Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales

Pria itu, Pak Budi, tertegun. Ia membalikkan badannya sepenuhnya, menatap Naufal dengan intensitas yang berbeda. Rasa malu yang tadi menyelimuti wajahnya kini berganti dengan rasa penasaran yang luar biasa.

​ "Bagaimana kamu bisa tahu jumlahnya sampai setepat itu, Nak?" tanya Pak Budi pelan, suaranya kini terdengar berwibawa, tak lagi terdengar seperti pria lemah yang bisa diinjak-injak.

​Naufal melirik ke arah panel sistem yang melayang di samping Pak Budi.

​[Ding!]

[Tingkat Kepercayaan Target Meningkat: 75%!]

​Naufal tersenyum tipis. "Sebut saja insting seorang sales yang peduli, Pak. Saya tahu Bapak sedang mencari perangkat yang bukan hanya sekadar 'bisa foto', tapi punya memori besar untuk materi pembelajaran dan baterai yang awet agar anak-anak yatim di yayasan Bapak tidak kesulitan saat belajar."

​Pak Budi terdiam cukup lama, lalu ia tertawa kecil—sebuah tawa yang penuh dengan rasa puas. "Luar biasa. Baru kali ini saya bertemu sales sepertimu. Baiklah, kalau begitu tunjukkan apa yang kamu punya."

​Di sudut toko, Andre  mulai menyadari ada yang tidak beres. Atmosfer di sekitar Naufal dan si 'ikan teri' itu mendadak terasa berat dan serius.

Naufal menggiring Budi ke meja display—produk Hp dari perusahaan milik Naufal untuk dilakukan probing. Dan Naufal berbicara dengan cukup lancar.

​"Siska, itu bapak-bapak kok nggak jadi pergi? Malah ngobrol serius gitu sama si Naufal?" bisik Andre, tangannya berhenti melepas hp demo.

​"Mungkin memang niat beli …”  jawab Siska ketus, ia sebenarnya jengkel dengan senior toxic ini, namun cuma berusaha akrab dia takut kena imbasnya juga.

Pria bersandal jepit itu, Pak Budi, menyipitkan matanya. Ia sudah mendengar cerita rinci dari naufal, “jadi begitu unit … A5 ya. Memiliki baterai yang lumayan awet dengan kapasitas yang besar, cukup untuk digunakan belajar anak yayasan.”

“Sudah sangat cukup pak! Bahkan lebih dari cukup itu mah.”

“Oke, deal …”

Pak Budi  merogoh saku celana kolornya yang kusam, mengeluarkan sebuah kartu nama yang sudah agak lecek, lalu meletakkannya di atas etalase kaca.

"Tunjukkan padaku A5 itu aku ambil semua 50 unit … untuk masalah warna seadanya saja!”  ucap Pak Budi datar.

Andre yang mendengar kata memborong dan "50 unit" langsung tersedak ludahnya sendiri. Ia berlari mendekat, mencoba memotong pembicaraan. Jangan bercanda seri A5 itu harganya 2,5 juta … jika dia menjual 50 unit artinya total target naufal jelas nutup ditambah insentif produk itu walau seri menengah sudah 50 ribu satu unit.

Andre mana terima Naufal untung banyak, dia harus yang untung banyak disini.

Siska malah mematung. “Kak!”

“Kenapa sis?” Tanya Andre dengan tatapan tajam. “Jangan bilang lo mau hentikan gue?”

Siska menelan ludah. Nyalinya ciut melihat kilat keserakahan di mata Andre yang sudah seperti serigala kelaparan. Ia tahu Andre tidak akan segan-segan menindas siapapun yang menghalangi komisinya.

Siska membenci situasi ini, padahal jelas ia ingin Naufal selamat, namun dalam naluri hidup dan logikanya menolak untuk berani … ‘aku benar-benar manusia menjijikan.’

"Eng-nggak, Kak. Tapi itu kan jelas-jelas user milik Naufal... maksudku, dia yang melayani dari awal," cicit Siska, mencoba membela dengan suara sangat rendah.

"Terus?! Di nota belum ada nama, berarti masih milik umum! Jangan lupa kalian berdua cuma junior baru, gue senior disini!" Andre mendesis. “Lo cewek jadi kuharap keputusan lo lebih bijak … atau lo mau gue serang, dilihat-lihat lo punya perawakan yang lumayan.”

Siska bergidik ngeri nalurinya mengatakan untuk tidak ikut campur. “M-maaf kak.”

“Bagus kalau lo ngerti!” lalu dengan gerakan cepat ia menyambar selembar brosur produk brand miliknya sendiri dan merangsek maju ke arah Pak Budi

"Eh, Pak! Tunggu dulu!" Andre memotong pembicaraan dengan suara yang dibuat-buat ramah, hampir terdengar seperti menjilat.

 "Jangan buru-buru ambil A5, Pak. Itu produk tanggung. Mari sama saya saja, saya Senior Sales di sini. Saya punya seri A-`17 yang spesifikasinya jauh di atas itu. Kameranya sudah pakai sensor terbaru, lebih cocok buat anak muda jaman sekarang.A-5 mungkin menang kapasitas baterai, namun A-17 saya lebih bagus untuk kebutuhan kamera.”

Pak Budi mengerutkan kening, merasa tidak nyaman karena ruang geraknya tiba-tiba diinvasi oleh pria yang tadi terang-terangan menghinanya.

[Sistem Analisis Nilai: Peringatan!]

[Target merasa terganggu oleh kehadiran 'Hama'. Tingkat Kepercayaan menurun 5%.]

[Saran: Singkirkan gangguan untuk mengunci transaksi senilai Rp125.000.000.]

Naufal yang melihat sistemnya berkedip merah langsung tersadar. Ia tidak boleh membiarkan Andre menghancurkan harapannya lagi. Kali ini, nasib ibu dan adiknya dipertaruhkan. Ia gak mau diinjak-injak lagi, seperti perkataan siska, dia harus tunjukan siapa raja disini!

"Maaf, Kak Andre," Naufal melangkah maju, memposisikan tubuhnya tepat di depan Pak Budi sebagai pagar pelindung. "Tadi Kakak bilang ini 'ikan teri' bagianku, kan? Kenapa sekarang Kakak malah repot-repot menawarkan produk lain?"

Andre terkejut, biasanya anak baru ini selalu takut kalau dia sudah maju namun tatapan hari ini terlihat tegas dan seperti orang lain.

"Lo anak baru diam aja! Gue cuma mau kasih yang terbaik buat Bapak ini!" Andre membentak, mencoba mendorong bahu Naufal.

Namun, Naufal tidak bergeming. Berkat sinkronisasi sistem semalam, ada rasa percaya diri yang tidak tergoyahkan dalam dirinya. Ia menatap Andre lurus-lurus. 

"Memberikan yang terbaik atau mengejar insentif pribadi, Kak? Pak Budi butuh durabilitas baterai untuk belajar, bukan kamera sensor terbaru yang harganya lebih mahal 1 juta tapi baterainya boros, terus dari daya tahan juga, di A-5 sudah tahan banting, ada IP54 juga untuk ketahan air. Jangan sesatkan pelanggan demi kantong kakak sendiri."

Wajah Andre merah padam. "Lo berani ngajarin gue?!"

"Cukup!"

Suara Pak Budi menggelegar, dingin dan sarat akan otoritas yang membuat Andre seketika membeku. Pria tua itu mengambil kembali kartu namanya yang lecek, lalu memasukkannya kembali ke saku celana kolornya.

"Mas Senior," Pak Budi menatap Andre dengan pandangan merendahkan. "Tadi kamu tertawa paling keras saat saya masuk. Sekarang, kamu menjilat paling depan saat saya bilang mau beli lima puluh unit. Orang seperti kamu adalah alasan kenapa bisnis sering hancur; terlalu fokus pada uang, lupa pada martabat."

Pak Budi beralih menatap Naufal, ekspresinya melunak. "Nak Naufal, urus notanya sekarang. Saya bayar tunai. Dan saya tegaskan, jika sepeser pun komisi dari transaksi ini masuk ke kantong orang selain kamu, saya batalkan pembelian ini sekarang juga."

[Ding!]

[Tingkat Kepercayaan Target: 95% (Solid)!]

[Misi terbaru aktif!]

[Closing produk! Buat Bapak ini membeli produk anda!]

[Hadiah misi perkenalan dari sistem Rp 10.000.000!]

Siska yang menonton dari kejauhan hanya bisa menutup mulut dengan tangan, takjub. Ini dia yang dia suka, saat pria yang dihormati menunjukan taringnya untuk sekian lama. Ia terasa seperti kembali ke masa lalu lama, masa yang mungkin naufal melupakannya. Saat dia diselamatkan dan berhutang nyawa dengan pria itu.

‘bagus fal, serang semangat! Jangan kasih kendor!’ batin si gadis itu yang gak mungkin seumur hidup pun dia bakal bicara terang terang begitu!

Sementara itu, Manajer toko yang mendengar keributan langsung berlari keluar dari ruangannya. Ia mendengar percakapan dan transaksi besar, tentu ini sudah ranahnya manajer toko untuk masuk.

"Ada apa ini? Lima puluh unit?!" Manajer itu hampir pingsan melihat Pak Budi mengeluarkan tumpukan uang tunai dari tas kain lusuhnya. "Naufal! Kamu... kamu beneran closing segini banyak?"

Naufal tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya memberikan senyum tipis ke arah Andre yang kini berdiri gemetar, menyadari bahwa bukan hanya komisi besar yang hilang, tapi harga dirinya baru saja diinjak-injak oleh 'ikan teri' yang diremehkan.

"Bantu saya ambil stoknya, Kak Andre. Oh, dan tolong pelan-pelan ya, jangan sampai lecet. Ini pesanan VIP," ucap Naufal dengan nada tenang yang sangat mematikan.

Terpopuler

Comments

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

mampusss luu Andre melongo sudah sana keliatan kau serakah untung customernya tidak mau kau rayu sudah sana minggir Naufal tidak jadi dipecat

2026-04-26

1

3RSEL

3RSEL

🫣🫣🫣🫣🫣ok gad

2026-04-25

1

Ngeju Aroma

Ngeju Aroma

lucu banget siska😍

2026-04-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2 Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3 Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4 Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5 Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6 Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7 Bab 7--evaluasi Bulanan
8 Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9 Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10 Bab 10--Melayani Pelanggan
11 Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12 Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13 bab 13--Level 2
14 Bab 14--Pelayan Sombong
15 Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16 Bab 16--Misi Belanja
17 Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18 Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19 bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20 Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21 Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22 Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23 Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24 Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25 Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26 Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27 Bab 27--Melawan Preman
28 Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29 Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30 Bab 30--Beli rumah
31 Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32 Bab 31--Bagas si BG
33 Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34 Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35 Bab 34--Drama Murahan Si BG
36 Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37 Bab 36--Acara Gede
38 Bab 37—Fangirl Bayangan
39 Bab 38—Acara Titan phone
40 Bab 39—Saatnya War
41 Bab 40--Acara Dimulai
42 Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43 Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44 Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45 Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46 Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47 Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48 Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49 Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50 Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51 Bab 50--Gery Si Veva
52 Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53 Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54 Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55 Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56 Bab 55—Membeli Ruko
57 Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58 Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59 Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60 Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61 Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62 Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63 Bab 62--Tawaran Lagi
64 Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65 Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66 Bab 65--Satria
67 Bab 66-- Membantu Satria
68 Bab 66.5--Membantu Satria #2
69 Bab 67--Detik Detik terakhir
70 Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71 Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72 Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73 Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74 Bab 71--Langkah awal
75 Bab 72--Rapat Para Brand
76 Bab 73
77 Bab 74--wawancara dan seleksi
78 Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79 Bab 76--Lala
80 Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81 Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82 Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83 Bab 80--
84 Bab 81—Acara Dimulai
85 Bab 82—Grand Opening
86 Bab 83--Wawancara
87 Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88 Bab 85
89 Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90 Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91 Bab 88—Makan Malam
92 Bab 89—Wanto
93 Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94 BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95 Bab 92--rapat dadakan
96 Bab 93--Luna Wijaya malu
97 Bab 94--Hadiah Edan sistem
98 Bab 95
99 Bab 96
100 Bab 97
101 Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102 Bab 99—Pergi Bersama Tari
103 Bab 100—Rian
104 Bab 101—Sari Otot
105 Bab 102—Melawan Hama
106 Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107 Bab 103—Munculnya Sang Rival
108 Bab 104—Baku Hantam
109 Bab 105
110 Bab 106
111 Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112 bab 108--Permainan Dimulai
113 Bab 108.5--Permainan Dimulai
114 Bab 109
115 Bab 110--Taruhan Sang Rival
116 Bab 111--Ruko Tetangga
117 Bab 112--kekalahan telak
118 Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119 Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120 Bab 115
121 Bab 116
122 Bab 117--Home run
123 bab 118
124 Bab 119
125 Bab 120
126 Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127 Bab 122
128 Bab 123—Pengakuan
129 Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130 EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131 PROMOSI NOVEL BARU
132 PROMO NOVEL BARU#2
133 NOVEL INI DAPAT ADAPTASI
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2
Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3
Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4
Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5
Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6
Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7
Bab 7--evaluasi Bulanan
8
Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9
Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10
Bab 10--Melayani Pelanggan
11
Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12
Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13
bab 13--Level 2
14
Bab 14--Pelayan Sombong
15
Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16
Bab 16--Misi Belanja
17
Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18
Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19
bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20
Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21
Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22
Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23
Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24
Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25
Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26
Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27
Bab 27--Melawan Preman
28
Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29
Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30
Bab 30--Beli rumah
31
Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32
Bab 31--Bagas si BG
33
Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34
Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35
Bab 34--Drama Murahan Si BG
36
Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37
Bab 36--Acara Gede
38
Bab 37—Fangirl Bayangan
39
Bab 38—Acara Titan phone
40
Bab 39—Saatnya War
41
Bab 40--Acara Dimulai
42
Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43
Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44
Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45
Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46
Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47
Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48
Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49
Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50
Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51
Bab 50--Gery Si Veva
52
Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53
Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54
Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55
Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56
Bab 55—Membeli Ruko
57
Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58
Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59
Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60
Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61
Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62
Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63
Bab 62--Tawaran Lagi
64
Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65
Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66
Bab 65--Satria
67
Bab 66-- Membantu Satria
68
Bab 66.5--Membantu Satria #2
69
Bab 67--Detik Detik terakhir
70
Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71
Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72
Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73
Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74
Bab 71--Langkah awal
75
Bab 72--Rapat Para Brand
76
Bab 73
77
Bab 74--wawancara dan seleksi
78
Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79
Bab 76--Lala
80
Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81
Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82
Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83
Bab 80--
84
Bab 81—Acara Dimulai
85
Bab 82—Grand Opening
86
Bab 83--Wawancara
87
Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88
Bab 85
89
Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90
Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91
Bab 88—Makan Malam
92
Bab 89—Wanto
93
Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94
BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95
Bab 92--rapat dadakan
96
Bab 93--Luna Wijaya malu
97
Bab 94--Hadiah Edan sistem
98
Bab 95
99
Bab 96
100
Bab 97
101
Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102
Bab 99—Pergi Bersama Tari
103
Bab 100—Rian
104
Bab 101—Sari Otot
105
Bab 102—Melawan Hama
106
Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107
Bab 103—Munculnya Sang Rival
108
Bab 104—Baku Hantam
109
Bab 105
110
Bab 106
111
Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112
bab 108--Permainan Dimulai
113
Bab 108.5--Permainan Dimulai
114
Bab 109
115
Bab 110--Taruhan Sang Rival
116
Bab 111--Ruko Tetangga
117
Bab 112--kekalahan telak
118
Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119
Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120
Bab 115
121
Bab 116
122
Bab 117--Home run
123
bab 118
124
Bab 119
125
Bab 120
126
Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127
Bab 122
128
Bab 123—Pengakuan
129
Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130
EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131
PROMOSI NOVEL BARU
132
PROMO NOVEL BARU#2
133
NOVEL INI DAPAT ADAPTASI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!