Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior

Naufal berjalan terburu-buru untuk kembali ke toko, Ia hanya punya waktu istirahat tiga puluh menit, dan ia harus segera kembali ke toko. Sisa keringat dingin masih membasahi dahinya setelah menerima telepon dari rumah sakit mengenai biaya kontrol ibunya. Sebesar 5 juta rupiah … bagi naufal yang hanya seorang fresh graduate dan hanya bekerja sebagai sales handphone itu merupakan uang yang nominalnya cukup besar apalagi tenggat pembayaran tinggal beberapa hari lagi.

Namun hari ini adalah harapannya, seorang pelanggan tetap sudah berjanji akan datang untuk mengambil dua unit R-14, seri flagship terbaru dengan komisi yang tinggi, sekali dia jualan dua unit itu target dia akan tutup. Dan untuk sales yang tutup target dan dengan penjualan dua seri flagship baru sudah bukan rahasia lagi dia bakal dapat gaji diatas UMR Jogja. Uang itu  pasti dia dapat, dengan uang itu ia akan menggunakan untuk mengobati sang ibu.

Akan tetapi harapan seakan memberikan ilusi bagi Naufal, dunia tidak seindah itu untuk berjalan sesuai kehendak manusia, apalagi untuk bocah yang baru saja lulus SMK itu … saat kakinya melangkah masuk ke area toko, jantungnya seakan berhenti berdetak. Di meja negosiasi, ia melihat Andre—sales senior yang paling ia benci—sedang tertawa lebar di depan seorang pria yang sangat Naufal kenali.

 Itu adalah pelanggan janjiannya!

"Nah, Pak, percaya sama saya. R-14 itu cuma menang iklan. Kalau Bapak mau yang benar-benar gahar, ambil A-56 ini. Ini produk unggulan brand saya, teknologinya jauh di atas yang ditawarkan anak magang tadi," ucap Andre sambil menyodorkan unit demo miliknya. “Dia itu cuma anak baru, pak … saya lebih senior dan paham mengenai HP, jadi percaya saja pada saya.”

Apa-apaan ini? Bapak itu adalah klien janjian dia! Dan semua orang di toko tahu akan hal itu, Andre juga seharusnya tahu karena dia baru saja melakukan probing (pengenalan produk) dan deal tepat di mata senior sombongnya–barang akan diambil hari ini.

Tapi si Andre malah menghasut bapak itu ke produk lain … asal kalian tahu itu merupakan tindakan nista dan pelanggaran di dunia sales, dia melanggar aturan utama … jangan merebut pelanggan janjian milik seseorang.

Naufal tidak bisa menahan diri lagi. Masalahnya senior ini tidak sekali dua kali melakukan hal ini, akibatnya naufal selalu tidak tutup target selama 3 bulan bekerja sebagai sales HP dan efeknya, dia sudah kena SP 1, bahkan 2! Jika dia tidak tutup target lagi bulan ini, dia kena sp3 alias di pecat!

Ia melangkah maju dengan wajah memerah. "Kak Andre! Apa-apaan ini? Ini pelanggan janjian saya! Bapak ini sudah sepakat mau ambil R-14 dua unit sama saya tadi pagi!"

Andre menoleh pelan, senyum sinis tersungging di bibirnya. Tanpa rasa bersalah, ia menepuk bahu Naufal dengan keras. "Oh, Naufal? Sori ya, tadi Bapak ini kelihatan bingung, jadi sebagai senior yang baik, gue bantu jelasin. Lagian, lo tadi nggak ada di tempat. Di sini hukumnya jelas: siapa cepat, dia dapat."

"Tapi Kak, ini user janjian! Kakak sudah melanggar etika!" suara Naufal meninggi. “Aku bahkan sudah jauh-jauh dari cabang pusat untuk mengambil dua stok ini, rela istirahatku kepotong juga!”

Pria pelanggan itu tampak tidak enak hati. "Duh, Mas Naufal, maaf ...  Kayaknya saya gak jadi beli R-14 … Mas Andre juga bilang kalau stok R-14 lagi bermasalah, jadi saya ditawari A-56 ini yang katanya lebih bagus."

Naufal terbelalak. "Bermasalah? Stok kita melimpah di gudang, Pak! Kak Andre bohong—"

"Jaga mulut lo, bocah!" Andre berdiri, matanya melotot tajam. "Lo mau bikin keributan di depan customer? Mau gue laporin ke Manajer karena nggak sopan sama senior? Ingat kita ini cuma numpang tempat di toko, kita bawaan brand hp masing-masing … kalau lo gue laporin buat masalah, lo bisa langsung dipecat!”

 “Tapi, kak mainnya juga gak gitu dong—”

 “Maaf, mas Naufal,” sela bapak itu. “Saya baru saja menelpon putri saya … dia lihat desain dari A-56 dan katanya dia lebih tertarik dengan produk ini, jadi maaf ya, mas.”

 Naufal terpaku. Kata-kata pelanggan itu bagaikan palu godam yang menghancurkan sisa-sisa harapannya. Ia menatap kotak R-14 yang masih terbungkus plastik rapi di atas meja, barang yang ia ambil dengan susah payah dari gudang pusat, kini hanya menjadi saksi bisu kegagalannya.

Andre tertawa menang. Tanpa membuang waktu, ia segera menggiring pria itu ke meja kasir. "Nah, itu pilihan pintar, Pak! Putri Bapak pasti senang. Mari Pak, lewat sini, saya urus administrasinya sekarang juga."

Sembari berjalan, Andre sengaja menyenggol bahu Naufal dan berbisik dengan nada mengejek, "Gue bilang juga apa, Fal? Dunia sales itu keras. Nggak ada tempat buat pecundang yang cuma modal 'janjian' tapi nggak becus jaga user. Makanya besok-besok main DP biar aman, itu saran dari senior lo.”

Naufal mengepalkan tangan hingga kuku-kukunya memutih. Amarahnya memuncak, namun ponsel di genggamannya bergetar kembali. Panggilan dari area miliknya, tim leader—atasan dari brand hp Naufal (anggap aja bos). Dengan napas memburu, ia menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Naufal! Apa-apaan laporan penjualanmu ini?!" Suara Pak Eko, sang Area Tim Leader are yogyakarta, meledak di seberang sana. "Targetmu kurang 12 juta lagi untuk mencapai minimum target! Dan ini sudah H-2 penutupan bulan!”

"M-maaf Pak, barusan pelanggan janjian saya direbut oleh sales lain—"

"HALAH ALASAN KLASIK! KEMARIN ITU ITU AJA ALASANMU! SAYA TIDAK MAU DENGAR ALASAN SAMPAH!" bentak Pak Eko. "Saya sudah kasih kamu toleransi selama dua bulan kemarin. Aku anggap kamu baik-baik karena masih anak baru lulus kemarin sore, Tapi ini sudah bulan ketiga! Selama tiga bulan kerja lo gak pernah target! Lo udah kena SP beberapa kali gak kapok juga?!”

Naufal menunduk. “Maaf pak, saya akan usahakan—”

“Jangan menjawab! Dasar ini kenapa saya malas sama anak fresh graduate, anak gen Z bermasalah semua! Inget ya, Kukasih toleransi besok, sampai malam jika laporan tidak berubah, jangan repot-repot datang ke kantor besok. Saya akan kirimkan surat PHK dan SP-3 lewat kurir! Perusahaan tidak butuh benalu yang cuma jago beralasan!"

Klik. Sambungan diputus secara sepihak.

Naufal lemas. Lututnya seakan tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya. 12 juta... nominal yang sekarang terasa mustahil dicapai dalam hitungan jam, apalagi pelanggan janjian nya baru saja 'dirampok' tepat di depan matanya.

Padahal satu unit R-14 itu 6 juta kalau dia jadi beli 2 unit. Dia sudah tutup target. Sekarang? Dia cuma dapat hikmah doang.

Nana yg merupakan sales dari kredit ikut campur, mencibir juga.

“Hahaha kasihan banget ya ampun. Jaga pelanggan aja gak benar, sudah miskin kerja gak niat lagi … pantes saja kamu di sp nak nak!”

Sekarang dia mengerti Nana pasti juga ikut campur saat merayu pelanggan dia. Sejak awal masuk nana sudah selalu tidak suka dengannya.

Naufal menggerakkan gigi. Emosinya meluap- luap sekarang, bukan karena dia rela diinjak-injak, namun dia sabar untuk menjaga rasa profesional. Dan sekarang sudah diambang batasnya.

Dia akan mengamuk—

Mengetahui sekilas emosi itu, Siska, sales dari brand pesaing yang sedari tadi menyaksikan drama itu dari meja seberang, mendekat.

“Tenang, jangan dengerin kak nana,” ucapnya lembut. “Tarik napas dalam - dalam … tenan oke?”

Naufal menghela napas, untung dia ditahan begitu. “Iya, makasih.”

Lalu Siska balik mencibir.

"Lagian kamu juga sih … Naufal... Naufal. makannya kalau ada user janjian kamu minta DP dulu, jadi cowok kok gak berpengalaman banget.”

Meski suka mencibir dan bermulut tajam, Naufal tahu, siska itu masih mending daripada Andre serta si jalan Nanan, paling tidak dia melakukan itu untuk kebaikan Naufal.

“gue juga mau, siska cantik … Masalahnya gak segampang itu, toko ini aturannya kolot” ujar naufal.

 “Gue perlu ambil stok dulu di tempat pusat, baru bisa bikin surat DP … terus, tahu sendiri R-14 itu barang baru .. di toko ini gak ada.” Naufal terlihat sangat lemas, dan seperti ingin menangis.

“Sialan padahal tanggungan juga masih banyak, pusing jadi generasi sandwich gini.”

Melihat itu siska sedikit merasa risih. “Jangan banyak ngeluh! Cowok bukan sih!”

Siska mendengus melihat wajah Naufal yang sudah seperti mayat hidup. Ia merogoh laci mejanya, mengambil sebungkus roti sobek cokelat yang sebenarnya disiapkan untuk camilan sorenya sendiri, lalu melemparnya tepat ke dada Naufal.

"Nih! Makan! Jangan bikin gue risih lihat muka lo yang pucat begitu. Kalau lo pingsan di toko, yang ada Andre makin senang karena punya alasan buat bilang lo nggak profesional," cetus Siska ketus, matanya kembali menatap layar ponsel, menyembunyikan rasa iba yang sedikit terselip.

Naufal menangkap roti itu dengan bingung. "Sis, ini..."

"Udah, jangan banyak tanya! Pergi istirahat sana ke gudang atau ke mana kek. Muka lo itu merusak pemandangan toko," potong Siska cepat. 

"Dan satu lagi, besok jangan lupa bawa semangat dikit. Kalau lo dipecat, nggak ada lagi yang bisa gue cibir di sini."

Naufal tersenyum kecut. "Makasih, Sis." Lalu menatap siska hangat. “Biasanya mulut pedas dan tajam, tapi kamu baik juga ya.”

Siska memalingkan wajah. “Dih terlalu percaya diri! Gue lakuin ini bukan karena pengen juga, cuma risih aja … lagian kita juga sama-sama anak baru lulus SMK kemarin, jadi gue cuma lakuin yang semestinya.”

“Iya-iya … makasih.”

Ia melangkah ke arah gudang belakang, tempat paling sunyi yang bisa ia temukan. Ia duduk di atas tumpukan kardus kosong, membuka bungkusan roti itu, dan mengunyahnya pelan. Roti itu terasa hambar di lidahnya, tertelan bersama rasa pahit di tenggorokan akibat menahan tangis. Bayangan wajah ibunya yang pucat di rumah sakit terus membayangi setiap kunyahnya.

Target 12 juta (atau setara 5 unit hp) terakhir besok, untuk sekelas senior saja sudah mustahil apalagi dia si fresh graduate bau kencur. 

“Kalau gini gue udah jelas dipecat … terus gimana dong biaya obat ibu, hah …” ia menghela napas pasrah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hai gays ada kabar gembira tentang ini novel. Siapa sangka novel ini bakal dapat adaptasi audiotoon.

bagi yang gak tahu audiotoon, itu satu novel dari NT yaang diadaptasi dijadikan audio book.

Nah, NOVel dapat temen-temen. Kerennya lagi ada animasi 2D juga!! Jadi kalau kalian dengerin audibooknya terasa kayak lihat animasi😂

Gila keren banget

Bagi yang tertarik, bisa tonton di auditoon.

Caranya ditanggal cari saja aplikasi di Play store, download dan cari judul novel ini.

Bantu ramaikan gays bagi yang mau lihat animasi naufal dkk (sampai sekarang yang ada animasi baru 4 bab. Kedepannya bisa menyeluruh)

Terpopuler

Comments

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ

singgah dimari nanti lagi🤭

2026-04-25

1

Luó Lìxuān

Luó Lìxuān

gas Thor 🤭

2026-04-26

1

.

.

absen Thor 😂🤭

2026-04-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2 Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3 Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4 Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5 Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6 Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7 Bab 7--evaluasi Bulanan
8 Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9 Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10 Bab 10--Melayani Pelanggan
11 Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12 Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13 bab 13--Level 2
14 Bab 14--Pelayan Sombong
15 Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16 Bab 16--Misi Belanja
17 Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18 Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19 bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20 Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21 Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22 Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23 Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24 Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25 Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26 Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27 Bab 27--Melawan Preman
28 Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29 Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30 Bab 30--Beli rumah
31 Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32 Bab 31--Bagas si BG
33 Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34 Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35 Bab 34--Drama Murahan Si BG
36 Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37 Bab 36--Acara Gede
38 Bab 37—Fangirl Bayangan
39 Bab 38—Acara Titan phone
40 Bab 39—Saatnya War
41 Bab 40--Acara Dimulai
42 Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43 Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44 Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45 Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46 Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47 Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48 Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49 Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50 Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51 Bab 50--Gery Si Veva
52 Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53 Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54 Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55 Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56 Bab 55—Membeli Ruko
57 Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58 Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59 Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60 Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61 Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62 Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63 Bab 62--Tawaran Lagi
64 Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65 Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66 Bab 65--Satria
67 Bab 66-- Membantu Satria
68 Bab 66.5--Membantu Satria #2
69 Bab 67--Detik Detik terakhir
70 Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71 Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72 Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73 Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74 Bab 71--Langkah awal
75 Bab 72--Rapat Para Brand
76 Bab 73
77 Bab 74--wawancara dan seleksi
78 Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79 Bab 76--Lala
80 Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81 Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82 Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83 Bab 80--
84 Bab 81—Acara Dimulai
85 Bab 82—Grand Opening
86 Bab 83--Wawancara
87 Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88 Bab 85
89 Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90 Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91 Bab 88—Makan Malam
92 Bab 89—Wanto
93 Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94 BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95 Bab 92--rapat dadakan
96 Bab 93--Luna Wijaya malu
97 Bab 94--Hadiah Edan sistem
98 Bab 95
99 Bab 96
100 Bab 97
101 Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102 Bab 99—Pergi Bersama Tari
103 Bab 100—Rian
104 Bab 101—Sari Otot
105 Bab 102—Melawan Hama
106 Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107 Bab 103—Munculnya Sang Rival
108 Bab 104—Baku Hantam
109 Bab 105
110 Bab 106
111 Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112 bab 108--Permainan Dimulai
113 Bab 108.5--Permainan Dimulai
114 Bab 109
115 Bab 110--Taruhan Sang Rival
116 Bab 111--Ruko Tetangga
117 Bab 112--kekalahan telak
118 Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119 Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120 Bab 115
121 Bab 116
122 Bab 117--Home run
123 bab 118
124 Bab 119
125 Bab 120
126 Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127 Bab 122
128 Bab 123—Pengakuan
129 Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130 EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131 PROMOSI NOVEL BARU
132 PROMO NOVEL BARU#2
133 NOVEL INI DAPAT ADAPTASI
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Bab 1—Permainan Kotor Sang Senior
2
Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh
3
Bab 3—Mendapatkan Kemampuan Aneh
4
Bab 4--Tawaran Maut Sang Sales
5
Bab 5--Closing 50 unit Bangkitnya Sang Pecundang
6
Bab 6--Makanan Untuk Keluarga
7
Bab 7--evaluasi Bulanan
8
Bab 8--Ketertarikan Sang Trainer Dingin
9
Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
10
Bab 10--Melayani Pelanggan
11
Bab 11--Strategi Up Seling Dan Tanga Keberuntungan
12
Bab 12--Pelunasan Dan Naik Level?
13
bab 13--Level 2
14
Bab 14--Pelayan Sombong
15
Bab 15--Acara Makan, Membahagiakan Ibu Dan Rara
16
Bab 16--Misi Belanja
17
Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska
18
Bab 18--Meruntuhkan Kesombongan Trainer Angkuh
19
bab 19--Bagi bagi Brosur, Dan Calon Pelanggan sultan
20
Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong
21
Bab 21--COD Dan Hadiah Keuntungan selangit
22
Bab 22--Mencari Rekan Bisnis Baru
23
Bab 23--Ketertarikan Manajer cantik
24
Bab 24--Memperbaiki HP Rongsok
25
Bab 25--Menjual Hp rongsok dan menyewa tangan titisan dewa
26
Bab 26--Tangan Dewa Kredit auto acc
27
Bab 27--Melawan Preman
28
Bab 28--Jatuhnya Kekuasan Senior Sombong
29
Bab 29--Bagi-Bagi sedekah berakhir untung
30
Bab 30--Beli rumah
31
Bab 30.5--Kejutan Untuk Rara Dan Ibu Sarah
32
Bab 31--Bagas si BG
33
Bab 32--Live Streaming Pemancing Musang Birahi Dan Buaya Betina
34
Bab 33--Efek Live Edan Diserbu Massal
35
Bab 34--Drama Murahan Si BG
36
Bab 35--Menghentikan Drama Sampah Si BG
37
Bab 36--Acara Gede
38
Bab 37—Fangirl Bayangan
39
Bab 38—Acara Titan phone
40
Bab 39—Saatnya War
41
Bab 40--Acara Dimulai
42
Bab 41--Suami Bayangan sang Artis
43
Bab 42--Manajer cantik Yang Penakut
44
Bab 43--Misi The Rising Star Selesai, Menjadi Top 1 Sales OMNI
45
Bab 44--Pertemuan Dengan Paman Rahmat
46
Bab 45--Kunjungan Sang Trainer Cantik
47
Bab 46--Sang Trainer Mulai Kepincut
48
Bab 47--Pembawa Materi Yang Mengejutkan
49
Bab 48--Dengan Tegas Kutolak
50
Bab 49--Rencana Gila Si Sales Dan Pindah Toko
51
Bab 50--Gery Si Veva
52
Bab 51--Penjualan Pertama Di Toko Baru
53
Bab 52--Ide Jenius Si Sales Edan
54
Bab 53--Jejak Investigasi Sales Pertama
55
Bab 54—Mengantar Pulang Sang Trainer Cantik
56
Bab 55—Membeli Ruko
57
Bab 56—Gery Iri Dan Sosok Penguntit Dari Bayangan
58
Bab 57--Dua Singa Dan Kedatangan Sang Idol Legenda
59
Bab 58--Pembeli Dari Kenalan Lama
60
Bab 59--Gery Mulai Bertindak
61
Bab 60--Ancaman Untuk Gery
62
Bab 61--Konsekuensi Karena salah lawan
63
Bab 62--Tawaran Lagi
64
Bab 63--Tari Aku Butuh Kamu!!
65
Bab 64--Tawaran Untuk Tari
66
Bab 65--Satria
67
Bab 66-- Membantu Satria
68
Bab 66.5--Membantu Satria #2
69
Bab 67--Detik Detik terakhir
70
Bab 68--Pesta Dari OMNI Untuk Sang Legenda
71
Bab 69--Pesta Dari Sahabat
72
Bab 70--Drama Jaket Ketinggalan
73
Bab 70.5--Misteri Sang Penyelamat Yang Terungkap
74
Bab 71--Langkah awal
75
Bab 72--Rapat Para Brand
76
Bab 73
77
Bab 74--wawancara dan seleksi
78
Bab 75--Gadis Penyuka Bisbol
79
Bab 76--Lala
80
Bab 77--Kedatangan Lala ke ruko
81
Bab 78--Menenangkan Sang Dewi
82
Bab 79--Hasil Dan Ternyata Ini sandiwara?
83
Bab 80--
84
Bab 81—Acara Dimulai
85
Bab 82—Grand Opening
86
Bab 83--Wawancara
87
Bab 84--Sang Legenda Berbelanja
88
Bab 85
89
Bab 86—Wawancara Dadakan Dari Si PR
90
Bab 87—Membawa Pulang Kakak Ipar Nakal
91
Bab 88—Makan Malam
92
Bab 89—Wanto
93
Bab 90—Menjadi Trainer Dadakan
94
BAB 91--Kerjasama Dengan Arka Group
95
Bab 92--rapat dadakan
96
Bab 93--Luna Wijaya malu
97
Bab 94--Hadiah Edan sistem
98
Bab 95
99
Bab 96
100
Bab 97
101
Bab 98—Cairan Minuman Edan Untuk Karyawan
102
Bab 99—Pergi Bersama Tari
103
Bab 100—Rian
104
Bab 101—Sari Otot
105
Bab 102—Melawan Hama
106
Bab 102.5—Musnahnya Sandiwara Rian
107
Bab 103—Munculnya Sang Rival
108
Bab 104—Baku Hantam
109
Bab 105
110
Bab 106
111
Bab 107--Ajakan Perang Bisnis
112
bab 108--Permainan Dimulai
113
Bab 108.5--Permainan Dimulai
114
Bab 109
115
Bab 110--Taruhan Sang Rival
116
Bab 111--Ruko Tetangga
117
Bab 112--kekalahan telak
118
Bab 113--Makan Malam Dan Kembalinya kehidupan Normal
119
Bab 114--Melihat turnamen bersama Adik
120
Bab 115
121
Bab 116
122
Bab 117--Home run
123
bab 118
124
Bab 119
125
Bab 120
126
Bab 121—Kerjasama Dengan Holding Lin Crop
127
Bab 122
128
Bab 123—Pengakuan
129
Bab 124—Kelahiran Aethel (END)
130
EPILOG—Menjadi Penguasa Industri Teknologi
131
PROMOSI NOVEL BARU
132
PROMO NOVEL BARU#2
133
NOVEL INI DAPAT ADAPTASI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!