Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh

Waktu berlalu dengan sangat lambat. Hingga jam operasional berakhir, tak ada satupun pelanggan yang "nyangkut" di tangan Naufal. Andre pulang dengan langkah angkuh, bersiul senang sambil menimang kunci motornya, sementara Naufal harus menunggu bus kota paling malam agar hemat ongkos

.

Saat jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Naufal akhirnya tiba di sebuah gang sempit di pinggiran kota. Bau selokan yang menggenang dan suara kucing liar yang mengeong kelaparan menyambut langkahnya yang gontai.

Ia tiba di depan sebuah rumah petak dengan dinding triplek yang sudah lapuk dan atap seng yang berlubang di sana-sini. Naufal menarik napas dalam-dalam, mencoba memasang wajah tegar sebelum mendorong pintu kayu yang engselnya sudah berkarat itu.

Creeek…

"Naufal? Kamu sudah pulang?" suara itu terdengar sangat lemah, berasal dari balik kelambu lusuh di sudut ruangan.

Ibunya, Ibu Sarah, duduk bersandar di dipan kayu tipis. Wajahnya sangat pucat, matanya cekung, dan tangannya sedikit gemetar. Di sampingnya, seorang gadis remaja dengan seragam SMP yang sudah menguning, Rara, sedang duduk meringkuk sambil memeluk lututnya.

"Iya, Bu. Naufal pulang," Naufal mendekat, mencium tangan ibunya yang terasa dingin. "Gimana keadaan Ibu hari ini?"

"Ibu nggak apa-apa, Fal. Cuma sedikit pusing," jawab Ibu Sarah sambil berusaha tersenyum, meski Naufal tahu ibunya sedang menahan sakit luar biasa akibat penyakitnya yang belum tuntas diobati.

Naufal beralih menatap adiknya. Rara hanya diam, namun suara keroncongan dari perut gadis kecil itu terdengar jelas di ruangan yang sunyi tersebut. Di atas meja kayu kecil di tengah ruangan, hanya ada satu piring plastik berisi sisa nasi putih yang sudah sedikit mengeras dan sebuah botol air mineral yang hampir kosong.

"Rara, kamu sudah makan?" tanya Naufal pelan.

Rara menggeleng lemah, matanya berkaca-kaca. "Tadi ada sisa nasi sedikit, tapi Rara kasih ke Ibu... Ibu bilang Ibu nggak lapar, tapi Rara tahu Ibu cuma mau Rara yang makan. Jadi tadi nasinya kita bagi dua, tapi... sekarang lapar lagi, Kak."

Hati Naufal seolah diiris sembilu. Di toko tadi, ia melihat Andre memesan makanan cepat saji mewah lewat ojek online dan membuang sisanya ke tempat sampah. Sementara di sini, adik dan ibunya harus berbagi sepiring nasi basi hanya untuk bertahan hidup.

Dunia memang tidak adil. Orang kaya makin kaya, orang miskin .. nungu waktunya mati. Seandainya janji si inisial G untuk 19 juta lapangan pekerjaan bukan omong kosong, dia dapat pekerjaan lebih mending kali.

"Maafin Naufal ya, Bu, Rara ... Naufal belum bisa bawa apa-apa malam ini," bisik Naufal, suaranya parau. Ia meraba saku celananya, mencari sisa uang receh untuk membeli mi instan di warung depan, namun ia sadar uang itu adalah ongkos terakhirnya untuk berangkat kerja besok pagi.

"Nggak apa-apa, Fal. Minum air putih yang banyak saja biar kenyang, lalu kita tidur," hibur ibunya dengan suara bergetar.

Naufal berjalan menuju dapur sempit mereka, hendak mengambil gelas. Meminumnya, lalu masuk ke dalam kamarnya.

Di kamar pertahan yang sudah dia kuat-kuatkan runtuh seketika, dia menjatuhkan diri ke kasur. Ia menatap beberapa poster belajar dan lain-lain. Mimpi naufal adalah untuk masuk Universitas tinggi, dia belajar mati-matian. Namun dengan kondisi keuangan sekarang dia tentu tidak bisa melakukannya.

'Kenapa aku terus?’ batin Nuafal. Sudah belasan tahun semenjak ayah dia meninggal, dan sejak saat itu naufal sudah jadi tulang punggung bagi keluarga.

Air mata yang sejak tadi ia bendung akhirnya pecah, membasahi bantal tipis yang sudah berbau apek. Setiap isakan yang keluar ia tekan sekuat tenaga agar tidak terdengar oleh ibu dan adiknya di ruang sebelah. Di kamar yang hanya seukuran liang lahat itu, Naufal merasa benar-benar terkubur hidup-hidup oleh keadaan.

​"Ayah... Naufal capek," bisiknya lirih ke langit-langit kamar yang penuh noda rembesan air hujan.

​Ia memejamkan mata, mencoba memaksakan diri untuk tidur agar rasa lapar di perutnya hilang. Namun, saat kesadarannya mulai meredup, sebuah sensasi aneh menjalar di pangkal otaknya. Awalnya hanya denyutan kecil, namun lama-kelamaan menjadi rasa panas yang membakar, seolah-olah ada kabel listrik yang dipaksa masuk ke dalam tempurung kepalanya.

​Zzzzt... ZAP!

​Naufal tersentak bangun, memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. Pandangannya yang tadi gelap mendadak dipenuhi oleh kilatan cahaya biru neon yang sangat terang. Di tengah kegelapan kamar, sebuah layar transparan muncul melayang di depan matanya.

​ [Ding!]

[Mendeteksi Gelombang Otak Inang: Kondisi Putus Asa Tingkat Tinggi.]

[Kecocokan Karakter Terdeteksi: 'SANGAT COCOK!]

[PROSES PEWARISAN SISTEM ANALISIS NILAI]

[PROGRES 40% … 50% …]

Naufal terbelalak. Apa layar ini? Apa dia mengigau dan terlalu stres mikirin target. Yaudah lah tidur dulu aja.

Terpopuler

Comments

Wega Luna

Wega Luna

pernah diposisi Naufal jadi tulang punggung , diremehkan, ibu yg sakit sakit an adik2 masih sekolah, capek nya bikin stress mau mati ,,, Alhamdulillah doa ibu terus membuat aku semangat dan memiliki pekerjaan yg sudah kugeluti 20 tahun, sebagai seorang ibu saya tahu gimana perasaan ibu saya dulu saat berjuang untuk anak anak saat dicampakkan ayahku💪 be strong

2026-06-02

2

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

kasian. Naufal tapi emang ada loh di dunia nyata orang kek senior itu si Andre 🤭

2026-04-25

2

3RSEL

3RSEL

menangislah kalau kamu mau, sesekali menangis tidak akan menurunkan harga dirimu jadi seorang lelaki,dan ingat juga kamu bukanlah super Man.😁

2026-04-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2 Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3 Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4 Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5 Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6 Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7 Bab 7--evaluasi Bulanan
8 Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9 Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10 Bab 10--Melayani Pelanggan
11 Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12 Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13 bab 13--Level 2
14 Bab 14--Pelayan Sombong
15 Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16 Bab 16--Misi Belanja
17 Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18 Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19 bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20 Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21 Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22 Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23 Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24 Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25 Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26 Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27 Bab 27--Melawan Preman
28 Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29 Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30 Bab 30--Beli rumah
31 Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32 Bab 31--Bagas si BG
33 Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34 Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35 Bab 34--Drama Murahan Si BG
36 Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37 Bab 36--Acara Gede
38 Bab 37—Fangirl Bayangan
39 Bab 38—Acara Titan phone
40 Bab 39—Saatnya War
41 Bab 40--Acara Dimulai
42 Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43 Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44 Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45 Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46 Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47 Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48 Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49 Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50 Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51 Bab 50--Gery Si Veva
52 Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53 Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54 Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55 Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56 Bab 55—Membeli Ruko
57 Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58 Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59 Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60 Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61 Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62 Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63 Bab 62--Tawaran Lagi
64 Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65 Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66 Bab 65--Satria
67 Bab 66-- Membantu Satria
68 Bab 66.5--Membantu Satria #2
69 Bab 67--Detik Detik terakhir
70 Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71 Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72 Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73 Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74 Bab 71--Langkah awal
75 Bab 72--Rapat Para Brand
76 Bab 73
77 Bab 74--wawancara dan seleksi
78 Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79 Bab 76--Lala
80 Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81 Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82 Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83 Bab 80--
84 Bab 81—Acara Dimulai
85 Bab 82—Grand Opening
86 Bab 83--Wawancara
87 Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88 Bab 85
89 Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90 Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91 Bab 88—Makan Malam
92 Bab 89—Wanto
93 Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94 BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95 Bab 92--rapat dadakan
96 Bab 93--Luna Wijaya malu
97 Bab 94--Hadiah Edan sistem
98 Bab 95
99 Bab 96
100 Bab 97
101 Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102 Bab 99—Pergi Bersama Tari
103 Bab 100—Rian
104 Bab 101—Sari Otot
105 Bab 102—Melawan Hama
106 Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107 Bab 103—Munculnya Sang Rival
108 Bab 104—Baku Hantam
109 Bab 105
110 Bab 106
111 Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112 bab 108--Permainan Dimulai
113 Bab 108.5--Permainan Dimulai
114 Bab 109
115 Bab 110--Taruhan Sang Rival
116 Bab 111--Ruko Tetangga
117 Bab 112--kekalahan telak
118 Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119 Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120 Bab 115
121 Bab 116
122 Bab 117--Home run
123 bab 118
124 Bab 119
125 Bab 120
126 Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127 Bab 122
128 Bab 123—Pengakuan
129 Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130 EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131 PROMOSI NOVEL BARU
132 PROMO NOVEL BARU#2
133 NOVEL INI DAPAT ADAPTASI
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2
Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3
Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4
Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5
Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6
Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7
Bab 7--evaluasi Bulanan
8
Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9
Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10
Bab 10--Melayani Pelanggan
11
Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12
Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13
bab 13--Level 2
14
Bab 14--Pelayan Sombong
15
Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16
Bab 16--Misi Belanja
17
Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18
Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19
bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20
Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21
Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22
Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23
Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24
Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25
Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26
Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27
Bab 27--Melawan Preman
28
Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29
Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30
Bab 30--Beli rumah
31
Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32
Bab 31--Bagas si BG
33
Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34
Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35
Bab 34--Drama Murahan Si BG
36
Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37
Bab 36--Acara Gede
38
Bab 37—Fangirl Bayangan
39
Bab 38—Acara Titan phone
40
Bab 39—Saatnya War
41
Bab 40--Acara Dimulai
42
Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43
Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44
Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45
Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46
Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47
Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48
Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49
Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50
Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51
Bab 50--Gery Si Veva
52
Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53
Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54
Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55
Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56
Bab 55—Membeli Ruko
57
Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58
Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59
Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60
Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61
Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62
Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63
Bab 62--Tawaran Lagi
64
Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65
Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66
Bab 65--Satria
67
Bab 66-- Membantu Satria
68
Bab 66.5--Membantu Satria #2
69
Bab 67--Detik Detik terakhir
70
Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71
Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72
Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73
Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74
Bab 71--Langkah awal
75
Bab 72--Rapat Para Brand
76
Bab 73
77
Bab 74--wawancara dan seleksi
78
Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79
Bab 76--Lala
80
Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81
Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82
Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83
Bab 80--
84
Bab 81—Acara Dimulai
85
Bab 82—Grand Opening
86
Bab 83--Wawancara
87
Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88
Bab 85
89
Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90
Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91
Bab 88—Makan Malam
92
Bab 89—Wanto
93
Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94
BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95
Bab 92--rapat dadakan
96
Bab 93--Luna Wijaya malu
97
Bab 94--Hadiah Edan sistem
98
Bab 95
99
Bab 96
100
Bab 97
101
Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102
Bab 99—Pergi Bersama Tari
103
Bab 100—Rian
104
Bab 101—Sari Otot
105
Bab 102—Melawan Hama
106
Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107
Bab 103—Munculnya Sang Rival
108
Bab 104—Baku Hantam
109
Bab 105
110
Bab 106
111
Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112
bab 108--Permainan Dimulai
113
Bab 108.5--Permainan Dimulai
114
Bab 109
115
Bab 110--Taruhan Sang Rival
116
Bab 111--Ruko Tetangga
117
Bab 112--kekalahan telak
118
Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119
Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120
Bab 115
121
Bab 116
122
Bab 117--Home run
123
bab 118
124
Bab 119
125
Bab 120
126
Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127
Bab 122
128
Bab 123—Pengakuan
129
Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130
EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131
PROMOSI NOVEL BARU
132
PROMO NOVEL BARU#2
133
NOVEL INI DAPAT ADAPTASI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!