Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih

PROSES pembersihan yang dilakukan hanya oleh dua orang tentu memakan waktu, hari sudah subuh. Sampah 10 kg sudah mereka bersihkan, tertata rapi dengan beberapa plastik yang ditata oleh Aris.

Emi adiknya itu terlihat kelelahan, dia berjongkok dan napasnya terengah-engah. “Hah,”

“Kamu capek emi?”

“Maaf, kak. Aku bilang gitu, tapi heheh Emi gak biasa kerja fisik begini.”

“Kalau begitu kamu boleh pulang dulu, biar kakak yang urus sisanya.”

Emilia melihat kakaknya serius, lalu tersenyum dan menganggukan kepala. Hari sudah subuh juga sebentar lagi dua anak buat pentolan dari bos malik bakal datang, mereka memang sudah membersihkan, tapi melawan preman itu gak ada habisnya.

“Kakak juga harus segera pulang, jangan sampai ketemu sama mereka.”

“Santai, adik cantikku. Serahin ke kakak.”

Emi terkekeh dan berbail untuk pulang. Sementara aris matanya sudah terfokus ke layar notifikasi sistemnya.

[DING!]

[Misi pemula berhasil diselesaikan!]

[Langkah Pertama Sang Sultan Berhasil Diselesaikan!]

[Kumpulkan 10 kg Sampah Plastik (Botol, kantong, atau limbah industri).]

[Menghitung Kontribusi Inang… Evaluasi sangat baik!]

[Bonus Kerja Sama Terdeteksi: Kecepatan pemurnian meningkat!]

[Selamat! Anda mendapatkan hadiah:]

 1. Alat Penyuling Esensi Emas Lv.1 (Telah dimanifestasikan)

 2. Bonus 50ml "Cairan Dewa - Nutrisi Purifikasi" Lv.1

 3. Transfer Pengetahuan: Kemampuan Bela Diri Tingkat Tinggi (Prajurit)

Seketika, sebuah sensasi aneh menjalar dari tulang belakang Aris. Kepalanya terasa panas sejenak saat ribuan teknik bertarung, refleks tempur, dan pengetahuan tentang titik vital manusia tertanam permanen di otaknya. 

Otot-otot lengannya yang tadi pegal mendadak terasa padat dan bertenaga. Aris mengepalkan tangan; ia merasa seolah tubuhnya telah ditempa selama belasan tahun di kamp militer.

Ia mendadak jadi memiliki tenaga yang kuat. Bagus dengan bonus kemampuan ini dia bisa memukul mundur para bawahan Malik!

"Luar biasa..." gumam Aris sambil menatap telapak tangannya.

Ia kemudian menoleh ke arah Alat Penyuling Esensi Emas yang muncul di hadapannya—sebuah tabung logam hitam dengan ukiran emas yang berpendar elegan. 

Kata sistem mekanis dari penyuling emas ini simpel, setiap 1 kg sampah yang dia masukan disini akan diubah jadi 10 ml cairan dewa tingkat 1.

Aris segera memasukkan 10 kg plastik yang sudah tertata rapi tadi ke dalam corong penyulingan.

*Zuuunnggg...*

Mesin itu mendengung halus, mengolah limbah kotor menjadi setetes demi setetes cairan murni keemasan.

Kemudian dia mendapatkan 100 ml dari kompresasi sampah menjadi cairan, dan bonus 50 ml cairan dewa. Itu artinya dia punya total 150 ml.

“Mari kita coba hasil dari cairan ini!”

 Aris mengambil botol bonus Cairan Dewa dan meneteskan sejumlah 150 ml semua cairan ke atas tanah hitam berminyak tepat di bawah kakinya.

Ssssssss!

Hasilnya luar biasa malah bisa dibilang ini diluar logika manusia. Reaksi yang terjadi sungguh di luar nalar. Tanah yang hitam berminyak itu mendidih pelan, mengeluarkan uap putih yang tidak berbau. Dalam hitungan detik, warna hitam itu memudar, berganti menjadi warna cokelat tua yang lembap dan sangat gembur.

​ Yang lebih gila lagi, tumpukan sampah plastik di area tersebut seolah "terhisap" ke dalam tanah, 50% dari total sampah lenyap tak berbekas, dan tanah juga terlihat tampak lebih bugar dan subur.

​"Wow amazing!" Aris jatuh terduduk, menyentuh tanah yang kini terasa sangat dingin dan hidup. "Ini bukan sekadar pertanian ... ini sihir."

​Ia menatap sisa gunung sampah yang menjulang di depannya. Jika 150 ml alias setara dengan 15 kg sampah hasilnya gini, maka sisa sampah disini gak terlalu berpengaruh.

Di mata Aris, itu bukan lagi tumpukan masalah, melainkan tumpukan emas yang menunggu untuk ia suling.

Tepat saat itu, dua pentolan desa suka cita muncul. Preman yang beringas si mafia sampah melihat lahan tempat mereka dan terkejut. Ini adalah shift mereka berjaga.

“Buset! Kok sampahnya jadi sedikit gini!”

“Mustahil, bahkan tanahnya jadi tampak lebih segar!”

Dua preman itu, Gito dan Dullah, berdiri mematung di pinggir lahan. Mata mereka melotot, hampir keluar dari kelopaknya melihat pemandangan di depan mereka. 

Sebagian area yang tadinya merupakan tumpukan plastik yang menggunung kini rata dengan tanah cokelat yang tampak begitu subur, seolah-olah baru saja disiram air hujan yang paling murni.

"Woi! Gembel! Apa yang kamu lakukan pada tempat sampah kami?!" teriak Gito sambil menghunuskan sebilah parang karatan yang terselip di pinggangnya.

Aris bangkit berdiri perlahan. Ia membersihkan debu di celananya dengan tenang. Sensasi kekuatan dari 

*Transfer Pengetahuan: Bela diri Tingkat tinggi masih ada

 masih berdenyut di nadinya. Ia merasa seolah bisa melihat setiap aliran udara dan celah gerakan dari dua orang di depannya.

Dua preman ini kemarin membuat dia babak belur sekarang mari lihat siapa yang akan babak belur kali ini.

"Tempat sampah milik kami? Goblok juga ada batasnya, anjing," suara Aris terdengar berat dan penuh wibawa. "Ini tanah kakekku. Dan aku baru saja mulai membersihkan kotoran yang kalian bawa ke sini."

Dullah, yang memiliki tubuh sebesar pintu jati, tertawa mengejek hingga perutnya berguncang. "Membersihkan? Kamu pakai sihir apa, hah? Matane! Gak mungkin semalam 50% lahan udah bersih kinclong gini! Lo nyewa pandawara group apa gimana?!Atau kamu memakan semua plastik itu sampai perutmu buncit?"

Dullah melangkah maju, tangannya yang kasar mencoba mencengkram kerah kemeja usang Aris. 

"Jangan banyak bacot. Boss Malik bakal marah besar kalau tahu aset limbahnya berkurang. Kamu mau ganti rugi pakai nyawamu?!"

***

Terpopuler

Comments

SANG

SANG

Sembilan belas bunga untuk mu Thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/

2026-05-13

0

Maul

Maul

perhatikan banget my bini🤭

2026-05-26

0

Don Juan

Don Juan

good job

2026-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2 Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3 Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4 Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5 Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6 Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7 Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8 Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9 Bab 8--Hasil panen pertama
10 Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11 Bab 10—Penjualan Pertama
12 Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13 Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14 Bab 13--Malik Kepergok
15 Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16 Bab 15--Jasa Angkut sampah
17 Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18 Bab 17--Hasil Panen Tomat
19 Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20 Bab 19--Transaksi Tomat
21 Bab 20—Beli Gudang
22 Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23 Bab 22--Semangka Kristal
24 Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25 Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26 Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27 Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28 Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29 Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30 Bab 28--Event Sampah
31 Bab 29--Penyulingan
32 Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33 Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34 Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35 Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36 Bab 34--Masakan Si Aninda
37 Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38 Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39 Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40 Bab 38--Lahan Wingit
41 Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42 Bab 39—Membeli Lahan Setan
43 Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44 Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45 Bab 42--Gendis Dan Bara
46 Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47 Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48 Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49 Bab 46—Asisten Junaeda
50 Bab 47—Chef Vania
51 Bab 48--Kasih Paham
52 Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53 Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54 Bab 51--Renovasi Selesai
55 Bab 52--Fitur Mancing Mania
56 Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57 Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58 Bab 55
59 Bab 56--Mencari Buruh
60 Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61 Ba 58--
62 Bab 59--Bagi Hasil
63 Bab 60--Ajakan Duel
64 Bab 61—Saya Akan Lawan
65 Bab 62—Pagar Frekuensi
66 Bab 63--Kesepakatan Setan
67 bab 64--Razia dadakan
68 Bab 65—Lahan Kejujuran
69 Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70 Bab 67—Gaz
71 Bab 68—
72 Bab 69—Festival Dimulai
73 Bab 70—Festival dimulai 2
74 Bab 71--
75 bab 72--
76 Bab 73--Main kerumah
77 Bab 73.5--Pengikut Baru
78 bab 74--mancing Mania lagi
79 bab 75--dua cheft kepo
80 bab 75.5
81 Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82 Bab 77—Mendapatkan Ayam
83 Bab 78—Pakan Pitek
84 Bab 79--Mencari tukang
85 Bab 80
86 Bab 81
87 Bab 82
88 Bab 83—Drama Ayam Palsu
89 Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90 Bab 85—Buka harga
91 Ban 86—Membangun Ternak
92 Bab 87—Membsngun Ternak #2
93 Bab 88—Vania Berkunjung
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 Bab 94--Surat Alay
100 Bab 95—Rencana Penguntitan
101 Bab 96
102 Bab 97
103 Bab 98
104 bab 99
105 Bab 100
106 Bab 101--Tawaran Zain
107 Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108 Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109 Bab 104--Serangan Triandi
110 Bab 105--Melawan
111 Bab 106—Ketangkap
112 Bab 107—Muculnya Ular Baru
113 Bab 108—Target Sari
114 Bab 109—Sari dlm Bahaya
115 Bab 110—Selamatkan Sari
116 Bab 111—Mampus
117 Bab 112
118 Bab 113—Bab 114
119 Bab 115—Lamaran (END)
120 PROMOSI NOVEL BARU
121 PROMO NOVEL BARU #2
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2
Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3
Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4
Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5
Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6
Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7
Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8
Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9
Bab 8--Hasil panen pertama
10
Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11
Bab 10—Penjualan Pertama
12
Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13
Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14
Bab 13--Malik Kepergok
15
Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16
Bab 15--Jasa Angkut sampah
17
Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18
Bab 17--Hasil Panen Tomat
19
Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20
Bab 19--Transaksi Tomat
21
Bab 20—Beli Gudang
22
Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23
Bab 22--Semangka Kristal
24
Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25
Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26
Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27
Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28
Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29
Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30
Bab 28--Event Sampah
31
Bab 29--Penyulingan
32
Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33
Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34
Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35
Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36
Bab 34--Masakan Si Aninda
37
Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38
Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39
Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40
Bab 38--Lahan Wingit
41
Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42
Bab 39—Membeli Lahan Setan
43
Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44
Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45
Bab 42--Gendis Dan Bara
46
Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47
Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48
Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49
Bab 46—Asisten Junaeda
50
Bab 47—Chef Vania
51
Bab 48--Kasih Paham
52
Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53
Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54
Bab 51--Renovasi Selesai
55
Bab 52--Fitur Mancing Mania
56
Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57
Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58
Bab 55
59
Bab 56--Mencari Buruh
60
Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61
Ba 58--
62
Bab 59--Bagi Hasil
63
Bab 60--Ajakan Duel
64
Bab 61—Saya Akan Lawan
65
Bab 62—Pagar Frekuensi
66
Bab 63--Kesepakatan Setan
67
bab 64--Razia dadakan
68
Bab 65—Lahan Kejujuran
69
Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70
Bab 67—Gaz
71
Bab 68—
72
Bab 69—Festival Dimulai
73
Bab 70—Festival dimulai 2
74
Bab 71--
75
bab 72--
76
Bab 73--Main kerumah
77
Bab 73.5--Pengikut Baru
78
bab 74--mancing Mania lagi
79
bab 75--dua cheft kepo
80
bab 75.5
81
Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82
Bab 77—Mendapatkan Ayam
83
Bab 78—Pakan Pitek
84
Bab 79--Mencari tukang
85
Bab 80
86
Bab 81
87
Bab 82
88
Bab 83—Drama Ayam Palsu
89
Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90
Bab 85—Buka harga
91
Ban 86—Membangun Ternak
92
Bab 87—Membsngun Ternak #2
93
Bab 88—Vania Berkunjung
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
Bab 94--Surat Alay
100
Bab 95—Rencana Penguntitan
101
Bab 96
102
Bab 97
103
Bab 98
104
bab 99
105
Bab 100
106
Bab 101--Tawaran Zain
107
Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108
Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109
Bab 104--Serangan Triandi
110
Bab 105--Melawan
111
Bab 106—Ketangkap
112
Bab 107—Muculnya Ular Baru
113
Bab 108—Target Sari
114
Bab 109—Sari dlm Bahaya
115
Bab 110—Selamatkan Sari
116
Bab 111—Mampus
117
Bab 112
118
Bab 113—Bab 114
119
Bab 115—Lamaran (END)
120
PROMOSI NOVEL BARU
121
PROMO NOVEL BARU #2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!