Suara bel panjang bersahutan dengan ketukan keras di pintu kelas XI IPA 1. Miss Sinta, yang sedang berdiri di depan papan tulis memegang spidol, terhenti seketika. Pintu terbuka sedikit, memperlihatkan seorang guru kesiswaan yang memberikan instruksi singkat lewat bisikan cepat.
Miss Sinta mengangguk pelan dengan raut wajah yang mendadak berubah serius. Beliau memutar tubuhnya, mengedarkan pandangan kaku ke seluruh sudut ruangan.
"Anak-anak, simpan kembali buku kalian," ujar Miss Sinta, suaranya tenang namun mengandung ketegasan yang tak bisa dibantah. "Seluruh siswa diminta segera menuju aula utama sekarang juga. Berbaris yang rapi, keluar kelas dengan tertib, dan tidak ada yang saling berbicara atau bergosip di sepanjang koridor. Paham?"
Suasana kelas seketika menjadi kaku. Beberapa murid saling bertukar pandang penuh tanya, mengodekan isyarat tangan dan lirikan mata yang menyiratkan spekulasi panas mengenai insiden poster tadi pagi. Namun, tatapan tajam Miss Sinta membuat tak ada satu pun yang berani bersuara.
Ray dan Fifi hanya melangkah dalam keheningan, mengikuti arus murid lain tanpa melontarkan sepatah kata pun. Ray berjalan dengan rahang terkatup erat, sementara Fifi menunduk dengan raut wajah cemas.
Di dalam aula yang luas, hampir seribu orang murid dari seluruh tingkatan berbaris berdasarkan kelas masing-masing. Atmosfer ruangan terasa sangat kaku dan menekan, ditahan oleh penjagaan ketat para guru dan staf di setiap sudut barisan.
Di atas panggung utama, telah berdiri Pak Yoga—sebagai Guru Kesiswaan—ditemani oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bu Tutik. Sebuah layar proyektor raksasa di belakang mereka sudah diturunkan. Mikrofon di tangan Pak Yoga bergema, memotong kasak-kusuk yang mulai timbul.
"Selamat pagi, Anak-anak," buka Pak Yoga dengan suara bariton yang berat dan menekan. "Pertama-tama, atas nama pihak sekolah, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kegaduhan yang terjadi pada pagi hari ini. Kami ingin menegaskan bahwa pihak se…
Si Cantik Milik Ketos Sadis
Bab 92 Razia Dadakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments
Aegis
hp juga harus dibuka pemiliknya kan, kalo dipaksa bobol sandi, bisa buat laporan🥴 tapi demi vyan gak papalah🥴🥴🥴
2026-07-28
0
Aegis
wuuh teges banget pihak sekolah pas belain vyan, pas dia berulah pada bungkam, emang anak emas🥴 jadi kurang puas lah, gw kira minimal si vyan bakal dikeluarin dari sekolah🥴 terus gak ketemu yasmin, biar yasmin dkk yang nyari, pas nyesel
2026-07-28
0
Aegis
vyan yang nglanggar hukun gadak yang mau proses tuh🥴🥴
2026-07-28
0