Suasana kota menjelang malam hari membuat mataku tak berani berkedip, lampu - lampu sepanjang jalan berjejer dan menyala dengan rapi, gedung - gedung, toko - toko dan pusat pembelanjaan lainnya juga terlihat begitu terang dengan hiasan pernah - pernik lampu yang begitu indah.
Sesekali terdengar suara Rafa yang menyebut beberapa patung dan gambar yang kami lintasi.
Motor yang di jalankan paman tidak terlalu cepat dan tidak terlalu pelan tapi cukup membuat angin dingin menusuk kulitku meski sudah memakai jaket.
Sepanjang perjalanan paman Ridho tidak bicara sepatah kata pun, dia masih kesal dengan kejadian sore tadi di depan restoran cepat saji.
*emosiku menjadi tak terkendali bila melihat anak itu, wajahnya mengingatkanku pada ayahnya, yang telah membuat Widia menderita, apalagi sekarang dia mendekati Syaima, tidak akan aku biarkan kejadian dulu terulang kembali untuk kedua kalinya ". batin Ridho berkecamuk dengan amarah yang masih memenuhi kepalanya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit, kami pun sampai di sebuah rumah sakit yang sangat besar, bertingkat dan luas, lebih mirip hotel berbintang.
Area parkirannya pun berada di lantai dasar, seperti area bawah tanah yang terlihat seram, karena kami datang pada malam hari, di tambah hanya sedikit lampu yang di pasang di area itu membuat merinding.
"ayo kalian berdua turun, kita udah sampai". ucap paman Ridho.
"iya". jawab ku langsung turun, lalu ku angkat Rafa agar turun juga.
"Syai, gimana kakimu masih sakit gak ? ". tanya paman sambil menatap kakiku.
"eehh, udah baikan" jawabku, baru menyadari rasa lemas dan gemetar yang menyerang kakiku sudah hilang.
"syukurlah". jawab paman singkat.
"aka Afa atuut ( kakak Rafa takut )". ujar Rafa sambil memegang erat tanganku.
"ya udah, sini biar Afa paman gendong, Syai tolong bawain ini ya ". ucap paman sambil memberikanku paper bag yang berisi 3 kotak makanan.
kami pun segera meninggalkan area parkiran, menelusuri lorong - lorong rumah sakit yang tampak sepi.
Paman s…
SYAIMA
ahir kisah remaja 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments