"ibuuuu". teriak ku dan Rafa bersahutan dengan tangisan yang memilukan.
Namum para perawat tidak memperdulikan malah segera menutup pintu mobilnya, kami terus meronta - ronta bahkan memukul - mukul kaca belakang mobil.
Ku lihat ibu juga di dalam mobil menangis sambil menatap ke arah kami, karena pilihannya begitu berat, tapi ibu juga tidak bisa meninggalkan bapak sendirian dalam keadaan koma, dia hanya bisa berdoa dalam hatinya.
" ya Tuhan Sang Pencipta alam semesta, tolong lindungi kedua putraku". batin ibu sambil memejamkan matanya berharap ada pertolongan datang menghampiri kedua anaknya.
Suara teriakan dan tangisan aku juga Rafa, mengudang perhatian orang yang berada di sekitar area parkiran rumah sakit, mereka pun saling melirik dan bertanya - tanya dengan pandangan yang tertuju kearah kami, tapi di antara mereka tidak ada satu pun yang berani menghampiri, apalagi membantu karena takut akan dihalangi petugas.
Mobil ambulan pun mulai berjalan perlahan meninggalkan area parkiran, Aku dan Rafa berlari berusaha mengejar sambil berteriak - teriak berharap mobilnya berhenti lalu ibu turun menghampiri kami.
Namun sia - sia saja mobil itu malah semakin melaju terus hingga aku pun tak bisa mengejarnya, ku tengok Rafa yang tertinggal di belakang dengan tangisan yang menyayat hati sambil memanggil - manggil nama ibu.
Aku segera menghampiri Rafa dan memeluknya dengan erat.
di tengah tangisan yang meledak tiba - tiba ada tangan yang mengusap kepalaku lalu terdengar suara lembut yang membuat tangisan ku mereda seketika.
"Tak usah sedih ayo sekarang kita susul ibu dan bapak". ucap sebuah suara yang tak lain adalah Ridho pamanku.
Dia baru tiba di rumah sakit dan sempat juga melihat kedua keponakannya berlari mengejar mobil ambulan, dia pun segera berlari menghadang mobil, meski tidak terlihat oleh ku karena gerakan dia yang cepat.
" paamaaan". ucap ku langsung bangun dan memeluknya, Rafa pun ikut memeluk dan mulai berhenti menangis.
"udah..udah, ayo kita temui ibu" ajak Ridho…
SYAIMA
ahir kisah remaja 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments