Masalah

‎Saidah masih terus berteriak dan Rumi memaklumi itu, Saidah pasti merasa bersalah karena dia tidak menjaga Maryani dan ketiduran di saat seharusnya dia terbangun. Untuk memastikan Maryani tetap membuka matanya.

‎"Saidah sudah cukup atau nanti para tetangga kesini, mereka akan mendengar suara kamu meskipun jarak rumah kita dan tetangga cukup jauh, apalagi Mbah Narno pasti mengirimkan jinnya keliling kampung ini" bujuk Jamal

‎"Iya Saidah, kita bantu anak yang ada dalam kandungan Maryani dulu setelah itu baru kita katakan pada penduduk kalau Maryani meninggal setelah melahirkan, tidak akan ada yang bisa mengubur bayi itu kalau sudah ada di luar kandungan ibunya" bujuk Rumi

‎"Bagaimana pak, bu?" tanya Nurdin yang akan melakukan pembedahan pada perut Maryani

‎"Silahkan nak, lakukan secepatnya dan selamatkan cucu kami" jawab Jamal

‎"Usahakan perutnya jangan sampai terlihat warga ya pak, nanti saya minta bantuan ibu saya untuk membantu memandikan Maryani" ucap Nurdin dan keduanya mengangguk.

‎Baru saja Jamal mengajak Saidah untuk pergi dari kamar karena Nurdin sudah mulai mempersiapkan peralatan bedah yang dia bawa dari klinik miliknya di kampung mahoni, pintu rumah Jamal sudah di dobrak beberapa orang yang menerobos masuk dan membuat Jamal juga Saidah tidak bisa berkutik.

‎Rumi segera meminta Nurdin merapikan alat alatnya kembali ke dalam tas yang dia bahwa, dia tidak mau anaknya di amuk warga karena melanggar adat di kampung yang terkenal tidak mau menerima modernisasi dari kampung lain ataupun kota lain.

‎"Kenapa aku mendengar suara istrimu menangis kencang Jamal!" bentak Narno, tetua paling dihormati di kampung itu.

‎"Itu Mbah... Maryani menantu saya... dia meninggal" jawab Jamal

‎"Apa! meninggal saat hamil! ini bencana!" teriak salah seorang warga

"Ini bencana karena ibu hamil kalau tidak jadi sundel bolong pasti jadi kuntilanak!" ucap yang lain

‎"Siapa yang ada di dalam kamar?" tanya Narno

‎"Ada Mbah Rumi dari kampung Mahoni dan anaknya Mbah" jawab Jamal sementara Saidah sudah kembali menangis karena takut kalau Maryani akan di kubur bersama bayinya.

‎"Beno, lihat ke dalam dan minta Rumi pergi dari kampung ini karena tugasnya sudah selesai!" perintah Narno

‎"Baik pak" jawab putra dari Narno yang bernama Beno

‎Pintu kamar di buka, Rumi sudah berdiri di depan pintu bersama Nurdin yang sudah merapikan alat alatnya, keduanya keluar dan mengangguk sopan pada Narno karena kedudukan Narno lebih tinggi meskipun Rumi juga adalah tetua dari kampung bukit Mahoni.

‎"Kapan kamu datang?" tanya Narno

‎"Saat hujan deras sekitar satu jam yang lalu" jawab Rumi

‎"Tidak ada ijin dari penjaga kampung? ini sudah malam dan orang asing tidak di ijinkan masuk" ucap Narno

‎"Aku bukan orang asing, Jamal ini masih saudara jauhku dan untuk apa aku minta ijin, semua warga di sini juga tahu aku tetua dari kampung Mahoni, bahkan aku masih di hormati di sana meskipun sudah di gantikan putraku Nurdin" jawab Rumi.

‎"Kamu masih saja sombong Rumi, ingat kampung mahoni sekarang sudah banyak berubah, sudah tidak menjunjung tinggi adat istiadat kita! banyak orang lalu lalang ke sana dan banyak orang sudah tidak percaya pengobatan tradisional!" ucap Narno

‎"Kami melakukan dua duanya Narno, pengobatan tradisional juga tetap kami lakukan, buktinya aku masih di percaya sebagai dukun beranak di kampung kampung sekitar, bahkan meksipun ada bidan aku yang di panggil, itu membuktikan kalau mereka masih percaya padaku" jawab Rumi

‎"Kasman harusnya mengusir kalian dari kampung, kalian menodai kesucian kampung di sini!" bentak Narno

‎"Kamu yang menodainya dengan menekan para warga, anak anak yang harusnya bermain malah kamu nikahkan! mereka harusnya bersekolah tapi para laki laki di paksa bekerja di kebun!" jawab Rumi

‎"Jangan bicara omong kosong! pergi dari kampung kami!" bentak Beno

‎"Kami memang akan pergi, tapi setelah Maryani di makamkan!" jawab Rumi

‎"Mbah, orang hamil harus di kubur dengan bayinya, kalau tidak nanti jasad itu akan jadi kuntilanak dan mengikuti anaknya terus menerus" ucap warga lain.

‎"Iya, kita harus melakukan ritual dengan benar Mbah, kami tidak mau kampung kami di teror hantu kuntilanak yang pasti akan menggangu para bayi di rumah rumah warga" ungkap yang lain

‎"Bayinya masih hidup" ucap Nurdin

‎"Bayi yang di keluarkan dari rahim perempuan yang meninggal akan mati di ambil ibunya lagi, dia akan gentayangan sampai anak itu di kembalikan dan jangan berusaha mengeluarkan bayi itu!" bentak Narno membuat suasana semakin panas.

‎Nurdin tetap berusaha membujuk Narno untuk melakukan pembedahan dan Narno tetap pada keputusannya, mengubur Maryani bersama bayi yang dia kandung. Sampai Rumi dan Nurdin kalah jumlah, mereka merelakan Maryani di urus oleh warga untuk memakamkan Maryani di pemakaman kampung cadas karena mereka tidak percaya kalau Maryani di makamkan di halaman belakang rumah Jamal.

‎"Tancapkan jarum di kakinya supaya dia tidak bisa keluar dari dalam kubur, tancapkan di kepalanya juga, masing masing tiga buah jarum!" perintah Narno saat seorang warga meminta kain kafan.

‎"Maryani seorang muslim, biarkan dia di makamkan sebagai seorang muslim" ucap Rumi

‎"Tidak ada yang punya agama di kampung ini, kami hanya percaya pada leluhur kami dan itu sudah terjadi sejak jaman dulu!" jawab Narno

‎"Kamu berniat dzalim pada jasad ini Narno, dan kamu pasti akan mendapatkan karma!" ucap Rumi

‎"Aku yang memberikan Karma pada orang orang yang melanggar hukum di kampung ini!" sinis Narno

‎"Bu, sebaiknya kita pulang, kita minta bantuan mbah Karman, mereka tidak akan mendengarkan kita" bisik Nurman

‎"Tolong, tolong cucu saya, biarkan cucu saya di ambil dan kami rawat" ucap Saidah

‎"Aku akan melakukan sesuatu, kamu tenanglah Saidah, aku akan meminta Mbah Karman melakukan sesuatu" bisik Rumi

‎Sebelum Rumi dan Nurdin pergi, Rumi menyelipkan bunga kantil di dalam mulut Maryani tanpa di ketahui semua orang, itu akan membuat jasad Maryani tetap utuh dalam satu minggu karena bunga kantil itu bukan bunga biasa, itu Adak bunga kantil dari pohon yang di tanam Abidin yang pastinya bukan tanaman biasa.

‎"Kami pamit, Kaelan akan kembali, Karna tidak mungkin membiarkan anak angkatnya bersedih, besok aku akan kembali untuk berziarah bersama Mbah Karman dan suamiku" ucap Rumi

‎"Terima kasih mbah, kami akan percaya pada kalian" jawab Jamal.

‎Setelah Rumi dan Nurdin pulang, pemakaman Maryani segera di lakukan setelah matahari terbit, para warga mulai menggali tanah dan Jamal juga Saidah tidak di ijinkan mengurus jenazah Maryani dengan cara yang benar. semuanya di lakukan secara adat kampung cadas, bahkan kain kafan Maryani tidak di buka, tetap di biarkan tertutup dan terikat dengan perut Maryani yang di tusuk tiga jarum oleh Narno.

‎"Makananmu Malak, bisa kamu ambil besok malam" batin Narno menyeringai.

Terpopuler

Comments

neni nuraeni

neni nuraeni

waduh dsr narno sesat,,,,Kunto tobat ada gntinya narno... narno....

2026-04-26

0

Leni Nuraeni

Leni Nuraeni

baru baca ajj udh seruuu,semangaatt thorr💪

2026-05-18

0

Maria Mariati

Maria Mariati

udah di bilangin jangan teriak2 dasar, kan cucu mu ikut di kubur

2026-04-26

1

lihat semua
Episodes
1 Maryani
2 Masalah
3 Menyusun rencana
4 Penggalian
5 Kemarahan Kaelan
6 Siasat Narno
7 Tertipu
8 Solusi
9 Kembali ke kampung cadas
10 Mulai di ikuti
11 Mencoba menolong
12 Sosok berbahaya
13 Mulai tahu
14 Draft
15 Gangguan pertama
16 Terlihat
17 Bersedia membantu
18 Ulah Kaelan
19 Cemburu
20 Menunggu kabar
21 Tak bisa menahan diri
22 Kecurigaan Kaelan
23 Kecerobohan
24 Rencana jahat
25 Kebingungan
26 Bentrokan
27 Masih belum pasti
28 Jebakan Karna
29 Salbiah keluar
30 Jebakan untuk Salbiah
31 Salbiah terjebak
32 Anak Kunti
33 Bisa keluar
34 Penyelesaian dari Karman
35 Narno pasrah
36 Gangguan saat pesta
37 Angin Rana
38 Suasana canggung
39 Kaelan mulai curiga
40 Mencoba menghasut Narno
41 Narno melawan
42 Tiga tahun berlalu
43 Kemampuan Kalingga
44 Membujuk Narno
45 Aksi pertama Kalingga
46 Narsih ketahuan
47 Sisa pengaruh
48 Anak monyet
49 Membalikkan fitnah
50 Terjebak
51 Target selanjutnya
52 Nasib Jayandanu
53 Gangguan lain
54 Tujuan awal Narno dulu
55 Pasar cadas
56 Kepanikan Kaelan.
57 Berusaha keluar
58 Mencari jalan
59 Menggunakan pilihan terakhir
60 Kalingga lemah
61 Kedatangan Kaivalya dan Sagara
62 kedudukan Sagara di kampung Mahoni
63 Jin teman Kaivalya
64 Memaksa Malak mundur
65 Kekhawatiran Karman
66 Narsih diam Asih keluar
67 Celetukan Kalingga
68 Siasat baru Narsih
69 Badriah
70 Kalingga mau pacaran
71 Kalingga waspada
72 Kedatangan Narsih dan Asih
73 Kemarahan Narsih
74 Kaelan Arsana
75 Drama Kaelan
76 Hasutan Malak
77 Tirta terjerat
78 Menghilangkan Pelet
79 Menolong Tirta
80 Asih sekarat
81 Pelet Tirta
82 Kedatangan Badriah
83 semakin terikat
84 Jebakan Malak
85 Kinanti hilang
86 Rencana baru Malak
87 Penyerangan
88 Perang gaib di mulai
89 Perang gaib 2
90 membebaskan Kinanti
91 Memulihkan diri
92 Membujuk bocah dewasa
93 Tak ada jalan sembuh
94 Terbebani
95 Kalung hitam
96 Masalah Maryani
97 Banyak waktu berlalu
98 Mencari sosok dalam kabut
99 Dugaan
100 Sehelai rambut merah
101 Akhirnya....
102 Ekstra bab
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Maryani
2
Masalah
3
Menyusun rencana
4
Penggalian
5
Kemarahan Kaelan
6
Siasat Narno
7
Tertipu
8
Solusi
9
Kembali ke kampung cadas
10
Mulai di ikuti
11
Mencoba menolong
12
Sosok berbahaya
13
Mulai tahu
14
Draft
15
Gangguan pertama
16
Terlihat
17
Bersedia membantu
18
Ulah Kaelan
19
Cemburu
20
Menunggu kabar
21
Tak bisa menahan diri
22
Kecurigaan Kaelan
23
Kecerobohan
24
Rencana jahat
25
Kebingungan
26
Bentrokan
27
Masih belum pasti
28
Jebakan Karna
29
Salbiah keluar
30
Jebakan untuk Salbiah
31
Salbiah terjebak
32
Anak Kunti
33
Bisa keluar
34
Penyelesaian dari Karman
35
Narno pasrah
36
Gangguan saat pesta
37
Angin Rana
38
Suasana canggung
39
Kaelan mulai curiga
40
Mencoba menghasut Narno
41
Narno melawan
42
Tiga tahun berlalu
43
Kemampuan Kalingga
44
Membujuk Narno
45
Aksi pertama Kalingga
46
Narsih ketahuan
47
Sisa pengaruh
48
Anak monyet
49
Membalikkan fitnah
50
Terjebak
51
Target selanjutnya
52
Nasib Jayandanu
53
Gangguan lain
54
Tujuan awal Narno dulu
55
Pasar cadas
56
Kepanikan Kaelan.
57
Berusaha keluar
58
Mencari jalan
59
Menggunakan pilihan terakhir
60
Kalingga lemah
61
Kedatangan Kaivalya dan Sagara
62
kedudukan Sagara di kampung Mahoni
63
Jin teman Kaivalya
64
Memaksa Malak mundur
65
Kekhawatiran Karman
66
Narsih diam Asih keluar
67
Celetukan Kalingga
68
Siasat baru Narsih
69
Badriah
70
Kalingga mau pacaran
71
Kalingga waspada
72
Kedatangan Narsih dan Asih
73
Kemarahan Narsih
74
Kaelan Arsana
75
Drama Kaelan
76
Hasutan Malak
77
Tirta terjerat
78
Menghilangkan Pelet
79
Menolong Tirta
80
Asih sekarat
81
Pelet Tirta
82
Kedatangan Badriah
83
semakin terikat
84
Jebakan Malak
85
Kinanti hilang
86
Rencana baru Malak
87
Penyerangan
88
Perang gaib di mulai
89
Perang gaib 2
90
membebaskan Kinanti
91
Memulihkan diri
92
Membujuk bocah dewasa
93
Tak ada jalan sembuh
94
Terbebani
95
Kalung hitam
96
Masalah Maryani
97
Banyak waktu berlalu
98
Mencari sosok dalam kabut
99
Dugaan
100
Sehelai rambut merah
101
Akhirnya....
102
Ekstra bab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!