Foto Di Gantungan Kunci

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara terkenal dan juga pemilik sebuah Restoran bintang 5 ternama. Bisnisnya pun mulai berkembang pada perhotelan juga. Namanya selalu ternama, terpampang di majalah bisnis dan berita, atas kesuksesannya di usia yang masih terbilang muda.

Namun, berita yang lebih sering muncul adalah tentangnya yang masih sendiri di usia 32 tahun. Yang sering Bayu hanya bermain wanita, menyewa hanya untuk satu malam saja. Setelah itu semuanya selesai tanpa ada tuntutan tanggung jawab atau sejenisnya. Semua wanita yang mendekatinya hanya untuk bisa tidur dengannya, sudah tidak akan berani meminta lebih, karena Bayu hanya butuh kepuasan sesaat tanpa ingin terikat.

Pagi ini, dia terbangun dengan kepala yang terasa pusing. Ingat tentang kejadian semalam, seorang wanita yang tiba-tiba menciumnya di depan banyak orang di saat Bayu sedang mabuk. Bayu juga mengira jika wanita itu juga mabuk. Hingga mereka akhirnya berakhir di kamar ini. Mengingat kejadian semalam, membuat Bayu langsung menoleh ke sampingnya yang kosong.

"Kemana dia? Apa masih di kamar mandi" Bayu perlahan turun, mengambil celana boxernya yang tergeletak di lantai dan memakainya. Lalu dia berjalan ke arah kamar mandi. "Kau di dalam? Keluarlah"

Bayu mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak mendapat jawaban apapun dari dalam sana. Baru menyadari jika suara keran pun tidak terdengar, seperti tidak ada kehidupan di dalam sana. Membuat Bayu akhirnya memutar gagang pintu dan ternyata memang terbuka. Pintu kamar mandi tidak terkunci. Bayu masuk ke dalam kamar mandi dan tidak menemukan siapapun disana. Membuatnya cukup terkejut.

"Apa dia pergi sebelum aku beri uang?"

Bertanya pada dirinya sendiri dengan nada bingung. Karena setiap perempuan yang tidur dengannya, sudah pasti akan menunggunya bangun untuk mendapatkan bayaran. Atau mereka akan menyimpan nomor rekening untuk Bayu transfer uangnya. Mengingat itu membuat Bayu langsung mencari ke atas nakas di samping tempat tidur, membuka laci dan mengangkat bantal, mencari sesuatu seperti kertas kecil yang bertuliskan nomor rekening untuknya membayar atas kejadian semalam pada wanita itu. Namun, dia tidak menemukan apapun disana.

"Hah? Dia benar-benar pergi begitu saja tanpa meminta bayaran? Ini aneh, apa dia bukan wanita bayaran di Klub itu?"

Bayu merasa heran dengan wanita yang dia tiduri malam ini. Sungguh tidak seperti yang biasanya. Dia ingin mengambil baju dan celananya yang berserak di lantai, tapi sebuah benda kecil berada disana tergeletak begitu saja. Bayu mengambilnya, sebuah gantungan kunci dengan foto wanita berambut panjang yang duduk anggun seperti di sebuah Cafe.

"Haha.. Kau membuatku bingung karena tidak meninggalkan apapun untuk aku membayarmu, tapi begini caranya ternyata. Meninggalkan fotomu hanya untuk aku mencarimu? Cara yang kotor sekali"

Bayu memakai kemeja dan celananya, mengambil ponselnya juga. Berjalan ke arah tempat sampah dan ingin membuang gantungan kunci foto itu, namun tiba-tiba tangannya urung melakukannya. Dia mengenggam kembali gantungan kunci itu dan tersenyum tipis, memasukannya ke dalam saku celana, lalu pergi dari Hotel itu.

Telepon berdering saat dia masih berjalan menuju lift. Menerima panggilan itu dengan sedikit terburu-buru. "Hallo, ya aku sebentar lagi pergi kesana. Tunggu setengah jam lagi"

Bayu menghela napas pelan saat asistennya mengatakan jika dia ada persidangan hari ini. "Sial, semalam terlalu lama aku melakukannya. Sampai bangun kesiangan, wanita itu juga kenapa tidak membangunkanku"

Bayu pergi dengan terburu-buru. Sidang hari ini cukup penting karena dari kliennya yang cukup terkenal. Memberikan bayaran yang besar asal Bayu bisa memenangkan kasus ini.

Keluar dari ruangan sidang dan selalu dengan senyuman kemenangan. Hampir semua kasus yang dia tangani akan berakhir dengan kemenangan. Itulah yang membuatnya semakin dicari oleh beberapa Pengusaha ternama untuk menjadikannya sebagai pengacara pribadi.

"Ranti, malam ini aku tidak pergi kemana pun. Aku mau istirahat di rumah, lelah juga"

"Tumben sekali? Biasanya tidak ada hari tanpa kau pergi keluyuran malam"

Bayu hanya mendengus pelan, dia menatap asisten pribadinya dengan datar. "Memangnya tidak boleh aku istirahat sebentar"

"Aku pikir karena wanita semalam, membuatmu tobat dan ingin berhenti bermain wanita"

"Haha, tidak mungkin"

Bayu masih mengingat kejadian sebelum dia tidur dengan wanita tadi malam. Bayu yang sedang berkumpul dengan teman-temannya di sebuah meja dengan sudah setengah mabuk. Tiba-tiba tanpa aba-aba apapun seorang wanita datang menghampirinya, duduk di atas pangkuannya dan menciumnya. Bayu terkejut, tentu saja. Karena wanita ini benar-benar tidak ada aba-aba sama sekali, tidak menunjukan menggoda dengan kedipan mata, atau berbasa-basi sedikit dengan sapaan. Pertama kali Bayu menemukan wanita seperti ini.

"Dia memang cukup menarik, tapi aku tidak pernah tertarik pada siapapun"

"Hah... Aku berharap suatu saat kau akan tertartik pada wanita dan ingin memilikinya seutuhnya"

Bayu hanya diam saja, dia mengeluarkan benda kecil dari saku jasnya. Entah apa yang membuatnya masih membawa gantungan kunci berbentuk foto itu. Foto wanita semalam masih jelas.

*

Semua barang sudah dia masukan ke dalam tas dan koper besar. Dengan tekad yang kuat, Viona memilih untuk pergi dari rumah ini. Dia ingin bebas dari kehidupan yang seperti penjara di rumah ini. Semua orang masih berada di ruang tamu, termasuk Tari. Temannya itu bahkan sudah tidak punya malu sedikit pun ketika dia mengakui telah berkhianat.

Langkah kaki yang terasa berat, memikirkan kemana dia akan pergi sekarang, dada yang masih berdebar sesak. Viona melangkah mendekati mereka, dia membuka cincin pernikahan di jari manisnya dan menyimpannya di atas meja. Suara dentingan cincin yang beradu dengan meja kaca, terdengar cukup nyaring.

"Aku pergi, semoga kalian mendapatkan apa yang kalian mau. Dan untuk kamu, Tari" Tatapannya beralih ke arah temannya, wajah Viona begitu datar. "Semoga kau tidak mengalami apa yang aku alami selama ini. Kau merebut suamiku, dan demi Tuhan aku tidak akan pernah memaafkan kalian semua!"

"Terserah kau mau bilang apa, sekarang sebaiknya segera pergi dari rumah ini, dasar wanita tidak berguna!" Ibu mertua mencaci dan mengusirnya seolah memang Viona tidak berharga sedikit pun.

Viona melangkahkan kaki keluar dari rumah itu dengan perasaan yang campur aduk. Menyesal karena dia sudah mencintai pria seperti Dani yang ternyata mudah berpaling. Sekarang Viona baru sadar, jika selama ini dirinya yang terlalu bodoh karena mencintai terlalu tulus pada suaminya. Sementara Dani, dia hanya mencintainya dalam sesaat, setelah ada kekurangan dalam diri Viona, maka dia langsung berpaling pada wanita lain.

Viona berhenti saat sudah sampai di teras rumah. Menoleh ke belakang dan menatap rumah itu dengan tatapan penuh luka dan kebencian.

"Tuhan, aku terluka dengan orang-orang di rumah ini. Hatiku benar-benar sakit, jika suatu saat ada kesempatan untuk aku bisa membalas semua perbuatan mereka, maka jadikan aku kuat setelah ini"

Hati yang terluka begitu dalam, akan sulit untuk di pulihkan. Viona menyadari jika saat ini dirinya sedang dipenuhi kebencian dan dendam.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

semangat viona biarkan yang sudah menyakiti mu anggap saja seonggok debu suatu hari akan tertiup angin dan doa orang yang di zholim akan di dengar oleh yang maha pencipta,,,semoga pangkahmu semakin baik dan menemukan yang lebih baik dari sebelumnya,,💪💪

2026-05-25

0

Soleh Sudarna

Soleh Sudarna

baru nyimak 2 bab nii thoorr.. 🙏 bab nya panjang ya.. moga aja bagus ceritanya.. 😊

2026-07-26

0

olyv

olyv

kuat ya vi orang² yang jahat seperti mereka g akan perna bertahan lama

2026-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2 Foto Di Gantungan Kunci
3 Tidak Ada Arah Tujuan
4 Tidak Mungkin Hamil
5 Tidak Percaya Cinta
6 Memulai Hidup Baru
7 Bertemu Lagi
8 Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9 Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10 Meminta Bayaran Sekarang
11 Tidak Terima Ditolak
12 Alasah Tidak Masuk Akal
13 Menganggap Tidak Saling Mengenal
14 Hamil?
15 Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16 Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17 Masih Ingin Menyudutkannya
18 Makan Malam
19 Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20 Tidak Mungkin Menikah
21 Hanya Seorang Ibu
22 Kalimat Yang Menyakitkan
23 Velia Adalah Teman Hidupnya
24 Selalu Berharap Viona Yang Datang
25 Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26 Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27 Bertemu Di Restoran
28 Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29 Jantung Yang Berdebar
30 Bertemu Tari
31 Satu Sekolah
32 Vei Tidak Punya Ayah
33 Tidak Bisa Melupakan
34 Velia Hanya Anakku!
35 Ayah Vei Kemana?
36 Aku Ayahmu
37 Menemukan Tujuan Hidup
38 Biarkan Aku Berusaha
39 Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40 Ayo Pindah Rumah
41 Acara Sekolah
42 Amarah Bayu
43 Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44 Harus Memanggil Mas
45 Apa Masih Ingin Mencintai
46 Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47 Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48 Penyesalan Pertamanya
49 Dia Memang Bukan Anakmu!
50 Masih Takut Memulai Kisah Baru
51 Rumah Kenangan
52 Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53 Aku Cemburu
54 Mengembalikan Uang Bayaran
55 Tidur Berpelukan
56 Restoran Milikmu
57 Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58 Tidak Mudah Menerima
59 Jangan Meragukan Keseriusanku!
60 Semuanya Akan Baik-baik Saja
61 Kedatangan Raline
62 Pesan Yang Tak Terbalas
63 Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64 Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65 Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66 Mau Bertemu Ayahmu
67 Velia Yang Ternyata Kesepian
68 Jangan Pernah Menyakitinya
69 Yang Mematahkan Presepsinya
70 Tidak Perlu Merasa Bersalah
71 Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72 Semuanya Mengerti Keadaannya
73 Berjanji Untuk Terus Bersama
74 Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75 Bertemu Ibu
76 Penggiring Pengantin
77 Pernikahan
78 Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79 Hanya Mandi Bersama
80 Rumah Terakhirku
81 Mencintaiku Sejak Dulu?
82 Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83 Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84 Cinta Akan Menemukan Jalannya
85 Cerita Byan
86 Bantu Ramaikan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2
Foto Di Gantungan Kunci
3
Tidak Ada Arah Tujuan
4
Tidak Mungkin Hamil
5
Tidak Percaya Cinta
6
Memulai Hidup Baru
7
Bertemu Lagi
8
Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9
Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10
Meminta Bayaran Sekarang
11
Tidak Terima Ditolak
12
Alasah Tidak Masuk Akal
13
Menganggap Tidak Saling Mengenal
14
Hamil?
15
Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16
Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17
Masih Ingin Menyudutkannya
18
Makan Malam
19
Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20
Tidak Mungkin Menikah
21
Hanya Seorang Ibu
22
Kalimat Yang Menyakitkan
23
Velia Adalah Teman Hidupnya
24
Selalu Berharap Viona Yang Datang
25
Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26
Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27
Bertemu Di Restoran
28
Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29
Jantung Yang Berdebar
30
Bertemu Tari
31
Satu Sekolah
32
Vei Tidak Punya Ayah
33
Tidak Bisa Melupakan
34
Velia Hanya Anakku!
35
Ayah Vei Kemana?
36
Aku Ayahmu
37
Menemukan Tujuan Hidup
38
Biarkan Aku Berusaha
39
Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40
Ayo Pindah Rumah
41
Acara Sekolah
42
Amarah Bayu
43
Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44
Harus Memanggil Mas
45
Apa Masih Ingin Mencintai
46
Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47
Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48
Penyesalan Pertamanya
49
Dia Memang Bukan Anakmu!
50
Masih Takut Memulai Kisah Baru
51
Rumah Kenangan
52
Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53
Aku Cemburu
54
Mengembalikan Uang Bayaran
55
Tidur Berpelukan
56
Restoran Milikmu
57
Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58
Tidak Mudah Menerima
59
Jangan Meragukan Keseriusanku!
60
Semuanya Akan Baik-baik Saja
61
Kedatangan Raline
62
Pesan Yang Tak Terbalas
63
Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64
Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65
Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66
Mau Bertemu Ayahmu
67
Velia Yang Ternyata Kesepian
68
Jangan Pernah Menyakitinya
69
Yang Mematahkan Presepsinya
70
Tidak Perlu Merasa Bersalah
71
Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72
Semuanya Mengerti Keadaannya
73
Berjanji Untuk Terus Bersama
74
Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75
Bertemu Ibu
76
Penggiring Pengantin
77
Pernikahan
78
Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79
Hanya Mandi Bersama
80
Rumah Terakhirku
81
Mencintaiku Sejak Dulu?
82
Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83
Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84
Cinta Akan Menemukan Jalannya
85
Cerita Byan
86
Bantu Ramaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!