berdiri dengan kepala tertunduk. Gadis itu sedang hamil, tapi malah disuruh berdiri. Memang beginilah kehidupan jaman dulu. Para pria selalu merasa mereka adalah raja di rumah tangga masing-masing.

Mei Huarin menatap anaknya itu. Anak yang dengan susah payah dia kandung selama 9 bulan, anak yang dengan susah payah dia lahirkan saat itu ketika dia berusia masih sangat muda, masih 17 tahun. Usia di jaman ini, bahkan usia seperti itu biasanya sudah punya 2 anak.

Dia menatap Lu Chengyan, seingatnya yang memberinya pekerjaan di biro pengadaan barang adalah Mei Huarin. Kalau bukan Mei Huarin yang minta kepala Bei disana meminta pada kaisar merekomendasikan Lu Chengyan, anaknya yang memang tidak sepintar Lu Yanzhi itu, mana bisa mendapatkan pekerjaan itu.

Meski anak putri Chenping, tapi Lu Chengyan bahkan hanya juara 30 besar ujian negara. Apa yang bisa di banggakan dengan hal itu.

Dan sekarang, anak itu bicara tanpa berdiri pada ibunya. Dan mengatakan sesuatu yang membuat Mei Huarin nyaris mengusap dadanya. Anaknya itu mengatakan dia picik dan pencemburu.

Mei Huarin terkekeh pelan.

"Aku lupa kalau aku punya putra yang sudah menjadi seorang pejabat tingkat 4. Tapi aku rasa kamu juga lupa Chen'er. Kalau jabatanmu itu di dapat dari niat baik ibumu ini!"

"Ibu!" protes Lu Chengyan.

Lu Chengyan yang tidak mau semua orang tahu, dia hanya mengandalkan nama ibunya yang seorang putri Chenping itu segera berdiri dan menepuk pegangan kursi.

"Ibu, apa yang ibu katakan? aku menjadi pejabat tingkat 4 itu karena aku mampu...!"

"Yang kamu sebut mampu itu, peringkat 30 dari 50 orang yang ikut ujian negara? kalau begitu kamu memang benar-benar mampu!"

"Ayah, lihat ibu!" akhirnya Lu Chengyan hanya bisa mengadu pada ayahnya.

Jenderal Lu berdiri.

"Nyonya, jangan terlalu keterlaluan seperti itu! Kamu mau sampai kapan membuat keributan seperti ini?" tanya jenderal Lu.

Pertanyaan itu terdengar, seolah yang membuat keributan selama ini adalah Mei Huarin. Mei Huarin sungguh tak bisa percaya semua ini, dia bahkan merasa dirinya dulu begitu bodoh. Kalau tidak, bagaimana bisa mencintai pria yang bahkan tak bisa membedakan benar dan salah seperti suaminya itu.

"Seingat ku yang ingkar janji adalah jenderal! jadi sejak kapan aku menjadi seorang yang membuat keributan di sini?"

"Nyonya..."

"Kalau memang tidak ribut? kenapa meminta Jenderal pindah ke halaman samping, kediaman jenderal itu kecil, Mei Huarin. Anakku adalah jenderal tingkat satu kerajaan Jinhuan. Mana pantas dia tinggal di kediaman kecil yang bahkan tidak ada seperlima kediaman Jinxi!" sela Nyonya tua.

Xueyao yang ada di belakang Mei Huarin, sejak tadi bahkan sudah meremass tangannya sendiri. Dia merasa semua orang di depan nyonyanya itu sungguh tidak tahu malu. Sejak tadi menyalahkan nyonya nya. Padahal, jelas-jelas mereka tinggal dan menikmati semua kemewahan hasil kerja keras nyonya nya.

'Nyonya, jangan menyerah nyonya. Terus lawan mereka. Semua ini milik anda, jika memang harus ada yang mengalah, maka itu bukan anda nyonya. Itu seharusnya mereka!' batin Xueyao.

Gadis berusia 26 tahun yang sudah ikut Mei Huarin sejak usianya 9 tahun itu benar-benar geram.

"Kediaman Jinxi, adalah hadiah dari kaisar untuk putri Chenping. Sebelum putri Chenping menikah dengan jenderal. Kediaman ini sudah diberikan pada putri Chenping. Jadi, tentunya putri Chenping berhak menentukan siapa yang bisa tinggal dan tidak bisa tinggal di kediaman Jinxi!"

Duk

Nyonya tua itu lagi-lagi memukulkan tongkat ke lantai dengan keras.

"Kurang ajar! kamu sejak tadi terus menyebut tentang putri Chenping. Apa kamu lupa, selain putri Chenping kamu adalah nyonya jenderal?" tanya nyonya tua Wang.

"Nyonya, Meiren sudah hamil. Sebentar lagi kandungannya akan membesar, jika aku tidak segera menikahinya..."

"Aku sudah katakan! mau Jenderal menikahi wanita simpanan Jenderal itu atau tidak! sama sekali bukan urusanku! yang jelas jenderal sudah mengingkari janji. Sayangnya di jaman ini tidak ada perceraian dari pihak wanita. Aku tidak akan mempersulit kakak kaisar. Tapi aku tidak ijinkan, wanita simpananmu itu tinggal di kediaman Jinxi!" tegas Mei Huarin.

Shen Meiren terlihat terkejut. Dia tidak mau kalau harus terus tinggal di kediaman samping jenderal yang kecil itu. Dia harus lakukan sesuatu,

Brukk

Shen Meiren berlutut di depan nyonya tua,

"Nyonya tua, semua ini salah Meiren. Meiren tidak mau karena Meiren, pada akhirnya jenderal terusir dari kediamannya sendiri. Jenderal adalah seorang kepala keluarga. Apa jadinya kalau sampai semua pejabat tahu jenderal tinggal di kediaman samping. Meiren tidak apa-apa, Meiren tidak harus menikah dengan jenderal. Biar anak ini Meiren yang urus. Meski Meiren pernah menyelamatkan nyawa Jenderal, Meiren juga tidak ingin jenderal ditertawakan orang hiks... Aduh, perutku!"

"Meiren!" jenderal Lu langsung panik dan mengangkat tubuh Meiren.

"Kenapa?" tanya nyonya tua.

"Panggil tabib kerajaan!" pekik jenderal yang langsung membawa Shen Meiren ke kamar samping ruangan utama kediaman Jinxi.

Semua orang segera mengikuti Jenderal Lu.

"Jika terjadi sesuatu pada calon cucuku, awas kamu Mei Huarin!" ancam nyonya tua sebelum meninggalkan ruangan utama.

Xueyao yang melihat semua meninggalkan Mei Huarin mendekati majikannya itu.

"Nyonya..."

"Tidak apa-apa Xueyao. Hati manusia bisa berubah, tapi kita tidak harus terpuruk karena hal itu. Mari kita lihat sandiwara wanita itu!" kata Mei Huarin mengajak Xueyao ke kamar samping.

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Sumawita

Sumawita

Mei usir saja semuanya dr kediaman mu

2026-04-24

2

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

anak pertamanya tak sepintar ibunya 🤔

2026-05-03

2

paijo londo

paijo londo

👍👍jooos jangan kasih kendor meilin ambil semua milikmu

2026-05-17

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kepulangan Jenderal
2 Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3 Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4 Bab 4. Nyonya Tua
5 Bab 5. Lu Chengyan
6 Bab 6. Kebanyakan Makan
7 Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8 Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9 Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10 Bab 10. Kalah Lagi
11 Bab 11. Kaisar Jinhuan
12 Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13 Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14 Bab 14. Tabib
15 Bab 15. Balasan
16 Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17 Bab 17. Panik
18 Bab 18. Masih Berlagak
19 Bab 19. Rencana Shen Meiren
20 Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21 Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22 Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23 Bab 23. Merelakan
24 Bab 24. Pergi tak Kembali
25 Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26 Bab 26. Terpengaruh
27 Bab 27. Putri Anping
28 Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29 Bab 29. Penyesalan Terlambat
30 Bab 30. Teman Lama
31 Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32 Bab 32. Tahu Rasa
33 Bab 33. Mulai Bangkrut
34 Bab 34. Semakin Bangkrut
35 Bab 35. Secercah
36 Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37 Bab 37. Sesal dan Kecewa
38 Bab 38. Kelemahan
39 Bab 39. Licik
40 Bab 40. Picik
41 Bab 41. Terungkap
42 Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43 Bab 43. Mengancam
44 Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45 Bab 45. Tertampar Kenyataan
46 Bab 46. Diusir
47 Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48 Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49 Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50 Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51 Bab 51. Titah Kaisar
52 Bab 52. Pergi
53 Bab 53. Happy Ending
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Kepulangan Jenderal
2
Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
3
Bab 3. Kekuasaan seorang Nyonya
4
Bab 4. Nyonya Tua
5
Bab 5. Lu Chengyan
6
Bab 6. Kebanyakan Makan
7
Bab 7. Dua Anak, Dua Sifat
8
Bab 8. Shen Meiren mulai Terkenal
9
Bab 9. Pengaruh Nyonya Jenderal
10
Bab 10. Kalah Lagi
11
Bab 11. Kaisar Jinhuan
12
Bab 12. Membangunkan Macan Tidur
13
Bab 13. Mei Huarin Dilawan
14
Bab 14. Tabib
15
Bab 15. Balasan
16
Bab 16. Awal dari Kejatuhan itu
17
Bab 17. Panik
18
Bab 18. Masih Berlagak
19
Bab 19. Rencana Shen Meiren
20
Bab 20. Segala Sesuatu untuk Yan'er
21
Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali
22
Bab 22. Permintaan Maaf Ditolak
23
Bab 23. Merelakan
24
Bab 24. Pergi tak Kembali
25
Bab 25. Kembali ke Jaman Modern
26
Bab 26. Terpengaruh
27
Bab 27. Putri Anping
28
Bab 28. Lu Yanzhi Tegas
29
Bab 29. Penyesalan Terlambat
30
Bab 30. Teman Lama
31
Bab 31. Tidak Tulus Menyesal
32
Bab 32. Tahu Rasa
33
Bab 33. Mulai Bangkrut
34
Bab 34. Semakin Bangkrut
35
Bab 35. Secercah
36
Bab 36. Yang dipilih malah Menghancurkan
37
Bab 37. Sesal dan Kecewa
38
Bab 38. Kelemahan
39
Bab 39. Licik
40
Bab 40. Picik
41
Bab 41. Terungkap
42
Bab 42. Kebajikan yang Ditinggalkan
43
Bab 43. Mengancam
44
Bab 44. Bertemu di Aula Istana
45
Bab 45. Tertampar Kenyataan
46
Bab 46. Diusir
47
Bab 47. Tidak ada yang Perduli
48
Bab 48. Yang Berhasil dan yang Gagal
49
Bab 49. Ketegasan Lu Yanzhi
50
Bab 50. Hubungan Keluarga yang Berakhir
51
Bab 51. Titah Kaisar
52
Bab 52. Pergi
53
Bab 53. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!