Chapter 003: Kota Giok dan Seorang Badut

Beberapa hari telah berlalu sejak insiden yang mengguncang asrama murid magang.

Di dalam gubuk tua yang remang-remang itu, Qin Xiang masih duduk bersila di atas lantai kayu yang dingin. Napasnya naik turun secara perlahan, membentuk ritme kuno yang terasa menyatu dengan denyut langit dan bumi.

Udara di sekitarnya bergetar samar.

Energi spiritual tipis yang tersebar di pegunungan mulai bergerak pelan menuju tubuhnya, lalu tersedot masuk melalui pori-pori yang terbuka lebar. Energi itu mengalir melewati meridian yang sempit dan rapuh, terasa seperti banjir besar yang dipaksa melewati sungai kecil yang nyaris runtuh kapan saja.

Namun anehnya—

Tubuh Qin Xiang justru bertahan.

Bahkan Dantian raksasa di dalam tubuhnya terus melahap seluruh energi itu tanpa henti seperti jurang tak berdasar.

Wushhh...

Aura Qi perlahan berputar di sekeliling tubuhnya.

Lantai kayu di bawahnya mulai retak sedikit demi sedikit akibat tekanan energi yang terus meningkat.

Entah sudah berapa lama berlalu, hingga akhirnya mata Qin Xiang perlahan terbuka.

Kilatan cahaya samar melintas di kedalaman pupil hitamnya, diiringi napas panjang yang keluar dari bibirnya.

“Pemurnian Qi tahap keempat...” gumamnya pelan sambil mengepalkan tangan. “Kecepatan tubuh ini jauh lebih baik dari perkiraanku.”

Senyuman tipis perlahan muncul di wajahnya.

Beberapa hari lalu, tubuh ini bahkan nyaris tidak mampu menyerap energi spiritual dengan baik. Namun sekarang, dantiannya telah terisi hampir penuh oleh Qi murni yang padat.

Jika orang lain mengetahui kecepatan kultivasinya, mereka mungkin akan menganggapnya monster.

Tetapi bagi Qin Xiang—Ini masih terlalu lambat.

Di kehidupan sebelumnya, ia pernah berdiri di puncak langit sebagai Kaisar Agung yang membuat ribuan dunia tunduk di bawah kakinya. Dibandingkan kekuatan masa lalunya, kultivasi saat ini bahkan tidak lebih dari setetes air di lautan luas.

Namun justru karena itulah...

Tatapan Qin Xiang perlahan berubah dingin.

Ia tahu lebih baik dari siapa pun bahwa fondasi adalah segalanya.

Semakin kuat fondasi seseorang di awal kultivasi, semakin tinggi pula langit yang mampu mereka capai di masa depan.

Dan kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Qin Xiang perlahan berdiri lalu berjalan keluar dari gubuk untuk menghirup udara pagi yang terasa segar setelah berhari-hari hanya berkultivasi tanpa henti.

Sinar matahari pagi menyinari wajahnya.

Angin gunung bertiup lembut, membuat ujung rambut hitamnya bergerak perlahan.

Untuk sesaat, Qin Xiang hanya berdiri diam sambil memandang pegunungan luas di kejauhan.

Sudah sangat lama sejak terakhir kali ia menikmati ketenangan seperti ini.

Di kehidupan sebelumnya, hari-harinya dipenuhi darah, perang, dan pengkhianatan. Bahkan saat berdiri di puncak dunia, tidak pernah ada kedamaian yang benar-benar nyata.

Namun sekarang—

Ia kembali menjadi manusia biasa.

Dan anehnya... perasaan itu tidak terlalu buruk.

“Sudah waktunya bergerak,” gumamnya pelan.

Tanpa membuang waktu lagi, Qin Xiang segera berjalan menuju Aula Misi Sekte Pedang Giok.

...

Aula Misi masih seramai biasanya.

Puluhan murid sekte keluar masuk sambil membawa gulungan tugas di tangan mereka. Beberapa tampak terluka setelah berburu monster, sementara yang lain sibuk membanggakan hasil misi mereka kepada teman-temannya.

Namun begitu Qin Xiang melangkah masuk—

Suasana langsung berubah sedikit aneh.

Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar samar dari berbagai arah.

“Itu Qin Xiang, kan?”

“Bukannya dia sampah sekte?”

“Aku dengar dia menghajar Xiao Jing sampai pingsan hanya dengan satu pukulan...”

“Mana mungkin?”

Tatapan penuh rasa penasaran mulai tertuju kepadanya. Tetapi Qin Xiang sama sekali tidak memedulikannya. Langkahnya tetap tenang saat berjalan menuju meja pendaftaran murid.

Tetua penjaga aula yang sedang membaca gulungan tua perlahan mengangkat kepala. Namun begitu merasakan fluktuasi energi dari tubuh Qin Xiang—

Kedua matanya langsung sedikit menyipit.

“Pemurnian Qi tahap keempat?”

Nada suaranya mengandung keterkejutan yang sulit disembunyikan.

Qin Xiang menyerahkan plat identitas lamanya tanpa banyak bicara.

Tetua itu memeriksanya beberapa saat sebelum akhirnya menghela napas kecil.

“Dari tahap pertama menuju tahap keempat hanya dalam beberapa hari...” gumamnya pelan sambil menggelengkan kepala. “Entah kau menyembunyikan bakatmu selama ini atau memang mengalami keberuntungan besar.”

Qin Xiang hanya tersenyum tipis.

Ia tentu tidak mungkin menjelaskan bahwa dirinya adalah reinkarnasi seorang Kaisar Agung.

Tak lama kemudian, tetua itu menyerahkan sebuah plat perak baru kepadanya.

“Mulai hari ini, kau resmi menjadi murid pintu luar.”

“Terima kasih, Tetua.”

Qin Xiang menerima plat itu dengan tenang sebelum berjalan menuju papan misi besar di tengah aula.

Ratusan gulungan tugas tertempel di sana.

Sebagian besar hanyalah misi biasa seperti berburu monster tingkat rendah, mengumpulkan herbal, atau mengawal pedagang.

Tatapan Qin Xiang bergerak cepat menyapu semuanya.

Hingga akhirnya—

Matanya berhenti pada sebuah gulungan tua di sudut papan.

“Mengumpulkan Mawar Giok Darah...” lirihnya pelan.

Senyuman samar langsung muncul di sudut bibirnya.

Bagi murid lain, misi itu terkenal berbahaya karena lokasi Mawar Giok Darah berada di dalam gua yang dipenuhi binatang buas berbahaya. Namun bagi Qin Xiang—

Yang ia lihat bukanlah bahaya.

Melainkan kesempatan.

Esensi Mawar Giok Darah mampu memperkuat meridian dan memurnikan kotoran yang telah menumpuk lama di dalam tubuh. Itu adalah sesuatu yang sangat ia butuhkan saat ini.

Tanpa ragu, Qin Xiang langsung mengambil gulungan misi tersebut lalu membawanya menuju meja persetujuan.

Tetua penjaga aula sempat mengernyit saat membaca nama misi itu.

“Kau yakin ingin mengambil tugas ini?” tanyanya sambil menatap Qin Xiang dalam-dalam. “Murid pintu luar biasa saja belum tentu berani memasuki gua itu.”

“Maksud Tetua tentang Kelelawar Pelahap Aura?” Qin Xiang tersenyum tipis. “Bukan masalah besar.”

Tetua itu langsung terdiam.

Tatapannya berubah semakin aneh.

Biasanya murid seusia Qin Xiang akan pucat pasi hanya dengan mendengar nama monster itu. Namun pemuda di depannya justru terlihat terlalu tenang.

Seolah ancaman itu hanyalah lelucon kecil.

“Dasar bocah aneh...” gumam sang tetua sebelum akhirnya menstempel gulungan misi tersebut. “Pergilah kalau begitu. Tapi jangan salahkan siapa pun kalau kau mati.”

Qin Xiang hanya mengangguk ringan sebelum berbalik meninggalkan aula.

...

Beberapa jam kemudian, Qin Xiang akhirnya tiba di Kota Giok yang berada di kaki gunung sekte.

Kota itu jauh lebih hidup dibanding wilayah sekte yang dingin dan penuh aturan.

Teriakan pedagang saling bersahutan di sepanjang jalan utama. Aroma daging panggang dan roti hangat memenuhi udara. Anak-anak kecil berlarian di sela kerumunan sambil tertawa riang tanpa memedulikan kerasnya dunia kultivasi.

Qin Xiang berjalan perlahan menyusuri jalanan kota sambil membiarkan suasana ramai itu memenuhi indranya.

Sudah sangat lama sejak terakhir kali ia melihat dunia fana seperti ini.

Di kehidupan sebelumnya, orang-orang yang berada di sekelilingnya hanyalah penguasa dunia, kultivator tertinggi, dan monster tua yang telah hidup ribuan tahun.

Tidak ada tawa ringan.

Tidak ada kehidupan sederhana.

Yang ada hanyalah intrik, pembantaian, dan perebutan kekuasaan tanpa akhir.

Untuk sesaat, Qin Xiang benar-benar menikmati suasana itu.

Namun ketenangan tersebut tidak berlangsung lama.

Plak!

Seseorang tiba-tiba menabrak bahunya cukup keras dari belakang.

“Heh! Apa kau buta?!” bentak suara arogan yang terasa sangat familiar di telinganya.

Qin Xiang perlahan memutar tubuh, matanya langsung mengunci sosok yang menabraknya itu.

Wajah orang di depannya langsung membeku.

“Qi-Qin Xiang?!”

Qin Xiang mengangkat alis sedikit sebelum senyum mengejek perlahan muncul di wajahnya.

“Oh?” katanya santai. “Xiao Jing.”

Tubuh Xiao Jing langsung menegang.

Ingatan tentang satu pukulan Qin Xiang beberapa hari lalu masih terasa jelas di kepalanya. Hidungnya bahkan belum sepenuhnya pulih sampai sekarang.

Qin Xiang melangkah maju satu langkah.

“Aneh,” ujarnya pelan. “Aku sedang menikmati suasana kota dengan cukup baik beberapa saat lalu.”

Tatapannya perlahan menyipit.

“Tapi begitu melihat wajahmu... suasana hatiku langsung memburuk.”

Mendengar pernyataan pihak lain, wajah Xiao Jing langsung berkedut marah.

Namun saat menyadari banyak orang mulai memperhatikan mereka, matanya tiba-tiba berputar licik, sebuah solusi jahat muncul di benaknya.

Detik berikutnya—

Ia langsung membusungkan dada sambil berteriak keras.

“Kita adalah murid Sekte Pedang Giok yang terhormat!” katanya lantang dengan ekspresi penuh kebenaran palsu. “Apa kau tidak tahu malu mengancam sesama murid di tengah kota seperti ini?! Kau ingin mempermalukan nama sekte kita?!”

Kerumunan mulai berhenti berjalan.

Beberapa penduduk memandang Qin Xiang dengan tatapan tidak suka, membuat Qin Xiang sendiri sampai terdiam beberapa saat.

Bukan karena takut.

Tetapi karena benar-benar kagum melihat betapa tidak tahu malunya Xiao Jing.

Di kehidupan sebelumnya, Qin Xiang pernah melihat pengkhianat, iblis, bahkan dewa licik yang bermain di balik layar dunia.

Namun entah kenapa...

Bocah seperti Xiao Jing justru terasa jauh lebih menyebalkan.

Melihat orang-orang mulai berpihak padanya, Xiao Jing langsung semakin percaya diri.

“Hmph! Jika kau memang punya kemampuan, temui aku di arena sekte!” katanya keras sambil mundur perlahan. “Jangan bertindak seperti preman jalanan!”

Setelah berkata begitu, ia segera berbalik dan pergi dengan langkah cepat sebelum Qin Xiang benar-benar kehilangan kesabaran.

Qin Xiang hanya memandangi punggungnya yang semakin menjauh di tengah keramaian kota.

Untuk sesaat, ia benar-benar kehilangan kata-kata.

Sudut bibirnya akhirnya terangkat tipis sebelum ia menggelengkan kepala pelan. “Benar-benar badut kecil yang menyebalkan...” gumamnya.

...

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Ibad Moulay

Ibad Moulay

Kota Giok

2026-05-30

2

yos helmi

yos helmi

💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣👍👍👍

2026-05-18

1

Ress

Ress

Misi pertama mc/Determined/

2026-05-11

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 001: AKU ADALAH KAISAR AGUNG!
2 Chapter 002: Mengusir Para Pengacau
3 Chapter 003: Kota Giok dan Seorang Badut
4 Chapter 004: Hutan Kabut Senja
5 Chapter 005: Pengkhianatan dan Pertolongan
6 Chapter 006: Alkemis dan Toko Obat
7 Chapter 007: Menagih Bunga!
8 Chapter 008: Teman Kamar Tambun
9 Chapter 009: Ketakutan Qu Long
10 Chapter 010: Memukul Para Senior Preman
11 Chapter 011: Li Mei
12 Chapter 012: Menerobos ranah-Qi Fondasi!
13 Chapter 013: Tampan dan Sombong!
14 Chapter 014: Keadaan Darurat-Misi Baru!
15 Chapter 015: Desa Quang Dalam Bahaya
16 Chapter 016: Kuda Roh Herbal-Makhluk Langka
17 Chapter 017: Niat Jahat
18 Chapter 018: Mencari kematianmu sendiri!
19 Chapter 019: Berkah atau Kutukan?
20 Chapter 020: Kembali Ke Sekte
21 #21: Jenius Sekte
22 #22: Menguji Seekor Naga?
23 Chapter 023: Pengganggu di Lantai Dua
24 #24: Beberapa Serangga Pengganggu
25 #25: Menerobos tahap 2
26 #26: Tuan Muda Qin
27 #27: Teknik Pemurnian Pil
28 #28: Pemurnian Berhasil!
29 #29: Informasi Alam Rahasia
30 #30: Niat Membunuh di Tengah Hutan
31 #31: Perundungan
32 #32: Memainkan Trik di Depan Kaisar?
33 #33: Rencana Pembunuhan
34 #34: Tahap empat
35 #35: Mereka Lagi!
36 #36: Pedang Agung Menebas Bumi!
37 #37: Kamar Dagang Kai
38 #38: Menunjukkan Identitas
39 #39: Informasi Hutan Kematian Liar dan Hubungan Kerja Sama
40 #40: Hutan Kematian Liar
41 #41: Meremehkan Sang Kaisar?
42 #42: Kelompok Taring Serigala
43 #43: Persiapan dan Drama Murahan
44 #44: Pencurian di Bawah Hidung
45 #45: Penyerangan Zheng Lang
46 #46: Memotong Ikan di Talenan
47 #47: Inti Formasi Tahap 5
48 #48: Pedang Rusak
49 #49: Keluar dan Perselisihan Kamar Dagang Gong
50 #50: Pengepungan yang meriah
51 #51: Pembantaian
52 #52: Mengenang Masa Lalu
53 #53: Kapan kalian berpacaran?
54 #54: Puncak Abadi
55 #55: Master Sekte Pedang Giok!
56 #56: Persiapan
57 #57: Pengganggu di tengah hutan
58 #58: Lembah Tak Bertuan
59 #59: Alam Rahasia Misterius
60 Chapter 060: Pembantaian Seorang Diri
61 Chapter 061: Seratus ribu tahun lamanya
62 Chapter 062: Seorang manusia dan seekor banteng hitam
63 Chapter 063: Ketahuan!
64 Chapter 064: Pedang Agung Menebas Bumi - Fase Dua!
65 Chapter 065: Ujian seratus langkah
66 Chapter 066: Keinginan Naga Api dan Phoenix Es
67 Chapter 067: Tertinggal dan terjebak bersama
68 Chapter 068: Monster Tua
69 Chapter 069: Memanen tubuh Kaisar Monster
70 Chapter 070: Kekacauan di Kota Dagang Luo
71 Chapter 071: Ketakutan para pasukan
72 Chapter 072: Lari!
73 Chapter 073: Legenda Sang Kaisar
74 Chapter 074: Strategi cerdas Qin Xiang
75 Chapter 075: Telapak tangan agung
76 Chapter 076: Ketamakan Tetua Agung
77 Chapter 077: Prinsip Seorang Kaisar
78 Chapter 078: Sore yang berat
79 Chapter 079: Kedatangan Qin Xiang
80 Chapter 080: Syarat dan Penyelesaian Instan
81 Chapter 081: Ikatan masa lalu
82 Chapter 082: Raja Iblis dan ide buruknya
83 Chapter 083: Inti Naga!
84 Chapter 084: Suasana di teras paviliun
85 Chapter 085: Qu Xiao Lian dalam bahaya!
86 Chapter 086: Tuan Muda Ke-7
87 Chapter 087: Pengumuman Turnamen
88 Chapter 088: Rumah
89 Chapter 089: Politik dan Pertunangan
90 Chapter 090: Aku hanya ingin berkultivasi
91 Chapter 091: Merawat Orang Tua adalah Kewajiban!
92 Chapter 092: Keberanian Qin Xuan
93 Chapter 093: Kekacauan di Istana
94 Chapter 094: Hubungan buruk ayah dan anak
95 Chapter 095: Rencana Shu Lianmen
96 Chapter 096: Kenalan Qin Xiang
97 Chapter 097: Pembukaan Turnamen
98 Chapter 098: Pembukaan Turnamen II
99 Chapter 099: Pertaruhan
100 Chapter 100: Menunjukkan taring pada dunia
101 Chapter 101: Melawan Qin Huangli
102 Chapter 102: Rencana licik Ling Zhan
103 Chapter 103: Ilusi rendahan
104 Chapter 104: Qin Xiang melawan Qin Hua
105 Chapter 105: Qin Xiang melawan Qin Hua (II)
106 Chapter 106: Qin Xiang melawan Qin Hua (III)
107 Chapter 107: Tuan Muda Pertama dan Ketujuh
108 Chapter 108: Kemenangan
109 Chapter 109: Ulang Tahun ke-17 Tahun
110 Chapter 110: Bertemu Leluhur Agung
111 Chapter 111: Aku ingin Shu Rongrong!
112 Chapter 112: Aku akan menjadi raja
113 Chapter 113: Keputusan Leluhur
114 Chapter 114: Keputusan Terakhir dan Kesengsaraan Petir
115 Chapter 115: Naga Petir
116 Chapter 116: Kesengsaraan Ilahi
117 Chapter 117: Tanggapan Para Ahli Kuat
118 Chapter 118: Alkemis bermarga Wang dan Zong
119 Chapter 119: Pemanenan Tanaman Herbal
120 Chapter 120: Dicurangi
121 Chapter 121: Babak Pemurnian Pil
122 Chapter 122: Kau Lolos
123 Chapter 123: Istirahat dan Informasi
124 Chapter 124: Pemulihan Pil
125 Chapter 125: Persaingan
126 Chapter 126: Kelicikan Wang Shang
127 Chapter 127 : Pil Peringkat Bumi—2 Vein
128 Chapter 128: Kebencian Wang Shang
129 Chapter 129: Kerja Sama
130 Chapter 130: Penjudi buruk
131 Chapter 131: Percakapan Tentang Kondisi Saat Ini
132 Chapter 132: Rumah Judi
133 Chapter 133: Kemarahan Master Kong
134 Chapter 134: Diskon Master Kong
135 Chapter 135: Teknik Elemen
136 Chapter 136: Penempaan Senjata Rusak
137 Chapter 137: Membeli Master Pandai Besi
138 Chapter 138: Nona Muda
139 Chapter 139: Kecupan Manis
140 Chapter 140: Perkembangan Kedua Faksi
141 Chapter 141: Kekalahan Tuan Muda Pertama
142 Chapter 142: Perintah Pewaris Patriark
143 Chapter 143: 99 VS 1
144 Chapter 144: Diskusi Kecil (Pengajaran Agung)
145 Chapter 145: Meninggalkan Ibukota
146 Chapter 146: Harta Karun Langit & Bumi
147 Chapter 147: Lari jika tidak ingin mati
148 Chapter 148: Penyatuan Teratai Jiwa Abadi
149 Chapter 149: Kembali ke Kota Dagang Luo
150 Chapter 150: Kembali ke Sekte Pedang Giok
151 Chapter 151: Petunjuk dari Yu Shengren
152 Chapter 152: Sahabat dan Kekasih
153 Chapter 153: Berbagi Cerita
154 Chapter 154: Ayo!
155 Chapter 155: Tugas Untuk Qu Long
156 Chapter 156: Surat dari Ibukota
157 Chapter 157: Keberanian Qu Long atau...
158 Chapter 158: Trik Qu Long
159 Chapter 159: Qu Long Kembali
160 Chapter 160: Keputusan Wang Bai
161 Chapter 161: Kabar Terbaru
162 Chapter 162: Bawa aku menemui Patriark Xiao!
163 Chapter 163: Perbincangan dengan Xiao Chang'en
164 Chapter 164: Perbincangan dengan Xiao Chang'en (II)
165 Chapter 165: Mengungkapkan Hubungan Sebenarnya
166 Chapter 166: Xiao Jing Diabaikan
167 Chapter 167: Perjalanan Kembali
168 Chapter 168: Harga Kepala Qin Xiang
169 Chapter 169: Malam Mencekam
170 Chapter 170: Pengepungan Penginapan
171 Chapter 171: Pembantaian Dimulai
172 Chapter 172: Pembantaian Bulan Sabit Merah
173 Chapter 173: Lima Belas Kaki Naga Api
174 Chapter 174: Sosok Misterius
175 Chapter 175: Kembali Ke Keluarga Qin
176 Chapter 176: Rapat
177 Chapter 177: Kehadiran Petinggi Faksi Qin Xiang
178 Chapter 178: Kong Lie Lucu
179 Chapter 179: Laporan Darurat!
180 Chapter 180: Perbatasan Utara Jatuh
181 Chapter 181: Analisis Kaisar Agung
182 Chapter 182: Pertemuan Akbar
183 Chapter 183: Rapat Akbar
184 Chapter 184: Langkah Sang Pewaris
185 Chapter 185: Langkah Tersembunyi
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Chapter 001: AKU ADALAH KAISAR AGUNG!
2
Chapter 002: Mengusir Para Pengacau
3
Chapter 003: Kota Giok dan Seorang Badut
4
Chapter 004: Hutan Kabut Senja
5
Chapter 005: Pengkhianatan dan Pertolongan
6
Chapter 006: Alkemis dan Toko Obat
7
Chapter 007: Menagih Bunga!
8
Chapter 008: Teman Kamar Tambun
9
Chapter 009: Ketakutan Qu Long
10
Chapter 010: Memukul Para Senior Preman
11
Chapter 011: Li Mei
12
Chapter 012: Menerobos ranah-Qi Fondasi!
13
Chapter 013: Tampan dan Sombong!
14
Chapter 014: Keadaan Darurat-Misi Baru!
15
Chapter 015: Desa Quang Dalam Bahaya
16
Chapter 016: Kuda Roh Herbal-Makhluk Langka
17
Chapter 017: Niat Jahat
18
Chapter 018: Mencari kematianmu sendiri!
19
Chapter 019: Berkah atau Kutukan?
20
Chapter 020: Kembali Ke Sekte
21
#21: Jenius Sekte
22
#22: Menguji Seekor Naga?
23
Chapter 023: Pengganggu di Lantai Dua
24
#24: Beberapa Serangga Pengganggu
25
#25: Menerobos tahap 2
26
#26: Tuan Muda Qin
27
#27: Teknik Pemurnian Pil
28
#28: Pemurnian Berhasil!
29
#29: Informasi Alam Rahasia
30
#30: Niat Membunuh di Tengah Hutan
31
#31: Perundungan
32
#32: Memainkan Trik di Depan Kaisar?
33
#33: Rencana Pembunuhan
34
#34: Tahap empat
35
#35: Mereka Lagi!
36
#36: Pedang Agung Menebas Bumi!
37
#37: Kamar Dagang Kai
38
#38: Menunjukkan Identitas
39
#39: Informasi Hutan Kematian Liar dan Hubungan Kerja Sama
40
#40: Hutan Kematian Liar
41
#41: Meremehkan Sang Kaisar?
42
#42: Kelompok Taring Serigala
43
#43: Persiapan dan Drama Murahan
44
#44: Pencurian di Bawah Hidung
45
#45: Penyerangan Zheng Lang
46
#46: Memotong Ikan di Talenan
47
#47: Inti Formasi Tahap 5
48
#48: Pedang Rusak
49
#49: Keluar dan Perselisihan Kamar Dagang Gong
50
#50: Pengepungan yang meriah
51
#51: Pembantaian
52
#52: Mengenang Masa Lalu
53
#53: Kapan kalian berpacaran?
54
#54: Puncak Abadi
55
#55: Master Sekte Pedang Giok!
56
#56: Persiapan
57
#57: Pengganggu di tengah hutan
58
#58: Lembah Tak Bertuan
59
#59: Alam Rahasia Misterius
60
Chapter 060: Pembantaian Seorang Diri
61
Chapter 061: Seratus ribu tahun lamanya
62
Chapter 062: Seorang manusia dan seekor banteng hitam
63
Chapter 063: Ketahuan!
64
Chapter 064: Pedang Agung Menebas Bumi - Fase Dua!
65
Chapter 065: Ujian seratus langkah
66
Chapter 066: Keinginan Naga Api dan Phoenix Es
67
Chapter 067: Tertinggal dan terjebak bersama
68
Chapter 068: Monster Tua
69
Chapter 069: Memanen tubuh Kaisar Monster
70
Chapter 070: Kekacauan di Kota Dagang Luo
71
Chapter 071: Ketakutan para pasukan
72
Chapter 072: Lari!
73
Chapter 073: Legenda Sang Kaisar
74
Chapter 074: Strategi cerdas Qin Xiang
75
Chapter 075: Telapak tangan agung
76
Chapter 076: Ketamakan Tetua Agung
77
Chapter 077: Prinsip Seorang Kaisar
78
Chapter 078: Sore yang berat
79
Chapter 079: Kedatangan Qin Xiang
80
Chapter 080: Syarat dan Penyelesaian Instan
81
Chapter 081: Ikatan masa lalu
82
Chapter 082: Raja Iblis dan ide buruknya
83
Chapter 083: Inti Naga!
84
Chapter 084: Suasana di teras paviliun
85
Chapter 085: Qu Xiao Lian dalam bahaya!
86
Chapter 086: Tuan Muda Ke-7
87
Chapter 087: Pengumuman Turnamen
88
Chapter 088: Rumah
89
Chapter 089: Politik dan Pertunangan
90
Chapter 090: Aku hanya ingin berkultivasi
91
Chapter 091: Merawat Orang Tua adalah Kewajiban!
92
Chapter 092: Keberanian Qin Xuan
93
Chapter 093: Kekacauan di Istana
94
Chapter 094: Hubungan buruk ayah dan anak
95
Chapter 095: Rencana Shu Lianmen
96
Chapter 096: Kenalan Qin Xiang
97
Chapter 097: Pembukaan Turnamen
98
Chapter 098: Pembukaan Turnamen II
99
Chapter 099: Pertaruhan
100
Chapter 100: Menunjukkan taring pada dunia
101
Chapter 101: Melawan Qin Huangli
102
Chapter 102: Rencana licik Ling Zhan
103
Chapter 103: Ilusi rendahan
104
Chapter 104: Qin Xiang melawan Qin Hua
105
Chapter 105: Qin Xiang melawan Qin Hua (II)
106
Chapter 106: Qin Xiang melawan Qin Hua (III)
107
Chapter 107: Tuan Muda Pertama dan Ketujuh
108
Chapter 108: Kemenangan
109
Chapter 109: Ulang Tahun ke-17 Tahun
110
Chapter 110: Bertemu Leluhur Agung
111
Chapter 111: Aku ingin Shu Rongrong!
112
Chapter 112: Aku akan menjadi raja
113
Chapter 113: Keputusan Leluhur
114
Chapter 114: Keputusan Terakhir dan Kesengsaraan Petir
115
Chapter 115: Naga Petir
116
Chapter 116: Kesengsaraan Ilahi
117
Chapter 117: Tanggapan Para Ahli Kuat
118
Chapter 118: Alkemis bermarga Wang dan Zong
119
Chapter 119: Pemanenan Tanaman Herbal
120
Chapter 120: Dicurangi
121
Chapter 121: Babak Pemurnian Pil
122
Chapter 122: Kau Lolos
123
Chapter 123: Istirahat dan Informasi
124
Chapter 124: Pemulihan Pil
125
Chapter 125: Persaingan
126
Chapter 126: Kelicikan Wang Shang
127
Chapter 127 : Pil Peringkat Bumi—2 Vein
128
Chapter 128: Kebencian Wang Shang
129
Chapter 129: Kerja Sama
130
Chapter 130: Penjudi buruk
131
Chapter 131: Percakapan Tentang Kondisi Saat Ini
132
Chapter 132: Rumah Judi
133
Chapter 133: Kemarahan Master Kong
134
Chapter 134: Diskon Master Kong
135
Chapter 135: Teknik Elemen
136
Chapter 136: Penempaan Senjata Rusak
137
Chapter 137: Membeli Master Pandai Besi
138
Chapter 138: Nona Muda
139
Chapter 139: Kecupan Manis
140
Chapter 140: Perkembangan Kedua Faksi
141
Chapter 141: Kekalahan Tuan Muda Pertama
142
Chapter 142: Perintah Pewaris Patriark
143
Chapter 143: 99 VS 1
144
Chapter 144: Diskusi Kecil (Pengajaran Agung)
145
Chapter 145: Meninggalkan Ibukota
146
Chapter 146: Harta Karun Langit & Bumi
147
Chapter 147: Lari jika tidak ingin mati
148
Chapter 148: Penyatuan Teratai Jiwa Abadi
149
Chapter 149: Kembali ke Kota Dagang Luo
150
Chapter 150: Kembali ke Sekte Pedang Giok
151
Chapter 151: Petunjuk dari Yu Shengren
152
Chapter 152: Sahabat dan Kekasih
153
Chapter 153: Berbagi Cerita
154
Chapter 154: Ayo!
155
Chapter 155: Tugas Untuk Qu Long
156
Chapter 156: Surat dari Ibukota
157
Chapter 157: Keberanian Qu Long atau...
158
Chapter 158: Trik Qu Long
159
Chapter 159: Qu Long Kembali
160
Chapter 160: Keputusan Wang Bai
161
Chapter 161: Kabar Terbaru
162
Chapter 162: Bawa aku menemui Patriark Xiao!
163
Chapter 163: Perbincangan dengan Xiao Chang'en
164
Chapter 164: Perbincangan dengan Xiao Chang'en (II)
165
Chapter 165: Mengungkapkan Hubungan Sebenarnya
166
Chapter 166: Xiao Jing Diabaikan
167
Chapter 167: Perjalanan Kembali
168
Chapter 168: Harga Kepala Qin Xiang
169
Chapter 169: Malam Mencekam
170
Chapter 170: Pengepungan Penginapan
171
Chapter 171: Pembantaian Dimulai
172
Chapter 172: Pembantaian Bulan Sabit Merah
173
Chapter 173: Lima Belas Kaki Naga Api
174
Chapter 174: Sosok Misterius
175
Chapter 175: Kembali Ke Keluarga Qin
176
Chapter 176: Rapat
177
Chapter 177: Kehadiran Petinggi Faksi Qin Xiang
178
Chapter 178: Kong Lie Lucu
179
Chapter 179: Laporan Darurat!
180
Chapter 180: Perbatasan Utara Jatuh
181
Chapter 181: Analisis Kaisar Agung
182
Chapter 182: Pertemuan Akbar
183
Chapter 183: Rapat Akbar
184
Chapter 184: Langkah Sang Pewaris
185
Chapter 185: Langkah Tersembunyi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!