Aku berlari sambil menggendong Rafa menuju ruangan no 5, yang berada di lantai 3 rumah sakit Bakti Persada.
Ku lihat ibu sedang duduk di bangku depan ruangan, tidak jauh darinya ada pemuda yang tengah berdiri.
"Ibuuuuu". Teriakku, lalu menurunkan Rafa agar jalan sendiri.
" Eh, kalian". Jawab Ibu kaget lalu berdiri menghampiri ku dan Rafa.
" Ibuuu..., ibuuu ". Ucapku sambil menangis memeluknya, Rafa juga ikut menangis sambil menarik - narik tangan ibu agar menggendongnya.
" Kenapa menangis ? paman kalian mana ?". Tanya Ibu celingukan mencari Ridho.
" Paman belum datang bu, Rafa nangis pingin ibu". Jawab ku sambil memandang Rafa.
Rafa pun mengangguk dengan kedua tangan masih memeluk erat tubuh ibu.
" Ya udah ayo duduk dulu, kalian udah pada sarapan kan ?". Tanya ibu lalu membawa kami ke tempat duduknya semula.
" Iya udah". Jawabku yang mengikutinya ke tempat duduk, sedang Rafa di gendong ibu karena masih takut.
" Bu bagaimana keadaan bapak ? ". Tanyaku setelah kami duduk berdampingan.
" Bapak masih belum sadar, sekarang sedang di periksa oleh Dokter, kita doakan saja agar bapak cepat sadar dan pulih ". Jawab ibu sambil mengusap - ngusap kepala Rafa.
" Iya bu". Jawabku lesu.
Lalu ku tengok pria yang sedang berdiri menatap ku, dia mengganggukan dan tersenyum ramah.
" Bu siapa dia ?". Tanyaku berbisik di telinga ibu.
" Dia temennya pamanmu yang semalaman menjaga bapak ". Jawab ibu sambil tersenyum.
" Oohh". Hanya kata itu yang keluar dari mulutku.
Kreekk, bunyi pintu terbuka di iringi dengan munculnya Dokter dan perawat yang baru selesai melakukan pemeriksaan pada bapak.
Dokter berhenti dan menatap ibu, seolah ingin memberikan penjelasan.
Ibu pun memberikan Rafa padaku.
" Bagaimana keadaaan suami saya Dok ?". Tanya ibu gelisah.
" Hhmm, Keadaannya sudah lebih baik tapi sayangnya pak Sandi masih belum sadarkan diri juga". Jawab Dokter sedikit menyesal.
" Lalu kapan kira - kira suami saya bisa sadarnaya Dok?". Tanya ibu dengan suara gemetar.
" Untuk hal itu kami belum bi…
SYAIMA
Masa Perpisahan 1
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
ilusi tak bertepi
LIKE
jaga kesehatan ya thor
mari saling dukung dari CEO EDAN TAPI TAMPAN☺️
2021-02-12
1