Tidak Ada Arah Tujuan

Seperti kehilangan arah, Viona tidak tahu harus pergi kemana setelah pergi dari rumah suaminya. Bahkan rumahnya yang dulu sudah dia jual untuk menutupi hutang orang tua. Selama ini Viona hanya tinggal di sebuah Apartemen kecil yang dia sewa. Tapi sejak menikah sewa di hentikan, Apartemen itu sudah di isi oleh orang lain.

Ketika turun dari taksi dengan koper dan tas besar miliknya, Viona masih bingung harus pergi kemana. Tidak ada tempat untuknya kembali. Tatapannya kosong, bahkan seperti tidak ada lagi tujuan hidup. Semuanya hancur karena sebuah pengkhianatan, rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan apapun.

Rintik hujan yang perlahan turun, seperti langit sedang ikut bersedih akan takdirnya. Di bawah derasnya hujan, Viona berjalan sambil menyeret kopernya. Air mata mengalir tersamarkan air hujan, isak tangis yang hampir tidak pernah terdengar lagi karena derasnya hujan.Terus berjalan di trotoar sampai sebuah mobil membunyikan klakson dan berhenti.

Viona menoleh, kaca mobil yang hitam membuatnya tidak dapat melihat siapa yang berada di dalam mobil itu. Sampai kaca jendela terbuka, Viona cukup terkejut melihat pria di dalam mobil.

"Vio, kenapa kamu ada disini dan hujan-hujanan seperti ini?"

"Rendi"

Pria itu turun dengan membuka payung, berjalan cepat ke arah Viona dan memayunginya. "Cepat masuk ke mobilku, hujannya semakin deras. Kau bisa sakit"

Viona sedikit di tarik oleh Rendi, membawanya masuk ke dalam mobilnya. Rendi juga memasukan koper dan tas Viona ke dalam bagasi mobil. Saat dia sudah kembali duduk di balik kemudi, Rendi menatap Viona yang duduk terdiam di kursi penumpang dengan tubuh yang basah kuyup.

"Kamu ikut pulang ke rumahku saja ya"

Viona menoleh, menatap Rendi dengan tatapan sendu yang seperti tidak ada pilihan lain. "Bagaimana dengan istrimu? Nanti dia akan salah paham dengan kamu membawaku kesana"

"Nanti biar aku jelaskan pada istriku, lagian aku tidak mungkin meninggalkan kamu sendirian di jalan dalam keadaan seperti ini"

Viona hanya menunduk diam, bahkan untuk mengungkapkan semuanya, rasanya sulit sekali. Dadanya begitu sesak, sakit yang tidak bisa dijelaskan. Dunia sedang memberikan sebuah perjalanan hidup yang tidak baik-baik saja padanya.

"Vio, dimana suamimu?" Akhirnya Rendi bertanya juga, meski awalnya dia ingin menahan diri untuk tidak bertanya dulu. Tapi dia tidak bisa, melihat keadaan Viona tentu membuatnya penasaran. "Kenapa kamu berjalan sendirian di tengah hujan, dan membawa koper dan tas? Sebenarnya kamu mau kemana?"

Tangan Viona saling bertaut erat di atas pangkuannya. Melipat bibirnya ke dalam dengan mata terpejam sebelum siap menjawab, mencoba untuk mempersiapkan diri untuk menjelaskan semuanya pada Rendi.

"Aku akan berpisah dengan suamiku, Ren. Dia ... dia selingkuh dengan Tari, bahkan sekarang Tari sedang hamil. Emm... Mungkin Mas Dani melakukan itu karena aku tidak kunjung hamil dan memberinya keturunan"

Suaranya begitu parau, seperti tercekat di tenggorokan. Air mata tertahan di pelupuk, dada yang sesak sudah tidak bisa di abaikan lagi. Sakitnya luar biasa, sampai dia merasa dadanya hanya berdetak untuk rasa sakit itu.

"Tari teman kamu itu?" tanya Rendi, masih seolah tidak percaya dengan ucapan Viona.

Viona mengangguk, mengusap air matanya yang menetes begitu saja. Isak tangis tidak bisa ditahan lagi. "Mereka sudah lama menjalin hubungan. Aku bahkan sudah tahu, namun belum ada waktu yang tepat untuk bisa pergi meninggalkan Mas Dani. Sampai hari ini, akhirnya aku bisa lepas darinya"

Rendi memegang kemudi dengan erat, tatapan matanya menajam, hembusan napas juga terasa begitu berat. "Jadi ini akhir dari janji dia yang akan membahagiakanmu itu? Sialan, pria seperti apa dia ini sampai berani selingkuh dengan teman istrinya sendiri"

Viona tidak menjawab, dia hanya sibuk mengendalikan kembali dirinya. Mengusap air mata yang terus mengalir. "Rendi, bolehkah aku minta bantuanmu?"

Mendengar suara parau karena menahan tangisan itu, membuat Rendi semakin merasa iba pada Viona. "Bantuan apa? Aku pasti membantumu"

"Bantu urus perceraianku dengannya"

"Baiklah, aku akan membantumu"

Ketika mereka sampai di rumah Rendi, Viona merasa ragu untuk ikut masuk. Tahu jika Rendi sudah mempunyai istri, dan takut kehadirannya akan membuat masalah dalam rumah tangga mereka.

"Tenang saja, aku yang akan berbicara dengan istriku"

Akhirnya Viona ikut saja untuk masuk ke dalam rumah Rendi. Sesuai dugaannya ekspresi istri Rendi sangat jelas tidak suka dengan kehadiran Viona.

"Mas, ada apa ini? Kenapa kamu membawa mantan kamu ke rumah?"

Pertanyaan penuh waspada dan kekhawatiran itu, tentu Viona maklumi, karena seorang istri hanya takut suaminya berpaling dan pernikahan mereka akan hancur. Viona menunduk dengan perasaan tidak enak pada istri dari Rendi ini.

"Maaf Raisa, aku tidak bermaksud untuk mengganggu kalian, tapi-"

"Sayang, aku bertemu Viona di jalan tidak sengaja. Dia sedang kesulitan dan butuh bantuanku"

"Tapi kenapa harus kamu Mas? Apa kamu gak mikir perasaan aku? Kalian itu pernah pacaran, dan istri mana yang bisa terima suaminya pulang membawa mantan pacarnya ke rumah"

Raisa langsung pergi begitu saja tanpa memberikan kesempatan untuk Rendi dan Viona menjelaskan apapun.

"Ren, sebaiknya aku pergi saja"

Rendi langsung menahan tangan Viona yang sudah berbalik dan ingin melangkah pergi. "Tidak Vio, kau mau pergi kemana malam-malam begini dalam keadaan pikiran yang kacau. Sudah, kau tinggal saja dulu disini. Masalah Raisa, biar aku yang bicara padanya"

Rendi membawanya ke kamar tamu di rumahnya. Membiarkan Viona beristirahat dan berganti pakaian. "Istirahat saja dulu, nanti jam makan malam aku panggil ya"

Viona mengangguk dengan perasaan tidak enak. "Terima kasih Ren"

Setelah Rendi pergi, Viona menutup pintu dan bersandar di pintu kamar itu. Tatapannya kosong, masih bingung dengan apa yang akan dia lakukan setelah ini. Semuanya benar-benar hancur.

"Rendi, kamu masih sebaik itu dan sangat peduli padaku. Kenapa bukan kamu yang jadi suamiku... Hiks.. Kenapa hubungan kita harus terhalang restu?"

Bayangan masa lalu kembali menghantuinya. Kegagalan dalam hubungan dan komitmen atas cinta berulang kali Viona rasakan. Dengan Rendi, mereka bahkan berpacaran dari masa sekolah hingga kuliah. Namun, hubungan tetap tidak bisa berjalan jika restu tak di dapat. Membuat Viona mundur perlahan, meski rasa cintanya masih begitu besar pada Rendi. Tapi dia sadar, hubungan tanpa restu tidak akan bisa terus berjalan.

Di saat hatinya sedang kosong, sedang berusaha menata kembali, menjalani kehidupan yang baru setelah patah hati ketika mendengar kabar perjodohan Rendi dan istrinya sekarang. Viona mulai menata hati dan perasaannya, mulai menjalani kehidupan yang baru tanpa hadirnya Rendi dalam hidupnya. Saat itulah, Dani datang sebagai pahlawan. Menemaninya, membantu menyembuhkan lukanya, sampai akhirnya memberinya ruang untuk kembali menjalin komitmen itu.

Dan sekarang, kedua kalinya Viona terluka karena cinta. Semua hubungannya kandas tanpa sisa, yang tertinggal hanya sakitnya saja.

"Apa aku memang tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan? Apa aku setidak pantas itukah untuk dicintai, Ya Tuhan? Hiks..."

Tangisnya benar-benar pecah, tubuhnya perlahan luruh ke lantai dengan air mata yang mengalir deras. Dunia terasa kejam padanya, di saat Viona bahkan tidak punya sandaran untuk berlindung.

Bersambung

Terpopuler

Comments

R¹

harusnya tetep pergi, jgn ke rumah rendi..

2026-05-04

0

Kar Genjreng

Kar Genjreng

mungkin yang akan menolong hingga menua adalah Casanova insyaf kah mesakne banget nget Lo yo,,,cari kerja saja orang lulusan sarjana. mending jangan menjalin kasih terlebih dahulu bila
belum menemukan yang benar-benar menerima apa adanya dengan keadaan seorang diri,,,
😭😭

2026-05-25

1

Lianty Itha Olivia

Lianty Itha Olivia

sedihnya

2026-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2 Foto Di Gantungan Kunci
3 Tidak Ada Arah Tujuan
4 Tidak Mungkin Hamil
5 Tidak Percaya Cinta
6 Memulai Hidup Baru
7 Bertemu Lagi
8 Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9 Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10 Meminta Bayaran Sekarang
11 Tidak Terima Ditolak
12 Alasah Tidak Masuk Akal
13 Menganggap Tidak Saling Mengenal
14 Hamil?
15 Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16 Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17 Masih Ingin Menyudutkannya
18 Makan Malam
19 Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20 Tidak Mungkin Menikah
21 Hanya Seorang Ibu
22 Kalimat Yang Menyakitkan
23 Velia Adalah Teman Hidupnya
24 Selalu Berharap Viona Yang Datang
25 Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26 Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27 Bertemu Di Restoran
28 Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29 Jantung Yang Berdebar
30 Bertemu Tari
31 Satu Sekolah
32 Vei Tidak Punya Ayah
33 Tidak Bisa Melupakan
34 Velia Hanya Anakku!
35 Ayah Vei Kemana?
36 Aku Ayahmu
37 Menemukan Tujuan Hidup
38 Biarkan Aku Berusaha
39 Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40 Ayo Pindah Rumah
41 Acara Sekolah
42 Amarah Bayu
43 Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44 Harus Memanggil Mas
45 Apa Masih Ingin Mencintai
46 Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47 Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48 Penyesalan Pertamanya
49 Dia Memang Bukan Anakmu!
50 Masih Takut Memulai Kisah Baru
51 Rumah Kenangan
52 Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53 Aku Cemburu
54 Mengembalikan Uang Bayaran
55 Tidur Berpelukan
56 Restoran Milikmu
57 Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58 Tidak Mudah Menerima
59 Jangan Meragukan Keseriusanku!
60 Semuanya Akan Baik-baik Saja
61 Kedatangan Raline
62 Pesan Yang Tak Terbalas
63 Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64 Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65 Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66 Mau Bertemu Ayahmu
67 Velia Yang Ternyata Kesepian
68 Jangan Pernah Menyakitinya
69 Yang Mematahkan Presepsinya
70 Tidak Perlu Merasa Bersalah
71 Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72 Semuanya Mengerti Keadaannya
73 Berjanji Untuk Terus Bersama
74 Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75 Bertemu Ibu
76 Penggiring Pengantin
77 Pernikahan
78 Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79 Hanya Mandi Bersama
80 Rumah Terakhirku
81 Mencintaiku Sejak Dulu?
82 Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83 Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84 Cinta Akan Menemukan Jalannya
85 Cerita Byan
86 Bantu Ramaikan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2
Foto Di Gantungan Kunci
3
Tidak Ada Arah Tujuan
4
Tidak Mungkin Hamil
5
Tidak Percaya Cinta
6
Memulai Hidup Baru
7
Bertemu Lagi
8
Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9
Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10
Meminta Bayaran Sekarang
11
Tidak Terima Ditolak
12
Alasah Tidak Masuk Akal
13
Menganggap Tidak Saling Mengenal
14
Hamil?
15
Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16
Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17
Masih Ingin Menyudutkannya
18
Makan Malam
19
Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20
Tidak Mungkin Menikah
21
Hanya Seorang Ibu
22
Kalimat Yang Menyakitkan
23
Velia Adalah Teman Hidupnya
24
Selalu Berharap Viona Yang Datang
25
Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26
Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27
Bertemu Di Restoran
28
Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29
Jantung Yang Berdebar
30
Bertemu Tari
31
Satu Sekolah
32
Vei Tidak Punya Ayah
33
Tidak Bisa Melupakan
34
Velia Hanya Anakku!
35
Ayah Vei Kemana?
36
Aku Ayahmu
37
Menemukan Tujuan Hidup
38
Biarkan Aku Berusaha
39
Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40
Ayo Pindah Rumah
41
Acara Sekolah
42
Amarah Bayu
43
Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44
Harus Memanggil Mas
45
Apa Masih Ingin Mencintai
46
Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47
Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48
Penyesalan Pertamanya
49
Dia Memang Bukan Anakmu!
50
Masih Takut Memulai Kisah Baru
51
Rumah Kenangan
52
Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53
Aku Cemburu
54
Mengembalikan Uang Bayaran
55
Tidur Berpelukan
56
Restoran Milikmu
57
Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58
Tidak Mudah Menerima
59
Jangan Meragukan Keseriusanku!
60
Semuanya Akan Baik-baik Saja
61
Kedatangan Raline
62
Pesan Yang Tak Terbalas
63
Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64
Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65
Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66
Mau Bertemu Ayahmu
67
Velia Yang Ternyata Kesepian
68
Jangan Pernah Menyakitinya
69
Yang Mematahkan Presepsinya
70
Tidak Perlu Merasa Bersalah
71
Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72
Semuanya Mengerti Keadaannya
73
Berjanji Untuk Terus Bersama
74
Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75
Bertemu Ibu
76
Penggiring Pengantin
77
Pernikahan
78
Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79
Hanya Mandi Bersama
80
Rumah Terakhirku
81
Mencintaiku Sejak Dulu?
82
Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83
Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84
Cinta Akan Menemukan Jalannya
85
Cerita Byan
86
Bantu Ramaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!