Naik bus hantu

Tapi emang Lo gak apa-apa pergi sendirian? Kalau ada orang jahat berusaha jahatin Lo gimana ?" Tanya Lita nampak mengkhawatirkan sahabatnya itu.

"Gue tinggal teriak,apa susah nya. Orang pasti akan bantu " Jawab Fitri begitu yakin

"Gue sih gak yakin orang-orang bakal bantu ya. Sorry to say,sekarang ini sedang marak berita tentang korban yang harusnya mendapat perlindungan dan keadilan justru malah jadi tersangka karena melawan,orang yang mau bantu pun jadi mikir-mikir seribu kali,takut kalau-kalau malah dijadikan tersangka" Ujar Lita

Shhrruuuupppp.....

Fitri menyedot minuman terakhir nya sambil memikirkan apa yang dikatakan sahabat nya.

"Iya juga ya, polisi sekarang aneh malah lebih condong ke penjahat. Padahal yang namanya kejahatan ya harus ditindak seadil-adilnya,mau penjahat itu celaka atau sampai tewas saat menjalankan kejahatan nya,anggap saja itu karma atas apa yang dilakukannya, bukannya malah mencari kambing hitam untuk ditersangka kan. Sungguh aneh hukum di negeri ini" ucap Fitri lalu melempar cup plastik bekas minuman nya ke tempat sampah. Akan tetapi entah bagaimana ceritanya cup plastik itu justru kembali kepadanya ,jatuh tepat mengenai wajah nya.

Tuk....

"ADUH.....!"

Fitri terkejut menatap cup plastik yang tergeletak di tanah dengan raut bingung.

"Kok balik lagi ?" tanya nya pelan.

"Lo lemparnya asal-asalan kali,mungkin kena ujung tempat sampah terus mantul lagi terus kena wajah Lo " Ucap Lita berasumsi.

"Enggak ah,perasaan gue udah bener kok lemparnya ,gue lihat sendiri cup ini masuk tempat sampah tadi " Ucap Fitri kekeuh dengan pendirian nya.

"Ya udah sih ,masukin lagi saja !" Ucap Lita  tanpa ingin ambil pusing.

Fitri kembali melempar cup plastik itu,namun lagi dan lagi cup plastik itu kembali padanya.

"Tuh kan,apa gue kata" Ucap Fitri

Gluk'

Lita menelan ludahnya, perasaan nya mulai tak enak," Fit,kita cabut yuk ! Gue jadi takut " Ajak nya.

"Bentar,gue masih penasaran " Fitri kembali melempar cup plastik sampai benar-benar masuk ke dalam tempat sampah ,namun sepersekian detik cup itu melayang dan kembali lagi.

"Tuh kan....ayo pergi !" Lita sudah ketakutan saja,keringat dingin mulai membasahinya.

"Hmm...sepertinya ada yang gak beres ini" Gumam Fitri

"Fit ! Udah yuk ah ,jangan aneh-aneh !" Seru Lita menarik paksa Fitri saat itu hendak pergi mendekati tempat sampah.

Keduanya pun akhirnya pergi meninggalkan taman,tanpa mereka ketahui jika di atas tempat sampah itu terdapat sosok pocong yang sedang duduk menikmati angin sore.

"Dasar anak manusia ! Aku lagi enak duduk malah dilempar sampah,emang aku pocong apaan" ucap pocong itu menggerutu.

.........

Keesokan harinya, Fitri sudah berada di terminal bus. Tas selempang nya sudah nangkring cantik di pundak nya. Setelah membayar uang kontrakan pada Bu Endar,Fitri segera berangkat ke terminal. Ia tak membawa banyak barang hanya satu stel pakaian ganti saja karena memang rencananya dia ingin melihat-lihat rumah yang katanya peninggalan almarhum orangtua mendiang ayah nya. Ia yakin mimpi nya itu bukan sekedar mimpi,melainkan sebuah pesan dari ayahnya.

Lita tak mengantarnya karena gadis itu harus pergi bekerja di pabrik. Fitri menunggu kedatangan bus yang akan membawanya ke kampung halaman sang ayah,namun hingga beberapa jam bus tak kunjung tiba, Fitri pun sudah mulai merasa bosan dan lelah menunggu.

"Ini bus nya mana sih ? Kok gak datang-datang !" Cebik nya kesal," Mana sepi lagi , orang-orang pada kemana bukan nya tadi ramai , kenapa mendadak jadi sepi gini " tambah nya bergumam

Hingga beberapa saat kemudian muncul bus berwarna biru kehijauan dari balik asap di jalanan. Melihat bus tersebut,Fitri merasakan sesuatu yang aneh.

"Perasaan gue gak enak ya...." Gumam nya pelan

Bus itu berhenti tepat di depan Fitri ,seorang kernet turun dan segera berteriak,memanggil calon penumpang nya.

"Ayo...ayo ! Ci manggu, Cisuka,Cinangka,Cibuah Cisalak,Suka Asih ,Suka makmur,suka kamu juga boleh ....ayo...ayo.....!" Teriak si kernet

Fitri mengernyitkan keningnya,merasa ada yang tak benar dengan ucapan kernet itu,namun kebingungan tak hanya disitu , suasana yang tadinya sepi kini berubah ramai. Tiba-tiba sudah banyak saja orang-orang yang mengantri ingin naik bus itu.

"Darimana datangnya mereka ? Kenapa tiba-tiba jadi ramai saja ?" Gumam Fitri bertanya-tanya.

"Suka Asih .... Suka makmur ....!" Teriak kernet membuat Fitri sedikit tersentak kaget ,karena entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saja si kernet itu sudah berada di depan nya.

"Mau ke Suka Makmur ?" Tanya kernet,spontan Fitri mengangguk.

"Kebetulan bus ini melewati desa Suka Makmur,ayo naik !" Seakan terhipnotis,Fitri mengikuti si kernet menaiki bus. Fitri duduk di bangku tengah berdampingan dengan seorang nenek.

Awalnya semua nampak biasa,suara obrolan khas ibu-ibu, rengekan anak kecil ,dan suara riuh lainnya. Hingga pada saat melewati area hutan semuanya seketika terdiam. Suasana berubah hening ,tak ada obrolan ,bisikan,rengekan dan suara kernet yang meminta karcis semuanya sirna. Hanya deru mesin bus yang terdengar.

Fitri mengira jika semua penumpang tertidur ,tetapi kesunyian yang tak biasa terasa begitu ganjil baginya. Hingga ia menoleh pada nenek disamping nya.

Deg'

Fitri merasa jantung nya lepas ketika si nenek itu menatap ke arahnya sambil tersenyum penuh misteri. Fitri lalu memutar kepalanya memperhatikan penumpang lainnya. Mereka tidak tidur,tubuhnya tegak namun tatapannya kosong. Wajah mereka pucat ada sedikit lingkaran hitam di matanya.

Fitri bukanlah seorang penakut ,tatapi kali ini rasa takut mulai merayapi hatinya.

"Tak usah takut cu...mereka sudah biasa seperti itu setelah melewati jalan ini" Ucap nenek itu tiba-tiba.

Fitri sontak menoleh,"iya nek" ucap gadis itu sambil meringis senyum.

"Sepertinya kamu mulai lelah,ini makanlah biar tenaga mu bertambah lagi" Nenek itu memberikan lontong dan bakwan yang sudah dingin.

"Eh...gak usah nek ,aku gak lapar kok . Buat nenek saja" bukannya ia tak ingin menghargai si nenek ,tetapi Fitri memang belum merasakan lapar.

"Gak apa-apa,nenek sudah makan. Kamu lebih membutuhkan nya saat ini. Makanlah biar stamina kamu kuat " Ucap si nenek penuh arti.

"Baiklah ,makasih ya nek " Akhirnya dengan rasa enggan karena segan Fitri menerima makanan tersebut, lalu perlahan dimakan nya.

Si nenek tak banyak berbicara lagi,hanya tersenyum lalu kemudian menatap kosong ke arah depan. Ekspresi nya jadi sama seperti para penumpang lain nya. Mendadak suasana dalam bus terasa begitu dingin dan mencekam,tak ada suara apapun bahkan suara deru mesin pun mendadak tak terdengar, Fitri menoleh memperhatikan setiap penumpang.

"Mereka pada kenapa ya,kok pada diem gitu tidur enggak ngomong juga enggak "pikir gadis itu, tapi bulu kuduk nya mulai berdiri.

"Jangan-jangan mereka semua itu setan. Dan bus ini....bus setan seperti di cerita-cerita novel yang lain " Bisik hatinya mulai menerka. Namun meski begitu ia tetap terlihat tenang,seperti tak merasa takut sama sekali,padahal tadi dirinya sempat merasa ketakutan.

"Kalau emang bener ini bus hantu.....seru juga ! Baru pertama juga naik bus hantu,kapan lagi coba bisa naik bus hantu "Celetuk gadis bermata coklat itu sambil tersenyum-senyum.

Aneh memang,tapi begitulah Fitri. Dimana orang-orang pada takut berurusan dengan hal gaib,Fitri justru malah antusias. Fitri juga bukan lah seorang indigo yang dapat melihat dan berinteraksi dengan para hantu,tetapi tanpa disadarinya apa yang ia alami saat ini merupakan titik awal dimana hidupnya akan benar-benar berubah.

Para penumpang yang memang merupakan sosok ghaib mulai merasa resah karena target mereka terlihat biasa-biasa saja. Sampai salah satu dari mereka merasa kesal dan akhirnya mulai menakuti Fitri dengan berjalan perlahan dengan langkah terputus-putus sambil menunduk, rambutnya tergerai menutupi sebagian wajahnya,penampilan nya mirip sadako. Tiba-tiba hantu itu sudah ada di depan Fitri namun alih-alih terkejut,Fitri malah memukul kepala hantu itu sampai terdengar bunyi nyaring.

Tuk'

Si hantu terkejut lalu mendongak menatap Fitri dengan tatapan tak percaya.

"Kok sakit ya....." Gumam hantu itu melongo

........

Terpopuler

Comments

Astiana 💕

Astiana 💕

aneh bener nih pocong, lagian nangkring nya di tempat sampah, bukan nya di bawah pohon pisang🤣

2026-08-07

1

Kardi Kardi

Kardi Kardi

lohhh. bisa kena ? ngapa yaaaa🤭

2026-05-17

3

Ayla Anindiyafarisa

Ayla Anindiyafarisa

lah tu pocong nongkrong kok y di tong sampah😅

2026-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Rencana Fitri
3 Naik bus hantu
4 Mencari rumah Bi Nina
5 Menginap di rumah Bi Nina
6 Di datangi pocong
7 Kerasukan
8 Mengganggu
9 Mengintimidasi
10 Kembali ke Jakarta
11 Tertabrak kereta
12 Kuntilanak bau
13 Maria
14 Membantu Maria
15 Tuyul seceng
16 Kembali ke Desa
17 Sampai di Desa
18 Kembalinya Fitri
19 Ngeyel
20 Gombalan maut
21 Seutas tali
22 Suara gamelan
23 Pemakaman Mamat
24 Terkejut
25 Mimpi aneh
26 Pertanyaan Fitri
27 Kebaikan Fitri
28 Takut karena tingkah sendiri
29 Mimpi lagi
30 Ridho dalam bahaya
31 Menyelamatkan Ridho
32 Dipaksa menikah
33 Alasan pernikahan
34 Serba salah
35 Diajak curhat
36 Pengorbanan
37 Hari pertama suami istri
38 Ridho kecelakaan
39 Penangkal kakek Mul
40 Tak ingat masa lalu
41 Ketakutan Fitri
42 Mencurigakan
43 Rencana Ibu mertua
44 Prank puding
45 Mencari rumah kakek Mul.
46 Tak ingin membalas
47 Drama ibu mertua
48 Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49 Calon menantu kesayangan yang gagal
50 Dianggap remeh
51 Cinta yang sudah menyatu
52 Niat jahat
53 Dihadang preman
54 Pembalasan dendam Wulan
55 Melihat sesuatu yang mengerikan
56 Ridho cemburu
57 Menemui seseorang
58 Cucu sultan
59 Tentang Ridho dan Pak Hartono
60 Bantuan Hartono
61 Bantuan Adnan
62 Mimpi Fitri
63 Pulang ke desa
64 Bertemu ibunya Lucinta
65 Kondisi Kakek Mul
66 Kakek Mul
67 Mengungkap misteri
68 Mantra
69 Bisikan
70 Fitri kemana ?
71 Dedatangan Adnan
72 Memulai pencarian
73 Kantong ajaib Doraemon
74 Wagino alias Nitis Kala Sura
75 Kecolongan
76 Pertarungan
77 Tamat nya riwayat Ki Raguma
78 Kondisi Fitri
79 Kembali
80 Pulang ke rumah
81 Ngidam
82 Pernyataan cinta Fitri
83 Nina tak percaya
84 Persiapan
85 Meyakinkan warga
86 Dikira stres
87 Salah sasaran
88 Ridho emosi
89 Baik-baik saja
90 Rencana Lucinta
91 Tingkah trio kuntilanak
92 Santet yang gagal
93 Kondisi Kojek
94 Ngidam cilok
95 Tamu tak diundang
96 Membantu Lucinta
97 Keusilan Fitri
98 Memberi pelajaran
99 Mengerjai Bu Ria
100 Pulang ke Jakarta
101 Ngidam lagi
102 Mencari mangga muda
103 Hal tak diduga.
104 Pertemuan Kojek dan Lita
105 Jualan Bakso ?
106 Tiba-tiba nembak
107 Keputusan Ali (end)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Awal cerita
2
Rencana Fitri
3
Naik bus hantu
4
Mencari rumah Bi Nina
5
Menginap di rumah Bi Nina
6
Di datangi pocong
7
Kerasukan
8
Mengganggu
9
Mengintimidasi
10
Kembali ke Jakarta
11
Tertabrak kereta
12
Kuntilanak bau
13
Maria
14
Membantu Maria
15
Tuyul seceng
16
Kembali ke Desa
17
Sampai di Desa
18
Kembalinya Fitri
19
Ngeyel
20
Gombalan maut
21
Seutas tali
22
Suara gamelan
23
Pemakaman Mamat
24
Terkejut
25
Mimpi aneh
26
Pertanyaan Fitri
27
Kebaikan Fitri
28
Takut karena tingkah sendiri
29
Mimpi lagi
30
Ridho dalam bahaya
31
Menyelamatkan Ridho
32
Dipaksa menikah
33
Alasan pernikahan
34
Serba salah
35
Diajak curhat
36
Pengorbanan
37
Hari pertama suami istri
38
Ridho kecelakaan
39
Penangkal kakek Mul
40
Tak ingat masa lalu
41
Ketakutan Fitri
42
Mencurigakan
43
Rencana Ibu mertua
44
Prank puding
45
Mencari rumah kakek Mul.
46
Tak ingin membalas
47
Drama ibu mertua
48
Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49
Calon menantu kesayangan yang gagal
50
Dianggap remeh
51
Cinta yang sudah menyatu
52
Niat jahat
53
Dihadang preman
54
Pembalasan dendam Wulan
55
Melihat sesuatu yang mengerikan
56
Ridho cemburu
57
Menemui seseorang
58
Cucu sultan
59
Tentang Ridho dan Pak Hartono
60
Bantuan Hartono
61
Bantuan Adnan
62
Mimpi Fitri
63
Pulang ke desa
64
Bertemu ibunya Lucinta
65
Kondisi Kakek Mul
66
Kakek Mul
67
Mengungkap misteri
68
Mantra
69
Bisikan
70
Fitri kemana ?
71
Dedatangan Adnan
72
Memulai pencarian
73
Kantong ajaib Doraemon
74
Wagino alias Nitis Kala Sura
75
Kecolongan
76
Pertarungan
77
Tamat nya riwayat Ki Raguma
78
Kondisi Fitri
79
Kembali
80
Pulang ke rumah
81
Ngidam
82
Pernyataan cinta Fitri
83
Nina tak percaya
84
Persiapan
85
Meyakinkan warga
86
Dikira stres
87
Salah sasaran
88
Ridho emosi
89
Baik-baik saja
90
Rencana Lucinta
91
Tingkah trio kuntilanak
92
Santet yang gagal
93
Kondisi Kojek
94
Ngidam cilok
95
Tamu tak diundang
96
Membantu Lucinta
97
Keusilan Fitri
98
Memberi pelajaran
99
Mengerjai Bu Ria
100
Pulang ke Jakarta
101
Ngidam lagi
102
Mencari mangga muda
103
Hal tak diduga.
104
Pertemuan Kojek dan Lita
105
Jualan Bakso ?
106
Tiba-tiba nembak
107
Keputusan Ali (end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!