Tidak Mungkin Hamil

Saat jam makan malam, seseorang mengetuk pintu kamarnya. Viona sudah mandi dan berganti pakaian, sudah lebih tenang sejak tadi menangis cukup lama. Matanya tentu terlihat sembab dengan hidung dan pipi memerah.

"Sebentar" Viona berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya, dia pikir yang mengetuk adalah Rendi. Namun, ternyata itu adalah Raisa. Viona diam membeku di ambang pintu. "Em, Raisa? Ada apa?"

"Boleh aku masuk, aku ingin bicara denganmu" ucapnya, wajahnya cukup datar namun seperti sedang menutupi kesedihan. Entahlah, itu yang Viona lihat.

"Em, boleh. Ayo masuk"

Viona menutup pintu kamar setelah Raisa masuk, mengikutinya yang sudah duduk di pinggir tempat tidur. Viona berdiri di dekatnya, untuk duduk disampingnya saja membuat Viona sedikit ragu.

Raisa mendongak, menatap Viona dengan lekat. Tatapan yang tidak sedingin tadi, bahkan matanya terlihat berkaca-kaca. "Aku hanya takut kamu akan merebut kembali perhatian dan hatinya Rendi. Kamu tahu, jika cukup lama aku membuat Rendi untuk bisa menerimaku dan pernikahan ini. Dan sekarang Rendi kembali dengan membawa mantan kekasihnya yang aku tahu jika putusnya kalian, bukan karena tidak saling cinta lagi, tapi karena restu yang terhalang. Menurut kamu, wajar jika aku bersikap seperti itu?"

Viona mengangguk tanpa ragu, dia juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Raisa. "Tentu saja, tapi aku sama sekali tidak berniat untuk mengambil Rendi apalagi merusak pernikahan kalian. Aku ikut bahagia saat kalian sudah saling membuka hati dan saling menerima. Rendi hanya ingin membantuku saja, karena dia merasa tidak tega bertemu denganku tadi. Aku akan mencari tempat tinggal baru kok, kamu tenang saja. Aku tidak akan mengganggu kalian"

HIks... tiba-tiba Raisa menangis, dia memegang tangan Viona dan menatapnya lekat. "Maaf karena tadi sikap aku keterlaluan sama kamu. Tapi aku benar-benar tidak tahu apa yang kamu alami. Sekarang aku percaya jika Rendi hanya berniat membantumu saja. Tidak papa, kamu bisa tinggal disini kok"

Viona cukup tertegun dengan sikap Raisa yang berubah, namun dia akhirnya tersenyum dan mengucapkan terima kasih karena Raisa memberinya waktu untuk tinggal di rumahnya sampai Viona menemukan tempat tinggal baru untuknya.

"Kenapa bisa ada pria dan wanita seperti suamimu dan temanmu itu? Mereka tega sekali mengkhianatimu"

"Entahlah, mungkin Tuhan hanya sedang menunjukan apa yang terbaik untukku"

"Ya, lebih baik kamu berpisah saja dan cari pria yang lebih baik darinya"

Viona tersenyum tipis. "Aku tidak berniat membuka hati atau memulai kembali"

*

Bayu baru saja keluar dari ruang persidangan, dan dia tidak sengaja berpapasan dengan juniornya saat kuliah yang sekarang juga menjadi seorang pengacara, sama seperti dirinya.

"Sedang ada persidangan juga?" tanya Bayu.

"Iya Kak, sidang perceraian temanku. Kak Bayu disini sedang persidangan juga"

"Ya baru selesai"

Setelah saling sapa biasa, Bayu pergi meninggalkan juniornya itu.

"Siapa Ren?"

"Seniorku waktu kuliah, sekarang dia sudah jadi pengacara handal" ucap Rendi.

Viona hanya mengangguk saja, dia baru saja izin ke toilet tadi. Dan sekilas melihat Rendi yang bertegur sapa dengan seseorang. Hari ini waktunya Viona untuk melakukan sidang perceraiannya. Viona sudah menyiapkan dirinya lahir dan batin untuk perceraian kali ini. Viona siap untuk meninggalkan semua hal yang membuatnya terluka. Viona sudah memberikan semua bukti yang dia punya untuk perceraian ini, meski dia pun yakin jika Dani juga akan memberikan foto dirinya yang saat bersama Bayu.

"Sidang ini akan berlangsung lebih cepat karena masih sidang pertama. Kamu harus bicara sesuai apa yang terjadi, apa yang ditanyakan oleh Hakim kamu harus jawab dengan jujur"

"Iya Ren, aku paham"

Ketika sudah berada di depan pintu ruang sidang, Viona terdiam sebentar. Tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Menatap pintu ruangan itu dengan mata berkaca-kaca. Rasa sakitnya akan berakhir disini. Dia akan siap untuk mengakhiri pernikahan ini, karena yang dia dapatkan hanya luka dan kecewa.

Rendi menepuk bahu Viona, memberikan kekuatan dan semangat untuknya. "Ini sudah menjadi keputusan yang baik, karena jika kamu terus bertahan dengannya, kamu akan hanya terluka dan semakin sakit"

Viona mengangguk pelan. "Aku hanya masih merasa gagal, karena perjuangan 5 tahun ternyata hanya akan berakhir dengan pengkhianatan. Aku bisa memahami kenapa dia sampai selingkuh, karena aku yang belum bisa memberinya anak. Tapi, kenapa harus Tari? Kenapa harus temanku? Bahkan dulu Tari adalah yang mendukung sekali aku menikah dengan Mas Dani. Tapi sekarang, dia juga yang menghancurkan pernikahan ini"

"Kau tidak perlu membalas, nanti akan ada orang yang membalaskan semua rasa sakitmu pada mereka"

Viona akhirnya melangkah untuk masuk ke dalam ruangan sidang. Melihat Ibu mertua dan Tari yang duduk di kursi belakang untuk mendukung anaknya. Viona hanya melangkah dan diam saja.

Ketika semua bukti foto perselingkuhan Dani dan Tari di tunjukan, juga tentang hasil positif kehamilan. Saat foto Viona juga di tunjukan, dan sudah saatnya Viona memberikan apa yang terjadi. Dia menceritakan semuanya, jika dia melakukan itu untuk sengaja agar suaminya menceraikannya, karena Viona sudah tidak kuat terus bertahan.

*

Persidangan selesai, dan Viona hanya menunggu sidang berikutnya. Rendi selalu mendampinginya, bahkan sampai mengantarnya pulang juga.

"Pria yang tidur bersamamu itu siapa?" tanya Rendi, karena dalam foto itu hanya punggungnya saja yang terlihat.

"Seseorang yang aku temui di Bar"

Sebenarnya Viona tahu siapa pria itu, dia adalah sosok yang terkenal dari fakultas hukum saat dulu masa kuliahnya. Namun, Viona juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Rendi, karena dia tahu Rendi akan sangat terkejut jika mendengar siapa yang sebenarnya tidur bersama Viona malam itu.

"Vio" Panggilnya rendah namun cukup penuh penekanan. "Aku tidak menyangka jika kamu akan melakukan hal seperti itu. Tidur dengan pria lain yang bahkan tidak kamu kenal"

Viona menunduk, dia juga sebenarnya malu ketika mantan kekasihnya ini harus tahu apa yang sudah dia lakukan. Namun, Viona terpaksa melakukannya, dan Viona memilih Bayu juga bukan tanpa alasan.

"Aku hanya hilang akal, dan bingung harus bagaimana lagi cara agar aku bisa lepas darinya. Aku sudah terlalu lama tersakiti dan hancur karena pernikahan ini. Aku tahu apa yang aku lakukan adalah salah, tapi hanya ini yang ada dalam pikiranku saat itu"

Rendi menghembuskan napas panjang, dalam hatinya masih terbenam rasa bersalah karena jika dia bisa menikahi Viona dan lebih memperjuangkannya, mungkin Viona tidak akan mengalami hal seperti ini. Tapi, Rendi juga paham jika mungkin yang terbaik untuknya adalah Raisa. Meski pada awalnya mungkin penolakan itu ada, dan sulit menerima pilihan orang tuanya. Tapi akhirnya Rendi dan Raisa bisa saling terbuka satu tahun terakhir dan memulai pernikahan ini lebih baik lagi.

"Maaf, karena aku sama sekali tidak tahu apa yang sudah terjadi padamu"

Viona tersenyum dan menggeleng pelan, dia tahu kepedulian Rendi padanya memang nyata. Namun, itu hanya sebuah rasa peduli saja. Viona pun sudah tidak ingin berharap apapun, karena dia tidak mau merusak pernikahan orang lain.

"Semuanya sudah menjadi takdirku, Ren. Tidak perlu menyalahkan dirimu juga"

Dalam perjalanan ini, keduanya sibuk dalam pikiran yang membelenggu. Viona hanya berharap perceraiannya segera selesai, dan dia bisa cepat menemukan tempat tinggal baru. Karena terus tinggal dengan Rendi dan Raisa, hanya membuatnya tidak enak. Meski sekarang Raisa juga cukup menerimanya.

"Vio, bagaimana jika kamu hamil? Apa malam itu kau dan pria itu memakai pengaman?"

Deg... Seperti mendapatkan sesuatu yang membuatnya sangat terkejut. Namun, sedetik kemudian, Viona kembali tersenyum. "Aku tidak mungkin hamil hanya dengan satu kali melakukannya, meski tidak menggunakan pengaman sekalipun. Karena selama 5 tahun saja, aku tidak kunjung hamil"

"Vio, bagaimana jika yang bermasalah adalah Dani?"

"Haha, tidak mungkin. Buktinya dia bisa menghamili Tari"

Bersambung

Yang pada nabung bab gua panah ya!!

Terpopuler

Comments

Ari Atik

Ari Atik

kalau aq jadi raisa,,
tentu aq juga akan kecewa,karena suami bawa pulang mantan,walau dg tujuan membantu.
harusnya vio menolak untuk tinggal di situ,agar bisa menjaga hati raisa...

2026-05-09

0

Lianty Itha Olivia

Lianty Itha Olivia

siapa tahu yg yg diperut tari ank laki lain biar bisa diakui mertua vio dan nyatanya Dani yg mandul

2026-05-09

0

Nasyya

Nasyya

nah betul itu pasti dani yang mandul bukan vio

2026-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2 Foto Di Gantungan Kunci
3 Tidak Ada Arah Tujuan
4 Tidak Mungkin Hamil
5 Tidak Percaya Cinta
6 Memulai Hidup Baru
7 Bertemu Lagi
8 Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9 Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10 Meminta Bayaran Sekarang
11 Tidak Terima Ditolak
12 Alasah Tidak Masuk Akal
13 Menganggap Tidak Saling Mengenal
14 Hamil?
15 Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16 Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17 Masih Ingin Menyudutkannya
18 Makan Malam
19 Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20 Tidak Mungkin Menikah
21 Hanya Seorang Ibu
22 Kalimat Yang Menyakitkan
23 Velia Adalah Teman Hidupnya
24 Selalu Berharap Viona Yang Datang
25 Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26 Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27 Bertemu Di Restoran
28 Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29 Jantung Yang Berdebar
30 Bertemu Tari
31 Satu Sekolah
32 Vei Tidak Punya Ayah
33 Tidak Bisa Melupakan
34 Velia Hanya Anakku!
35 Ayah Vei Kemana?
36 Aku Ayahmu
37 Menemukan Tujuan Hidup
38 Biarkan Aku Berusaha
39 Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40 Ayo Pindah Rumah
41 Acara Sekolah
42 Amarah Bayu
43 Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44 Harus Memanggil Mas
45 Apa Masih Ingin Mencintai
46 Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47 Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48 Penyesalan Pertamanya
49 Dia Memang Bukan Anakmu!
50 Masih Takut Memulai Kisah Baru
51 Rumah Kenangan
52 Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53 Aku Cemburu
54 Mengembalikan Uang Bayaran
55 Tidur Berpelukan
56 Restoran Milikmu
57 Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58 Tidak Mudah Menerima
59 Jangan Meragukan Keseriusanku!
60 Semuanya Akan Baik-baik Saja
61 Kedatangan Raline
62 Pesan Yang Tak Terbalas
63 Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64 Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65 Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66 Mau Bertemu Ayahmu
67 Velia Yang Ternyata Kesepian
68 Jangan Pernah Menyakitinya
69 Yang Mematahkan Presepsinya
70 Tidak Perlu Merasa Bersalah
71 Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72 Semuanya Mengerti Keadaannya
73 Berjanji Untuk Terus Bersama
74 Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75 Bertemu Ibu
76 Penggiring Pengantin
77 Pernikahan
78 Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79 Hanya Mandi Bersama
80 Rumah Terakhirku
81 Mencintaiku Sejak Dulu?
82 Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83 Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84 Cinta Akan Menemukan Jalannya
85 Cerita Byan
86 Bantu Ramaikan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2
Foto Di Gantungan Kunci
3
Tidak Ada Arah Tujuan
4
Tidak Mungkin Hamil
5
Tidak Percaya Cinta
6
Memulai Hidup Baru
7
Bertemu Lagi
8
Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9
Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10
Meminta Bayaran Sekarang
11
Tidak Terima Ditolak
12
Alasah Tidak Masuk Akal
13
Menganggap Tidak Saling Mengenal
14
Hamil?
15
Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16
Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17
Masih Ingin Menyudutkannya
18
Makan Malam
19
Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20
Tidak Mungkin Menikah
21
Hanya Seorang Ibu
22
Kalimat Yang Menyakitkan
23
Velia Adalah Teman Hidupnya
24
Selalu Berharap Viona Yang Datang
25
Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26
Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27
Bertemu Di Restoran
28
Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29
Jantung Yang Berdebar
30
Bertemu Tari
31
Satu Sekolah
32
Vei Tidak Punya Ayah
33
Tidak Bisa Melupakan
34
Velia Hanya Anakku!
35
Ayah Vei Kemana?
36
Aku Ayahmu
37
Menemukan Tujuan Hidup
38
Biarkan Aku Berusaha
39
Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40
Ayo Pindah Rumah
41
Acara Sekolah
42
Amarah Bayu
43
Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44
Harus Memanggil Mas
45
Apa Masih Ingin Mencintai
46
Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47
Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48
Penyesalan Pertamanya
49
Dia Memang Bukan Anakmu!
50
Masih Takut Memulai Kisah Baru
51
Rumah Kenangan
52
Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53
Aku Cemburu
54
Mengembalikan Uang Bayaran
55
Tidur Berpelukan
56
Restoran Milikmu
57
Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58
Tidak Mudah Menerima
59
Jangan Meragukan Keseriusanku!
60
Semuanya Akan Baik-baik Saja
61
Kedatangan Raline
62
Pesan Yang Tak Terbalas
63
Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64
Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65
Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66
Mau Bertemu Ayahmu
67
Velia Yang Ternyata Kesepian
68
Jangan Pernah Menyakitinya
69
Yang Mematahkan Presepsinya
70
Tidak Perlu Merasa Bersalah
71
Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72
Semuanya Mengerti Keadaannya
73
Berjanji Untuk Terus Bersama
74
Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75
Bertemu Ibu
76
Penggiring Pengantin
77
Pernikahan
78
Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79
Hanya Mandi Bersama
80
Rumah Terakhirku
81
Mencintaiku Sejak Dulu?
82
Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83
Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84
Cinta Akan Menemukan Jalannya
85
Cerita Byan
86
Bantu Ramaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!