Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas

 Malam hari. Udara Sukacita masih terasa sangat pengap oleh bau sampah, namun suasana di lahan satu hektar itu jelas tampak sepi. Beberapa preman yang menjaga lahan ini untuk dijadikan sampah telah pergi, meninggalkan Aris seorang diri yang masih tidak terima.

 Di depannya, papan kayu bertuliskan 'Milik Keluarga H. Mansur' sudah patah, tergeletak di bawah tumpukan ban bekas yang terbakar. Kebun jati yang hijau telah hilang, berganti menjadi lembah sampah. Aris menggertakan gigi.

 Mana mungkin dia membiarkan lahan miliknya jadi begini! Dia berbeda dengan Rara dan ibunya, dia anak lelaki satu-satunya harapan di keluarga. Dia tidak takut denga mafia sampah dan bos Malik yang entah berantah itu.

 Mereka menutup mulut para petinggi desa? Ia tidak peduli! Ia akan menuntut keadilan versi dia sendiri.

 “Yosh, saatnya bersih-bersih. Kakek gak aka tidur tenang kalau lahannya gini … maaf, kek. Ini salah Aris karena meninggalkan di pusat kota untuk kuliah.”

 Aris melipat lengan bajunya, siap-siap untuk membersihkan sampah.

 Dan itu detik itu pula, layar notifikasi ala hologram kembali muncul di kepalanya.

 [Sinkronisasi Sistem 'Petani Sultan' Proses penggunaan sistem: 60% ... 80% ... 100%!]

​[Ding! Sinkronisasi Berhasil!]

​[Selamat Datang, Inang Aris. Anda telah mengaktifkan Sistem 'Petani Sultan'—Satu-satunya sistem yang mampu mengubah kotoran peradaban menjadi kemilau kekayaan.]

“Gi!” Aris terkejut pasalnya suara itu tiba-tiba muncul dari entah suatu tempat. apa-apaan ini? Situasi absurd juga ada batasnya.

“Siapa disana, keluar anjing! Antek antek malik ya?”

Aris memasang kuda-kuda, matanya yang tajam mengawasi setiap sudut kegelapan di balik tumpukan ban bekas. Namun, tidak ada siapa-siapa. Hanya ada hening malam yang sesekali dipecahkan oleh suara jangkrik yang terdengar parau karena polusi.

Jendela hologram itu tetap melayang, mengikuti ke mana pun arah pandangan Aris. Warnanya biru neon, berpendar tenang di tengah kegelapan lembah sampah.

[Ding! Harap tenang, Tian Aris. Saya adalah 'AI-Navigator System' yang terikat langsung dengan kesadaran Anda. Saya ada di dalam kesadaran, tuan. Tidak ada antek Boss Malik dalam radius 500 meter.]**

"H-Hologram? Sistem?" 

Aris menurunkan kepalan tangannya. Napasnya masih menderu. Sebagai lulusan SMA yang pernah menjadi anak kuliah—-walau ujung ujungnya putus karena gak ada duit, ia akrab dengan fiksi ilmiah, terutama beberapa cerita novel seperti ginian. tapi mengalaminya sendiri di atas tumpukan sampah adalah hal lain.

Apa dia jadi stres karena baru dipecat dan mengalami halusinasi?

 "Jadi... suara ini cuma aku yang dengar?"

[Benar. Sistem ini dirancang khusus untuk mengubah energi negatif (sampah) menjadi energi positif. Anda berada di lokasi dengan akumulasi limbah B3 tertinggi di wilayah ini. Potensi pengembangan: Tak Terbatas.]

Aris terdiam sejenak. Ia melihat ke arah tangannya yang kotor terkena oli bekas, lalu melihat kembali ke layar itu. "Mengubah sampah... jadi energi positif?"

Lalu Aris tertawa. “Apaan itu? Apa aku jadi kosuke Ueki dari the law of ueki?”

Ia jadi teringat akan cerita kartun yang dia tonton. Itu menceritakan tentang pertarungan antar bakat anak SMP, dimana MC memiliki kemampuan mengubah sampah menjadi pohon.

[Ding!]

[Analogi yang menarik. Meskipun mekanismenya mirip, 'Sistem Petani Sultan' tidak dirancang untuk turnamen antar pemilik bakat, melainkan untuk dominasi ekonomi dan pemulihan ekologi.]

​Aris menyeringai lebar. Kalau dia benar-benar menjadi seperti Ueki, setidaknya dia tidak perlu bingung mencari material. Di depannya bukan lagi tumpukan polusi, tapi "amunisi" yang melimpah.

​ "Oke, oke. Kalau ini bukan halusinasi, buktikan. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Aris, nada suaranya kini penuh dengan rasa penasaran yang mendesak.

​ [Misi Pemula: Langkah Pertama Sang Sultan]

[Tujuan: Kumpulkan 10 kg Sampah Plastik (Botol, kantong, atau limbah industri).]

[Hadiah: Alat penyuling cairan emas Lv 1

Bonus 50ml "Cairan Dewa - Nutrisi Purifikasi" Lv.1

Kemampuan bela diri tingkat tinggi]

[Batas Waktu: Sebelum Matahari Terbit.]

“Alat penyuling esensi cairan emas? Apaan itu?”

[Ding! Alat esensi penyuling cairan emas adalah alat penyuling dari sistem, dengan alat ini anda bisa mengubah tumpukan sampah jadi cairan dewa tingkat 1]

[Kemampuan cairan dewa tingkat 1 itu luar biasa mampu menetralkan racun di tanah dalam radius 1x1 meter secara instan. Selain itu, tanaman yang disiram dengan cairan ini akan mengalami percepatan pertumbuhan sebesar 100% dan menghasilkan buah dan hasil berkebun dengan kualitas super yang tidak ada di dunia medis saat ini.]

[Penjelasan tingkat cairan dewa tingkat 1 dapat menetralkan racun dalam 1x1 meter dan  membuat lahan subur 100x lipat dari tanah biasa, setiap tetes cairan.]

[ cairan dewa tingkat 2 dapat menetralkan racu dalam radius 2x2 meter setiap tetesan cairan dewa]

[Cairan dewa tingkat 3 dapat menetralkan racun dan meningkatkan kesuburan dalam radius 5x5 meter setiap satu tetesan]

[Dan yang terakhir! Caira tingkat 5 dapat menetralkan racun dan meningkatkan kesuburan dalam radius 10x10 m setiap tetesan air!]

[Karena level tuan rumah masih kecil, tuan rumah cuma bisa akes radius 1x1 meter saja.]

​Aris menelan ludah. Hitungan 1x1 meter mungkin terdengar kecil, tapi tunggu sebentar. Dia kan bakal dapat 50 ml cairan dewa tingkat satu, dan 10 kg yang bisa dijadikan 100 ml itu artinya dia punya 150 ml.

150 ml jika digunakan semuanya secara matematika! Itu berati hampir 50% dari lahannya bakal kembali subur dong!

Terus hadiah lainnya

"Sepuluh kilo plastik untuk kemampuan bela diri dan cairan ajaib? Ini bukan cuma untung, ini namanya mukjizat tuhan!”

​Tanpa membuang waktu, Aris langsung bergerak. Rasa lelah akibat perjalanan jauh dari kota seketika menguap, digantikan oleh adrenalin yang memuncak. Ia memunguti botol-botol mineral yang sudah menghitam, bungkus-bungkus kemasan deterjen, hingga sisa pipa PVC yang berserakan.

​Setiap kali tangannya menyentuh sampah plastik, sebuah bar indikator di hologramnya meningkat.

​[Proses Pengumpulan: 3kg... 6kg... ]

Namun lahan itu luas, sampah juga berjamaah. Di malam hari yang pekat itu tindakan Aris mengundang beberapa keterkejutan warga desa—yang masih pada asik nongkrong termasuk pak wak darmo.

“Itu si Aris, kan?” bisik salah satu pemuda desa yang sedang nongkrong di pos ronda tak jauh dari batas lahan.

​ Wak Darmo yang sedang menyeruput kopi hitamnya nyaris tersedak. Ia menyipitkan mata, memperhatikan bayangan seorang pemuda yang sedang sibuk membungkuk dan memunguti sampah di tengah kegelapan malam yang beracun itu.

​ “Gila... apa dia sudah putus asa?” gumam warga lain. “Baru sehari pulang, mentalnya sudah kena. Kasihan si Aris, dulu ketua OSIS, sekarang jadi pemulung sampah di tanahnya sendiri yang sudah hancur.”

​ Wak Darmo mendesah berat, matanya memancarkan rasa iba yang mendalam. “Mungkin dia tidak terima lahan kakeknya jadi begitu. Tapi kalau dia ketahuan anak buah Boss Malik, nyawanya bisa hilang. Sampah itu sudah jadi ladang uang buat mereka.”

​Aris tidak peduli dengan bisikan-bisikan itu. Tangannya lebih fokus untuk mengumpulkan sampah dan menyelesaikan pembersihan ini.

Ia memunguti botol-botol mineral yang sudah menghitam, bungkus-bungkus deterjen, hingga sisa pipa PVC yang patah. Setiap kali ia memasukkan sampah ke dalam karung, layar sistem di sudut penglihatannya terus menghitung.

​"Kak Aris! Apa yang kamu lakukan?!"

​Suara melengking Emi terdengar dari kejauhan. Adiknya itu berlari mendekat dengan wajah penuh ketakutan, namun ia berhenti tepat di batas lahan, tak berani menginjak tanah yang berminyak itu.

​"Pulang, kak! Kalau mereka datang dan lihat kakak di sini, mereka nggak akan segan-segan menghajar kakak lagi!" tangis Emi pecah. "Ibu menangis di dalam, Mas. Jangan buat kami makin takut."

​ Aris menoleh, menatap adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Pulanglah, Emii. Jaga Ibu. Bilang sama Ibu... mulai hari ini, kakak bakal lakuin sesuatu. Kakak gak akan membiarkan lahan ini diambil oleh siapapun! Kakak akan tuntut keadilan.”

 Menuntut keadilan? Sungguh ucapan yang terlalu idealisme, adiknya sudah putus asa selama bertahun-tahun melihat ibu da para warga yang tidak bisa membantu apapun karena bos mereka Malik adalah salah satu anak dari pejabat kaya raya.

 Kemampuan uang adalah segalanya di dunia mereka menyuap beberapa petinggi untuk menutup mulut, mau melawan pun rakyat kecil seperti mereka gak bakal mampu.

 Namun tatapan dan semangat juang dari sang kakak yang muncul membuat bara api di hati Emi berkibar. Kakaknya sudah pulang! Hal yang selama ini ditunggu-tunggu, rekan untuk melengserkan si malik anak pejabat korup.

 Melihat itu Emi tersenyum dan menangis. 

 Aris melihat adiknya yang masih berdiri terpaku di batas lahan, air mata masih mengalir namun bibirnya tersenyum. Semangat yang terpancar dari Aris seolah menular, memberikan harapan baru bagi Emi yang selama ini hidup dalam ketakutan.

​"Kak..." Emi menghapus air matanya dengan punggung tangan. "Emi nggak mau cuma diam dan nangis lagi. Emi mau bantu Kakak. Lahan ini milik kita, dan kita akan ambil balik semuanya!"

​ Tanpa menunggu persetujuan Aris, Emi melangkah masuk ke area lahan. Meskipun bau busuk itu masih menyengat, ia mulai memunguti botol-botol plastik di dekatnya. Ia tidak lagi peduli dengan ancaman Malik atau preman-premannya; keberadaan kakaknya di sana sudah cukup menjadi perisai baginya.

Terpopuler

Comments

Maul

Maul

kasihani dirimu saja wak🤭 aris calon sukses soalnya/CoolGuy/

2026-05-26

0

SANG

SANG

Like iklan plus komen💪👍

2026-05-13

1

Maul

Maul

enak juga kalau ada. biar bisa daur ulang

2026-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2 Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3 Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4 Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5 Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6 Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7 Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8 Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9 Bab 8--Hasil panen pertama
10 Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11 Bab 10—Penjualan Pertama
12 Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13 Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14 Bab 13--Malik Kepergok
15 Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16 Bab 15--Jasa Angkut sampah
17 Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18 Bab 17--Hasil Panen Tomat
19 Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20 Bab 19--Transaksi Tomat
21 Bab 20—Beli Gudang
22 Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23 Bab 22--Semangka Kristal
24 Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25 Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26 Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27 Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28 Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29 Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30 Bab 28--Event Sampah
31 Bab 29--Penyulingan
32 Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33 Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34 Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35 Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36 Bab 34--Masakan Si Aninda
37 Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38 Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39 Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40 Bab 38--Lahan Wingit
41 Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42 Bab 39—Membeli Lahan Setan
43 Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44 Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45 Bab 42--Gendis Dan Bara
46 Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47 Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48 Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49 Bab 46—Asisten Junaeda
50 Bab 47—Chef Vania
51 Bab 48--Kasih Paham
52 Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53 Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54 Bab 51--Renovasi Selesai
55 Bab 52--Fitur Mancing Mania
56 Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57 Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58 Bab 55
59 Bab 56--Mencari Buruh
60 Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61 Ba 58--
62 Bab 59--Bagi Hasil
63 Bab 60--Ajakan Duel
64 Bab 61—Saya Akan Lawan
65 Bab 62—Pagar Frekuensi
66 Bab 63--Kesepakatan Setan
67 bab 64--Razia dadakan
68 Bab 65—Lahan Kejujuran
69 Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70 Bab 67—Gaz
71 Bab 68—
72 Bab 69—Festival Dimulai
73 Bab 70—Festival dimulai 2
74 Bab 71--
75 bab 72--
76 Bab 73--Main kerumah
77 Bab 73.5--Pengikut Baru
78 bab 74--mancing Mania lagi
79 bab 75--dua cheft kepo
80 bab 75.5
81 Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82 Bab 77—Mendapatkan Ayam
83 Bab 78—Pakan Pitek
84 Bab 79--Mencari tukang
85 Bab 80
86 Bab 81
87 Bab 82
88 Bab 83—Drama Ayam Palsu
89 Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90 Bab 85—Buka harga
91 Ban 86—Membangun Ternak
92 Bab 87—Membsngun Ternak #2
93 Bab 88—Vania Berkunjung
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 Bab 94--Surat Alay
100 Bab 95—Rencana Penguntitan
101 Bab 96
102 Bab 97
103 Bab 98
104 bab 99
105 Bab 100
106 Bab 101--Tawaran Zain
107 Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108 Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109 Bab 104--Serangan Triandi
110 Bab 105--Melawan
111 Bab 106—Ketangkap
112 Bab 107—Muculnya Ular Baru
113 Bab 108—Target Sari
114 Bab 109—Sari dlm Bahaya
115 Bab 110—Selamatkan Sari
116 Bab 111—Mampus
117 Bab 112
118 Bab 113—Bab 114
119 Bab 115—Lamaran (END)
120 PROMOSI NOVEL BARU
121 PROMO NOVEL BARU #2
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2
Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3
Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4
Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5
Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6
Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7
Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8
Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9
Bab 8--Hasil panen pertama
10
Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11
Bab 10—Penjualan Pertama
12
Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13
Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14
Bab 13--Malik Kepergok
15
Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16
Bab 15--Jasa Angkut sampah
17
Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18
Bab 17--Hasil Panen Tomat
19
Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20
Bab 19--Transaksi Tomat
21
Bab 20—Beli Gudang
22
Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23
Bab 22--Semangka Kristal
24
Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25
Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26
Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27
Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28
Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29
Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30
Bab 28--Event Sampah
31
Bab 29--Penyulingan
32
Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33
Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34
Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35
Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36
Bab 34--Masakan Si Aninda
37
Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38
Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39
Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40
Bab 38--Lahan Wingit
41
Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42
Bab 39—Membeli Lahan Setan
43
Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44
Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45
Bab 42--Gendis Dan Bara
46
Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47
Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48
Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49
Bab 46—Asisten Junaeda
50
Bab 47—Chef Vania
51
Bab 48--Kasih Paham
52
Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53
Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54
Bab 51--Renovasi Selesai
55
Bab 52--Fitur Mancing Mania
56
Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57
Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58
Bab 55
59
Bab 56--Mencari Buruh
60
Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61
Ba 58--
62
Bab 59--Bagi Hasil
63
Bab 60--Ajakan Duel
64
Bab 61—Saya Akan Lawan
65
Bab 62—Pagar Frekuensi
66
Bab 63--Kesepakatan Setan
67
bab 64--Razia dadakan
68
Bab 65—Lahan Kejujuran
69
Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70
Bab 67—Gaz
71
Bab 68—
72
Bab 69—Festival Dimulai
73
Bab 70—Festival dimulai 2
74
Bab 71--
75
bab 72--
76
Bab 73--Main kerumah
77
Bab 73.5--Pengikut Baru
78
bab 74--mancing Mania lagi
79
bab 75--dua cheft kepo
80
bab 75.5
81
Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82
Bab 77—Mendapatkan Ayam
83
Bab 78—Pakan Pitek
84
Bab 79--Mencari tukang
85
Bab 80
86
Bab 81
87
Bab 82
88
Bab 83—Drama Ayam Palsu
89
Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90
Bab 85—Buka harga
91
Ban 86—Membangun Ternak
92
Bab 87—Membsngun Ternak #2
93
Bab 88—Vania Berkunjung
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
Bab 94--Surat Alay
100
Bab 95—Rencana Penguntitan
101
Bab 96
102
Bab 97
103
Bab 98
104
bab 99
105
Bab 100
106
Bab 101--Tawaran Zain
107
Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108
Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109
Bab 104--Serangan Triandi
110
Bab 105--Melawan
111
Bab 106—Ketangkap
112
Bab 107—Muculnya Ular Baru
113
Bab 108—Target Sari
114
Bab 109—Sari dlm Bahaya
115
Bab 110—Selamatkan Sari
116
Bab 111—Mampus
117
Bab 112
118
Bab 113—Bab 114
119
Bab 115—Lamaran (END)
120
PROMOSI NOVEL BARU
121
PROMO NOVEL BARU #2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!