Bab 4: Hukum Rimba di Pegunungan Kabut Darah

​Udara di dalam Pegunungan Kabut Darah selalu terasa lembap dan membawa aroma karat yang menusuk hidung. Pohon-pohon kuno menjulang tinggi dengan kanopi daun yang begitu rapat, menghalangi cahaya matahari dan menciptakan suasana remang-remang layaknya alam baka, bahkan di siang bolong.

​Bayangan sesosok remaja melesat cepat di antara dahan-dahan pohon besar, gerakannya lincah dan nyaris tanpa suara bak seekor macan kumbang.

​Lin Chen mendarat di atas sebuah dahan pohon ek yang kokoh, menatap tajam ke semak belukar lebat di bawahnya. Telinganya menangkap suara dengusan napas yang berat dan serak.

​Dari balik semak, muncul seekor makhluk setinggi pinggang manusia dewasa. Bulunya sekeras jarum baja berwarna abu-abu gelap, dan sepasang taringnya melengkung keluar dari rahang bawahnya.

​Itu adalah Serigala Taring Besi, Binatang Iblis Tingkat 1 tahap menengah. Kekuatannya kurang lebih setara dengan seorang kultivator Ranah Pemurnian Tubuh Bintang 4 atau 5.

​"Target pertama," bisik Lin Chen dengan mata menyipit.

​Seolah menyadari keberadaan mangsa di atasnya, Serigala Taring Besi itu mendongak, menatap Lin Chen dengan mata merah menyala. Tanpa ragu, monster itu menekuk kaki belakangnya dan melompat ke udara dengan raungan buas, taringnya mengarah lurus ke leher Lin Chen.

​Lin Chen tidak mundur. Sebaliknya, ia melompat turun menyongsong serigala itu.

​Saat mereka berpapasan di udara, Lin Chen memutar Qi di dalam Meridian Naganya, mengalirkannya secara brutal ke telapak tangan kanannya mengikuti jalur Tapak Guntur Pecah. Otot-otot di lengan kanannya menegang hebat hingga pembuluh darahnya menonjol. Sedikit kilatan cahaya biru redup yang menyerupai percikan petir membungkus telapak tangannya.

​"Mati!"

​Lin Chen menghantamkan telapak tangannya langsung ke tengkorak tebal sang serigala.

​BAM!

​Suara ledakan tumpul bergema keras. Tubuh besar serigala itu terhempas ke tanah seperti batu yang dijatuhkan dari langit, menciptakan kawah kecil. Tengkoraknya yang dikabarkan sekeras besi itu hancur berkeping-keping. Monster itu mati seketika, bahkan sebelum sempat merintih.

​Lin Chen mendarat dengan ringan di tanah. Namun, saat itu juga, ia merasakan sakit yang luar biasa dari lengan kanannya. Beberapa urat meridian di tangannya robek akibat aliran Qi yang tidak beraturan dari teknik bela diri yang cacat tersebut.

​"Ini akibatnya menggunakan teknik yang tidak lengkap," suara Mo Xuan terdengar tenang. "Kekuatan hantamannya meningkat dua kali lipat, namun setengah dari gaya tolaknya berbalik merusak tubuh pengguna. Kultivator biasa akan cacat setelah menggunakan teknik ini sebanyak tiga kali."

​Namun, di saat bersamaan, Meridian Naga di dalam tubuh Lin Chen bereaksi. Energi emas yang sejuk mengalir seketika, menyembuhkan urat-urat yang robek hanya dalam hitungan detik.

​Lin Chen mengepalkan tangannya yang sudah kembali normal, tersenyum puas. "Dengan ketahanan Meridian Naga, cacat dari Tapak Guntur Pecah tidak berarti apa-apa bagiku. Sekarang, saatnya makan."

​Ia berjongkok di samping bangkai serigala, menempelkan telapak tangannya pada tubuh makhluk yang masih hangat itu, dan mengaktifkan Seni Pemakan Surga Sembilan Naga.

​Seketika, pusaran energi hitam pekat berputar di telapak tangan Lin Chen. Bangkai serigala itu bergetar hebat. Esensi darah, energi otot, dan secercah Qi liar yang ada di dalam tubuh binatang itu ditarik keluar secara paksa.

​Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, bangkai serigala berotot itu menyusut dengan cepat, berubah menjadi mumi kering yang kehilangan seluruh esensi kehidupannya. Jika ada kultivator yang melihat adegan brutal ini, mereka pasti akan lari terbirit-birit sambil berteriak memanggil Lin Chen sebagai iblis.

​Lin Chen memejamkan mata, merasakan gelombang energi asing mengalir masuk ke Dantiannya, dimurnikan seketika oleh Seni Pemakan Surga menjadi Qi emas murni.

​"Satu ekor Serigala Taring Besi memberi energi yang sama dengan sepuluh hari bermeditasi," gumam Lin Chen takjub. "Ini gila."

​"Teruslah berburu. Ujian Klan tinggal dua puluh hari lagi. Kau tidak punya waktu untuk bersantai!" desak Mo Xuan.

​Lin Chen mengangguk mantap. Ia membalikkan badan dan menghilang lebih dalam ke arah pusat Pegunungan Kabut Darah.

​Dua puluh hari kemudian.

​Hujan badai kembali mengguyur Pegunungan Kabut Darah. Di dekat sebuah air terjun di area tengah pegunungan, seorang remaja dengan pakaian yang sudah tercabik-cabik tengah berhadapan dengan tiga ekor Macan Tutul Bayangan, monster Tingkat 1 tahap akhir.

​Rambut remaja itu gondrong dan acak-acakan, tubuh bagian atasnya penuh dengan luka cakar yang baru mengering, memamerkan otot yang padat dan kulit berwarna perunggu. Matanya setajam pedang, dingin tanpa emosi.

​Tiga macan tutul itu menyerang bersamaan dari sudut yang berbeda. Kecepatan mereka luar biasa, hanya meninggalkan bayangan hitam di udara.

​Namun, Lin Chen tidak panik. Ia mengambil kuda-kuda rendah. Saat bayangan hitam pertama berada kurang dari satu meter di depannya, ia mendorong telapak tangannya ke depan.

​BAM! BAM! BAM!

​Tiga cetakan telapak tangan melesat nyaris di waktu yang bersamaan, diringingi gemuruh guntur yang menggetarkan udara di sekitar air terjun.

​Ketiga macan tutul itu terlempar ke belakang secara bersamaan. Dada mereka melesak ke dalam, tulang rusuk mereka hancur total oleh daya ledak Tapak Guntur Pecah.

​Lin Chen menarik napas panjang, menstabilkan Qi di dalam tubuhnya yang bergejolak. Aura yang dipancarkannya kini jauh lebih kuat dan berbahaya.

​Selama dua puluh hari perburuan tanpa henti siang dan malam, tidur di atas dahan pohon dan bertahan hidup dari daging monster, Lin Chen telah bertransformasi total. Ia menelan lebih dari delapan puluh bangkai binatang iblis. Kultivasinya telah melonjak tajam menembus Ranah Pemurnian Tubuh Bintang 6!

​Selain itu, ia telah mencapai tahap Pencapaian Kecil untuk teknik Tapak Guntur Pecah, memungkinkannya melepaskan tiga serangan mematikan berturut-turut dalam satu tarikan napas.

​"Ujian Klan akan diadakan besok pagi," Lin Chen mengepalkan tangannya erat-erat, air hujan mengalir deras di wajahnya. "Lin Lang, aku harap kau tidak mati ketakutan saat melihatku kembali."

​Saat Lin Chen hendak melangkah maju untuk menyerap esensi ketiga macan tutul tersebut, telinganya yang kini sangat sensitif menangkap suara gemerincing senjata dan teriakan manusia dari arah tebing di seberang air terjun.

​"Tunggu, bocah," Mo Xuan tiba-tiba berbicara dengan nada yang sedikit lebih serius dari biasanya. "Lihat ke celah batu di balik air terjun itu. Ada energi spiritual yang sangat murni di sana. Jauh lebih murni dari monster-monster rendahan ini."

​Lin Chen menyipitkan mata, memfokuskan pandangannya menembus derasnya tirai air terjun. Di sebuah ceruk batu yang tersembunyi, tumbuh sebatang tanaman kecil dengan tiga helai daun berwarna putih pucat. Di tengah daun tersebut, terdapat sebuah buah sebening kristal seukuran ibu jari yang memancarkan pendar cahaya keperakan.

​Napas Lin Chen seketika memburu. Meskipun ia tidak berpendidikan luas dalam bidang alkimia, ia tahu betul benda apa itu.

​"Itu... Buah Kondensasi Tulang?" gumam Lin Chen. "Rumput spiritual tingkat 2! Bagi kultivator Ranah Pemurnian Tubuh, ini adalah harta karun absolut untuk menembus Bintang 7 dan Bintang 8!"

​Namun, suara pertarungan semakin jelas. Dari balik semak-semak lebat, muncul sekelompok pemuda berpakaian seragam abu-abu yang bersimbah darah. Mereka berlari mundur ke arah air terjun, didesak oleh seekor kera raksasa berlengan empat yang mengamuk hebat.

​Lin Chen mengenali seragam itu seketika. Itu adalah seragam murid Keluarga Wang, musuh bebuyutan Keluarga Lin di Kota Awan Merah. Pemimpin kelompok yang sedang bertarung mati-matian melawan kera itu adalah Wang Teng, jenius muda Keluarga Wang yang memiliki kekuatan Bintang 7.

​"Menarik," Lin Chen menyembunyikan auranya sepenuhnya dan melompat ke atas kanopi pohon terdekat, menonton layaknya burung pemangsa yang sabar. "Biarkan mereka setengah mati melawan Kera Berlengan Empat itu. Buah Kondensasi Tulang itu adalah milikku."

Terpopuler

Comments

Ahmad Gatot

Ahmad Gatot

🐲🐲🐲🐲🐲🔥🔥🔥

2026-07-29

0

Luthfi Aamiin

Luthfi Aamiin

77
🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻
🗿🗿🗿🗿

2026-06-22

0

Edi kurnaedi Kurnaedi

Edi kurnaedi Kurnaedi

lanjut bikin penasaran, trims

2026-06-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Meridian yang Terputus dan Sisik Hitam
2 Bab 2: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga
3 Bab 3: Balai Kitab Klan Lin
4 Bab 4: Hukum Rimba di Pegunungan Kabut Darah
5 Bab 5: Memetik Keuntungan di Tengah Kekacauan
6 Bab 6: Ujian Klan
7 Bab 7: Menghancurkan Kesombongan dalam Satu Serangan
8 Bab 8: Utusan Sekte dan Pembatalan Pertunangan
9 Bab 9: Penjelasan dan Paviliun Harta Surgawi
10 Bab 10: Mandi Darah Naga dan Terobosan Ranah Pengumpulan Qi
11 Bab 11: Arena Berdarah
12 Bab 12: Pedang Awan yang Patah
13 Bab 13: Menginjak Tiga Pedang, Mengguncang Kota
14 Bab 14: Akhir dari Pengkhianat dan Rahasia Tambang Es Spiritual
15 Bab 15: Menelan Piton Es Primordial dan Kesembuhan Lin Tian
16 Bab 16: Melangkah ke Sarang Harimau
17 Bab 17: Kediaman Nomor 444 dan Surat Tantangan Berdarah
18 Bab 18: Arena Hidup dan Mati, Pertunjukan Berdarah Dimulai
19 Bab 19: Lembah Api Penyucian
20 Bab 20: Keseimbangan Yin dan Yang
21 Bab 21: Kejutan di Balai Kontribusi
22 Bab 22: Darah, Keringat, dan Bayangan Pembunuhan Pertama
23 Bab 23: Ujian Peringkat Luar
24 Bab 24: Menghancurkan Setengah Inti Emas
25 Bab 25: Gerbang Pelataran Dalam dan Puncak Pedang Patah
26 Bab 26: Angin Pedang Purba dan Pemadatan Emas
27 Bab 27: Enam Bulan Penempaan dan Tamu Tak Diundang
28 Bab 28: Kemurkaan Naga Palsu dan Pedang Tanpa Mata
29 Bab 29: Ketenangan Sebelum Badai
30 Bab 30: Teror Besi Bintang Jatuh
31 Bab 31: Keadilan Pedang Berat
32 Bab 32: Bintang yang Melampaui Awan
33 Bab 33: Hutan Kutukan Iblis
34 Bab 34: Benturan Fisik Absolut
35 Bab 35: Menghancurkan Bayangan
36 Bab 36: Ibukota Bintang Surgawi
37 Bab 37: Lelang Bintang Jatuh
38 Bab 38: Pemurnian Teratai Matahari
39 Bab 39: Eliminasi Massal
40 Bab 40: Mematahkan Ilusi
41 Bab 41: Kemurkaan Kaisar
42 Bab 42: Penindasan Garis Keturunan
43 43: Utusan dari Alam Atas
44 Bab 44: Dunia Tulang Kuno
45 Bab 45: Danau Darah Korosif
46 Bab 46: Kejatuhan Jenius Alam Atas
47 Bab 47: Inti Emas Nirwana dan Penyergapan Seratus Ribu Pasukan
48 Bab 48: Penghancuran Mutlak
49 Bab 49: Merobek Langit dan Guncangan di Alam Atas
50 Bab 50: Hukum Alam Atas dan Skala Dunia yang Sesungguhnya
51 Bab 51: Menelan Kesombongan dan Karavan Ujung Hutan
52 Bab 52: Tembok Raksasa Seribu Awan
53 Bab 53: Asosiasi Alkemis
54 Bab 54: Eksperimen Gila Grandmaster Yan
55 Bab 55: Enam Bulan Penyamaran
56 Bab 56: Kapal Terbang Pedang Langit
57 Bab 57: Transaksi Berdarah
58 Bab 58: Samudra Tanpa Dasar
59 Bab 59: Gudang Herbal Tingkat Bumi
60 Bab 60: Ujian Bayangan
61 Bab 61: Perjamuan Pemadatan Pil
62 Bab 62: Penjaga Buta
63 Bab 63: Pergerakan dalam Bayangan
64 Bab 64: Kabut Hijau dan Pisau Sang Pembunuh
65 Bab 65: Pembantaian di Rawa Asam
66 Bab 66: Bayangan Mo Xuan dan Kematian di Tengah Malam
67 Bab 67: Kematian yang Wajar dan Bayangan Pedang Langit
68 Bab 68: Akar Naga Darah yang Mengamuk
69 Bab 69: Rencana Penyusupan Sekte
70 Bab 70: Kapal Angkasa Menuju Sarang Musuh
71 Bab 71: Hierarki Pelataran Luar
72 Bab 72: Amukan Singa Sisik Api
73 Bab 73: Dokter Hewan Iblis
74 Bab 74: Hadiah Dewi Es
75 Bab 75: Jurang Evolusi Dantian
76 Bab 76: Sang Penjinak Bayangan
77 Bab 77: Penjarahan Puncak Es
78 Bab 78: Sang Anak Surgawi dan Benturan Dua Tatapan
79 Bab 79: Investigasi Buta dan Runtuhnya Puncak Es
80 Bab 80: Kemegahan Puncak Matahari
81 Bab 81: Terowongan Bayangan
82 Bab 82: Sumur yang Kering
83 Bab 83: Parade Kehormatan dan Jatuhnya Sang Dewa Matahari
84 Bab 84: Tembusnya Sang Tiran
85 Bab 85: Umpan Hidup dan Pintu Gerbang Makam Kuno
86 Bab 86: Lorong Berdarah
87 Bab 87: Gravitasi Neraka
88 Bab 88: Hancurnya Kesombongan
89 Bab 89: Penjarahan Makam Kuno
90 Bab 90: Hantu Makam Pedang
91 Bab 91: Gerbang Keputusasaan dan Akting Kelas Surga
92 Bab 92: Kehancuran dari Dalam
93 Bab 93: Kiamat Spiritual dan Runtuhnya Surga Abadi
94 Bab 94: Gerbang Kota Dosa
95 Bab 95: Paviliun Lelang Bulan Hitam
96 Bab 96: Penyergapan di Malam Berdarah
97 Bab 97: Kejatuhan Sekte Racun Darah
98 Bab 98: Bangkitnya Sang Kaisar Iblis
99 Bab 99: Lahirnya Sembilan Naga
100 Bab 100: Karya Seni Iblis
101 Bab 101: Darah di Fajar Hari
102 Bab 102: Kedatangan Para Pemburu
103 Bab 103: Bisnis Darah dan Undangan Menuju Jurang
104 Bab 104: Pesan Berdarah
105 Bab 105: Penyatuan Kota Dosa dan Latihan di Ambang Neraka
106 Bab 106: Parade Kematian di Simpang Dosa
107 Bab 107: Berbarisnya Legiun Iblis
108 Bab 108: Hujan Darah di Puncak Suci
109 Bab 109: Benturan Dua Era dan Runtuhnya Fosil Dewa Pedang
110 Bab 110: Rahasia Benua Tengah dan Utusan Bintang Jatuh
111 Bab 111: Dermaga Ujung Langit
112 Bab 112: Mengarungi Lautan Void
113 Bab 113: Injakkan Kaki di Benua Tengah
114 Bab 114: Guncangan di Surga Barat
115 Kemegahan Dinasti Awan Emas
116 Kaisar Murka
117 Murka Dewa Pedang Bintang
118 Gurun Bintang Jatuh
119 Bab 119: Invasi ke Langit Bintang
120 Bab 120: Hujan Darah di Alam Langit Bintang
121 Kiamat Bintang dan Robeknya Tirai Keabadian
122 Pembantaian Taman Surgawi
123 Tangan Dewa yang Runtuh
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Bab 1: Meridian yang Terputus dan Sisik Hitam
2
Bab 2: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga
3
Bab 3: Balai Kitab Klan Lin
4
Bab 4: Hukum Rimba di Pegunungan Kabut Darah
5
Bab 5: Memetik Keuntungan di Tengah Kekacauan
6
Bab 6: Ujian Klan
7
Bab 7: Menghancurkan Kesombongan dalam Satu Serangan
8
Bab 8: Utusan Sekte dan Pembatalan Pertunangan
9
Bab 9: Penjelasan dan Paviliun Harta Surgawi
10
Bab 10: Mandi Darah Naga dan Terobosan Ranah Pengumpulan Qi
11
Bab 11: Arena Berdarah
12
Bab 12: Pedang Awan yang Patah
13
Bab 13: Menginjak Tiga Pedang, Mengguncang Kota
14
Bab 14: Akhir dari Pengkhianat dan Rahasia Tambang Es Spiritual
15
Bab 15: Menelan Piton Es Primordial dan Kesembuhan Lin Tian
16
Bab 16: Melangkah ke Sarang Harimau
17
Bab 17: Kediaman Nomor 444 dan Surat Tantangan Berdarah
18
Bab 18: Arena Hidup dan Mati, Pertunjukan Berdarah Dimulai
19
Bab 19: Lembah Api Penyucian
20
Bab 20: Keseimbangan Yin dan Yang
21
Bab 21: Kejutan di Balai Kontribusi
22
Bab 22: Darah, Keringat, dan Bayangan Pembunuhan Pertama
23
Bab 23: Ujian Peringkat Luar
24
Bab 24: Menghancurkan Setengah Inti Emas
25
Bab 25: Gerbang Pelataran Dalam dan Puncak Pedang Patah
26
Bab 26: Angin Pedang Purba dan Pemadatan Emas
27
Bab 27: Enam Bulan Penempaan dan Tamu Tak Diundang
28
Bab 28: Kemurkaan Naga Palsu dan Pedang Tanpa Mata
29
Bab 29: Ketenangan Sebelum Badai
30
Bab 30: Teror Besi Bintang Jatuh
31
Bab 31: Keadilan Pedang Berat
32
Bab 32: Bintang yang Melampaui Awan
33
Bab 33: Hutan Kutukan Iblis
34
Bab 34: Benturan Fisik Absolut
35
Bab 35: Menghancurkan Bayangan
36
Bab 36: Ibukota Bintang Surgawi
37
Bab 37: Lelang Bintang Jatuh
38
Bab 38: Pemurnian Teratai Matahari
39
Bab 39: Eliminasi Massal
40
Bab 40: Mematahkan Ilusi
41
Bab 41: Kemurkaan Kaisar
42
Bab 42: Penindasan Garis Keturunan
43
43: Utusan dari Alam Atas
44
Bab 44: Dunia Tulang Kuno
45
Bab 45: Danau Darah Korosif
46
Bab 46: Kejatuhan Jenius Alam Atas
47
Bab 47: Inti Emas Nirwana dan Penyergapan Seratus Ribu Pasukan
48
Bab 48: Penghancuran Mutlak
49
Bab 49: Merobek Langit dan Guncangan di Alam Atas
50
Bab 50: Hukum Alam Atas dan Skala Dunia yang Sesungguhnya
51
Bab 51: Menelan Kesombongan dan Karavan Ujung Hutan
52
Bab 52: Tembok Raksasa Seribu Awan
53
Bab 53: Asosiasi Alkemis
54
Bab 54: Eksperimen Gila Grandmaster Yan
55
Bab 55: Enam Bulan Penyamaran
56
Bab 56: Kapal Terbang Pedang Langit
57
Bab 57: Transaksi Berdarah
58
Bab 58: Samudra Tanpa Dasar
59
Bab 59: Gudang Herbal Tingkat Bumi
60
Bab 60: Ujian Bayangan
61
Bab 61: Perjamuan Pemadatan Pil
62
Bab 62: Penjaga Buta
63
Bab 63: Pergerakan dalam Bayangan
64
Bab 64: Kabut Hijau dan Pisau Sang Pembunuh
65
Bab 65: Pembantaian di Rawa Asam
66
Bab 66: Bayangan Mo Xuan dan Kematian di Tengah Malam
67
Bab 67: Kematian yang Wajar dan Bayangan Pedang Langit
68
Bab 68: Akar Naga Darah yang Mengamuk
69
Bab 69: Rencana Penyusupan Sekte
70
Bab 70: Kapal Angkasa Menuju Sarang Musuh
71
Bab 71: Hierarki Pelataran Luar
72
Bab 72: Amukan Singa Sisik Api
73
Bab 73: Dokter Hewan Iblis
74
Bab 74: Hadiah Dewi Es
75
Bab 75: Jurang Evolusi Dantian
76
Bab 76: Sang Penjinak Bayangan
77
Bab 77: Penjarahan Puncak Es
78
Bab 78: Sang Anak Surgawi dan Benturan Dua Tatapan
79
Bab 79: Investigasi Buta dan Runtuhnya Puncak Es
80
Bab 80: Kemegahan Puncak Matahari
81
Bab 81: Terowongan Bayangan
82
Bab 82: Sumur yang Kering
83
Bab 83: Parade Kehormatan dan Jatuhnya Sang Dewa Matahari
84
Bab 84: Tembusnya Sang Tiran
85
Bab 85: Umpan Hidup dan Pintu Gerbang Makam Kuno
86
Bab 86: Lorong Berdarah
87
Bab 87: Gravitasi Neraka
88
Bab 88: Hancurnya Kesombongan
89
Bab 89: Penjarahan Makam Kuno
90
Bab 90: Hantu Makam Pedang
91
Bab 91: Gerbang Keputusasaan dan Akting Kelas Surga
92
Bab 92: Kehancuran dari Dalam
93
Bab 93: Kiamat Spiritual dan Runtuhnya Surga Abadi
94
Bab 94: Gerbang Kota Dosa
95
Bab 95: Paviliun Lelang Bulan Hitam
96
Bab 96: Penyergapan di Malam Berdarah
97
Bab 97: Kejatuhan Sekte Racun Darah
98
Bab 98: Bangkitnya Sang Kaisar Iblis
99
Bab 99: Lahirnya Sembilan Naga
100
Bab 100: Karya Seni Iblis
101
Bab 101: Darah di Fajar Hari
102
Bab 102: Kedatangan Para Pemburu
103
Bab 103: Bisnis Darah dan Undangan Menuju Jurang
104
Bab 104: Pesan Berdarah
105
Bab 105: Penyatuan Kota Dosa dan Latihan di Ambang Neraka
106
Bab 106: Parade Kematian di Simpang Dosa
107
Bab 107: Berbarisnya Legiun Iblis
108
Bab 108: Hujan Darah di Puncak Suci
109
Bab 109: Benturan Dua Era dan Runtuhnya Fosil Dewa Pedang
110
Bab 110: Rahasia Benua Tengah dan Utusan Bintang Jatuh
111
Bab 111: Dermaga Ujung Langit
112
Bab 112: Mengarungi Lautan Void
113
Bab 113: Injakkan Kaki di Benua Tengah
114
Bab 114: Guncangan di Surga Barat
115
Kemegahan Dinasti Awan Emas
116
Kaisar Murka
117
Murka Dewa Pedang Bintang
118
Gurun Bintang Jatuh
119
Bab 119: Invasi ke Langit Bintang
120
Bab 120: Hujan Darah di Alam Langit Bintang
121
Kiamat Bintang dan Robeknya Tirai Keabadian
122
Pembantaian Taman Surgawi
123
Tangan Dewa yang Runtuh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!