Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang

[Ding!]

[Tingkat Kepercayaan Target: 98% (Hampir Sempurna)!]

[Misi Terdeteksi: Closing produk! Buat Bapak ini membeli produk anda Selesaikan pembayaran sebelum toko tutup!]

[Hadiah: Misi perkenalan sistem RP 10.000.000]

[Keberuntungan tingkat tinggi]

[Progres misi 98%]

Naufal sama sekali gak paham dengan notifikasi yang terus muncul, namun dia abaikan saja untuk sekarang. Faktanya berkat notifikasi itu dia berhasil closing.

Naufal segera membawa Pak Budi menuju kasir. Langkahnya tegap, melewati Andre yang masih berdiri kaku seperti patung di tengah toko. Saat melewati seniornya itu, Naufal berbisik sangat pelan, hanya cukup untuk didengar Andre.

"Terima kasih untuk 'ikan teri'-nya, Kak. Ternyata rasanya lebih enak dari R14 yang Kakak curi kemarin."

Andre mengepalkan tangan hingga gemetar, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Pak Budi mengeluarkan sebuah kartu dari dompet kulitnya yang sudah usang. Bukan kartu debit biasa, melainkan sebuah kartu dengan logo prioritas berwarna emas gelap.

Manajer toko keluar dari ruangannya dengan wajah panik, melihat jam dinding yang menunjukkan lima menit menuju tutup. Ia melihat tumpukan kartu identitas Pak Budi dan kartu bank di atas meja kasir.

"Ini... ini serius 50 unit?" Mata sang Manajer hampir melompat keluar saat melihat angka di layar komputer. Rp 120.000.000.

"Serius, Pak. Pak Budi sudah melakukan pembayaran penuh," jawab Naufal dengan nada datar, seolah menjual 50 unit dalam sekejap adalah hal biasa baginya.

Manajer itu langsung berubah sikap. Wajah galaknya menghilang, digantikan oleh senyum lebar yang terlihat sangat menjilat. "Luar biasa! Naufal, kamu memang aset terbaik kita! Andre, Siska, cepat bantu Naufal packing! Jangan buat tamu VIP kita menunggu!"

Andre terpaksa bergerak dengan wajah masam, sementara siska tidak bisa menyembunyikan wajah kegirangannya, dia terlihat sangat berbinar-binar.

“Siska kok lo terlihat senang banget?” tanya Naufal yang memperhatikan dari jauh.

​"Eh?" Siska tersentak, wajahnya mendadak memerah tipis. Ia segera membuang muka dan kembali sibuk dengan isolasi di tangannya, meski gerakannya jadi sedikit salah tingkah.

​"Siapa juga yang senang! Pede banget lo!" ketus Siska sambil menghentakkan kardus HP ke meja. "Gue cuma senang karena target toko ketutup, jadi bonus gue aman. Nggak ada urusannya sama lo, ya!"

​Siska melirik Andre yang sedang merenung di pojok dengan tatapan sinis. 'Rasain lo kak, makanya jangan main-main sama singa yang tertidur … good job naufal!’ meski selalu ketus, sok jual mahal inilah sikap asli si gadis.

“Oh, ya gue juga gak peduli sih …”

Pak Budi menepuk bahu Naufal sebelum keluar. "Ini kartu namaku yang asli. Ada nomor kecilku di sana, kalau sekiranya butuh sesuatu … kabari saja saya. Saya suka dengan anak muda sopan, berbeda seniormu itu.”

 Andre menunduk malu.

Setelah Pak Budi pergi dengan pengawalan mobil mewah yang tiba-tiba muncul di depan toko, suasana menjadi hening. Sang Manajer mendekati Naufal, hendak merangkulnya. 

"Naufal, soal ancaman pecat tadi, selamat kamu gak jadi dipecat .... Luar biasa dalam satu malam jual 50 unit … wah ini mah namanya keberuntungan tingkat tinggi. Cepet kamu scan barcodenya, buat team leader terkejut juga malam ini.”

Nuafal baru saja selesai menscan barcode imei semua 50 unit untuk diklaim agar terkejar target, Dan saat itu juga dia mendapatkan telepon dari pak eko, leader perusahaan di area yogyakarta.

Naufal menarik napas panjang, menatap layar ponselnya yang bergetar. Nama "Pak Eko - TL" berkedip di sana. Ia sudah bisa membayangkan apa yang akan dikatakan pria itu jika Naufal tidak segera mengangkatnya.

​"Halo, Pak Eko?"

​"NAUFAL! LO GAK LIST HASIL PENJUALAN DI GRUB WA LAGI? BAJINGAN LO! LO GAK JUALAN LAGI YA HARI INI, ASW EMANG!!”

Kebun binatang keluar semua, naufal terkekeh. “Ampun, sabar atuh pak … coba lihat laporan penjualan saya, di sistem.”

“ASW AWAS AJA KALAU LO NGADI-NGADI —” 

Suara makian Pak Eko terputus seketika. Hening menyelimuti sambungan telepon itu selama hampir sepuluh detik. Naufal hanya bisa membayangkan wajah atasannya yang sedang memelototi layar dashboard sistem penjualan pusat dengan mata yang hampir keluar.

"E-eh... Fal? Naufal?" Suara Pak Eko berubah seratus delapan puluh derajat. Nada garangnya hilang, berganti dengan suara gemetar yang tidak percaya. "Seratus dua puluh juta? Lima puluh unit A5? Ini... ini lo ngerampok bank mana, Fal? Atau sistem kantor lagi error?!"

Naufal tersenyum puas, melirik Andre yang masih terpaku lemas di sudut toko. "Asli, Pak. Pembayaran cash lewat kartu prioritas. Barangnya sudah dibawa tadi. Bagaimana? Target saya amankan?"

"Aman?! Aman lo bilang?!" teriak Pak Eko di seberang sana, kali ini dengan nada histeris kegirangan. "Bukan cuma aman, Fal! Lo barusan nyelamatin muka divisi kita di depan kantor pusat! Gila, gila! Besok lo ke kantor, gue traktir makan siang paling mewah! Lupakan soal SP-3, lo resmi jadi anak emas gue sekarang!"

Klik

. Sambungan telepon diputus Pak Eko dengan terburu-buru, kemungkinan besar ia langsung menyebar screenshot laporan Naufal ke grup besar para petinggi perusahaan.

Karena ini hal langka! Anak baru jalan 3 bulan, sekali telur pecah langsung jualan 50 unit … ini namanya berkah dari langit!

Naufal menurunkan ponselnya, merasa beban berat di pundaknya luruh seketika.

Manajer toko mendekati Naufal, wajahnya yang tadi sangar kini terlihat sangat menjilat. "Naufal, bener kan kata saya? Kamu itu punya bakat terpendam! Oh iya, karena toko sudah mau tutup, ayo kita makan-makan dulu buat ngerayain—"

"Maaf, Pak," sela Naufal dingin. Ia mengambil tas punggungnya yang lusuh dan memakainya. "Ibu dan adik saya menunggu di rumah. Saya permisi."

Saat Naufal melangkah menuju pintu keluar, Siska mencegatnya di dekat rak aksesoris. Ia menyilangkan tangan di dada, wajahnya masih ditekuk masam, tapi matanya tidak bisa berbohong kalau dia sangat takjub. Matanya penuh binar-binar, andai saja dia bukan tipe karakter yang gengsian kali aja dia udah nempel, meluk si cowok ini.

"Woi, anak keberuntungan!" panggil Siska ketus.

Naufal berhenti. "Apa lagi, Sis? Mau muji gue?"

"Dih! Najis!" Siska mendengus keras, wajahnya memerah sampai ke telinga. "Gue cuma mau bilang... jangan sombong dulu! Cuma karena lo dapet 'ikan paus', bukan berarti besok lo bisa santai. Ingat, besok lo tetep harus masuk pagi, kita satu shift tanpa kak Andre itu kesempatanmu … jangan telat gara-gara mabuk duit!"

"Iya, Siska cantik," jawab Naufal santai, sengaja menggoda gadis itu. Ia kenal selama 3 bulan memang dia tipikal si cerewet dengan ucapan pedas, namun itu juga sisi manisnya. Gak pernah bisa jujur.

"Apa lo bilang?! S-siapa yang cantik?! Dasar gila! Buaya darat! Mesum! Pergi sana!" 

Siska mengibaskan tangannya, mengusir Naufal dengan wajah yang makin merah padam. 

“Iya-iya galak Banget jadi cewe …” ia pun pergi menjauh.

Naufal tertawa kecil tanpa menoleh. Ia berjalan menembus dinginnya angin malam Yogyakarta dengan perasaan yang luar biasa ringan

Saat dia berjalan dia masih memikirkan apa yang barusan terjadi. “Apa kekuatan itu? Mukjizat dari tuhan!?”

Saat dia bingung sendiri lagi-lagi notifikasi muncul.

Saat transaksi selesai dan struk keluar, sebuah notifikasi muncul kembali di mata Naufal.

[Ding!]

[Misi Selesai: 'The Closing King'! Terselesaikan!]

[Hadiah misi perkenalan sistem Rp 10.000.000]

Kemampuan hoki tingkat tinggi—keberuntungn tuan rumah meningkat 60%

Naufal membeo. Rp 10 juta di TF ke saldo rekeningnya. Sejak tadi dia bingung apa-apaan layar ini? Apa dia sakit. Lalu dia melihat dan membuka bank mobile dan melongo.

“ 10 juta beneran masuk! Ini beneran mukjizat dari tuhan!”

Terpopuler

Comments

Kumbara"13

Kumbara"13

real good 💪💪💪

2026-06-16

0

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

cepat belikan ibu sama adikmu makanan enak kan di rekening luu ada uang 💸💸 masuk 🤭

2026-04-26

2

.

.

/chap padahal udah lumayan banyak kata"nya tapi kok berasa cuman bbrpa menit doang bacanya ya Thor 🤣🤭

2026-04-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2 Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3 Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4 Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5 Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6 Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7 Bab 7--evaluasi Bulanan
8 Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9 Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10 Bab 10--Melayani Pelanggan
11 Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12 Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13 bab 13--Level 2
14 Bab 14--Pelayan Sombong
15 Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16 Bab 16--Misi Belanja
17 Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18 Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19 bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20 Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21 Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22 Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23 Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24 Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25 Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26 Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27 Bab 27--Melawan Preman
28 Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29 Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30 Bab 30--Beli rumah
31 Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32 Bab 31--Bagas si BG
33 Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34 Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35 Bab 34--Drama Murahan Si BG
36 Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37 Bab 36--Acara Gede
38 Bab 37—Fangirl Bayangan
39 Bab 38—Acara Titan phone
40 Bab 39—Saatnya War
41 Bab 40--Acara Dimulai
42 Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43 Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44 Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45 Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46 Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47 Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48 Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49 Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50 Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51 Bab 50--Gery Si Veva
52 Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53 Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54 Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55 Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56 Bab 55—Membeli Ruko
57 Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58 Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59 Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60 Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61 Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62 Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63 Bab 62--Tawaran Lagi
64 Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65 Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66 Bab 65--Satria
67 Bab 66-- Membantu Satria
68 Bab 66.5--Membantu Satria #2
69 Bab 67--Detik Detik terakhir
70 Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71 Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72 Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73 Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74 Bab 71--Langkah awal
75 Bab 72--Rapat Para Brand
76 Bab 73
77 Bab 74--wawancara dan seleksi
78 Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79 Bab 76--Lala
80 Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81 Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82 Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83 Bab 80--
84 Bab 81—Acara Dimulai
85 Bab 82—Grand Opening
86 Bab 83--Wawancara
87 Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88 Bab 85
89 Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90 Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91 Bab 88—Makan Malam
92 Bab 89—Wanto
93 Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94 BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95 Bab 92--rapat dadakan
96 Bab 93--Luna Wijaya malu
97 Bab 94--Hadiah Edan sistem
98 Bab 95
99 Bab 96
100 Bab 97
101 Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102 Bab 99—Pergi Bersama Tari
103 Bab 100—Rian
104 Bab 101—Sari Otot
105 Bab 102—Melawan Hama
106 Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107 Bab 103—Munculnya Sang Rival
108 Bab 104—Baku Hantam
109 Bab 105
110 Bab 106
111 Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112 bab 108--Permainan Dimulai
113 Bab 108.5--Permainan Dimulai
114 Bab 109
115 Bab 110--Taruhan Sang Rival
116 Bab 111--Ruko Tetangga
117 Bab 112--kekalahan telak
118 Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119 Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120 Bab 115
121 Bab 116
122 Bab 117--Home run
123 bab 118
124 Bab 119
125 Bab 120
126 Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127 Bab 122
128 Bab 123—Pengakuan
129 Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130 EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131 PROMOSI NOVEL BARU
132 PROMO NOVEL BARU#2
133 NOVEL INI DAPAT ADAPTASI
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2
Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3
Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4
Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5
Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6
Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7
Bab 7--evaluasi Bulanan
8
Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9
Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10
Bab 10--Melayani Pelanggan
11
Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12
Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13
bab 13--Level 2
14
Bab 14--Pelayan Sombong
15
Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16
Bab 16--Misi Belanja
17
Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18
Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19
bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20
Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21
Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22
Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23
Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24
Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25
Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26
Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27
Bab 27--Melawan Preman
28
Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29
Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30
Bab 30--Beli rumah
31
Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32
Bab 31--Bagas si BG
33
Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34
Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35
Bab 34--Drama Murahan Si BG
36
Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37
Bab 36--Acara Gede
38
Bab 37—Fangirl Bayangan
39
Bab 38—Acara Titan phone
40
Bab 39—Saatnya War
41
Bab 40--Acara Dimulai
42
Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43
Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44
Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45
Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46
Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47
Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48
Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49
Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50
Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51
Bab 50--Gery Si Veva
52
Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53
Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54
Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55
Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56
Bab 55—Membeli Ruko
57
Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58
Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59
Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60
Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61
Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62
Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63
Bab 62--Tawaran Lagi
64
Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65
Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66
Bab 65--Satria
67
Bab 66-- Membantu Satria
68
Bab 66.5--Membantu Satria #2
69
Bab 67--Detik Detik terakhir
70
Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71
Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72
Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73
Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74
Bab 71--Langkah awal
75
Bab 72--Rapat Para Brand
76
Bab 73
77
Bab 74--wawancara dan seleksi
78
Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79
Bab 76--Lala
80
Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81
Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82
Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83
Bab 80--
84
Bab 81—Acara Dimulai
85
Bab 82—Grand Opening
86
Bab 83--Wawancara
87
Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88
Bab 85
89
Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90
Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91
Bab 88—Makan Malam
92
Bab 89—Wanto
93
Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94
BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95
Bab 92--rapat dadakan
96
Bab 93--Luna Wijaya malu
97
Bab 94--Hadiah Edan sistem
98
Bab 95
99
Bab 96
100
Bab 97
101
Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102
Bab 99—Pergi Bersama Tari
103
Bab 100—Rian
104
Bab 101—Sari Otot
105
Bab 102—Melawan Hama
106
Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107
Bab 103—Munculnya Sang Rival
108
Bab 104—Baku Hantam
109
Bab 105
110
Bab 106
111
Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112
bab 108--Permainan Dimulai
113
Bab 108.5--Permainan Dimulai
114
Bab 109
115
Bab 110--Taruhan Sang Rival
116
Bab 111--Ruko Tetangga
117
Bab 112--kekalahan telak
118
Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119
Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120
Bab 115
121
Bab 116
122
Bab 117--Home run
123
bab 118
124
Bab 119
125
Bab 120
126
Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127
Bab 122
128
Bab 123—Pengakuan
129
Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130
EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131
PROMOSI NOVEL BARU
132
PROMO NOVEL BARU#2
133
NOVEL INI DAPAT ADAPTASI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!