Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic

“hah, sialan … aku baru saja dipecat,” keluh pemuda tersebut.

Nama pemuda itu Aris. Di usia 24 tahun, wajahnya terlihat lebih dewasa dari seharusnya—guratan lelah tercermin jelas dari matanya yang kurang tidur. 

Aris adalah definisi dari pemenang yang jatuh. Dulu, dia adalah siswa berprestasi, ketua OSIS yang dikagumi, dan kekasih dari Tata, gadis paling populer di sekolahnya.

Namun, dunia berputar terlalu cepat. Kematian kakeknya yang mendadak, putus kuliah karena kendala biaya, hingga dipaksa menjadi buruh pabrik demi menyambung hidup, membuat Aris perlahan menghilang dari radar teman-temannya.

Dan sekarang satu-satunya jalan hidup sebagai buruh pabrik pun dihilangkan oleh tuhan seolah rezeki dia sangat seret.

“Sekarang gue kerja dimana coba?”

 hp dia tiba-tiba bergetar. Hari ini, sebuah undangan digital mampir ke ponselnya yang layarnya sudah retak seribu.

“Apaan ini?” Gumam dia sembari membuka undangan dari layar hp dia.

"Reuni Akbar & Syukuran Kelulusan Angkatan SMA - Hotel Grand Merapi."

Aris ragu. Namun, secercah harapan muncul; mungkin dengan bertemu teman lama, dia bisa mendapatkan info pekerjaan yang lebih baik setelah pemecatannya kemarin.

***

Aris tiba dengan motor bebek tua peninggalan kakeknya yang mengeluarkan bunyi pos-pos setiap kali gas ditarik. 

Di parkiran, motornya terjepit di antara deretan mobil mewah; Honda Civic terbaru, BMW, hingga pajero sport milik teman-temannya yang kini tampak seperti "orang sukses".

“Gila, angkatan gue udah pada sukses semua.” Kagum dia.

Aris masuk ke aula hotel dengan jas yang sedikit kebesaran—itu jas pinjaman dari tetangga kontrakannya.

Sontak kemunculan Aris membuat semua orang di sana menatapnya. Sebuah jenis tatapan tak enak dipandang, tatapan dari atas sampai bawah, tatapan merendahkan.

Mereka semua di sana terlihat sangat berwibawa dan sukses sementara Aris? Mereka baru saja melihat dia mengendarai motor bebek sementara mereka semua sudah pada naik mobil.

"Eh, ini Aris? Aris si Ketua OSIS?"

Suara tawa pecah di pojok ruangan. Seorang pria bernama Dani, yang dulu selalu berada di bawah bayang-bayang Aris, kini berdiri dengan setelan jas slim-fit dan jam tangan emas yang sengaja ia pamerkan saat memegang gelas sampanye.

Ia dulu merasa sangat tertinggal oleh Aris karena kepintarannya namun sekarang? Ternyata Aris cuma jadi gembel doang. Jabatan dan kepintaran memang gak bisa mengalahkan satu hal : harta! Orang miskin memang sulit untuk menaikan derajat, modal pintar doang mah gak cukup.

​"Gila, Ris! Aku pikir tadi ada tukang ojek nyasar masuk hotel. Ternyata kamu!"

“Gue setuju!”

“Hahaha kasihan banget, kukira siapa ternyata ketua OSIS kita … tapi dengar-dengar kamu putus kuliah karena kendala biaya? Susah ya jadi orang gak mampu.”

Aris mengepalkan tangan. Mereka semua teman angkatan SMA-nya, ia tidak menyangka setelah sukses meraka mala terbuai oleh harta dan lupa diri! Padahal dulu mereka masih asik nongkrong bareng, masalah PR juga Aris yang bantu selesaikan, pendispilan siswa pula, namun sekarang? Mereka berubah

 Dani menepuk bahu Aris dengan keras, seolah ingin menunjukkan pada semua orang bahwa Aris kini berada di bawah levelnya.

​"Lama nggak kelihatan, Dani. Kamu makin sukses ya," jawab Aris berusaha tetap tenang, meski ia tahu tepukan itu lebih mirip penghinaan.

Dan juga semua tatapan yang kini menghujani dia seperti penghinaan, ia tetap bersikap santai.

​"Yah, begitulah. Setelah lulus aku langsung pegang bisnis properti bokap. Eh, denger-denger kamu kerja jadi buruh pabrik ya? Wah, sayang banget otak Ketua OSIS cuma buat angkut barang," sindir Dani yang diikuti tawa kecil dari teman-teman di sekelilingnya.

“Ternyata pinter doang gak cukup!”

“Sayang sekali dunia memang gak adil Aris, ginilah cara mainnya. Selama punya kuasa dan relasi, kita bisa gampang naik derajatnya!”

ucapan itu membuat Aris naik pikam. Ia bisa saja mengamuk dan menghajar mereka satu-satu, tapi dia sabar. Mereka sekarang jadi orang sukses beberapa punya relasi dengan orang besar, ia malah bisa kena sendiri.

Tapi yang paling buat dia jengkel adalah itu semua diucapkan oleh orang yang gak pernah merintis dari bawah, alias modal uang bapak sama ibu! Dasar anak maja!

​Namun, suasana tiba-tiba hening saat seorang wanita cantik dengan gaun merah elegan mendekat. Tata. Mantan kekasih yang dulu berjanji akan menemaninya dari nol, namun menghilang saat Aris mulai jatuh miskin dan berhenti di tengah kuliah, datang.

​"Aris?" Tata menatap Aris dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tatapannya bukan lagi tatapan cinta, melainkan rasa kasihan yang menusuk. "Kamu... benar datang dengan motor tua yang di parkiran itu? Aku pikir setidaknya setelah beberapa tahun, kamu sudah punya kemajuan."

"Aku baru saja di PHK. belum punya kemajuan apa pun, Ta. Masih begini-begini saja," jawab Aris singkat. Suaranya datar, tanpa ada nada ingin membela diri.

Tata mendesah pelan, menyilangkan tangan di depan dadanya yang dihiasi kalung berlian berkilau. 

"Seharusnya kamu dengerin aku dulu, Ris. Kalau kamu mau sedikit lebih 'pintar' cari celah, mungkin kamu nggak akan semalang ini. Lihat kamu sekarang, jas  itu bahkan nggak cocok di badanmu."

“Aku bersyukur telah putus denganmu, coba lihat dani … dia sekarang menjadi ratusan kali lebih baik dari kamu! Dasar pengangguran miskin!”

Dani tertawa kecil, melingkarkan tangannya di bahu Tata dengan gerakan posesif. 

"Sudahlah sayang, nggak perlu dikasih nasihat. Orang kayak dia ini tipikal yang terlalu idealis tapi nggak sadar realita. Percuma pintar kalau dompet kosong."

Aris hanya menatap tangan Dani yang nangkring di bahu mantan kekasihnya itu. Tidak ada amarah yang meledak, hanya ada rasa hambar yang menyakitkan. Ia menyadari bahwa tempat ini bukan untuknya. 

Harapannya mencari relasi pekerjaan di sini adalah sebuah kesalahan besar. Mereka bukan lagi teman yang ia kenal, melainkan sekumpulan orang asing yang mabuk akan status.

“Sudahlah, daripada nganggur sini kukasih kerjaan … kamu kerja jadi petugas kebersihan di kantorku saja, gimana?"

“Ambil saja Aris, daripada ngangur!”

“Pekerjaan sebagai pembersih sampah juga dermawan!”

Tata tertawa. “Dani itu terlalu berlebihan!”

“Ada tapinya … tapi.” Potong Dani. “Berlutuk sama aku dulu, bilang ‘tolong jadikan aku bawahamu’ dan akan kupertimbangkan untuk menjadi kamu staf petugas kebersihan.”

​Darah Aris mendidih. Itu jelas adalah sebuah penghinaan level tertinggi. Ia melihat Tata yang malah tertawa dan ikut mengolok-ngolok dirinya, membiarkan dani mempermalukannya. Harapannya untuk mencari info pekerjaan di sini pupus. Mereka bukan teman, mereka hanya burung pemakan bangkai yang senang melihat singa yang terluka.

​Tanpa sepatah kata, Aris berbalik. Dia tidak butuh relasi beracun ini.

​"Terima kasih tawarannya. Tapi aku lebih suka mengurus 'sampah' milikku sendiri daripada melihat 'sampah' yang pakai jas seperti kalian," ucap Aris dingin sebelum melangkah keluar aula.

 Ia mengabaikan panggilan ejekan Dani dan tatapan iba dari Tata yang terasa lebih menyakitkan daripada makian, dia baru sadar bahwa tindakan barusan sudah terlalu berlebihan. Ia berjalan keluar dari aula mewah itu, langkah kakinya terasa berat namun mantap.

Aris memacu motor bebeknya membelah kemacetan, meninggalkan gemerlap lampu hotel menuju arah pinggiran kota yang gelap. 

Pikirannya melayang pada kenangan masa kecil, saat ia berlari di antara pohon-pohon rindang di lahan kakeknya. 

Lalu dia punya sebuah pikiran yang terlintas, bukankah dia memiliki sebuah lahan milik kakeknya? 

Setelah kakek itu meninggal itu resmi jadi miliknya bahkan sang kakek juga sudah berpesan, namun saat itu Aris masih mengadu nasib di pusat kota, berkuliah—yang pada akhirnya putus kuliah karena kedala biaya dan berakhir jadi buruh pabirk.

Itupun dia baru saja dipecat.

'Cucuku … aku wariskan lahan itu untukmu, kamu boleh melakukan apapun yang kamu suka kalau sedang membutuhkan.’

Aris itu anak desa sebelum dia mengadu nasib ke pusat kota, dia tentu tahu tentang bertani dan lain-lain. Daripada meneruskan hidup di kota, bagaimana kalau dia mencoba mengadu nasib dengan lahan milik kakeknya?

Aris melajukan motornya semakin menjauh dari kerlip lampu gedung-gedung pencakar langit. Angin malam menerpa wajahnya, mendinginkan sisa-sisa emosi yang masih bergejolak di dada. Pikiran tentang Tata yang tertawa dan Dani yang memintanya berlutut perlahan ia buang ke aspal yang ia lalui.

​“Kakek benar, kota ini tidak ramah untuk orang sepertiku,” bisiknya di balik helm.

​Pikirannya kini terpusat pada satu tujuan: Desa Suka cita. Di sana, di pinggiran kabupaten, terletak sebidang lahan seluas satu hektar milik kakeknya. Dalam ingatan Aris, lahan itu adalah tanah subur dengan pohon-pohon buah yang rimbun dan udara yang bersih.

“Kurasa ini saatnya pulang … menjadi warga biasa dan bertani,” dia menetapkan tekad untuk pulang dan mengadu nasib.

Namun dia belum tahu, kenyataan pahit yang menunggu di desa itu. Kenyataan bahwa lahan indah dan subur itu kini menjadi lahan kosong dan penuh polusi.

Terpopuler

Comments

Story Kane

Story Kane

sadar ga sih kalian? ini tuh fakta dikonoha skrg, semua butuh harta untuk menggapai kejayaan dan kekayaan kita. kuliah butuh uang banyak, kerja jg butuh ordal, mau usaha sendiri terus sukses?itu cuma cerita dari motivator affiliate yg bilang gitu. atau sama aja dengan dongeng.

2026-07-31

0

Maul

Maul

baca ah. sambil nyari refrensi tema petani🙏👍

2026-05-26

0

Maul

Maul

Pewaris bukan perintis ternyata/Sweat/

2026-05-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2 Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3 Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4 Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5 Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6 Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7 Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8 Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9 Bab 8--Hasil panen pertama
10 Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11 Bab 10—Penjualan Pertama
12 Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13 Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14 Bab 13--Malik Kepergok
15 Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16 Bab 15--Jasa Angkut sampah
17 Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18 Bab 17--Hasil Panen Tomat
19 Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20 Bab 19--Transaksi Tomat
21 Bab 20—Beli Gudang
22 Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23 Bab 22--Semangka Kristal
24 Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25 Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26 Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27 Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28 Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29 Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30 Bab 28--Event Sampah
31 Bab 29--Penyulingan
32 Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33 Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34 Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35 Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36 Bab 34--Masakan Si Aninda
37 Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38 Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39 Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40 Bab 38--Lahan Wingit
41 Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42 Bab 39—Membeli Lahan Setan
43 Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44 Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45 Bab 42--Gendis Dan Bara
46 Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47 Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48 Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49 Bab 46—Asisten Junaeda
50 Bab 47—Chef Vania
51 Bab 48--Kasih Paham
52 Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53 Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54 Bab 51--Renovasi Selesai
55 Bab 52--Fitur Mancing Mania
56 Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57 Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58 Bab 55
59 Bab 56--Mencari Buruh
60 Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61 Ba 58--
62 Bab 59--Bagi Hasil
63 Bab 60--Ajakan Duel
64 Bab 61—Saya Akan Lawan
65 Bab 62—Pagar Frekuensi
66 Bab 63--Kesepakatan Setan
67 bab 64--Razia dadakan
68 Bab 65—Lahan Kejujuran
69 Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70 Bab 67—Gaz
71 Bab 68—
72 Bab 69—Festival Dimulai
73 Bab 70—Festival dimulai 2
74 Bab 71--
75 bab 72--
76 Bab 73--Main kerumah
77 Bab 73.5--Pengikut Baru
78 bab 74--mancing Mania lagi
79 bab 75--dua cheft kepo
80 bab 75.5
81 Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82 Bab 77—Mendapatkan Ayam
83 Bab 78—Pakan Pitek
84 Bab 79--Mencari tukang
85 Bab 80
86 Bab 81
87 Bab 82
88 Bab 83—Drama Ayam Palsu
89 Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90 Bab 85—Buka harga
91 Ban 86—Membangun Ternak
92 Bab 87—Membsngun Ternak #2
93 Bab 88—Vania Berkunjung
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 Bab 94--Surat Alay
100 Bab 95—Rencana Penguntitan
101 Bab 96
102 Bab 97
103 Bab 98
104 bab 99
105 Bab 100
106 Bab 101--Tawaran Zain
107 Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108 Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109 Bab 104--Serangan Triandi
110 Bab 105--Melawan
111 Bab 106—Ketangkap
112 Bab 107—Muculnya Ular Baru
113 Bab 108—Target Sari
114 Bab 109—Sari dlm Bahaya
115 Bab 110—Selamatkan Sari
116 Bab 111—Mampus
117 Bab 112
118 Bab 113—Bab 114
119 Bab 115—Lamaran (END)
120 PROMOSI NOVEL BARU
121 PROMO NOVEL BARU #2
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2
Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3
Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4
Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5
Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6
Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7
Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8
Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9
Bab 8--Hasil panen pertama
10
Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11
Bab 10—Penjualan Pertama
12
Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13
Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14
Bab 13--Malik Kepergok
15
Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16
Bab 15--Jasa Angkut sampah
17
Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18
Bab 17--Hasil Panen Tomat
19
Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20
Bab 19--Transaksi Tomat
21
Bab 20—Beli Gudang
22
Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23
Bab 22--Semangka Kristal
24
Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25
Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26
Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27
Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28
Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29
Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30
Bab 28--Event Sampah
31
Bab 29--Penyulingan
32
Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33
Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34
Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35
Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36
Bab 34--Masakan Si Aninda
37
Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38
Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39
Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40
Bab 38--Lahan Wingit
41
Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42
Bab 39—Membeli Lahan Setan
43
Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44
Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45
Bab 42--Gendis Dan Bara
46
Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47
Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48
Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49
Bab 46—Asisten Junaeda
50
Bab 47—Chef Vania
51
Bab 48--Kasih Paham
52
Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53
Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54
Bab 51--Renovasi Selesai
55
Bab 52--Fitur Mancing Mania
56
Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57
Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58
Bab 55
59
Bab 56--Mencari Buruh
60
Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61
Ba 58--
62
Bab 59--Bagi Hasil
63
Bab 60--Ajakan Duel
64
Bab 61—Saya Akan Lawan
65
Bab 62—Pagar Frekuensi
66
Bab 63--Kesepakatan Setan
67
bab 64--Razia dadakan
68
Bab 65—Lahan Kejujuran
69
Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70
Bab 67—Gaz
71
Bab 68—
72
Bab 69—Festival Dimulai
73
Bab 70—Festival dimulai 2
74
Bab 71--
75
bab 72--
76
Bab 73--Main kerumah
77
Bab 73.5--Pengikut Baru
78
bab 74--mancing Mania lagi
79
bab 75--dua cheft kepo
80
bab 75.5
81
Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82
Bab 77—Mendapatkan Ayam
83
Bab 78—Pakan Pitek
84
Bab 79--Mencari tukang
85
Bab 80
86
Bab 81
87
Bab 82
88
Bab 83—Drama Ayam Palsu
89
Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90
Bab 85—Buka harga
91
Ban 86—Membangun Ternak
92
Bab 87—Membsngun Ternak #2
93
Bab 88—Vania Berkunjung
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
Bab 94--Surat Alay
100
Bab 95—Rencana Penguntitan
101
Bab 96
102
Bab 97
103
Bab 98
104
bab 99
105
Bab 100
106
Bab 101--Tawaran Zain
107
Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108
Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109
Bab 104--Serangan Triandi
110
Bab 105--Melawan
111
Bab 106—Ketangkap
112
Bab 107—Muculnya Ular Baru
113
Bab 108—Target Sari
114
Bab 109—Sari dlm Bahaya
115
Bab 110—Selamatkan Sari
116
Bab 111—Mampus
117
Bab 112
118
Bab 113—Bab 114
119
Bab 115—Lamaran (END)
120
PROMOSI NOVEL BARU
121
PROMO NOVEL BARU #2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!