Tidak Percaya Cinta

Viona termenung di depan laptopnya, hanya berusaha mencari lowongan pekerjaan dan tempat tinggal baru yang harga sewanya terjangkau. Meski Raisa sudah memperbolehkan Viona untuk tetap tinggal disini, tapi Viona tetap tidak enak jika harus tinggal lebih lama. Dia tetap harus mencari tempat tinggal baru untuk dirinya. Sudah cukup Viona merepotkan Rendi dan Raisa.

"Susah sekali mencari pekerjaan sekarang, malah aku tidak punya banyak tabungan karena selama menikah aku tidak bekerja dan hanya punya sedikit tabungan sisa dari uang gaji bulananku dulu"

Dani selalu memberikan uang bulanan yang pas-pasan untuk kebutuhan. Hingga Viona tidak bisa menyisihkan sedikit pun untuk menabung. Bahkan terkadang tabungannya yang saat masih gadis, terkadang terpakai untuk menutupi kebutuhan lain. Sebenarnya bukan karena suaminya tidak mampu, bahkan gajinya perbulan cukup lumayan. Tapi, memang Dani selalu mendahulukan orang tuanya, dan itu masih bisa diterima oleh Viona selama bukan sebuah pengkhianatan yang terjadi.

Suara ketukan pintu membuat Viona menghentikan pencariannya di laptop. Dia berjalan ke arah pintu dan membukanya. Raisa berdiri disana sambil tersenyum padanya.

"Sedang apa?" tanya Raisa sambil berjalan masuk ke dalam kamar.

VIona mengikutinya, dia duduk di kursi depan meja kecil disana, menunjukan layar laptopnya pada Raisa. "Mencari pekerjaan, tapi sulit sekali"

"Em, kamu punya pengalaman kerja 'kan?"

"Ya, sebelum menikah aku pernah bekerja di sebuah Perusahaan"

"Bagaimana kalau bekerja di Perusahaan keluargaku saja? Nanti aku bicarakan sama Papa"

Viona mengerjap tertegun, dia menatap Raisa dengan berbinar. "Beneran Sa? Aku boleh ikut bekerja di Perusahaan keluarga kamu?"

Raisa mengangguk tanpa ragu, sejak tahu apa yang di alami oleh Viona, dia mulai bisa menerimanya sebagai seorang teman. Bukan lagi saingan. Raisa hanya cukup percaya pada suaminya yang tidak akan kembali lagi pada Viona, meski cinta mereka dulu cukup kuat. Namun sekarang, tetap Raisa pemenangnya.

"Nanti aku tanya dulu sama Papa, soalnya waktu itu Papa bilang membutuhkan sekretaris baru. Semoga saja belum ada yang memasuki pekerjaan itu"

"Terima kasih ya Raisa, aku bisa jadi apa saja kok yang penting aku punya kerjaan"

"Iya, nanti aku bantu bicarakan"

VIona tersenyum, dia benar-benar bahagia jika benar Raisa bisa membantunya untuk mendapatkan pekerjaan. Karena semakin cepat dia mendapatkan penghasilan, maka semakin cepat dia bisa pindah dari rumah ini. Viona tidak mau terus mengganggu rumah tangga Raisa dan Rendi.

"Persidangan selanjutnya kapan?" tanya Raisa.

"Minggu depan, keputusan akan jatuh minggu depan. Karena aku menolak mediasi"

Raisa mengangguk pelan, menatap Viona yang masih terlalu muda untuk mengalami gagalnya pernikahan. "Vio, kamu hebat masih bisa bertahan untuk kuat setelah apa yang kamu lalui. Sekarang aku tahu kenapa Rendi ingin membantumu, karena aku tahu jika perempuan tidak akan ada yang sekuat kamu. Ditengah kesendirian dan tidak punya keluarga, kamu masih bisa berusaha untuk tetap baik-baik saja"

Viona tersenyum tipis, bahkan jika mengingat apa yang sudah terjadi, dia masih tidak percaya karena masih bertahan sampai saat ini. "Bohong jika aku tidak merasa marah pada takdirku. Tapi, aku hanya perlu bertahan untuk tetap menjalani kehidupan ini. Memang yang terbaik untukku adalah berpisah"

"Aku yakin suatu saat kamu akan menemukan kebahagiaan kamu, Vio. Kamu akan mendapatkan pria yang meratukanmu"

Viona hanya tersenyum tanpa ingin menjawab lagi. Karena hatinya sudah benar-benar hampir mati untuk sebuah cinta lagi. Dua kali mengalami kegagalan dalam sebuah ikatan atas nama cinta, dan Viona merasa untuk berhenti memulai kisah cinta lagi, dengan siapapun itu.

*

"Foto siapa yang kau lihat itu?"

Bayu yang sedang duduk di sofa dengan menatap sebuah foto kecil di gantungan kunci. Dia menoleh pada Andreas yang baru datang. Mereka sedang berkumpul di rumah kita, tempat dimana 6 sekawan ini selalu menikmati malam disini dengan minum, bermain wanita, atau hanya sekadar mengobrol menghilangkan penat atas pekerjaan.

"Wanita yang aku tiduri beberapa hari lalu, tapi dia tidak meminta bayaran"

"Hebat sekali, siapa wanita yang sial itu?" tanya Marvin dengan nada meledeknya.

Ck.. Bayu berdecak kesal, dia menegakan posisi duduknya. Menatap teman-temannya secara bergantian. "Itulah sebabnya, aku juga tidak mengerti. Kenapa dia langsung pergi begitu saja tanpa meninggalkan apapun. Biasanya jika wanita yang aku tiduri pergi duluan, mereka akan meninggalkan nomor rekening untuk aku transfer uang bayarannya. Nah, dia tidak. Malah aku menemukan gantungan kunci yang terputus ini dan ini adalah fotonya"

"Mungkin dia sengaja melakukan itu?" ucap Bara santai dengan tatapan masih fokus ke ponselnya.

"Untuk apa dia sengaja melakukannya?"

"Jelas untuk memancing kau agar mencarinya, bodoh!" ketus Davin, pria yang sedang duduk dengan seorang wanita bayaran yang duduk di atas pangkuannya.

Ya, diantara mereka berlima yang pemain wanita adalah Bayu dan Davin. Keduanya memang cassanova kelas tinggi. Meski sudah di ingatkan teman-temannya, tapi keduanya masih menikmati kebebasan itu tanpa ingin terikat dengan wanita mana pun. Lebih parah, mereka tidak percaya cinta pada saat ini.

"Nanti kalau kau bertemu dengan dia, coba saja untuk bertanya kenapa dia tidak meminta bayaran" ucap Byan, si Asisten sekaligus sepupu Bara yang paling santai, hidupnya lurus tanpa tujuan, tapi paling selalu ada untuk teman-temannya yang terjerat masalah keluarga.

"Benar juga, aku akan mencarinya kalau begitu"

"Kenapa kau bersemangat sekali sialan! Kau tidak berniat menidurinya lagi 'kan?" ucap Davin dengan sarkas.

Bayu hanya tersenyum tanpa banyak bicara. Dia berdiri dan berjalan ke arah kamar di rumah itu. "Nanti kalau wanita pesananku datang, suruh langsung ke kamar saja ya. Aku sudah tidak tahan"

Andreas dan Bara hanya menggeleng pelan dengan sikap temannya ini.

"Sampai kapan dia akan seperti itu?" ucap Bara.

"Akan sulit sampai dia benar-benar menemukan cinta sejatinya" jawab Byan santai.

Bugh.. Sebuah bantal melayang ke tubuh Byan dari Davin yang sengaja melemparnya. "Bagaimana bisa kau berbicara tentang cinta, sementara kau saja tidak pernah punya pacar atau bermain dengan wanita"

Byan hanya mengangkat bahunya acuh, memang disini dia yang paling santai. Hidupnya hanya tentang pekerjaan, minum dengan teman-temannya dan tidak pernah berniat untuk bermain wanita seperti yang lainnya.

"Yang penting aku tidak habis uang seperti kalian yang membayar wanita tidak jelas"

Mereka melanjutkan minum dan mengobrol sampai larut malam, ada yang sampai pagi juga. Kesibukan yang mereka semua rasakan setiap hari, dan hanya bisa menghilangkan penat satu hari dalam satu minggu ini. Setiap akhir pekan mereka akan berkumpul disini.

Bayu sibuk dengan urusannya di dalam kamar, begitu pun dengan Davin. Yang lainnya juga sibuk mengobrol dan minum sampai puas.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Nasyya

Nasyya

kalo sudah ketemu pawangnya auto insaf si bayu

2026-05-04

0

R¹

hhiiihh masa cowok nya modelan teh celup🤭 bikin tobat donk thor🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

2026-05-04

1

lihat semua
Episodes
1 Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2 Foto Di Gantungan Kunci
3 Tidak Ada Arah Tujuan
4 Tidak Mungkin Hamil
5 Tidak Percaya Cinta
6 Memulai Hidup Baru
7 Bertemu Lagi
8 Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9 Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10 Meminta Bayaran Sekarang
11 Tidak Terima Ditolak
12 Alasah Tidak Masuk Akal
13 Menganggap Tidak Saling Mengenal
14 Hamil?
15 Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16 Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17 Masih Ingin Menyudutkannya
18 Makan Malam
19 Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20 Tidak Mungkin Menikah
21 Hanya Seorang Ibu
22 Kalimat Yang Menyakitkan
23 Velia Adalah Teman Hidupnya
24 Selalu Berharap Viona Yang Datang
25 Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26 Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27 Bertemu Di Restoran
28 Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29 Jantung Yang Berdebar
30 Bertemu Tari
31 Satu Sekolah
32 Vei Tidak Punya Ayah
33 Tidak Bisa Melupakan
34 Velia Hanya Anakku!
35 Ayah Vei Kemana?
36 Aku Ayahmu
37 Menemukan Tujuan Hidup
38 Biarkan Aku Berusaha
39 Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40 Ayo Pindah Rumah
41 Acara Sekolah
42 Amarah Bayu
43 Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44 Harus Memanggil Mas
45 Apa Masih Ingin Mencintai
46 Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47 Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48 Penyesalan Pertamanya
49 Dia Memang Bukan Anakmu!
50 Masih Takut Memulai Kisah Baru
51 Rumah Kenangan
52 Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53 Aku Cemburu
54 Mengembalikan Uang Bayaran
55 Tidur Berpelukan
56 Restoran Milikmu
57 Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58 Tidak Mudah Menerima
59 Jangan Meragukan Keseriusanku!
60 Semuanya Akan Baik-baik Saja
61 Kedatangan Raline
62 Pesan Yang Tak Terbalas
63 Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64 Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65 Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66 Mau Bertemu Ayahmu
67 Velia Yang Ternyata Kesepian
68 Jangan Pernah Menyakitinya
69 Yang Mematahkan Presepsinya
70 Tidak Perlu Merasa Bersalah
71 Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72 Semuanya Mengerti Keadaannya
73 Berjanji Untuk Terus Bersama
74 Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75 Bertemu Ibu
76 Penggiring Pengantin
77 Pernikahan
78 Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79 Hanya Mandi Bersama
80 Rumah Terakhirku
81 Mencintaiku Sejak Dulu?
82 Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83 Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84 Cinta Akan Menemukan Jalannya
85 Cerita Byan
86 Bantu Ramaikan
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Rencana Untuk Bisa Diceraikan
2
Foto Di Gantungan Kunci
3
Tidak Ada Arah Tujuan
4
Tidak Mungkin Hamil
5
Tidak Percaya Cinta
6
Memulai Hidup Baru
7
Bertemu Lagi
8
Kenapa Tidak Meminta Bayaran?
9
Tidur Satu Kali Lagi Denganku?
10
Meminta Bayaran Sekarang
11
Tidak Terima Ditolak
12
Alasah Tidak Masuk Akal
13
Menganggap Tidak Saling Mengenal
14
Hamil?
15
Mencoba Mengakhiri Kehamilan
16
Dikirim Tuhan Untuk Menemanimu
17
Masih Ingin Menyudutkannya
18
Makan Malam
19
Tidak Percaya Cinta Dan Wanita
20
Tidak Mungkin Menikah
21
Hanya Seorang Ibu
22
Kalimat Yang Menyakitkan
23
Velia Adalah Teman Hidupnya
24
Selalu Berharap Viona Yang Datang
25
Tidak Mungkin Jatuh Cinta
26
Tidak Perlu Tahu Keberadaan Velia
27
Bertemu Di Restoran
28
Tidak Perlu Tahu Ayahnya
29
Jantung Yang Berdebar
30
Bertemu Tari
31
Satu Sekolah
32
Vei Tidak Punya Ayah
33
Tidak Bisa Melupakan
34
Velia Hanya Anakku!
35
Ayah Vei Kemana?
36
Aku Ayahmu
37
Menemukan Tujuan Hidup
38
Biarkan Aku Berusaha
39
Jika Bisa, Berikan Aku Kesempatan
40
Ayo Pindah Rumah
41
Acara Sekolah
42
Amarah Bayu
43
Akan Menunggumu Sampai Kapanpun
44
Harus Memanggil Mas
45
Apa Masih Ingin Mencintai
46
Cinta Tidak Pernah Berpihak Padanya
47
Aku Tidak Mau Dibayar Lagi
48
Penyesalan Pertamanya
49
Dia Memang Bukan Anakmu!
50
Masih Takut Memulai Kisah Baru
51
Rumah Kenangan
52
Hanya Viona Yang Akan Jadi Istriku!
53
Aku Cemburu
54
Mengembalikan Uang Bayaran
55
Tidur Berpelukan
56
Restoran Milikmu
57
Apa Pernah Kenal Sebelumnya?!
58
Tidak Mudah Menerima
59
Jangan Meragukan Keseriusanku!
60
Semuanya Akan Baik-baik Saja
61
Kedatangan Raline
62
Pesan Yang Tak Terbalas
63
Apa Aku Boleh Tidak Mengalah?
64
Sudah Menolak Perjodohan Sejak Awal
65
Cerita Tuhan Tentang Hidupku
66
Mau Bertemu Ayahmu
67
Velia Yang Ternyata Kesepian
68
Jangan Pernah Menyakitinya
69
Yang Mematahkan Presepsinya
70
Tidak Perlu Merasa Bersalah
71
Tidak Akan Sama Seperti Masa Lalu
72
Semuanya Mengerti Keadaannya
73
Berjanji Untuk Terus Bersama
74
Gantungan Kunci Pembawa Takdir
75
Bertemu Ibu
76
Penggiring Pengantin
77
Pernikahan
78
Hidupku Baik-baik Saja, Meski Tanpa Ibu
79
Hanya Mandi Bersama
80
Rumah Terakhirku
81
Mencintaiku Sejak Dulu?
82
Berusaha Menyatukan Kembali Anak Dan Ibu
83
Aku Dan Kamu, Menjadi Kita
84
Cinta Akan Menemukan Jalannya
85
Cerita Byan
86
Bantu Ramaikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!