Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Bab 1 Nenek moyangku seorang pelaut

Hay, apa kabar kesayangan klan Ananta? Masih tetep stay tune kan? Ayokk merapat!

Tak bosan aku komat-kamit ini ya. Cerita ini hanya karya tulis fiktif belaka. So, bijak untuk tidak membawa-bawa nama instansi terkait atau menyandingkan semua peristiwa di dalam karya ini dengan kenyataan. Semua tokoh, penokohan, latar, setting hanya berdasarkan imajinasi penulis saja. Dan dibuat sebagai penghidup jalannya cerita saja.

Keep reading ya sampai akhir, 💞

...****************...

Blurb

...Mayra bukan hanya punya Panji. Dan Ivy, mau-maunya menjadi merpati yang menyampaikan pesan bahwa dirinya tengah sakit. Sementara Panji melihat itu.......

...Pengabdian yang melibatkannya, membawa Ivy pada takdir menikmati lembayung senja di batas timur bersama seseorang yang terjerat benang kusut...Ketika manis mulai mereka nikmati, akankah cita-cita membuat goyah tali yang mulai dirajut? Atau mimpinya hanya sebatas, mengarungi samudra khatulistiwa bersama yang terkasih?...

**Teuku Pandjie Ikram**

*Jalesveva Jayamahe*..ia tenggelam di kedalaman laut Nusantara, demi menjaga kedaulatan bumi pertiwi. Menjaga warisan nenek moyang dan seluruh rakyat Nusantara.

*Nenek moyangku seorang pelaut*!

*Gemar mengarung luas samudra*

*Menerjang ombak tiada takut*

*Menempuh badai sudah biasa*...

*Suara nyanyian dengan suara cempreng dan lantang bergema di sebuah taman kanak-kanak, diantara siang yang belum begitu panas, dan angin sepoi-sepoi yang sopan* *berhembus*.

Namun kini, suara itu sayup terdengar di pikiran, tersamarkan oleh arus bawah laut yang cukup kencang.

Kode sandi telah diberikan kapten Samudra, dan ia mengangguk diantara alat bantu nafas dan kaki katak yang mulai ia lepaskan satu persatu.

Oke, Panji menatap jam tangan diantara sinar matahari yang redup menembus lautan. Waktunya hanya 60 detik untuk muncul dan melumpuhkan.

Lambung kapal berwarna putih pudar ditumbuhi teritip, kerang-kerangan dan organisme laut lain itu menandakan jika sang pemilik jarang membersihkannya.

Yeah!

*Target dalam jangkauan*...

Satu unit detasemen Raden Arung yang dikepalai kapten Samudra kini bersiap menyergap.

"*Moray*, on position..." Kelana naik memperpendek jarak disusul yang lain termasuk Panji.

"*Orca, ready*..." Dena menempelkan pelacak di bawah sana.

Lalu Panji, dengan sekali tarikan nafas di alat nafas yang kemudian ia lepaskan, naik ke permukaan tanpa suara, senyap diantara kedamaian laut, "*Wolf-eel ready to shot*."

"Go."

Unit Denarung I naik, dan langsung membuat damainya siang di perairan timur Nusantara mendadak chaos, yeah! Ketika tim yang sedang patroli perbatasan menemukan kapal dengan bendera negri sebrang menjejakan lambung kapalnya di zona Nusantara, saat itu juga tak ada ampun untuk mereka.

"Hand's up!"

"Soldierrr! Marine!"

Dan obrolan bahasa negri serumpun yang sudah tentu bukan bahasa ibu pertiwi kini menghiasi kapal sambil terjerit jerit.

Zea mengubah nama grup Arisan anak-anak Soleh menjadi Ananta gen 2

(Russel) Acara 4 bulanan Gala di rumah umma. Nji @ Panji, bisa kagak lu? Masih nugas luar?

(Ryu) Nji lagi nyari pacar sewaan 🤣

(Kalingga) mau ngga, gue bantu sewain dari kota tua?

(Cle) Nji, Abi Lo bilang jangan datang tanpa calon mantu.

(Zea) Abi lo--abi Lo, 😒 Abi lo juga Cle.

(Russel) Lo berdua so iye...kaya yang punya gandengan aja. @Kalingga @Ryu. Anemia ya kalo Lo berdua juga jomblo.

(Zea) wkwkwkwk si Alan. Insomnia.

(Ryu) 😆😆 gue ngga anemia atau insomnia tapi anemonia, Lingga Anemon laut.

(Cle) Amnesia ba cot. Yang bener kalo pada ngomong ihhh.

Panji baru saja mandi, setelah mencari makan di sekitaran dermaga, ia kembali ke mess dan merebahkan diri yang cukup lelah.

Melihat grup chat yang berisi kakak dan adik sepupu cukup membuat matanya semakin berat meski kemudian ia berusaha mencari kontak sang kekasih, Mayra...yang saat ini adalah seorang mahasiswi FKIP di salah satu universitas ternama di ibukota, dan mereka sudah menjalin hubungan sejak tiga bulan yang lalu.

Berawal dari acara pernikahan yang Panji datangi bersama teman teman kesatuan, sementara Mayra, adalah teman dari adik rekan Panji.

Mayra ❤️‍🔥

Sayang.

Namun tidak menunggu balasan, Panji justru langsung menempelkan ponsel di telinganya dan melakukan panggilan telepon pada May.

Sedikit lama, bahkan Panji mengulangi panggilannya untuk kemudian panggilan itu diangkat. namun----

"Hallo...ini aku lagi sibuk banget di rumah. Ada banyak sodara, ngga enak...nanti aku telfon lagi ya.."

Mata yang semula sudah mengantuk dan lelah itu mendadak waspada dan penuh perasaan janggal mendengar suara May dari sebrang telfon. Terlalu sunyi untuk kondisi yang katanya disebut ramai. Panji mendengar selintas suara bicara tapi sepertinya itu televisi karena yang ada, suara May dengan nafas yang tersengal macam habis berlari.

"Kamu dimana?" suara Panji dalam dan berat.

"Ya di rumah lah. Udah ya...nanti aku telfon lagi." Tuutt...

"Hallo, May...Mayra..." Panggilan terputus dari sebrang.

"Ahh Zein! Touch me again, faster and deep!" suaranya menthesah nyaring mengisi setiap sudut kamar kost-annya.

"My pleasure baby, aahhhh gue mau keluar May..."

"Barengan...come-come!!" erang keduanya.

~~

Ivy

Ia menatap laptopnya nyalang, laman resmi website salah satu agency ternama sedang membuka pendaftaran calon model baru untuk masuk asrama. Berkali-kali ia hanya bisa menghela nafasnya, sejak dulu....ia harus menekan egonya untuk menjadi apa yang ia mau.

Di sampingnya beberapa tumpuk tugas makalah dengan judul

...Tugas makalah...

...Early Childhood Character Building...

...Oleh : Pravita Ayudisa...

...FKIP UNJANA...

Lalu tatapnya jatuh ke arah frame foto di atas meja kayu putih dimana deretan make up dan skin care berdiri memenuhi atas meja rias itu.

Frame foto biasa, tapi di dalamnya menampilkan sosok beberapa orang, ada papa seorang yang bekerja di kantor pemerintahan, mama yang seorang dosen, dan abang yang seorang dokter.

Dengan berat hati, ia menutup kembali laman web itu dan laptopnya. Beberapa lomba modeling termasuk majalah sampul, menjadi brand ambassador ketika SMA pernah ia geluti dan raih, tapi ....

"Papa ngga suka! Ngga ada bibitnya disini jadi penghibur atau entertain begitu, Ivy....masuk kedokteran kaya abangmu atau jadi tenaga pendidik seperti mama."

Krincing--krincing....meoooww!

Kucing dengan mata coklat dan keabuan itu langsung melompat ke atas ranjang Ivy, menaruh pan tat dan badan gembul disertai bulu lebat nan halus sebab rajin di grooming, tak lupa kalung tulang ikan dengan nama Velvet dan nomor ponselnya tercantum disana.

"Hay sayangkuhhh, apa nihhh kamu minta digarukin mami ya?" jemari lentik dengan kuku-kuku kinclong itu menggaruk bawah dagu sang kucing yang manja dan rebahan di pangkuan. Sama dengan si empunya yang begitu pemalasan.

Meooww...begitu ia langsung merasa keenakan dan telentang sehingga Ivy dapat dengan bebas menciuminya sambil terus menggaruk-garuk pelan dagunya, hrrr--hrrrr begitu suara yang terdengar bak mesin motor dari tenggorokan Velvet.

"Udah ah, awas...mami mau mandi, udah telat ke kampus..." Ia melirik jam yang menunjuk ke angka 6 pagi, benar terlambat untuk seorang seperti Ivy yang mandi saja harus menghabiskan waktu hampir sejam, disusul dengan bersolek setengah jam. Voalahhhh! alhasil ia selalu masuk di waktu mepet-mepet.

Velvet dengan wajah ditekuk hanya bisa membuat gestur patung spinx di atas kasur Ivy sembari mengibas-ngibaskan ekor lebatnya melihat si pemilik menyambar handuk dan masuk kamar mandi. Mungkin jika bisa bicara Velvet akan berteriak, mamiii, gue mau dimanja...makan, spa, grooming, rebahan, dipijitin!

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

gak usah suudzon ya
mungkin dia lagi bikin keringet bareng partnernya.
jadi jangan terlalu dipikirin🙄🙄🙄

2026-04-29

4

ieda1195

ieda1195

😲😲😲 pacar bang nji binal bangettt,
iyaa lagi ramee yg rame bawahnya kaliiii,
sungguh membagongkan, becandanya sambil merem melek itu bang

2026-04-29

8

Attaya Zahro

Attaya Zahro

Waduch..jangan² Mayra lagi bercocok tanam tuh

2026-04-29

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Nenek moyangku seorang pelaut
2 Bab 2 Mendua
3 Bab 3 Terjerat pinjol
4 Bab 4 Residivis kasus penculikan
5 Bab 5 Misi bersama
6 Bab 6 Say goodbye
7 Bab 7 Ananta gen 2
8 Bab 8 Back to normality
9 Bab 9 om-om nanny
10 Bab 10 Pengabdian
11 Bab 11 Hallo dek vs hallo setan
12 Bab 12 Jangan nakal ya mami Veve
13 Bab 13 Tanjung komodo
14 Bab 14 Ingat nama
15 Bab 15 Hay!
16 Bab 16 Cewek sombong
17 Bab 17 Itu namanya Komodo
18 Bab 18 Mengabdi untuk negri
19 Bab 19 Mulai nyaman?
20 Bab 20 Sosok lembut di balik tampang gahar
21 Bab 21 Mencari sarapan
22 Bab 22 Orang bilang tanah kita tanah surga
23 Bab 23 Sing a song
24 Bab 24 Bertolak belakang
25 Bab 25 Falling in love
26 Bab 26 Kondisi yang kontras dan ironis
27 Bab 27 Kebimbangan ka'e Ivy
28 Bab 28 Nervous, geli, gemas
29 Bab 29 Berlari dan mengejar
30 Bab 30 Belanja
31 Bab 31 Jatuh cinta bikin repot
32 Bab 32 Good night, dek...
33 Bab 33 Based learning
34 Bab 34 Berjuang atau mati
35 Bab 35 Walau dunia [tak] seindah surga
36 Bab 36 Pengepungan
37 Bab 37 Sulit dihubungi
38 Bab 38 Aku dan kamu
39 Bab 39 Saya sukanya kamu
40 Bab 40 Bimbang
41 Bab 41 Tenggelam dalam pelukmu
42 Bab 42 Gimme a change
43 Bab 43 Selami aku
44 Bab 44 Pagar makan tanaman?
45 Bab 45 Ciri-ciri calon mantu
46 Bab 46 Induk ayam
47 Bab 47 KTP mana KTP?
48 Bab 48 Kecintaan
49 Bab 49 Closed minded
50 Bab 50 Menikmati prosesnya
51 Bab 51 Gebrakan Ivy
52 Bab 52 Sunshine
53 Bab 53 Not Government
54 Bab 54 Ema Joan
55 Bab 55 Tidak seperti yang terlihat
56 Bab 56 Siapa Panji?
57 Bab 57 Terlalu banyak bermimpi
58 Bab 58 Akal bulus
59 Bab 59 Penolakan
60 Bab 60 Duri dalam daging
61 Bab 61 Hari indah terakhir?
62 Bab 62 Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya
63 Bab 63 Manusia manusia lak nat.
64 Bab 64 Memanggilmu dalam tangis
65 Bab 65 I just need you, only you
66 Bab 66 Pantang mundur barang sejengkal
67 Bab 67 Dia ahlinya dialah tempat berlabuh
68 Bab 68 Oh my God!
69 Bab 69 Sales marketing
70 Bab 70 Ketiga kalinya
71 Bab 71 One step closer
72 Bab 72 Saingan Panji
73 Bab 73 Usaha tak akan mengkhianati hasil
74 Bab 74 Pengawalan
75 Bab 75 Oleh-oleh
76 Bab 76 Tak ada kata indah untuk sebuah perpisahan
77 Bab 77 Diragukan
78 Bab 78 Little Ivy, kesayangan...
79 Bab 79 Pertemuan pertama
80 Bab 80 Pertemuan kedua
81 Bab 81 Ananta's home
82 Bab 82 Behind the scene
83 Bab 83 Always, everything...for you
84 Bab 84 Amarah yang terpendam
85 Bab 85 Mengatasi ketantruman
86 Bab 86 Bukan sosok istri idaman
87 Bab 87 Lavender girl
88 Bab 88 Nostalgia bersama Ivy dan umma
89 Bab 89 Metode Mirroring
90 Bab 90 Antara aku dan kamu ada setan kecil
91 Bab 91. Posesif dari akar
92 Bab 92 Lamaran?
93 Bab 93 Ba Ranup---Ba Tanda
94 Bab 94 Mini zoo
95 Bab 95 No time
96 Bab 96 Ada yang hilang
97 Bab 97 Shinee--Shimmer
98 Bab 98 Tergiur
99 Bab 99 First quarrel
100 Bab 100 Saat bunga berguguran
101 Bab 101 Mimpiku bukan disana
102 Bab 102 Bukan Spek adek-adek
103 Bab 103 Dicicil
104 Bab 104 Jalur fighter
105 Bab 105 Kapten Teuku Pandjie Ikram
106 Bab 106 Kontrak seumur hidup
107 Bab 107 Menuju sakinah
108 Bab 108 Kecupan halal
109 Bab 109 Bridesmaid
110 Bab 110 Pengantin lawas
111 Bab 111 Kado terindah
112 Bab 112 Pesta bujang
113 Bab 113 Senjata rahasia perempuan
114 Bab 114. Selamat berbuka puasa
115 Bab 115 Sampai jumpa, kapten!
116 Bab 116 LDM bagian 1
117 Bab 117 LDM bagian 2
118 Bab 118 Memaafkan
119 Bab 119 Selamat datang ibu Pravita Ayudisa
120 Bab 120 Ijin, ibu...
121 Bab 121 Siluman beruk
122 Bab 122 Pasangan otak mesumm
123 Bab 123 Palai....
124 Bab 124 Diracun
125 Bab 125 Begini rasanya, hanya tau secara teori...
126 Bab 126 Support system
127 Bab 127 Suka duka bersama
128 Bab 128 See you again
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1 Nenek moyangku seorang pelaut
2
Bab 2 Mendua
3
Bab 3 Terjerat pinjol
4
Bab 4 Residivis kasus penculikan
5
Bab 5 Misi bersama
6
Bab 6 Say goodbye
7
Bab 7 Ananta gen 2
8
Bab 8 Back to normality
9
Bab 9 om-om nanny
10
Bab 10 Pengabdian
11
Bab 11 Hallo dek vs hallo setan
12
Bab 12 Jangan nakal ya mami Veve
13
Bab 13 Tanjung komodo
14
Bab 14 Ingat nama
15
Bab 15 Hay!
16
Bab 16 Cewek sombong
17
Bab 17 Itu namanya Komodo
18
Bab 18 Mengabdi untuk negri
19
Bab 19 Mulai nyaman?
20
Bab 20 Sosok lembut di balik tampang gahar
21
Bab 21 Mencari sarapan
22
Bab 22 Orang bilang tanah kita tanah surga
23
Bab 23 Sing a song
24
Bab 24 Bertolak belakang
25
Bab 25 Falling in love
26
Bab 26 Kondisi yang kontras dan ironis
27
Bab 27 Kebimbangan ka'e Ivy
28
Bab 28 Nervous, geli, gemas
29
Bab 29 Berlari dan mengejar
30
Bab 30 Belanja
31
Bab 31 Jatuh cinta bikin repot
32
Bab 32 Good night, dek...
33
Bab 33 Based learning
34
Bab 34 Berjuang atau mati
35
Bab 35 Walau dunia [tak] seindah surga
36
Bab 36 Pengepungan
37
Bab 37 Sulit dihubungi
38
Bab 38 Aku dan kamu
39
Bab 39 Saya sukanya kamu
40
Bab 40 Bimbang
41
Bab 41 Tenggelam dalam pelukmu
42
Bab 42 Gimme a change
43
Bab 43 Selami aku
44
Bab 44 Pagar makan tanaman?
45
Bab 45 Ciri-ciri calon mantu
46
Bab 46 Induk ayam
47
Bab 47 KTP mana KTP?
48
Bab 48 Kecintaan
49
Bab 49 Closed minded
50
Bab 50 Menikmati prosesnya
51
Bab 51 Gebrakan Ivy
52
Bab 52 Sunshine
53
Bab 53 Not Government
54
Bab 54 Ema Joan
55
Bab 55 Tidak seperti yang terlihat
56
Bab 56 Siapa Panji?
57
Bab 57 Terlalu banyak bermimpi
58
Bab 58 Akal bulus
59
Bab 59 Penolakan
60
Bab 60 Duri dalam daging
61
Bab 61 Hari indah terakhir?
62
Bab 62 Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya
63
Bab 63 Manusia manusia lak nat.
64
Bab 64 Memanggilmu dalam tangis
65
Bab 65 I just need you, only you
66
Bab 66 Pantang mundur barang sejengkal
67
Bab 67 Dia ahlinya dialah tempat berlabuh
68
Bab 68 Oh my God!
69
Bab 69 Sales marketing
70
Bab 70 Ketiga kalinya
71
Bab 71 One step closer
72
Bab 72 Saingan Panji
73
Bab 73 Usaha tak akan mengkhianati hasil
74
Bab 74 Pengawalan
75
Bab 75 Oleh-oleh
76
Bab 76 Tak ada kata indah untuk sebuah perpisahan
77
Bab 77 Diragukan
78
Bab 78 Little Ivy, kesayangan...
79
Bab 79 Pertemuan pertama
80
Bab 80 Pertemuan kedua
81
Bab 81 Ananta's home
82
Bab 82 Behind the scene
83
Bab 83 Always, everything...for you
84
Bab 84 Amarah yang terpendam
85
Bab 85 Mengatasi ketantruman
86
Bab 86 Bukan sosok istri idaman
87
Bab 87 Lavender girl
88
Bab 88 Nostalgia bersama Ivy dan umma
89
Bab 89 Metode Mirroring
90
Bab 90 Antara aku dan kamu ada setan kecil
91
Bab 91. Posesif dari akar
92
Bab 92 Lamaran?
93
Bab 93 Ba Ranup---Ba Tanda
94
Bab 94 Mini zoo
95
Bab 95 No time
96
Bab 96 Ada yang hilang
97
Bab 97 Shinee--Shimmer
98
Bab 98 Tergiur
99
Bab 99 First quarrel
100
Bab 100 Saat bunga berguguran
101
Bab 101 Mimpiku bukan disana
102
Bab 102 Bukan Spek adek-adek
103
Bab 103 Dicicil
104
Bab 104 Jalur fighter
105
Bab 105 Kapten Teuku Pandjie Ikram
106
Bab 106 Kontrak seumur hidup
107
Bab 107 Menuju sakinah
108
Bab 108 Kecupan halal
109
Bab 109 Bridesmaid
110
Bab 110 Pengantin lawas
111
Bab 111 Kado terindah
112
Bab 112 Pesta bujang
113
Bab 113 Senjata rahasia perempuan
114
Bab 114. Selamat berbuka puasa
115
Bab 115 Sampai jumpa, kapten!
116
Bab 116 LDM bagian 1
117
Bab 117 LDM bagian 2
118
Bab 118 Memaafkan
119
Bab 119 Selamat datang ibu Pravita Ayudisa
120
Bab 120 Ijin, ibu...
121
Bab 121 Siluman beruk
122
Bab 122 Pasangan otak mesumm
123
Bab 123 Palai....
124
Bab 124 Diracun
125
Bab 125 Begini rasanya, hanya tau secara teori...
126
Bab 126 Support system
127
Bab 127 Suka duka bersama
128
Bab 128 See you again

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!