Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa

Namun, sebelum jari kotor Dullah menyentuh kain bajunya, Aris bergerak.

*Wush!*

Gerakan Aris sangat minimalis namun efisien. Ia sedikit memutar tubuhnya ke samping, membiarkan tangan Dullah menyambar angin. 

Dalam sekejap mata, tangan kanan Aris melesat—bukan sebuah pukulan biasa, melainkan serangan telapak tangan terbuka yang tepat menghantam ulu hati Dullah.

*Bugh!*

Dullah terbelalak. Napasnya terhenti seketika. Tubuh raksasanya terhuyung ke belakang sebelum akhirnya jatuh berlutut, wajahnya membiru karena kekurangan oksigen.

Mereka adalah preman elit kawasan sini! Semenjak beberapa tahun mereka berkuasa, sudah seperti penjajah. Semua orang gak ada yang berani begitu mereka ucap nama bos malik.

Dan sekarang bocah yang baru pulang kampung berani menantang mereka?

Gito yang melihat rekannya tumbang dalam satu gerakan langsung naik pitam. "Bajingan! Kamu berani melawan?! Lo gak tahu siapa yang kami lawan?”

“Kagak takut gue. Mau si malik anak pejabat ke, bos ceo kek, presiden kek. Kita sama-sama manusia, gue cuma ambil hak yang jadi milik gue! Jangan mentang berdasi dan berkuasa bisa semata-mata sama rakyat! Ingat yang gaji pejabat juga duit rakyat!”

Gito berteriak marah, wajahnya memerah padam hingga urat-urat lehernya menonjol. "Sombong banget mulut lo, bocah! Di sini hukumnya bukan kertas sertifikat, tapi siapa yang pegang kuasa!"

Gito menerjang beringas, parang karatannya diayunkan secara vertikal, mengincar bahu Aris dengan niat membelah tulang dan membunuh itu bocah. Namun, di mata Aris yang kini telah memiliki memori otot seorang Prajurit, gerakan itu terasa kasar dan penuh celah.

Sret!

Aris hanya menggeser kakinya sedikit ke kiri. Parang itu menebas udara kosong tepat di samping telinganya. Sebelum Gito bisa menarik kembali senjatanya, Aris menangkap pergelangan tangan pria itu dengan cengkeraman besi.

"Gue udah capek denger nama Malik," desis Aris dingin.

Krak!

"AAARRGGHH!"

 Gito menjerit saat Aris memutar sendi tangannya hingga parang itu jatuh berdenting ke tanah. Tak berhenti di situ, Aris melayangkan tendangan lutut tepat ke arah rahang Gito.

*Bugh!*

Gito terpental ke belakang, menghantam tumpukan ban bekas yang belum sempat tersuling. Ia terkapar di samping Dullah yang masih megap-megap mencoba mencari oksigen. Dua preman yang biasanya ditakuti satu desa itu kini tampak seperti pecundang di hadapan satu pemuda.

Aris berdiri tegak di tengah uap putih yang masih tersisa dari proses purifikasi tanah. Sinar matahari subuh mulai muncul dari ufuk timur, menyinari separuh wajahnya, membuatnya tampak seperti sosok pelindung lahan yang bangkit dari kematian.

"Balik sana ke tuan lo," Aris melangkah mendekat, membuat Gito dan Dullah menyeret tubuh mereka di tanah karena ketakutan. 

"Bilang sama Malik, tanah ini bukan lagi tempat dia buang kotoran. Mulai hari ini, setiap sampah yang dia kirim ke sini, bakal gue balikin lewat muka kalian berdua."

"l-lo bakal mati, Ris... Malik gak bakal diem… di negara korup kaya gini, jangan remehin kekuatan kuasa dan uang" ancam Gito dengan suara gemetar sambil memegangi tangannya yang patah. “Ingat itu dasar anak idealisme tinggi!”

"Gue tunggu ancaman lo," jawab Aris singkat. "Sekarang, cabut dari tanah gue sebelum gue mutusin buat jadiin kalian pupuk di sini."

Melihat sorot mata Aris yang tidak menunjukkan keraguan sedikitpun, kedua preman itu segera lari terbirit-birit menuju Jeep mereka yang terparkir di pinggir jalan. 

“Awas lo ya!”

Mesin Jeep itu menderu keras, meninggalkan kepulan asap hitam saat mereka tancap gas seolah dikejar setan.

Setelah suasana kembali hening, Aris menarik napas dalam-dalam. Aroma tanah segar yang gembur mulai mengalahkan bau busuk amonia di area 10x10 meter tersebut.

[Ding!]

[Misi Baru Terbuka: Restorasi Hijau Tahap 1]

[Selamat anda berhasil mengusir para preman sampah! Anda tidak akan terganggu untuk membersihkan sampah!]

[Tujuan: Bersihkan seluruh lahan (1 Hektar) dari limbah kimia.**]

[Target Jangka Pendek: Kumpulkan 100 kg sampah dan bersihkan semuanya]

Hadiah: Benih 'Sayuran Sultan' (Masa panen hanya 7 hari & kualitas tanaman tingkat tinggi).]

Aris menatap lahan yang luas itu. Separuhnya masih tertutup gunung plastik dan cairan kimia hitam, tapi kini dia tidak lagi merasa putus asa.

"Tujuh hari?" Aris menyeringai. "Waktu yang cukup. Saatnya bersih-bersih sampah!”

Kejadian subuh tadi tentu tak luput dari pasang ata dan pendengaran waga suka cita yang bersembunyi karena ketakutan, namun melihat keberanian Aris dan melihat dia yang bisa mengusir dua prema sok berkuasa yang selama ini jadi hama kampung.

Mereka keluar satu persatu menatap Aris bagaikan pahlawan desa dengan pandanga kagum. Desa ini diisi orang tua, dan beberapa gadis muda. Tentu jarang ada pemuda berani seperti aris.

“Hebat!”

“Sungguh pemuda yang berani!”

Wak Darmo menatap Aris dengan mata penuh perasaan rendah diri. Dia kemarin menghindari ana hanya karena keluarga mereka dijadikan incaran.

Beberapa warga juga merasa bersalah, selama ini mereka menyalahkan keluarga Aris karena mereka tempat kampung mereka dijadikan ladang berkuasa pejabat gak berkompeten. Bahkan gak sedikit pula yang menatap benci Emi dan Ibunya, sekarang mereka malah diselamatkan oleh keluarga itu.

Wak Darmo melangkah maju dengan bahu yang tampak lebih merosot dari biasanya. Tangannya yang gemetar memegang cangkul tua yang sudah berkarat, saksi bisu betapa lamanya ia hanya bisa diam melihat tanah leluhurnya diinjak-pagi.

​ “Aris…” suara Wak Darmo parau, matanya berkaca-kaca menatap tanah cokelat gembur yang baru saja dimurnikan. “Maafkan kami, Nak. Kami ini pengecut. Kami cuma bisa nonton waktu tanah kakekmu dikotori, waktu ibumu dipukuli. Kami takut lapar, kami takut mati.”

​ Warga lain ikut tertunduk. Ada rasa malu yang pekat di antara kekaguman mereka. Namun, Aris hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mengandung dendam sama sekali.

​ “Gak apa-apa, Wak. Ketakutan itu manusiawi,” sahut Aris tenang. “Tapi mulai hari ini, jangan ada lagi yang menunduk kalau melihat Jeep mereka lewat. Tanah ini punya kita, bukan punya pejabat yang cuma tahu cara buang limbah. Kita punya hak buat ngelawan!”

​Kata-kata Aris seperti bensin yang menyulut api semangat di dada warga. Melihat tanah yang tadinya beracun kini mengeluarkan aroma segar, harapan mereka yang sudah mati mendadak berdenyut kembali.

​“Ris, apa yang bisa kami bantu?” tanya seorang pemuda tanggung, tetangga sebelah rumah Aris. “Gue gak punya otot kayak lo, tapi kalau cuma mungutin plastik, gue sanggup!”

​“Iya, Ris! Kami bantu!” seru warga lainnya.

​​“Terima kasih semuanya,” Aris berseru, suaranya lantang memecah suasana subuh. “Kalau kalian mau bantu, tolong kumpulkan plastik-plastik itu di satu titik. Jangan sentuh cairan hitam yang berbau tajam, biar itu bagian saya. Kita bersihkan satu hektar ini sebelum Malik datang lagi membawa lebih banyak orang!”

Terpopuler

Comments

T28J

T28J

mantaaap💪like dan hadiahnya kakak👍

2026-05-01

1

Mamat Stone

Mamat Stone

semangat gotong royong adalah pondasi warga desa

2026-05-02

1

3RSEL

3RSEL

bukanya pejabat korup suka makan sampah ya.Ko di buang 😁😁✌️✌️✌️

2026-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2 Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3 Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4 Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5 Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6 Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7 Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8 Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9 Bab 8--Hasil panen pertama
10 Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11 Bab 10—Penjualan Pertama
12 Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13 Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14 Bab 13--Malik Kepergok
15 Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16 Bab 15--Jasa Angkut sampah
17 Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18 Bab 17--Hasil Panen Tomat
19 Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20 Bab 19--Transaksi Tomat
21 Bab 20—Beli Gudang
22 Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23 Bab 22--Semangka Kristal
24 Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25 Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26 Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27 Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28 Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29 Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30 Bab 28--Event Sampah
31 Bab 29--Penyulingan
32 Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33 Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34 Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35 Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36 Bab 34--Masakan Si Aninda
37 Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38 Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39 Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40 Bab 38--Lahan Wingit
41 Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42 Bab 39—Membeli Lahan Setan
43 Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44 Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45 Bab 42--Gendis Dan Bara
46 Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47 Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48 Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49 Bab 46—Asisten Junaeda
50 Bab 47—Chef Vania
51 Bab 48--Kasih Paham
52 Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53 Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54 Bab 51--Renovasi Selesai
55 Bab 52--Fitur Mancing Mania
56 Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57 Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58 Bab 55
59 Bab 56--Mencari Buruh
60 Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61 Ba 58--
62 Bab 59--Bagi Hasil
63 Bab 60--Ajakan Duel
64 Bab 61—Saya Akan Lawan
65 Bab 62—Pagar Frekuensi
66 Bab 63--Kesepakatan Setan
67 bab 64--Razia dadakan
68 Bab 65—Lahan Kejujuran
69 Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70 Bab 67—Gaz
71 Bab 68—
72 Bab 69—Festival Dimulai
73 Bab 70—Festival dimulai 2
74 Bab 71--
75 bab 72--
76 Bab 73--Main kerumah
77 Bab 73.5--Pengikut Baru
78 bab 74--mancing Mania lagi
79 bab 75--dua cheft kepo
80 bab 75.5
81 Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82 Bab 77—Mendapatkan Ayam
83 Bab 78—Pakan Pitek
84 Bab 79--Mencari tukang
85 Bab 80
86 Bab 81
87 Bab 82
88 Bab 83—Drama Ayam Palsu
89 Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90 Bab 85—Buka harga
91 Ban 86—Membangun Ternak
92 Bab 87—Membsngun Ternak #2
93 Bab 88—Vania Berkunjung
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 Bab 94--Surat Alay
100 Bab 95—Rencana Penguntitan
101 Bab 96
102 Bab 97
103 Bab 98
104 bab 99
105 Bab 100
106 Bab 101--Tawaran Zain
107 Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108 Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109 Bab 104--Serangan Triandi
110 Bab 105--Melawan
111 Bab 106—Ketangkap
112 Bab 107—Muculnya Ular Baru
113 Bab 108—Target Sari
114 Bab 109—Sari dlm Bahaya
115 Bab 110—Selamatkan Sari
116 Bab 111—Mampus
117 Bab 112
118 Bab 113—Bab 114
119 Bab 115—Lamaran (END)
120 PROMOSI NOVEL BARU
121 PROMO NOVEL BARU #2
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Bab 1--Reuni Terkutut Memutusan Dari Jaringan Toxic
2
Bab 2--Mafia Sampah Lahan Yang Terambil
3
Bab 3--Alat Penyuling Cairan Emas
4
Bab 4—Kebangkitan Lahan Tandus 50% Bersih
5
Bab 4.5--Mengusir Dua Preman Bringas Dan Kemakmuran Desa
6
Bab 5—Laporan Ke Malik Dan Gadis Kembang Desa
7
Bab 6--Hasil Dari Gotong Royong Warga
8
Bab 7--Ketertarikan si Gadis Kembang Desa
9
Bab 8--Hasil panen pertama
10
Bab 9--Pembeli Pertama Seorang chef
11
Bab 10—Penjualan Pertama
12
Bab 11--Keberuntungan Datang Vina Sang Anak Komandan Polisi
13
Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama
14
Bab 13--Malik Kepergok
15
Bab 14--Runtuhnya Kesombongan Malik
16
Bab 15--Jasa Angkut sampah
17
Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa
18
Bab 17--Hasil Panen Tomat
19
Bab 18--Pak Kobayashi Lihat Murid Lokalmu Kaya Ini!
20
Bab 19--Transaksi Tomat
21
Bab 20—Beli Gudang
22
Bab 21--Otak Ngeres Si Adik
23
Bab 22--Semangka Kristal
24
Bab 23--Semangka Harga Selangit ... Edan
25
Bab 23.5--Semangka Harga Selangit
26
Bab 24--Tuan Putri Dari Kota
27
Bab 25--Saatnya Kerja Bakti
28
Bab 26--KRL Dan Mbak-Mbak Galak
29
Bab 27--Sampai Di Pusat Kota
30
Bab 28--Event Sampah
31
Bab 29--Penyulingan
32
Bab 30--"Loh Mas Flanel" "Loh Mbak KRL"
33
Bab 31--Pertemuan Tak Terduga
34
Bab 32--Tuan Putri Mengekor
35
Bab 33--Tuan Putri Bertamu
36
Bab 34--Masakan Si Aninda
37
Bab 35--Membuka Lapak Kejujuran
38
Bab 36--Pahlawan Pangan Dan Bu Tejo
39
Bab 37--Runtuhnya Rasa Iri Bu Tejo
40
Bab 38--Lahan Wingit
41
Bab 38.5--Kesepakatan Dengan Wak Darmo
42
Bab 39—Membeli Lahan Setan
43
Bab 40—Saatnya Raja Tani Bereaksi
44
Bab 41—Mensucikan Lahan Setan
45
Bab 42--Gendis Dan Bara
46
Bab 43—Bos Kita Dukon Tani
47
Bab 44--Hasil Panen Lahan Wingit
48
Bab 45—Tawaran Pak Gubernur
49
Bab 46—Asisten Junaeda
50
Bab 47—Chef Vania
51
Bab 48--Kasih Paham
52
Bab 49--Rencana Renovasi Rumah
53
Bab 50--Menginap Di Hotel Maharta
54
Bab 51--Renovasi Selesai
55
Bab 52--Fitur Mancing Mania
56
Bab 53--Mencoba fitur Mancing
57
Bab 54--Mendapatkan Ikan Langka
58
Bab 55
59
Bab 56--Mencari Buruh
60
Bab 57--Membangun Kolam Dewa
61
Ba 58--
62
Bab 59--Bagi Hasil
63
Bab 60--Ajakan Duel
64
Bab 61—Saya Akan Lawan
65
Bab 62—Pagar Frekuensi
66
Bab 63--Kesepakatan Setan
67
bab 64--Razia dadakan
68
Bab 65—Lahan Kejujuran
69
Bab 66—Adik Yang semakin Manja
70
Bab 67—Gaz
71
Bab 68—
72
Bab 69—Festival Dimulai
73
Bab 70—Festival dimulai 2
74
Bab 71--
75
bab 72--
76
Bab 73--Main kerumah
77
Bab 73.5--Pengikut Baru
78
bab 74--mancing Mania lagi
79
bab 75--dua cheft kepo
80
bab 75.5
81
Bab 76—Fitur Pertenakan Ayam terbuka
82
Bab 77—Mendapatkan Ayam
83
Bab 78—Pakan Pitek
84
Bab 79--Mencari tukang
85
Bab 80
86
Bab 81
87
Bab 82
88
Bab 83—Drama Ayam Palsu
89
Bab 84—Membawa Ke Lahan Wingit
90
Bab 85—Buka harga
91
Ban 86—Membangun Ternak
92
Bab 87—Membsngun Ternak #2
93
Bab 88—Vania Berkunjung
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
Bab 94--Surat Alay
100
Bab 95—Rencana Penguntitan
101
Bab 96
102
Bab 97
103
Bab 98
104
bab 99
105
Bab 100
106
Bab 101--Tawaran Zain
107
Bab 102--Menenangkan rasa cemburu
108
Bab 103--Bertemu Relasi Lama
109
Bab 104--Serangan Triandi
110
Bab 105--Melawan
111
Bab 106—Ketangkap
112
Bab 107—Muculnya Ular Baru
113
Bab 108—Target Sari
114
Bab 109—Sari dlm Bahaya
115
Bab 110—Selamatkan Sari
116
Bab 111—Mampus
117
Bab 112
118
Bab 113—Bab 114
119
Bab 115—Lamaran (END)
120
PROMOSI NOVEL BARU
121
PROMO NOVEL BARU #2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!