Bab 4 Residivis kasus penculikan

Tentu saja Ivy menggeleng dengan mata bulat sempurnanya, 11-24 lah sama mata Velvet, wajar...anak vs mami.

Enak aja pinjol! Jangankan jadi nasabah pinjol, pinjem receh aja ngga pernah, ngapain ihhh! Ibarat Lo jual mata indah Lo aja gue beli kok! Bibirnya sudah melengkung-lengkung julid memandang Panji.

"Eng---ga ada urusan sama Lo." Sergah Ivy segera meski ia cukup tersedak saliva sendiri saat mengatakannya, ia tak mau sampai melakukan kebodohan lainnya gara-gara sarapan pasta dan susu kambing setengah porsi.

Panji, ia mendengus geli sumbang, "saya cuma mau ngomong baik-baik. Oke?"

Oke, mari kita negosiasi.

Mata Ivy menatap horor nan judes ke arah tangannya yang masih dicengkram Panji, bukan lautan hanya kopi--susu....seolah berkata---don't touch me!

Oke! "Tapi janji jangan lari lagi, saya bukan debt collector kaya apa yang kamu bilang." Perlahan tapi pasti, Panji meregangkan cengkeramannya di pergelangan gadis yang---oke, cantik jelita menurutnya tapi kesan pertama yang ia dapatkan adalah gadis ini angkuh tak tertolong.

Sebelah tangan Panji mengangkat, tanda jika ia berjanji tak melakukan apapun yang mengancam tapi jidat Panji seolah muncul tulisan dengan font besar dan menyeramkan, seperti judul-judul film horor atau thriller di mata Ivy, Psycho....

Begitu lepas, Ivy bersiap untuk ambil langkah seribu. Namun, sayang seribu sayang....Panji sangat hafal dengan gelagat itu, hingga akhirnya Panji dengan refleks menangkapnya kembali.

"Aaaaa, damnnn!" umpat Ivy menatap sengit tapi sedetik kemudian ia merengek pasrah, mama...!!!

Hahahaha! Panji tertawa dalam hatinya, ia justru merasa sedang menang dalam sebuah permainan bersama Seera dan Arraz.

Sosok Gala kini terlihat muncul di belakang Panji, dan Ivy melihat sinyal-sinyal SOS yang bisa ia gunakan untuk meminta pertolongan pada Gala, help me kak...sorry ini Titan nya lepas!

"Nah kan, kamu tidak bisa kooperatif. Saya cuma mau tanya Mayra...dimana Mayra? Dia ada datang ke kampus, dari tadi saya kirim pesan tidak dibalas, ditelfon pun tidak diangkat."

Ivy masih melihat wajah Panji, yang ada di dalam pikirannya sekarang adalah, apakah jika ia berbohong Panji akan tau?

Tak butuh waktu lama untuk merangkum kesimpulan tentang sosok Panji, ia tentara, ia sigap, ia tak mudah goyah, gesit dan selalu tau langkah yang akan diambil lawan. Oh lihatlah sorot matanya itu begitu mengintimidasi. Hufft Mayra si alan!

Ditambah, Gala turut hadir disana tepat di samping Panji, "Vy, sorry...ini abang sepupu gue..mau tanya yang namanya Mayra, itu temen Lo, kan?" oh, bahkan Gala baru mengetahui jika Panji memiliki kekasih yang berkuliah di UNJANA apa suaminya tau juga?

Mata dengan bingkai goresan tajam eyeliner yang memberi aksen tajam itu memandang Panji lagi setelah sempat mengangguk pada Gala, "Mayra sakit. Dia ngga masuk."

Ivy tak tau jika keputusannya ini benar atau salah, hanya saja ia mengucapkan yang ada di ujung lidahnya saja.

"Ha? Sakit?" kini Panji yang mengernyit menatap gadis dengan pahatan wajah jelita bak bintang ftv, rambut panjang tergerai, oh tentu saja setelah diamati ada rambut jambang yang manis membingkai saat gadis itu menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Bibirnya yang tipis dan terkesan mungil itu berwarna merah muda yang segar mencebik-cebik minta di kokop sejak tadi.

Ivy mengangguk.

"Sakit apa?" tanya Panji tanpa sadar jika sejak tadi sebelah tangan mereka itu, Gala melipat bibirnya.

"Kanker."

"Hah?!" Panji dan Gala kompak terkejut membuat Ivy ikut kaget juga dengan jawabannya sendiri, "eh tumor."

Lagi, "tumor?!"

"Eh, kencing batu..ck, ahh! Ngga tau lah. Itu pokoknya." Ivy bingung sendiri akhirnya.

"Pokoknya hari ini dia ngga masuk, gue ngga tau juga tadi pagi wa sih jawabnya sakit..." ucapan Ivy mendadak seperti orang yang berkumur-kumur bagi Panji sekarang, karena kini---tepat di depan sana, ia melihat sendiri dengan sepasang netranya Mayra yang baru saja pergi dengan seorang lelaki, gestur, postur, gelagat, wajah dan semuanya 100 persen Mayra.

Kini Panji menyeringai, dengan hati yang sudah panas dan meletup-letup, lava pijar siap erupsi, "sakit ya?"

Ivy mengangguk mantap, "jadi tolong lepasin tangan gue ini, pegel...." karena Ivy merasa cengkraman Panji justru semakin mengerat ketat di tangannya, nih orang beneran psycho ya?

"Dari pagi gue ngga ketemu dia, di kelas pun absen."

Mata Panji menatap tajam, "yakin tidak bohong?"

Ivy kembali mengangguk, "lagian apa sih, Lo pacarnya tapi ngga tau Mayra...pantes aja May---" hampir ia keceplosan lagi.

Ada kernyitan di kedua alis Panji memandang Ivy, "kamu tau saya pacar Mayra, tapi kamu kabur, apa yang kamu tau, apa yang kamu sembunyikan?"

Gleuk...sorot yang sempat menatap mantap, jutek, angkuh dan menusuk itu mendadak ciut penuh keraguan, "apa sih? Lo ngomong apa?!" Ivy masih berusaha menarik tangannya dari lelaki ini---oke Mayra benar, lelaki ini memang Psycho.

"Bang." Gala meringis menyentuh tangan Panji.

"Katakan..." rahang Panji mengeras, mencecar tanpa ampun pada gadis yang ia curigai...oh bukan curiga lagi, namun sudah pasti ia sedang melindungi tersangka dan kebenaran kasus.

Benar, dua pasang mata yang berlainan irisnya itu saling menatap melempar ketajaman.

"Lo cowok posesif." Tiba-tiba hardik Ivy, "ngga akan ada cewek yang betah deket-deket sama Lo, dari perlakuan Lo sama orang baru aja begini." Kini tak ada lagi kebohongan yang Panji lihat dari mata Ivy.

"Masalah Lo sama Mayra, gue ngga ikut campur. Cuma Mayra titip pesen...dia mau putus dari lo dan----"

Kyaaaaa!

Mendadak tubuh Ivy tertarik dan terangkat oleh Panji, "tunjukan jalan kemana Mayra pergi, kost-annya atau tempat lain..."

Gala menggeleng dan justru menepuk jidatnya dengan aksi Panji yang alih-alih berlaku seperti seorang penyidik ia justru terlihat seperti seorang residivis penculikan anak anak gadis, "bang astaga!"

"Sarapppp! Cowok sarappp!" jerit Ivy mengundang atensi orang sekitar. Mereka praktis menghampiri hendak menolong tapi disana, Panji justru lebih pintar daripada cara primitif Ivy yang mengatakan, "tolong gueeee, gue diculik!!"

Gala meringis malu, ia menekan dial Duta air mineral 💞, "abanggg! Bang Panji ngacak-ngacak UNJANA..ini aku malu banget."

"Sorry, terusin aja kegiatan. Jangan terganggu. Saya Intel sedang menjalankan tugas!" Tentu saja Panji dengan mudah menyeret Ivy pergi, "cowok sakit lo! Enyahhh, aaarghhhh! Gue sumpahin anu Lo loyo! "

"Sorry ya...sorry ini murni ngga ada apa-apa." Gala sudah mengatupkan kedua tangannya, yang menunjukan arah jalanan dengan tingkat keramaian yang rendah pada Panji menuju parkiran.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Cherry

Cherry

si Panji 🤣,emang g ada yang waras sih cucu2 klan Ananta

2026-05-01

0

ieda1195

ieda1195

Oalahh, tim anak sholeh kek nya belom tau, kasih tau laa, mau lihat panji di ceng ngein krna diselingkuhin 🤣🤣🤣

2026-05-01

2

inda

inda

ngadu deh dia, ngadu ke pawangnya si gala🤣

2026-05-01

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Nenek moyangku seorang pelaut
2 Bab 2 Mendua
3 Bab 3 Terjerat pinjol
4 Bab 4 Residivis kasus penculikan
5 Bab 5 Misi bersama
6 Bab 6 Say goodbye
7 Bab 7 Ananta gen 2
8 Bab 8 Back to normality
9 Bab 9 om-om nanny
10 Bab 10 Pengabdian
11 Bab 11 Hallo dek vs hallo setan
12 Bab 12 Jangan nakal ya mami Veve
13 Bab 13 Tanjung komodo
14 Bab 14 Ingat nama
15 Bab 15 Hay!
16 Bab 16 Cewek sombong
17 Bab 17 Itu namanya Komodo
18 Bab 18 Mengabdi untuk negri
19 Bab 19 Mulai nyaman?
20 Bab 20 Sosok lembut di balik tampang gahar
21 Bab 21 Mencari sarapan
22 Bab 22 Orang bilang tanah kita tanah surga
23 Bab 23 Sing a song
24 Bab 24 Bertolak belakang
25 Bab 25 Falling in love
26 Bab 26 Kondisi yang kontras dan ironis
27 Bab 27 Kebimbangan ka'e Ivy
28 Bab 28 Nervous, geli, gemas
29 Bab 29 Berlari dan mengejar
30 Bab 30 Belanja
31 Bab 31 Jatuh cinta bikin repot
32 Bab 32 Good night, dek...
33 Bab 33 Based learning
34 Bab 34 Berjuang atau mati
35 Bab 35 Walau dunia [tak] seindah surga
36 Bab 36 Pengepungan
37 Bab 37 Sulit dihubungi
38 Bab 38 Aku dan kamu
39 Bab 39 Saya sukanya kamu
40 Bab 40 Bimbang
41 Bab 41 Tenggelam dalam pelukmu
42 Bab 42 Gimme a change
43 Bab 43 Selami aku
44 Bab 44 Pagar makan tanaman?
45 Bab 45 Ciri-ciri calon mantu
46 Bab 46 Induk ayam
47 Bab 47 KTP mana KTP?
48 Bab 48 Kecintaan
49 Bab 49 Closed minded
50 Bab 50 Menikmati prosesnya
51 Bab 51 Gebrakan Ivy
52 Bab 52 Sunshine
53 Bab 53 Not Government
54 Bab 54 Ema Joan
55 Bab 55 Tidak seperti yang terlihat
56 Bab 56 Siapa Panji?
57 Bab 57 Terlalu banyak bermimpi
58 Bab 58 Akal bulus
59 Bab 59 Penolakan
60 Bab 60 Duri dalam daging
61 Bab 61 Hari indah terakhir?
62 Bab 62 Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya
63 Bab 63 Manusia manusia lak nat.
64 Bab 64 Memanggilmu dalam tangis
65 Bab 65 I just need you, only you
66 Bab 66 Pantang mundur barang sejengkal
67 Bab 67 Dia ahlinya dialah tempat berlabuh
68 Bab 68 Oh my God!
69 Bab 69 Sales marketing
70 Bab 70 Ketiga kalinya
71 Bab 71 One step closer
72 Bab 72 Saingan Panji
73 Bab 73 Usaha tak akan mengkhianati hasil
74 Bab 74 Pengawalan
75 Bab 75 Oleh-oleh
76 Bab 76 Tak ada kata indah untuk sebuah perpisahan
77 Bab 77 Diragukan
78 Bab 78 Little Ivy, kesayangan...
79 Bab 79 Pertemuan pertama
80 Bab 80 Pertemuan kedua
81 Bab 81 Ananta's home
82 Bab 82 Behind the scene
83 Bab 83 Always, everything...for you
84 Bab 84 Amarah yang terpendam
85 Bab 85 Mengatasi ketantruman
86 Bab 86 Bukan sosok istri idaman
87 Bab 87 Lavender girl
88 Bab 88 Nostalgia bersama Ivy dan umma
89 Bab 89 Metode Mirroring
90 Bab 90 Antara aku dan kamu ada setan kecil
91 Bab 91. Posesif dari akar
92 Bab 92 Lamaran?
93 Bab 93 Ba Ranup---Ba Tanda
94 Bab 94 Mini zoo
95 Bab 95 No time
96 Bab 96 Ada yang hilang
97 Bab 97 Shinee--Shimmer
98 Bab 98 Tergiur
99 Bab 99 First quarrel
100 Bab 100 Saat bunga berguguran
101 Bab 101 Mimpiku bukan disana
102 Bab 102 Bukan Spek adek-adek
103 Bab 103 Dicicil
104 Bab 104 Jalur fighter
105 Bab 105 Kapten Teuku Pandjie Ikram
106 Bab 106 Kontrak seumur hidup
107 Bab 107 Menuju sakinah
108 Bab 108 Kecupan halal
109 Bab 109 Bridesmaid
110 Bab 110 Pengantin lawas
111 Bab 111 Kado terindah
112 Bab 112 Pesta bujang
113 Bab 113 Senjata rahasia perempuan
114 Bab 114. Selamat berbuka puasa
115 Bab 115 Sampai jumpa, kapten!
116 Bab 116 LDM bagian 1
117 Bab 117 LDM bagian 2
118 Bab 118 Memaafkan
119 Bab 119 Selamat datang ibu Pravita Ayudisa
120 Bab 120 Ijin, ibu...
121 Bab 121 Siluman beruk
122 Bab 122 Pasangan otak mesumm
123 Bab 123 Palai....
124 Bab 124 Diracun
125 Bab 125 Begini rasanya, hanya tau secara teori...
126 Bab 126 Support system
127 Bab 127 Suka duka bersama
128 Bab 128 See you again
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1 Nenek moyangku seorang pelaut
2
Bab 2 Mendua
3
Bab 3 Terjerat pinjol
4
Bab 4 Residivis kasus penculikan
5
Bab 5 Misi bersama
6
Bab 6 Say goodbye
7
Bab 7 Ananta gen 2
8
Bab 8 Back to normality
9
Bab 9 om-om nanny
10
Bab 10 Pengabdian
11
Bab 11 Hallo dek vs hallo setan
12
Bab 12 Jangan nakal ya mami Veve
13
Bab 13 Tanjung komodo
14
Bab 14 Ingat nama
15
Bab 15 Hay!
16
Bab 16 Cewek sombong
17
Bab 17 Itu namanya Komodo
18
Bab 18 Mengabdi untuk negri
19
Bab 19 Mulai nyaman?
20
Bab 20 Sosok lembut di balik tampang gahar
21
Bab 21 Mencari sarapan
22
Bab 22 Orang bilang tanah kita tanah surga
23
Bab 23 Sing a song
24
Bab 24 Bertolak belakang
25
Bab 25 Falling in love
26
Bab 26 Kondisi yang kontras dan ironis
27
Bab 27 Kebimbangan ka'e Ivy
28
Bab 28 Nervous, geli, gemas
29
Bab 29 Berlari dan mengejar
30
Bab 30 Belanja
31
Bab 31 Jatuh cinta bikin repot
32
Bab 32 Good night, dek...
33
Bab 33 Based learning
34
Bab 34 Berjuang atau mati
35
Bab 35 Walau dunia [tak] seindah surga
36
Bab 36 Pengepungan
37
Bab 37 Sulit dihubungi
38
Bab 38 Aku dan kamu
39
Bab 39 Saya sukanya kamu
40
Bab 40 Bimbang
41
Bab 41 Tenggelam dalam pelukmu
42
Bab 42 Gimme a change
43
Bab 43 Selami aku
44
Bab 44 Pagar makan tanaman?
45
Bab 45 Ciri-ciri calon mantu
46
Bab 46 Induk ayam
47
Bab 47 KTP mana KTP?
48
Bab 48 Kecintaan
49
Bab 49 Closed minded
50
Bab 50 Menikmati prosesnya
51
Bab 51 Gebrakan Ivy
52
Bab 52 Sunshine
53
Bab 53 Not Government
54
Bab 54 Ema Joan
55
Bab 55 Tidak seperti yang terlihat
56
Bab 56 Siapa Panji?
57
Bab 57 Terlalu banyak bermimpi
58
Bab 58 Akal bulus
59
Bab 59 Penolakan
60
Bab 60 Duri dalam daging
61
Bab 61 Hari indah terakhir?
62
Bab 62 Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya
63
Bab 63 Manusia manusia lak nat.
64
Bab 64 Memanggilmu dalam tangis
65
Bab 65 I just need you, only you
66
Bab 66 Pantang mundur barang sejengkal
67
Bab 67 Dia ahlinya dialah tempat berlabuh
68
Bab 68 Oh my God!
69
Bab 69 Sales marketing
70
Bab 70 Ketiga kalinya
71
Bab 71 One step closer
72
Bab 72 Saingan Panji
73
Bab 73 Usaha tak akan mengkhianati hasil
74
Bab 74 Pengawalan
75
Bab 75 Oleh-oleh
76
Bab 76 Tak ada kata indah untuk sebuah perpisahan
77
Bab 77 Diragukan
78
Bab 78 Little Ivy, kesayangan...
79
Bab 79 Pertemuan pertama
80
Bab 80 Pertemuan kedua
81
Bab 81 Ananta's home
82
Bab 82 Behind the scene
83
Bab 83 Always, everything...for you
84
Bab 84 Amarah yang terpendam
85
Bab 85 Mengatasi ketantruman
86
Bab 86 Bukan sosok istri idaman
87
Bab 87 Lavender girl
88
Bab 88 Nostalgia bersama Ivy dan umma
89
Bab 89 Metode Mirroring
90
Bab 90 Antara aku dan kamu ada setan kecil
91
Bab 91. Posesif dari akar
92
Bab 92 Lamaran?
93
Bab 93 Ba Ranup---Ba Tanda
94
Bab 94 Mini zoo
95
Bab 95 No time
96
Bab 96 Ada yang hilang
97
Bab 97 Shinee--Shimmer
98
Bab 98 Tergiur
99
Bab 99 First quarrel
100
Bab 100 Saat bunga berguguran
101
Bab 101 Mimpiku bukan disana
102
Bab 102 Bukan Spek adek-adek
103
Bab 103 Dicicil
104
Bab 104 Jalur fighter
105
Bab 105 Kapten Teuku Pandjie Ikram
106
Bab 106 Kontrak seumur hidup
107
Bab 107 Menuju sakinah
108
Bab 108 Kecupan halal
109
Bab 109 Bridesmaid
110
Bab 110 Pengantin lawas
111
Bab 111 Kado terindah
112
Bab 112 Pesta bujang
113
Bab 113 Senjata rahasia perempuan
114
Bab 114. Selamat berbuka puasa
115
Bab 115 Sampai jumpa, kapten!
116
Bab 116 LDM bagian 1
117
Bab 117 LDM bagian 2
118
Bab 118 Memaafkan
119
Bab 119 Selamat datang ibu Pravita Ayudisa
120
Bab 120 Ijin, ibu...
121
Bab 121 Siluman beruk
122
Bab 122 Pasangan otak mesumm
123
Bab 123 Palai....
124
Bab 124 Diracun
125
Bab 125 Begini rasanya, hanya tau secara teori...
126
Bab 126 Support system
127
Bab 127 Suka duka bersama
128
Bab 128 See you again

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!