Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bab 1

Brak!

Sebuah map plastik tebal mendarat keras di atas meja Bayu. Beberapa lembar kertas di dalamnya tumpah berhamburan.

"Ini hasil kerja kamu selama sebulan, Bayu? Data klien berantakan, laporan pengeluaran tidak sesuai dengan nota kas. Kamu mau merampok perusahaan?"

Suara Pak Handoko, manajer operasional yang perutnya selalu membuncit di balik kemeja ketatnya, menggema di seluruh ruangan divisi. Suasana kantor yang awalnya dihiasi suara ketikan mendadak hening. Semua mata tertuju pada meja Bayu di sudut ruangan.

Bayu mendongak perlahan. Wajahnya tenang, tidak ada raut panik atau ketakutan. Ia merapikan kertas-kertas yang berserakan, lalu menatap angka-angka di sana sekilas.

"Maaf, Pak. Tapi data pengeluaran ini bukan saya yang menyusun. Ini dokumen dari divisi lapangan yang diserahkan Reza tadi pagi. Saya hanya diminta merekapitulasi bagian akhirnya saja."

Di seberang meja, Reza yang sedang memegang cangkir kopi langsung tersedak. Ia menaruh cangkirnya dengan kasar.

"Loh, kok jadi gue, Bay? Jelas-jelas dari kemarin lo yang pegang file mentahnya. Jangan lempar batu sembunyi tangan dong. Kalau emang lo ada butuh uang tambahan, nggak gini caranya bikin laporan fiktif."

Tari, yang duduk tak jauh dari Bayu, menggebrak mejanya pelan.

"Bohong. Kemarin sore gue lihat sendiri Reza minta file itu dari Bayu dengan alasan mau dicek ulang," bela Tari dengan nada tajam.

"Cukup!" bentak Pak Handoko. Wajahnya merah padam. Ia menunjuk tepat ke depan hidung Bayu. "Saya tidak mau dengar alasan. File ini keluar dari mejamu, tanda tanganmu ada di bawah. Sebagai hukuman atas kerugian waktu ini, gaji kamu bulan ini saya potong tiga puluh persen. Dan kamu tidak akan dapat uang lembur. Titik."

Pak Handoko berbalik dan melangkah pergi menuju ruangannya, diikuti senyum miring kemenangan dari bibir Reza.

Bayu masih terdiam di kursinya. Tiga puluh persen. Bagi seorang manajer, itu mungkin hanya uang rokok dan bensin. Tapi bagi Bayu, itu adalah garis tipis antara bisa makan nasi warteg atau hanya mengganjal perut dengan air putih selama sepuluh hari ke depan.

"Lima puluh ribu. Itu sisa uang di rekeningku sekarang setelah bayar sewa kos," batin Bayu. Kepalanya mulai menghitung cepat. "Pemotongan gaji ini ilegal secara kontrak, tapi kalau aku protes ke HRD, Pak Handoko akan membuat hidupku lebih menderita sampai aku memilih mengundurkan diri tanpa pesangon."

Ia menghela napas panjang. Marah tidak akan mengubah saldonya. Naif jika ia berpikir keadilan selalu ada untuk karyawan rendahan sepertinya. Ia butuh kekuatan. Ia butuh uang.

Jam pulang kantor tiba. Hujan turun sangat deras, seolah langit Jakarta ikut menertawakan nasibnya hari ini.

Syuuuutt... Byaaarr!

Cipratan air dari ban mobil mewah yang melintas hampir mengenai celana bahan Bayu yang sudah mulai pudar warnanya. Ia berdiri merapat di bawah atap Halte TransJakarta Sudirman yang bocor di beberapa titik. Angin malam menusuk tulang.

Bayu merogoh saku celananya yang dingin. Ia mengeluarkan ponselnya yang layarnya sudah retak membelah diagonal. Ia membuka aplikasi perbankan.

Saldo: Rp 50.000.

Bayu tersenyum getir.

"Malam ini makan mi instan pakai telur. Besok pagi jalan kaki ke stasiun. Masih bisa hidup," batinnya menyemangati diri sendiri, meski perutnya mulai berbunyi minta diisi.

Saat ia bersandar pada tiang halte yang karatan, matanya menangkap sesuatu. Sebuah stiker hitam kecil tertempel di tiang itu, tepat sejajar dengan matanya.

Sebuah barcode QR.

Tidak ada tulisan iklan. Tidak ada logo pemerintah. Hanya stiker kode biasa yang terlihat sedikit bercahaya aneh di bawah remang lampu halte.

Orang biasa mungkin akan mengabaikannya. Tapi Bayu, yang sedang mencari pengalih perhatian dari rasa lapar dan dingin, membuka kamera ponselnya. Ia hanya iseng. Mungkin itu tautan untuk mendapatkan voucher diskon makanan cepat saji atau semacamnya.

Tit!

Kamera ponselnya memindai kode tersebut. Sedetik kemudian, layarnya berkedip hitam.

"Yah, mati. Sialan, jangan bilang ini virus malware," umpat Bayu pelan. Ia menepuk-nepuk bagian belakang ponselnya.

Tiba-tiba, layar kembali menyala. Namun bukan gambar latar belakang aslinya yang muncul, melainkan sebuah layar pemuatan berwarna emas elegan.

[Mengunduh Sistem Perdagangan Dunia... 100%]

[Instalasi Aplikasi Toko Ajaib Berhasil.]

[Menautkan DNA dan Saldo Keuangan Pengguna... Selesai.]

Bayu mengerutkan dahi. Di layar utamanya kini bertengger sebuah aplikasi baru dengan ikon koin emas bersayap. Nama aplikasinya: Toko Ajaib.

Ia mencoba menekan lama ikon tersebut untuk menghapusnya, takut jika itu adalah aplikasi pinjaman online ilegal yang bisa menyedot sisa uangnya.

[Aplikasi Sistem Utama tidak dapat dihapus.]

Peringatan itu muncul dengan tegas. Bayu menghela napas panjang. Karena tidak ada pilihan, ia membuka aplikasi tersebut untuk melihat seberapa jauh penipuan ini bekerja.

Antarmukanya sangat bersih, mirip platform investasi kelas atas. Namun, daftar barang yang dijual di halaman utama membuat Bayu nyaris tertawa keras di tengah halte.

[Hak Kepemilikan 51 Persen Saham PT Bumi Karya]

Deskripsi: Menjadikan Anda pemegang saham mayoritas dan direktur utama perusahaan tambang terbesar. Dokumen legal akan disiapkan oleh Sistem tanpa celah hukum.

Harga: 50.000 Koin Sistem

[Sertifikat Hak Milik Lahan Komersial SCBD 2 Hektar]

Deskripsi: Lahan strategis di pusat kota. Bebas sengketa.

Harga: 100.000 Koin Sistem

[Pil Penyembuh Segala Penyakit]

Deskripsi: Menyembuhkan kanker, gagal ginjal, dan regenerasi sel dalam hitungan menit.

Harga: 5.000 Koin Sistem

"Aplikasi halusinasi tingkat dewa," gumam Bayu. "Siapa developer yang bikin game ginian? Buat ngejek orang miskin?"

Ia berniat mematikan layar ponselnya. Namun, ada sebuah spanduk kecil berkelap-kelip di bagian atas aplikasi bertuliskan: Flash Sale Harian - Tersisa 10 Menit!

Bayu mengeklik spanduk itu. Halaman berpindah ke sebuah etalase dengan hanya satu barang yang ditampilkan.

[Kacamata Penilai Barang Antik]

Deskripsi: Memungkinkan pengguna melihat usia asli, material, dan nilai pasar dari setiap benda bersejarah. Sangat akurat.

Harga Normal: 1.000 Koin Sistem.

Harga Flash Sale: Rp 10.000.

Bayu terdiam. Sepuluh ribu rupiah? Harga itu tidak menggunakan embel-embel Koin Sistem seperti barang gila lainnya. Itu menggunakan nominal uang nyata.

Sifat analitisnya bekerja. Jika aplikasi ini adalah penipuan yang ingin menguras rekening, biasanya mereka akan memotong ratusan ribu atau jutaan. Sepuluh ribu terlalu kecil untuk sebuah kejahatan siber yang rumit. Di sisi lain, harga itu sangat pas untuk membuat orang yang putus asa mencoba peruntungannya.

"Sepuluh ribu. Kalau ini hilang, aku masih punya empat puluh ribu untuk bertahan hidup. Tapi kalau ini game simulasi, lumayan buat hiburan," batin Bayu.

Jarinya menyentuh tombol beli.

[Konfirmasi Pembelian: Kacamata Penilai Barang Antik seharga Rp 10.000?]

Bayu menekan tombol ya.

Tidak ada jendela keamanan yang meminta kata sandi bank. Tidak ada kode OTP. Layar hanya memuat selama dua detik.

[Transaksi Berhasil.]

[Saldo Anda telah dipotong Rp 10.000.]

Notifikasi dari aplikasi bank di ponsel Bayu langsung muncul beriringan.

[Debit: Rp 10.000 - Transfer ke: Unknown Merchant.]

Mata Bayu membulat. Jantungnya berdetak kencang. Itu bukan angka simulasi. Uangnya benar-benar terpotong secara ajaib tanpa melewati sistem keamanan bank mana pun di dunia.

"Sialan! Beneran kena retas gue!" Bayu setengah berteriak. Ia bersiap menekan nomor pusat layanan bank untuk memblokir rekeningnya saat itu juga.

Tuk!

Sesuatu yang keras dan ringan tiba-tiba jatuh dari atas kepalanya, mengenai hidungnya, lalu mendarat mulus ke dalam telapak tangannya yang terbuka.

Bayu terpaku. Panggilan teleponnya terhenti sebelum sempat tersambung.

Di telapak tangannya, tergeletak sebuah kacamata berbingkai kawat tipis bergaya klasik. Lensa kacamatanya jernih, namun jika diperhatikan dengan saksama, ada kilau biru samar yang mengalir di dalamnya.

Tangan Bayu gemetar. Ia menatap kacamata itu, lalu menatap layar ponselnya bergantian. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Halte itu cukup ramai, tapi tidak ada satu pun orang yang melemparinya kacamata. Benda itu seolah tercipta dari udara kosong.

"Tidak masuk akal. Ini melanggar hukum fisika," pikir Bayu. Otaknya yang sangat rasional menolak percaya, tapi bukti fisik itu nyata di tangannya.

Dengan napas tertahan, Bayu membuka gagang kacamata itu dan memakainya.

Dunia di sekitarnya tidak berubah. Hujan masih turun, mobil masih berlalu-lalang. Namun, saat ia menatap ke arah jam tangan imitasi yang dipakai oleh seorang bapak tua di sebelahnya, sebuah jendela informasi kecil berwarna biru transparan melayang di udara, tepat di atas jam tangan tersebut.

[Jam Tangan Merk Palsu. Material: Baja ringan murahan. Usia: 2 Tahun. Nilai Pasar: Rp 35.000.]

Bayu menelan ludah. Ia menunduk menatap sepatu kulitnya sendiri yang sudah usang.

[Sepatu Kulit Sintetis. Material: Poliuretan. Usia: 3 Tahun. Nilai Pasar: Rp 0 (Tidak Layak Jual).]

Ini nyata. Kacamata ini berfungsi sempurna. Aplikasi itu bukan penipuan, bukan juga sekadar game simulasi. Itu adalah toko sungguhan yang bisa memanipulasi realitas dunia.

Bayu melepas kacamata itu dengan cepat, melipatnya, lalu memasukkannya ke dalam saku kemejanya bagian dalam, menempel di dadanya. Jantungnya bergemuruh hebat, mengalahkan suara hujan badai Jakarta malam itu.

Bus TransJakarta akhirnya datang dan membuka pintunya. Orang-orang berdesakan masuk.

Bayu melangkah ke dalam bus dengan perasaan yang benar-benar berbeda. Setengah jam yang lalu, ia hanyalah seorang budak korporat yang gajinya dipotong semena-mena. Ia merasa seperti sampah yang siap dibuang kapan saja oleh kota ini.

Tapi sekarang? Ia meraba saku dadanya. Kacamata itu masih di sana.

Bayu tersenyum. Bukan senyum pasrah yang biasa ia tunjukkan pada Pak Handoko, melainkan senyum tajam yang dipenuhi ambisi yang selama ini ia kubur dalam-dalam.

"Reza, Pak Handoko... kalian pikir kalian bisa menginjakku sesuka hati karena aku miskin?" batin Bayu. Ia menatap pantulan dirinya sendiri di kaca jendela bus yang basah. "Tunggu saja. Permainan baru saja dimulai."

Terpopuler

Comments

Edi Sulaiman

Edi Sulaiman

thor kalu buat cerita genre versi system hadiah yg dikasihkan ke mc utk kekayaan jgnterlalu mencolok dan tdk masuk akal sehingga betah ngebacanya.

2026-05-08

1

Manusia Biasa

Manusia Biasa

ising berujung dapat rezeki numpuk😂

2026-04-27

1

Bunga Kamboja

Bunga Kamboja

lumayan buat menghayal bagi yg senasib🤭🤭🤭🤭

2026-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Terimakasih
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!