Chapter 005: Pengkhianatan dan Pertolongan

Setelah meninggalkan gua Kelelawar Pelahap Aura, Qin Xiang tidak langsung kembali ke Sekte Pedang Giok. Ia justru terus bergerak semakin dalam menuju bagian hutan yang lebih sunyi dan jarang dijamah manusia. Langkahnya tenang, tetapi pikirannya tetap waspada.

Ia tahu terlalu banyak hal telah berubah dalam waktu singkat.

Seseorang yang sebelumnya dianggap sampah sekte tiba-tiba kembali membawa kekuatan besar... itu bukan sesuatu yang bisa dijelaskan begitu saja. Dunia kultivasi tidak pernah kekurangan orang-orang licik yang senang membongkar rahasia orang lain.

Karena itulah Qin Xiang memilih bersembunyi untuk sementara waktu.

Setelah mencari cukup lama, ia akhirnya menemukan sebuah ceruk sempit di balik tebing batu yang tertutup akar-akar pohon tua. Tempat itu lembap, gelap, dan hampir mustahil ditemukan jika tidak benar-benar mencarinya.

Namun justru itulah yang ia butuhkan.

“Tempat ini cukup bagus,” gumamnya pelan.

Qin Xiang duduk bersila di tengah ceruk batu itu lalu perlahan mengeluarkan Mawar Giok Darah yang telah ia kumpulkan sebelumnya. Aroma khas tanaman spiritual itu segera memenuhi udara.

Harum... tetapi juga menusuk.

Seolah ada bau darah samar yang tersembunyi di balik kelopak merahnya.

Qin Xiang menutup matanya.

Perlahan, energi dari mawar-mawar itu mulai diserap ke dalam tubuhnya.

Dalam sekejap, sensasi panas yang luar biasa langsung menjalar melalui meridian-meridiannya. Rasanya seperti ada cairan magma yang sedang mengalir di dalam tubuhnya, membakar setiap jalur energi yang dilewatinya.

Namun Qin Xiang tidak panik.

Sebaliknya, bibirnya justru sedikit terangkat.

Ia menikmati rasa sakit itu.

Karena ia tahu... rasa sakit ini berarti tubuhnya sedang berubah.

Kotoran-kotoran yang selama ini menyumbat meridian tubuh aslinya mulai dihancurkan sedikit demi sedikit. Jalur energi yang sebelumnya rapuh dan sempit perlahan melebar, menjadi lebih kuat dan lebih kokoh.

Hari pertama berlalu.

Hari kedua.

Hari ketiga.

Ceruk batu itu berkali-kali bergetar akibat luapan Qi yang keluar dari tubuh Qin Xiang. Air Spiritual yang sebelumnya ia padatkan menjadi manik kecil kini perlahan menyusut seiring terus diserap ke dalam dantiannya yang luas.

Wushhh!

Gelombang energi tiba-tiba meledak dari tubuhnya.

Debu dan dedaunan di sekitar ceruk langsung tersapu bersih, sementara rambut hitam Qin Xiang berkibar perlahan di tengah tekanan Qi yang semakin kuat.

Perlahan... ia membuka matanya.

Tatapannya jauh lebih tajam dibanding sebelumnya.

“Puncak Pemurnian Qi tahap kesembilan...” gumamnya lirih.

Napas hangat keluar perlahan dari bibirnya.

Bahkan dirinya sendiri sedikit terkejut dengan perkembangan tubuh ini.

Dantian miliknya benar-benar terlalu besar.

Ia menatap manik Air Spiritual di telapak tangannya.

Kini ukurannya sudah berkurang hampir seperempat.

“Jika kultivator biasa menggunakan energi sebanyak ini...” ucapnya pelan sambil menyipitkan mata, “mereka mungkin sudah cukup untuk menerobos ke ranah Qi Fondasi.”

Tatapannya lalu berubah lebih dalam.

“Tapi tubuhku berbeda.”

Ia bisa merasakan betapa padatnya Qi di dalam tubuhnya sekarang. Meski masih berada di ranah Pemurnian Qi, kualitas energi miliknya sudah jauh melampaui kultivator biasa.

Qin Xiang perlahan berdiri.

Tulang-tulangnya mengeluarkan bunyi retakan ringan.

Tubuh barunya akhirnya mulai mampu mengimbangi sebagian kecil kekuatan jiwanya.

Namun tiba-tiba—

Angin di tengah hutan berubah kacau.

Daun-daun beterbangan liar.

Beberapa kawanan burung yang ketakutan terbang berhamburan dari kejauhan, seolah sedang mencoba melarikan diri dari sesuatu yang mengerikan.

Qin Xiang langsung menyipitkan mata.

“Ada pertarungan.”

Tubuhnya segera melesat ringan menembus pepohonan.

Semakin dekat menuju sumber suara, semakin pekat pula aroma darah yang memenuhi udara.

Hingga akhirnya...

Sebuah area hutan yang hancur memasuki pandangannya.

Pepohonan tumbang ke segala arah.

Tanah retak.

Bekas darah memenuhi rerumputan.

Dan di tengah kekacauan itu, seekor Rusa Bertanduk Kristal raksasa sedang mengamuk dengan mata merah penuh amarah.

Setiap hentakan kakinya membuat tanah bergetar.

Setiap raungannya mengguncang udara di sekitar.

“Rusa Bertanduk Kristal dewasa...” gumam Qin Xiang pelan. “Setara Inti Formasi tahap pertama.”

Tatapannya lalu bergeser ke arah beberapa murid Sekte Pedang Giok yang sedang bertarung mati-matian melawan monster tersebut.

Dan di antara mereka...

Ia melihat sosok yang sangat familiar.

Xiao Jing.

Wajah Qin Xiang langsung berubah aneh.

“Pengacau itu lagi...” desahnya pelan.

Tubuh Xiao Jing tampak penuh luka. Seragam sektenya sudah robek di sana-sini, sementara tangannya gemetar saat menggenggam pedang.

Lalu pandangan Qin Xiang jatuh pada bangkai seekor rusa kecil di dekat sana.

Ia langsung mengerti semuanya.

“Mereka membunuh anaknya, dan sang ibu menuntut balik," Qin Xiang menghela napas.

...

“AWAS!”

Xiao Jing berteriak panik saat monster itu tiba-tiba menyeruduk ke arah dua rekannya yang membeku ketakutan.

Tanpa pikir panjang, ia melompat maju sambil mengangkat pedangnya untuk menahan tanduk kristal monster tersebut.

BRAKKK!

Tubuhnya langsung terpental jauh.

Ia menghantam pohon besar dengan suara keras sebelum jatuh tersungkur ke tanah.

Krakkk...

Matanya perlahan membelalak.

Tatapannya tertuju pada pedang di tangannya yang kini telah hancur berkeping-keping.

Tubuh Xiao Jing sedikit gemetar.

Matanya memandang pedang yang merupakan hadiah dari kakaknya.

Harta yang paling ia banggakan selama ini.

Namun sekarang...

Semuanya hancur.

“Ughhh...” napasnya terdengar kacau.

Sementara itu, seorang gadis muda melesat maju menggantikan posisinya.

Li Mei.

Rambut hitamnya berkibar lembut di tengah pertarungan, sementara pita kupu-kupu di kepalanya ikut menari mengikuti gerak tubuhnya. Pedang ramping di tangannya bergerak sangat indah, membentuk lintasan cahaya berwarna-warni yang memukau mata.

Cantik.

Tetapi juga mematikan.

Setiap langkahnya terasa ringan seperti kupu-kupu yang sedang menari di udara.

Namun Qin Xiang bisa melihat dengan jelas...

Napas gadis itu mulai tidak stabil.

Tangannya bahkan sedikit gemetar karena terlalu banyak menggunakan Qi.

Di sisi lain, Han yang bertubuh besar justru perlahan mundur dengan wajah pucat.

Ketakutan memenuhi matanya.

‘Kami tidak akan menang...’ pikirnya panik.

Tatapannya mulai bergerak ke segala arah.

Mencari jalan kabur.

Dan beberapa detik kemudian—

Ia benar-benar membalikkan tubuhnya lalu berlari pergi.

“Aku akan mencari bantuan! Kalian tahan dia dulu!” teriaknya keras.

Mendengar itu, wajah Li Mei langsung membeku.

Mencari bantuan?

Omong kosong.

Semua orang tahu itu hanyalah alasan pengecut untuk melarikan diri.

Namun meski begitu, Li Mei tetap berdiri di depan rekan-rekannya.

Ia bisa saja pergi.

Tetapi jika ia lari sekarang...

Mereka semua akan mati.

Qin Xiang yang melihat adegan itu perlahan terdiam.

Tatapannya berubah sedikit dingin.

Entah kenapa, pemandangan tadi terasa sangat familiar baginya.

Pengkhianatan.

Dulu...

Seseorang yang paling ia percaya juga pernah meninggalkannya seperti itu.

Bedanya, orang itu menusukkan pedang langsung ke punggungnya.

“Kau mau pergi ke mana?”

Suara Qin Xiang tiba-tiba bergema di belakang Han.

Han langsung membelalak.

Belum sempat ia menoleh—

PAHHH!

Sebuah tinju menghantam wajahnya dengan kekuatan brutal.

Tubuh Han berputar di udara sebelum jatuh tersungkur tanpa kesadaran.

Qin Xiang bahkan tidak meliriknya lagi.

Ia langsung bergerak menuju pusat pertarungan.

Li Mei terkejut saat seorang pemuda tiba-tiba muncul di sampingnya tanpa suara.

“Aku akan membantumu,” ujar Qin Xiang tenang.

Li Mei sedikit mengernyit.

Aura Qin Xiang memang tidak terlalu tinggi, tetapi entah kenapa keberadaannya justru membuat suasana menjadi jauh lebih stabil.

Bahkan monster itu tampak sedikit waspada.

Qin Xiang melangkah maju perlahan.

Tidak ada gerakan berlebihan.

Namun setiap langkahnya membawa tekanan tak terlihat yang membuat medan tempur seolah mulai berada di bawah kendalinya.

Saat Rusa Bertanduk Kristal menerjang—

Tubuh Qin Xiang menghilang dari tempatnya.

BRAKK!

Satu pukulan menghantam kaki belakang monster itu tepat di titik kelemahannya.

Monster besar tersebut langsung kehilangan keseimbangan.

“Sekarang,” ucap Qin Xiang singkat.

Mata Li Mei langsung menyala.

Wushhh!

Ribuan cahaya pelangi bermekaran di belakang tubuhnya, membentuk siluet kupu-kupu raksasa yang sangat indah.

“Tarian Sayap Kupu-Kupu Pelangi!”

Seluruh cahaya itu langsung berkumpul di ujung pedangnya.

Lalu—

WOOSHH!

Li Mei melesat maju seperti seberkas cahaya.

Pedangnya menembus leher monster itu dengan presisi sempurna sebelum ledakan energi pelangi meledak dari dalam tubuh sang rusa.

DUARRR!

Monster raksasa itu meraung kesakitan sebelum akhirnya roboh menghantam tanah.

Hutan mendadak sunyi.

Li Mei terengah-engah pelan sambil menopang tubuhnya dengan pedang.

Keringat terus membasahi wajah cantiknya. Namun entah kenapa tatapannya justru terus tertuju pada Qin Xiang.

Pemuda itu berdiri tenang di tengah debu dan serpihan daun yang beterbangan, sedikit melirik pakaiannya yang bahkan nyaris tidak berantakan, seolah pertarungan tadi hanyalah sesuatu yang biasa baginya.

“Terima kasih...” ucap Li Mei lembut.

Qin Xiang hanya mengangguk pelan sebagai balasa sebelum membalikkan badannya, “Pengecut itu sudah kubuat pingsan. Terserah kau ingin membunuhnya atau tidak,” ungkapnya datar, seolah nyawa Han tidak berarti apa-apa di matanya.

“Tunggu...” panggil Li Mei tiba-tiba. “Siapa namamu?”

Langkah Qin Xiang berhenti sesaat.

Angin hutan berembus pelan, membuat ujung pakaiannya berkibar ringan.

Lalu, tanpa menoleh sedikit pun, ia menjawab dengan suara tenang.

“Qin Xiang.”

Dan sebelum Li Mei sempat mengatakan apa-apa lagi—

Wush!

Sosoknya telah menghilang di antara pepohonan.

Li Mei berdiri diam cukup lama, masih menatap ke arah tempat Qin Xiang tadi berdiri.

Entah kenapa...

Dadanya terasa sedikit aneh. Seolah ada sesuatu yang baru saja tertinggal di sana.

"Qin Xiang..." gumamnya pelan.

Namun, suasana hening itu tiba-tiba pecah.

“Ughhh...”

Salah satu pengikut Xiao Jing mendadak mengerang pelan sambil membuka sebelah matanya hati-hati. Ia melirik ke sekitar seperti pencuri yang takut ketahuan.

Saat menyadari Rusa Bertanduk Kristal benar-benar sudah mati, ia langsung duduk dengan gerakan kaku sambil memegangi dadanya dramatis.

“A-Apa kita masih hidup...?”

Temannya yang lain ikut bergerak beberapa detik kemudian. Pemuda itu bahkan lebih tidak tahu malu. Ia berguling pelan di tanah sebelum pura-pura tersadar sambil batuk dua kali.

“Kuh... monster itu terlalu kuat... aku hampir mati tadi...”

Li Mei menatap keduanya tanpa ekspresi.

Sudut bibirnya bahkan sedikit berkedut.

“Kalian...” gumamnya lirih.

Namun sebelum ia sempat berkata lebih jauh—

BRAK!

Sebuah suara benturan mendadak terdengar dari arah pohon besar.

Ketiga orang itu menoleh bersamaan.

Lalu suasana langsung hening aneh.

Xiao Jing... Masih terbaring kaku dengan mata tertutup.

Tidak bergerak sama sekali.

Kedua pengikutnya saling pandang sejenak. “Bos belum bangun?” bisik salah satunya.

“Kurasa masih pingsan...” balas yang lain pelan.

Namun tepat saat mereka sudah mendekat, Xiao Jing tiba-tiba mengerang dengan sangat dibuat-buat.

“Ughhh...”

Tangannya bergerak lemah sambil memegangi dada, seolah dirinya baru saja kembali dari gerbang kematian.

“Aku... masih hidup...” lirihnya dengan suara serak dramatis.

Li Mei: “...”

Kedua pengikutnya: “...”

Hening.

Sangat hening.

Sampai akhirnya salah satu pengikut tidak tahan lagi dan berseru,

“B-Bos! Jadi sejak tadi kau juga cuma pura-pura pingsan?!”

Wajah Xiao Jing langsung menegang. “Omong kosong! Aku benar-benar terluka parah!” ujarnya marah.

“Lalu kenapa Bos membuka sebelah mata saat Qin Xiang tadi pergi?! Aku lihat sendiri!”

“KAU SALAH LIHAT!”

“Tidak! Bos bahkan sempat menahan napas waktu Qin Xiang lewat dekat sini!”

“Kalian berdua diam!!”

Xiao Jing langsung bangkit sambil meraung malu.

Namun baru setengah berdiri, tubuhnya kembali jatuh terduduk karena luka di dadanya benar-benar masih terasa sakit.

“UGH!”

Kedua pengikutnya refleks mundur beberapa langkah.

Sementara Li Mei akhirnya tidak bisa menahan diri lagi.

Ia menutup bibirnya pelan. Sebuah tawa kecil lolos begitu saja dari mulut gadis dingin itu.

Untuk pertama kalinya sejak pertarungan tadi berakhir, suasana mencekam di hutan itu benar-benar pecah karena akting para trio pengacau.

...

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Aloy Winaryo

Aloy Winaryo

piye ki

2026-06-21

0

Ibad Moulay

Ibad Moulay

Mawar Giok Darah

2026-05-30

2

yos helmi

yos helmi

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍👍👍👍💪💪

2026-05-18

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 001: AKU ADALAH KAISAR AGUNG!
2 Chapter 002: Mengusir Para Pengacau
3 Chapter 003: Kota Giok dan Seorang Badut
4 Chapter 004: Hutan Kabut Senja
5 Chapter 005: Pengkhianatan dan Pertolongan
6 Chapter 006: Alkemis dan Toko Obat
7 Chapter 007: Menagih Bunga!
8 Chapter 008: Teman Kamar Tambun
9 Chapter 009: Ketakutan Qu Long
10 Chapter 010: Memukul Para Senior Preman
11 Chapter 011: Li Mei
12 Chapter 012: Menerobos ranah-Qi Fondasi!
13 Chapter 013: Tampan dan Sombong!
14 Chapter 014: Keadaan Darurat-Misi Baru!
15 Chapter 015: Desa Quang Dalam Bahaya
16 Chapter 016: Kuda Roh Herbal-Makhluk Langka
17 Chapter 017: Niat Jahat
18 Chapter 018: Mencari kematianmu sendiri!
19 Chapter 019: Berkah atau Kutukan?
20 Chapter 020: Kembali Ke Sekte
21 #21: Jenius Sekte
22 #22: Menguji Seekor Naga?
23 Chapter 023: Pengganggu di Lantai Dua
24 #24: Beberapa Serangga Pengganggu
25 #25: Menerobos tahap 2
26 #26: Tuan Muda Qin
27 #27: Teknik Pemurnian Pil
28 #28: Pemurnian Berhasil!
29 #29: Informasi Alam Rahasia
30 #30: Niat Membunuh di Tengah Hutan
31 #31: Perundungan
32 #32: Memainkan Trik di Depan Kaisar?
33 #33: Rencana Pembunuhan
34 #34: Tahap empat
35 #35: Mereka Lagi!
36 #36: Pedang Agung Menebas Bumi!
37 #37: Kamar Dagang Kai
38 #38: Menunjukkan Identitas
39 #39: Informasi Hutan Kematian Liar dan Hubungan Kerja Sama
40 #40: Hutan Kematian Liar
41 #41: Meremehkan Sang Kaisar?
42 #42: Kelompok Taring Serigala
43 #43: Persiapan dan Drama Murahan
44 #44: Pencurian di Bawah Hidung
45 #45: Penyerangan Zheng Lang
46 #46: Memotong Ikan di Talenan
47 #47: Inti Formasi Tahap 5
48 #48: Pedang Rusak
49 #49: Keluar dan Perselisihan Kamar Dagang Gong
50 #50: Pengepungan yang meriah
51 #51: Pembantaian
52 #52: Mengenang Masa Lalu
53 #53: Kapan kalian berpacaran?
54 #54: Puncak Abadi
55 #55: Master Sekte Pedang Giok!
56 #56: Persiapan
57 #57: Pengganggu di tengah hutan
58 #58: Lembah Tak Bertuan
59 #59: Alam Rahasia Misterius
60 Chapter 060: Pembantaian Seorang Diri
61 Chapter 061: Seratus ribu tahun lamanya
62 Chapter 062: Seorang manusia dan seekor banteng hitam
63 Chapter 063: Ketahuan!
64 Chapter 064: Pedang Agung Menebas Bumi - Fase Dua!
65 Chapter 065: Ujian seratus langkah
66 Chapter 066: Keinginan Naga Api dan Phoenix Es
67 Chapter 067: Tertinggal dan terjebak bersama
68 Chapter 068: Monster Tua
69 Chapter 069: Memanen tubuh Kaisar Monster
70 Chapter 070: Kekacauan di Kota Dagang Luo
71 Chapter 071: Ketakutan para pasukan
72 Chapter 072: Lari!
73 Chapter 073: Legenda Sang Kaisar
74 Chapter 074: Strategi cerdas Qin Xiang
75 Chapter 075: Telapak tangan agung
76 Chapter 076: Ketamakan Tetua Agung
77 Chapter 077: Prinsip Seorang Kaisar
78 Chapter 078: Sore yang berat
79 Chapter 079: Kedatangan Qin Xiang
80 Chapter 080: Syarat dan Penyelesaian Instan
81 Chapter 081: Ikatan masa lalu
82 Chapter 082: Raja Iblis dan ide buruknya
83 Chapter 083: Inti Naga!
84 Chapter 084: Suasana di teras paviliun
85 Chapter 085: Qu Xiao Lian dalam bahaya!
86 Chapter 086: Tuan Muda Ke-7
87 Chapter 087: Pengumuman Turnamen
88 Chapter 088: Rumah
89 Chapter 089: Politik dan Pertunangan
90 Chapter 090: Aku hanya ingin berkultivasi
91 Chapter 091: Merawat Orang Tua adalah Kewajiban!
92 Chapter 092: Keberanian Qin Xuan
93 Chapter 093: Kekacauan di Istana
94 Chapter 094: Hubungan buruk ayah dan anak
95 Chapter 095: Rencana Shu Lianmen
96 Chapter 096: Kenalan Qin Xiang
97 Chapter 097: Pembukaan Turnamen
98 Chapter 098: Pembukaan Turnamen II
99 Chapter 099: Pertaruhan
100 Chapter 100: Menunjukkan taring pada dunia
101 Chapter 101: Melawan Qin Huangli
102 Chapter 102: Rencana licik Ling Zhan
103 Chapter 103: Ilusi rendahan
104 Chapter 104: Qin Xiang melawan Qin Hua
105 Chapter 105: Qin Xiang melawan Qin Hua (II)
106 Chapter 106: Qin Xiang melawan Qin Hua (III)
107 Chapter 107: Tuan Muda Pertama dan Ketujuh
108 Chapter 108: Kemenangan
109 Chapter 109: Ulang Tahun ke-17 Tahun
110 Chapter 110: Bertemu Leluhur Agung
111 Chapter 111: Aku ingin Shu Rongrong!
112 Chapter 112: Aku akan menjadi raja
113 Chapter 113: Keputusan Leluhur
114 Chapter 114: Keputusan Terakhir dan Kesengsaraan Petir
115 Chapter 115: Naga Petir
116 Chapter 116: Kesengsaraan Ilahi
117 Chapter 117: Tanggapan Para Ahli Kuat
118 Chapter 118: Alkemis bermarga Wang dan Zong
119 Chapter 119: Pemanenan Tanaman Herbal
120 Chapter 120: Dicurangi
121 Chapter 121: Babak Pemurnian Pil
122 Chapter 122: Kau Lolos
123 Chapter 123: Istirahat dan Informasi
124 Chapter 124: Pemulihan Pil
125 Chapter 125: Persaingan
126 Chapter 126: Kelicikan Wang Shang
127 Chapter 127 : Pil Peringkat Bumi—2 Vein
128 Chapter 128: Kebencian Wang Shang
129 Chapter 129: Kerja Sama
130 Chapter 130: Penjudi buruk
131 Chapter 131: Percakapan Tentang Kondisi Saat Ini
132 Chapter 132: Rumah Judi
133 Chapter 133: Kemarahan Master Kong
134 Chapter 134: Diskon Master Kong
135 Chapter 135: Teknik Elemen
136 Chapter 136: Penempaan Senjata Rusak
137 Chapter 137: Membeli Master Pandai Besi
138 Chapter 138: Nona Muda
139 Chapter 139: Kecupan Manis
140 Chapter 140: Perkembangan Kedua Faksi
141 Chapter 141: Kekalahan Tuan Muda Pertama
142 Chapter 142: Perintah Pewaris Patriark
143 Chapter 143: 99 VS 1
144 Chapter 144: Diskusi Kecil (Pengajaran Agung)
145 Chapter 145: Meninggalkan Ibukota
146 Chapter 146: Harta Karun Langit & Bumi
147 Chapter 147: Lari jika tidak ingin mati
148 Chapter 148: Penyatuan Teratai Jiwa Abadi
149 Chapter 149: Kembali ke Kota Dagang Luo
150 Chapter 150: Kembali ke Sekte Pedang Giok
151 Chapter 151: Petunjuk dari Yu Shengren
152 Chapter 152: Sahabat dan Kekasih
153 Chapter 153: Berbagi Cerita
154 Chapter 154: Ayo!
155 Chapter 155: Tugas Untuk Qu Long
156 Chapter 156: Surat dari Ibukota
157 Chapter 157: Keberanian Qu Long atau...
158 Chapter 158: Trik Qu Long
159 Chapter 159: Qu Long Kembali
160 Chapter 160: Keputusan Wang Bai
161 Chapter 161: Kabar Terbaru
162 Chapter 162: Bawa aku menemui Patriark Xiao!
163 Chapter 163: Perbincangan dengan Xiao Chang'en
164 Chapter 164: Perbincangan dengan Xiao Chang'en (II)
165 Chapter 165: Mengungkapkan Hubungan Sebenarnya
166 Chapter 166: Xiao Jing Diabaikan
167 Chapter 167: Perjalanan Kembali
168 Chapter 168: Harga Kepala Qin Xiang
169 Chapter 169: Malam Mencekam
170 Chapter 170: Pengepungan Penginapan
171 Chapter 171: Pembantaian Dimulai
172 Chapter 172: Pembantaian Bulan Sabit Merah
173 Chapter 173: Lima Belas Kaki Naga Api
174 Chapter 174: Sosok Misterius
175 Chapter 175: Kembali Ke Keluarga Qin
176 Chapter 176: Rapat
177 Chapter 177: Kehadiran Petinggi Faksi Qin Xiang
178 Chapter 178: Kong Lie Lucu
179 Chapter 179: Laporan Darurat!
180 Chapter 180: Perbatasan Utara Jatuh
181 Chapter 181: Analisis Kaisar Agung
182 Chapter 182: Pertemuan Akbar
183 Chapter 183: Rapat Akbar
184 Chapter 184: Langkah Sang Pewaris
185 Chapter 185: Langkah Tersembunyi
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Chapter 001: AKU ADALAH KAISAR AGUNG!
2
Chapter 002: Mengusir Para Pengacau
3
Chapter 003: Kota Giok dan Seorang Badut
4
Chapter 004: Hutan Kabut Senja
5
Chapter 005: Pengkhianatan dan Pertolongan
6
Chapter 006: Alkemis dan Toko Obat
7
Chapter 007: Menagih Bunga!
8
Chapter 008: Teman Kamar Tambun
9
Chapter 009: Ketakutan Qu Long
10
Chapter 010: Memukul Para Senior Preman
11
Chapter 011: Li Mei
12
Chapter 012: Menerobos ranah-Qi Fondasi!
13
Chapter 013: Tampan dan Sombong!
14
Chapter 014: Keadaan Darurat-Misi Baru!
15
Chapter 015: Desa Quang Dalam Bahaya
16
Chapter 016: Kuda Roh Herbal-Makhluk Langka
17
Chapter 017: Niat Jahat
18
Chapter 018: Mencari kematianmu sendiri!
19
Chapter 019: Berkah atau Kutukan?
20
Chapter 020: Kembali Ke Sekte
21
#21: Jenius Sekte
22
#22: Menguji Seekor Naga?
23
Chapter 023: Pengganggu di Lantai Dua
24
#24: Beberapa Serangga Pengganggu
25
#25: Menerobos tahap 2
26
#26: Tuan Muda Qin
27
#27: Teknik Pemurnian Pil
28
#28: Pemurnian Berhasil!
29
#29: Informasi Alam Rahasia
30
#30: Niat Membunuh di Tengah Hutan
31
#31: Perundungan
32
#32: Memainkan Trik di Depan Kaisar?
33
#33: Rencana Pembunuhan
34
#34: Tahap empat
35
#35: Mereka Lagi!
36
#36: Pedang Agung Menebas Bumi!
37
#37: Kamar Dagang Kai
38
#38: Menunjukkan Identitas
39
#39: Informasi Hutan Kematian Liar dan Hubungan Kerja Sama
40
#40: Hutan Kematian Liar
41
#41: Meremehkan Sang Kaisar?
42
#42: Kelompok Taring Serigala
43
#43: Persiapan dan Drama Murahan
44
#44: Pencurian di Bawah Hidung
45
#45: Penyerangan Zheng Lang
46
#46: Memotong Ikan di Talenan
47
#47: Inti Formasi Tahap 5
48
#48: Pedang Rusak
49
#49: Keluar dan Perselisihan Kamar Dagang Gong
50
#50: Pengepungan yang meriah
51
#51: Pembantaian
52
#52: Mengenang Masa Lalu
53
#53: Kapan kalian berpacaran?
54
#54: Puncak Abadi
55
#55: Master Sekte Pedang Giok!
56
#56: Persiapan
57
#57: Pengganggu di tengah hutan
58
#58: Lembah Tak Bertuan
59
#59: Alam Rahasia Misterius
60
Chapter 060: Pembantaian Seorang Diri
61
Chapter 061: Seratus ribu tahun lamanya
62
Chapter 062: Seorang manusia dan seekor banteng hitam
63
Chapter 063: Ketahuan!
64
Chapter 064: Pedang Agung Menebas Bumi - Fase Dua!
65
Chapter 065: Ujian seratus langkah
66
Chapter 066: Keinginan Naga Api dan Phoenix Es
67
Chapter 067: Tertinggal dan terjebak bersama
68
Chapter 068: Monster Tua
69
Chapter 069: Memanen tubuh Kaisar Monster
70
Chapter 070: Kekacauan di Kota Dagang Luo
71
Chapter 071: Ketakutan para pasukan
72
Chapter 072: Lari!
73
Chapter 073: Legenda Sang Kaisar
74
Chapter 074: Strategi cerdas Qin Xiang
75
Chapter 075: Telapak tangan agung
76
Chapter 076: Ketamakan Tetua Agung
77
Chapter 077: Prinsip Seorang Kaisar
78
Chapter 078: Sore yang berat
79
Chapter 079: Kedatangan Qin Xiang
80
Chapter 080: Syarat dan Penyelesaian Instan
81
Chapter 081: Ikatan masa lalu
82
Chapter 082: Raja Iblis dan ide buruknya
83
Chapter 083: Inti Naga!
84
Chapter 084: Suasana di teras paviliun
85
Chapter 085: Qu Xiao Lian dalam bahaya!
86
Chapter 086: Tuan Muda Ke-7
87
Chapter 087: Pengumuman Turnamen
88
Chapter 088: Rumah
89
Chapter 089: Politik dan Pertunangan
90
Chapter 090: Aku hanya ingin berkultivasi
91
Chapter 091: Merawat Orang Tua adalah Kewajiban!
92
Chapter 092: Keberanian Qin Xuan
93
Chapter 093: Kekacauan di Istana
94
Chapter 094: Hubungan buruk ayah dan anak
95
Chapter 095: Rencana Shu Lianmen
96
Chapter 096: Kenalan Qin Xiang
97
Chapter 097: Pembukaan Turnamen
98
Chapter 098: Pembukaan Turnamen II
99
Chapter 099: Pertaruhan
100
Chapter 100: Menunjukkan taring pada dunia
101
Chapter 101: Melawan Qin Huangli
102
Chapter 102: Rencana licik Ling Zhan
103
Chapter 103: Ilusi rendahan
104
Chapter 104: Qin Xiang melawan Qin Hua
105
Chapter 105: Qin Xiang melawan Qin Hua (II)
106
Chapter 106: Qin Xiang melawan Qin Hua (III)
107
Chapter 107: Tuan Muda Pertama dan Ketujuh
108
Chapter 108: Kemenangan
109
Chapter 109: Ulang Tahun ke-17 Tahun
110
Chapter 110: Bertemu Leluhur Agung
111
Chapter 111: Aku ingin Shu Rongrong!
112
Chapter 112: Aku akan menjadi raja
113
Chapter 113: Keputusan Leluhur
114
Chapter 114: Keputusan Terakhir dan Kesengsaraan Petir
115
Chapter 115: Naga Petir
116
Chapter 116: Kesengsaraan Ilahi
117
Chapter 117: Tanggapan Para Ahli Kuat
118
Chapter 118: Alkemis bermarga Wang dan Zong
119
Chapter 119: Pemanenan Tanaman Herbal
120
Chapter 120: Dicurangi
121
Chapter 121: Babak Pemurnian Pil
122
Chapter 122: Kau Lolos
123
Chapter 123: Istirahat dan Informasi
124
Chapter 124: Pemulihan Pil
125
Chapter 125: Persaingan
126
Chapter 126: Kelicikan Wang Shang
127
Chapter 127 : Pil Peringkat Bumi—2 Vein
128
Chapter 128: Kebencian Wang Shang
129
Chapter 129: Kerja Sama
130
Chapter 130: Penjudi buruk
131
Chapter 131: Percakapan Tentang Kondisi Saat Ini
132
Chapter 132: Rumah Judi
133
Chapter 133: Kemarahan Master Kong
134
Chapter 134: Diskon Master Kong
135
Chapter 135: Teknik Elemen
136
Chapter 136: Penempaan Senjata Rusak
137
Chapter 137: Membeli Master Pandai Besi
138
Chapter 138: Nona Muda
139
Chapter 139: Kecupan Manis
140
Chapter 140: Perkembangan Kedua Faksi
141
Chapter 141: Kekalahan Tuan Muda Pertama
142
Chapter 142: Perintah Pewaris Patriark
143
Chapter 143: 99 VS 1
144
Chapter 144: Diskusi Kecil (Pengajaran Agung)
145
Chapter 145: Meninggalkan Ibukota
146
Chapter 146: Harta Karun Langit & Bumi
147
Chapter 147: Lari jika tidak ingin mati
148
Chapter 148: Penyatuan Teratai Jiwa Abadi
149
Chapter 149: Kembali ke Kota Dagang Luo
150
Chapter 150: Kembali ke Sekte Pedang Giok
151
Chapter 151: Petunjuk dari Yu Shengren
152
Chapter 152: Sahabat dan Kekasih
153
Chapter 153: Berbagi Cerita
154
Chapter 154: Ayo!
155
Chapter 155: Tugas Untuk Qu Long
156
Chapter 156: Surat dari Ibukota
157
Chapter 157: Keberanian Qu Long atau...
158
Chapter 158: Trik Qu Long
159
Chapter 159: Qu Long Kembali
160
Chapter 160: Keputusan Wang Bai
161
Chapter 161: Kabar Terbaru
162
Chapter 162: Bawa aku menemui Patriark Xiao!
163
Chapter 163: Perbincangan dengan Xiao Chang'en
164
Chapter 164: Perbincangan dengan Xiao Chang'en (II)
165
Chapter 165: Mengungkapkan Hubungan Sebenarnya
166
Chapter 166: Xiao Jing Diabaikan
167
Chapter 167: Perjalanan Kembali
168
Chapter 168: Harga Kepala Qin Xiang
169
Chapter 169: Malam Mencekam
170
Chapter 170: Pengepungan Penginapan
171
Chapter 171: Pembantaian Dimulai
172
Chapter 172: Pembantaian Bulan Sabit Merah
173
Chapter 173: Lima Belas Kaki Naga Api
174
Chapter 174: Sosok Misterius
175
Chapter 175: Kembali Ke Keluarga Qin
176
Chapter 176: Rapat
177
Chapter 177: Kehadiran Petinggi Faksi Qin Xiang
178
Chapter 178: Kong Lie Lucu
179
Chapter 179: Laporan Darurat!
180
Chapter 180: Perbatasan Utara Jatuh
181
Chapter 181: Analisis Kaisar Agung
182
Chapter 182: Pertemuan Akbar
183
Chapter 183: Rapat Akbar
184
Chapter 184: Langkah Sang Pewaris
185
Chapter 185: Langkah Tersembunyi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!