Rencana Fitri

Yasin....

Walqur'aanil hakiim...

Alunan doa Yasin terdengar menggema di dalam rumah duka. Jenazah ayah ,ibu ,dan kedua adik Fitri sudah selesai dikafani dan disholatkan,hanya saja proses pemakaman masih tertunda karena proses penggalian liang lahat yang belum selesai.

Tak jauh dari jenazah ada Fitri yang terus saja menangis meratapi kepergian keluarga nya. Lita disamping nya hanya bisa menguatkan dengan terus mengusap punggung Fitri.

"Sudah jangan terus menangis,kasihan ibu ,bapak dan adik-adik Lo kalau Lo seperti ini terus. Mungkin ini sudah takdir nya, ikhlas kan mereka " Bisik Lita

"Huuuuhhuuuu........tapi kenapa harus seperti ini...gue sudah gak punya siapa-siapa lagi selain mereka " tangis Fitri begitu memilukan

"Sabar Fit,masih ada gue, Lo enggak pernah sendirian,orang tua gue juga pasti gak akan keberatan nampung Lo " Ucap Lita

"Emang gue air hujan ditampung ! Yang bener aje !" Fitri yang tengah menangis sesenggukan setiba-tiba itu protes pada sahabatnya.

"Alhamdulillah....." Lirih Lita

"Lo bersyukur lihat gue jadi Yatim piatu ?" Tatapan tajam Fitri langsung mengarah pada Lita.

"Yeee...bukan itu dodol ! Maksud gue tuh gue bersyukur lihat Lo yang kaya gini gue jadi gak terlalu khawatir,gue takut aja abis ini Lo manjat menara sutet terus terjun tanpa payung " Ujar Lita dengan nada pelan.

"Iman gue gak selemah itu lah ,ngaco saja " Cebik Fitri

Fitri lalu kembali menatap keluarga nya yang sudah terbujur kaku terbungkus kain kafan. Hatinya kembali sakit setelah tadi sedikit terabaikan berkat kelakar sahabatnya. Air matanya kembali mengalir dan tangis nya kembali pecah.

Beberapa saat kemudian, pemakaman selesai. Fitri berada di tengah-tengah makam ayah dan ibunya. Disamping makam ibunya berjajar makan kedua adiknya.

"Bu... Pak...! Jaga diri baik-baik ya disana,jangan marah lagi kalau adik-adik nakal. Aku gak bisa bantu lagi soalnya ,jangan lupa untuk kirim surat setiap Minggu,soalnya kan gak ada sinyal Wifi di tempat baru kalian ,hp juga pasti gak ada. Di sini aku juga akan terus doain kalian biar tenang di sana. Aku janji akan hidup lebih baik meski dunia kadang tak pernah bersahabat " Ucap Fitri lirih sambil terus mengusap papan nisan kedua orangtua nya.

Lita menatap aneh sahabat nya,merasa ada yang janggal dengan ucapan nya.

Fitri lalu beralih ke makam kedua adiknya," Rendi,...Mina....jangan lagi repot kan bapak dan ibu ya,kalian jangan terus berantem kasihan ibu dan bapak ,jadilah anak-anak yang baik, Soleh, Solehah, dan berguna bagi nusa bangsa dan agama " Ucapan Fitri membuat Lita semakin yakin jika ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.

"Fit,kita pulang yuk ! Sebentar lagi kayanya mau hujan " Ajak Lita sambil menarik lembut lengan kiri Fitri

Fitri terdiam sejenak,lalu kemudian mengangguk.

"Pak, Bu....aku pulang dulu !" Setelah itu Fitri pun beranjak pergi dengan Lita yang selalu setia di samping nya.

"Ya Allah....jangan sampai dia setres gara-gara ditinggal keluarga nya,dia masih muda masa depan nya masih panjang " Lirih Lita membatin

Sesampainya di rumah, Fitri duduk di lantai yang masih tergelar karpet yang dipinjam kan Bu Endar. Suasana sunyi begitu terasa setelah semua orang benar-benar pergi. Kini hanya ada dirinya dan sahabatnya di sana. Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.

Hingga tiba-tiba saja Fitri teringat akan mimpi nya ketika ketiduran di pabrik. Gadis itu beranjak membuat Lita bingung dengan sikap nya.

"Dia mau kemana ?"pikir nya.

Tak berpikir dua kali,Lita pun mengikuti sahabatnya itu.

"Lo nyari apa,Fit ?" tanya Lita di ambang pintu

"Nyari uang yang dikatakan bapak di mimpi gue " Jawab Fitri tanpa menoleh

"Itu kan mimpi Fit ?" Kening Lira mengernyit ,dalam hati ia berkata ,"Sepertinya udah gak ketolong lagi ini mah,Ya Allah kasihan mana masih muda "

Fitri tak perduli dan terus mencari uang itu di kamar orangtuanya.

"Di mimpi gue bapak juga berpesan gue harus memberikan uang kontrakan pada Bu Endar ,bapak juga mengatakan kalau gue harus pergi ke kampung halaman nya buat ngeliat rumah peninggalan orangtua nya bapak " Jelas Fitri

"Eh...makin parah saja dia " Batin Lita.

Lita mengerjap beberapa kali ," Fit,...itu cuman mimpi loh,mimpi bunga tidur " Ucap Lita hati-hati.

"Tapi gue ngerasa itu nyata banget Lita " Ucap Fitri

Lita hanya bisa menghela nafas melihat sahabatnya itu,sungguh ia merasa iba padanya. Mungkin dalam pikiran nya, sahabatnya itu begitu tertekan dengan kepergian keluarga nya yang sekaligus.

"Fit......"panggil Lita lirih

Sementara itu Fitri terdiam setelah menemukan uang tabungan yang dikatakan ayahnya berserta uang kontrakan di amplop putih dibawahnya.

"Lit,...Lita !" Seru Fitri tanpa menoleh ,tatapan nya terus tertuju pada kedua amplop yang kini ditangan nya.

Fitri lantas membawa nya dan menunjukan pada Lita.

"Eh,...apaan tuh ?" tanya Lita

"Ini yang dikatakan bapak,Lit. Uang tabungan dan uang kontrakan. Nah ini alamat desa yang bapak bilang " Tunjuk Fitri

Seketika mata Lita membelalak,"seriusan Lo ...!" Kata Lita setengah tak percaya.

"Kok bisa mimpi jadi kenyataan...." Heran Lita

....

Singkat cerita,40 hari sudah kepergian kedua orangtuanya,kini Fitri merasa bingung harus bagaimana,dan melakukan apa. Berkas-berkas yang ia persiapkan untuk melamar pekerjaan nyatanya masih menumpuk di meja belajar nya. Sunyi,sepi yang dirasakan gadis itu membuat nya sesak saat kembali teringat kenangan bersama keluarga nya. Apapun yang dia lihat langsung membawanya pada ingatan kebersamaan mereka.

"Ya Allah...kenapa harus begini ? Kenapa Kau ambil mereka semua,kenapa gak disisain satu saja ?" Gumam Fitri mulai ngelantur lagi

"Huuuuuuuuhhhh....." Helaan nafas panjang nya seakan memenuhi ruangan.

Ia teringat jika besok tanggal lima belas dan dia harus segera membayar uang kontrakan. Gegas dia ke kamar nya mengambil amplop putih yang sudah disiapkan mendiang orangtuanya.  Tak sengaja dia melihat amplop coklat berisi tabungan orangtuanya,namun fokus nya bukan pada isi amplop tersebut melainkan pada tulisan di sana.

"Kampung Suka Makmur " gumam nya.

....

"Yakin Lo mau pergi ke sana ?" Tanya Lita saat Fitri memberi tahu niat nya,saat ini mereka berada di sebuah taman tak jauh dari tempat tinggal Lita.

"Terus gue gimana ?" tanya Lita lagi

"Ya gak gimana-gimana,Lo kalau mau ikut ,hayuk !" Jawab Fitri

"Gak bisa lah,gue kan baru masuk kerja beberapa hari masa mau minta cuti seenak nya" Ucap Lita

"Siapa yang nyuruh Lo cuti ?" tanya Fitri," Orang gue cuman bilang kalau Lo mau ikut ,hayuk ! Enggak juga gak apa-apa,gue bisa kok pergi sendiri" Ucap Fitri lalu menyeruput minuman kopi kemasan cup.

"Sepertinya gue gak bisa deh,sorry ya ..." Ucap Lita sambil meringis

"Iya gak apa-apa keles,santai saja. Gue ngerti kok " Ucap Fitri

"Tapi emang Lo gak apa-apa pergi sendirian? Kalau ada orang jahat berusaha jahatin Lo gimana ?" Tanya Lita nampak khawatir

"Gue tinggal teriak,apa susah nya. Orang pasti akan bantu " Jawab Fitri begitu yakin

"Gue sih gak yakin orang-orang bakal bantu ya. Sorry to say,sekarang ini sedang marak berita tentang korban yang harusnya mendapat perlindungan dan keadilan justru malah jadi tersangka karena melawan,orang yang mau bantu pun jadi mikir-mikir seribu kali,takut kalau-kalau malah dijadikan tersangka" Ujar Lita

Shhrruuuupppp.....

Fitri menyedot minuman terakhir nya sambil memikirkan apa yang dikatakan sahabat nya.

"Iya juga ya, polisi sekarang malah lebih condong ke penjahat,seolah penjahat itu adalah sesuatu yang mulia. Padahal yang namanya kejahatan ya harus ditindak seadil-adilnya,mau penjahat itu celaka atau sampai tewas saat menjalankan kejahatan nya,anggap saja itu karma atas apa yang dilakukannya, bukannya malah mencari kambing hitam untuk ditersangka kan. Sungguh aneh hukum di negeri ini" ucap Fitri lalu melempar cup plastik bekas minuman nya ke tempat sampah. Akan tetapi entah bagaimana ceritanya cup plastik itu justru kembali kepadanya ,dan tepat mengenai wajah nya.

Tuk....

"ADUH.....!"

.......

.....

Terpopuler

Comments

Nurr Tika

Nurr Tika

yang penting kamu hati" ja fit jangan mudah percaya sama orang yg baru di kenal

2026-05-15

2

Kardi Kardi

Kardi Kardi

do not litterrrrr😍

2026-05-17

2

Sekti Ibue'BilFa

Sekti Ibue'BilFa

lanjut kak

2026-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Rencana Fitri
3 Naik bus hantu
4 Mencari rumah Bi Nina
5 Menginap di rumah Bi Nina
6 Di datangi pocong
7 Kerasukan
8 Mengganggu
9 Mengintimidasi
10 Kembali ke Jakarta
11 Tertabrak kereta
12 Kuntilanak bau
13 Maria
14 Membantu Maria
15 Tuyul seceng
16 Kembali ke Desa
17 Sampai di Desa
18 Kembalinya Fitri
19 Ngeyel
20 Gombalan maut
21 Seutas tali
22 Suara gamelan
23 Pemakaman Mamat
24 Terkejut
25 Mimpi aneh
26 Pertanyaan Fitri
27 Kebaikan Fitri
28 Takut karena tingkah sendiri
29 Mimpi lagi
30 Ridho dalam bahaya
31 Menyelamatkan Ridho
32 Dipaksa menikah
33 Alasan pernikahan
34 Serba salah
35 Diajak curhat
36 Pengorbanan
37 Hari pertama suami istri
38 Ridho kecelakaan
39 Penangkal kakek Mul
40 Tak ingat masa lalu
41 Ketakutan Fitri
42 Mencurigakan
43 Rencana Ibu mertua
44 Prank puding
45 Mencari rumah kakek Mul.
46 Tak ingin membalas
47 Drama ibu mertua
48 Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49 Calon menantu kesayangan yang gagal
50 Dianggap remeh
51 Cinta yang sudah menyatu
52 Niat jahat
53 Dihadang preman
54 Pembalasan dendam Wulan
55 Melihat sesuatu yang mengerikan
56 Ridho cemburu
57 Menemui seseorang
58 Cucu sultan
59 Tentang Ridho dan Pak Hartono
60 Bantuan Hartono
61 Bantuan Adnan
62 Mimpi Fitri
63 Pulang ke desa
64 Bertemu ibunya Lucinta
65 Kondisi Kakek Mul
66 Kakek Mul
67 Mengungkap misteri
68 Mantra
69 Bisikan
70 Fitri kemana ?
71 Dedatangan Adnan
72 Memulai pencarian
73 Kantong ajaib Doraemon
74 Wagino alias Nitis Kala Sura
75 Kecolongan
76 Pertarungan
77 Tamat nya riwayat Ki Raguma
78 Kondisi Fitri
79 Kembali
80 Pulang ke rumah
81 Ngidam
82 Pernyataan cinta Fitri
83 Nina tak percaya
84 Persiapan
85 Meyakinkan warga
86 Dikira stres
87 Salah sasaran
88 Ridho emosi
89 Baik-baik saja
90 Rencana Lucinta
91 Tingkah trio kuntilanak
92 Santet yang gagal
93 Kondisi Kojek
94 Ngidam cilok
95 Tamu tak diundang
96 Membantu Lucinta
97 Keusilan Fitri
98 Memberi pelajaran
99 Mengerjai Bu Ria
100 Pulang ke Jakarta
101 Ngidam lagi
102 Mencari mangga muda
103 Hal tak diduga.
104 Pertemuan Kojek dan Lita
105 Jualan Bakso ?
106 Tiba-tiba nembak
107 Keputusan Ali (end)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Awal cerita
2
Rencana Fitri
3
Naik bus hantu
4
Mencari rumah Bi Nina
5
Menginap di rumah Bi Nina
6
Di datangi pocong
7
Kerasukan
8
Mengganggu
9
Mengintimidasi
10
Kembali ke Jakarta
11
Tertabrak kereta
12
Kuntilanak bau
13
Maria
14
Membantu Maria
15
Tuyul seceng
16
Kembali ke Desa
17
Sampai di Desa
18
Kembalinya Fitri
19
Ngeyel
20
Gombalan maut
21
Seutas tali
22
Suara gamelan
23
Pemakaman Mamat
24
Terkejut
25
Mimpi aneh
26
Pertanyaan Fitri
27
Kebaikan Fitri
28
Takut karena tingkah sendiri
29
Mimpi lagi
30
Ridho dalam bahaya
31
Menyelamatkan Ridho
32
Dipaksa menikah
33
Alasan pernikahan
34
Serba salah
35
Diajak curhat
36
Pengorbanan
37
Hari pertama suami istri
38
Ridho kecelakaan
39
Penangkal kakek Mul
40
Tak ingat masa lalu
41
Ketakutan Fitri
42
Mencurigakan
43
Rencana Ibu mertua
44
Prank puding
45
Mencari rumah kakek Mul.
46
Tak ingin membalas
47
Drama ibu mertua
48
Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49
Calon menantu kesayangan yang gagal
50
Dianggap remeh
51
Cinta yang sudah menyatu
52
Niat jahat
53
Dihadang preman
54
Pembalasan dendam Wulan
55
Melihat sesuatu yang mengerikan
56
Ridho cemburu
57
Menemui seseorang
58
Cucu sultan
59
Tentang Ridho dan Pak Hartono
60
Bantuan Hartono
61
Bantuan Adnan
62
Mimpi Fitri
63
Pulang ke desa
64
Bertemu ibunya Lucinta
65
Kondisi Kakek Mul
66
Kakek Mul
67
Mengungkap misteri
68
Mantra
69
Bisikan
70
Fitri kemana ?
71
Dedatangan Adnan
72
Memulai pencarian
73
Kantong ajaib Doraemon
74
Wagino alias Nitis Kala Sura
75
Kecolongan
76
Pertarungan
77
Tamat nya riwayat Ki Raguma
78
Kondisi Fitri
79
Kembali
80
Pulang ke rumah
81
Ngidam
82
Pernyataan cinta Fitri
83
Nina tak percaya
84
Persiapan
85
Meyakinkan warga
86
Dikira stres
87
Salah sasaran
88
Ridho emosi
89
Baik-baik saja
90
Rencana Lucinta
91
Tingkah trio kuntilanak
92
Santet yang gagal
93
Kondisi Kojek
94
Ngidam cilok
95
Tamu tak diundang
96
Membantu Lucinta
97
Keusilan Fitri
98
Memberi pelajaran
99
Mengerjai Bu Ria
100
Pulang ke Jakarta
101
Ngidam lagi
102
Mencari mangga muda
103
Hal tak diduga.
104
Pertemuan Kojek dan Lita
105
Jualan Bakso ?
106
Tiba-tiba nembak
107
Keputusan Ali (end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!