Desa Pocong

Desa Pocong

Awal cerita

Brakkk....

Suara dentuman keras dijalanan mengejutkan semua orang. Kecelakaan tunggal yang terjadi pada sebuah mobil yang hilang kendali  menabrak pembatas jalan hingga berguling di aspal. Dalam kondisi mobil terbalik seorang bapak berusaha meraih istri dan kedua anaknya yang terluka parah.

Di luar nampak orang-orang berkerumun panik tanpa ada yang berani membantu sebab bau bensin sudah menguar di udara,mereka takut mobil meledak tiba-tiba. Kebetulan saat itu tim damkar melintas,dan segera mengevakuasi korban.

Sementara itu,di sebuah pabrik makanan ringan seorang gadis tertidur saat menunggu giliran nya mengambil uang pesangon. Dalam tidur nya,gadis itu bermimpi...

"Kalian mau pergi kemana ? "

"Kami mau pergi jauh,kamu jaga diri baik-baik ya...maafin bapak dan juga ibu mu tidak bisa terus mendampingi. Kami yakin kamu gadis kuat bisa menjalani hidup mu dengan baik meski tanpa kami"

"Kenapa bapak ngomong seperti itu ?  Sebenarnya bapak ,ibu dan adik-adik mau pergi kemana ? Kapan kembali ?"

Dengan raut sedih,pria itu berkata "Kami tidak akan kembali "

"Di lemari ada uang tabungan bapak dan ibu,gunakan itu untuk keperluan mu. Uang buat bayar kontrakan ada di amplop warna putih berikan itu di tanggal 15 pada Bu Endar. Satu lagi bapak ada rumah peninggalan orang tua bapak di kampung. Pergilah ke sana pinta kuncinya pada Nina,sepupu bapak. Alamatnya ada di kertas dibawah uang tabungan"

Gadis itu terperanjat saat seorang teman nya menepuk pundak nya kencang,saking kaget nya gadis itu sampai terjatuh dari kursi nya.

Bruukkk...

" Aduh ....!" Kejut nya sambil meringis mengusap pant*tnya yang terasa panas setelah terjatuh tadi.

Namun alih-alih membantu,teman nya itu malah menertawakan nya begitu nyaring. Meski begitu gadis itu tidak merasa tersinggung apalagi sampai sakit hati,karena memang mereka sudah terbiasa saling ejek dan menertawakan ketika salah satu mendapat musibah ( jangan ditiru ya,gak baik !)

"Ketawa nya kurang kenceng neng !" ucap gadis itu mencebik sambil bangkit lalu duduk kembali di kursi nya.

"Hahaha...lagian elu malah bisa-bisanya molor sih,heran gue" ucap teman nya tak habis pikir.

"Abis ngantuk banget sih gue,semalam abis begadang nyiapin surat-surat lamaran baru " Jawab gadis itu sambil menekuk wajahnya,tetapi perasaan nya mulai tidak enak.

"Wuiihh...gercep banget ! Baru saja lo kena PHK langung gas saja. Gue dong santai ...." Ucap teman nya sok tenang padahal dia pun sebenarnya sedang bingung untuk mencari kerja kemana lagi setelah di PHK massal.

"Huuuuhhh....gue kan mesti bantu orang tua gue,Lit. Kasihan lihat bapak harus kerja terus jadi driver taksi online sementara kondisi nya sedang tidak baik,aku juga kasihan lihat ibu harus ikut kerja pontang-panting di pasar " Terang gadis itu sambil menghela nafas panjang beberapa kali.

Teman nya memperhatikan raut wajah gadis itu yang tak biasa.

"Kenapa Lu ?" Tanya nya

"Perasaan gue gak enak Lit,tadi gue sempet mimpi ibu ,bapak ,dan adik-adik gue pergi pamitan " Jawab gadis itu kembali mengingat mimpi nya barusan.

"Elah,...ketiduran sampai mimpi pula,mimpi apa kau ?" tanya  teman nya dengan logat Batak yang dibuat-buat

"Mereka pamitan mau pergi ,Lit. Apa artinya ya ...?" Gumam gadis itu sambil melamun.

"Itu kan hanya mimpi di siang bolong ,jangan terlalu dipikirkan " ucap teman nya sambil memasukan jari telunjuknya ke dalam hidung lalu dikorek-koreknya lubang hidung nya sampai dia berhasil mendapatkan sebuah benda putih kecoklatan ,lalu dijentikkan hingga terlempar ke lantai.

"Iiiuuhhh....jorok ! Lu jadi cewek kok jorok begitu sih ... gimana......"belum sempat gadis itu menyelesaikan ucapannya dering ponsel mengalihkan perhatian nya. Kening nya berkerut.

"Bapak ? Tumben telpon di jam sekarang ,ada apa ya perasaan gue kok gak enak " Gumam gadis itu lalu segera menjawab nya panggilan telpon tersebut.

"Iya pak, assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam. Selamat siang dengan saudari Fitriana ? "

Gadis itu terdiam sejenak,suara yang berbicara itu bukan suara ayahnya ,lantas siapa pria itu ? Mengapa bisa menghubungi nya menggunakan nomor ayah nya ?

"Maaf ,apa betul saya bicara dengan saudari Fitriana ?"tanya pria itu lagi

Fitri terkesiap ," I...iya pak,saya Fitri. Maaf anda siapa ya,kenapa bisa menghubungi saya dengan nomor ayah saya ?" tanya nya

"Saya Dion,dari pihak kepolisian hendak mengabarkan jika pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan mobil dan sekarang kondisinya kritis di rumah sakit "

DEG'

Demi apapun,Fitri merasa jantung nya seakan berhenti berdetak ,bak disambar petir siang bolong mendengar nya,gadis itu mengerjap, seketika jantung nya berdebar keras.

"Anda bohong kan ? " Tanya Fitri dengan suara bergetar ,berharap dia salah mendengar.

"Untuk apa saya berbohong ? Maaf sebaiknya saudari segera datang saja ke rumah sakit!" Ucapan pria yang mengaku pihak kepolisan itu segera mengakhiri panggilan.

Fitri termangu di tempat nya dengan ponsel yang masih berada di telinga nya,air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.

"Fit... Lo kenapa ?" tanya Lita,"Siapa yang nelpon ?" Lanjut nya

"Polisi. Katanya bapak kecelakaan kondisinya kritis " Jawab Fitri dengan tatapan kosong sementara air mata terus mengalir. Polisi lupa memberi tahu jika yang kecelakaan tak hanya ayahnya ,entah akan bagaimana reaksi gadis itu jika tahu ibu dan kedua adik nya juga turut menjadi korban.

"Hah ? Yang bener Lu ?!" Seru Lira terkejut

"Gue harus pergi sekarang !" Fitri beranjak menuju pintu ruang HRD

Brakkk....

Pintu terbuka dengan kasar membuat staf HRD terkejut.

"Apa-apaan kamu ? Bikin kaget saja , gimana kalau pintu nya rusak ,emang kamu mau ganti,apa ?" Fitri langsung kena semprot

"Maaf Bu,apa bisa saya ambil sekarang uang pesangon saya ? Saya buru-buru mau ke rumah sakit ,ayah saya kecelakaan" Ucap Fitri mengiba

"Hadeuh...di saat seperti ini masih sempat-sempatnya dia inget uang pesangon" Lirih Lita pelan

"Gak bisa begitu Fitri ,semua harus ada prosedur nya. Tunggu nama kamu dipanggil dulu baru kamu bisa ambil uang pesangon mu. Tunggu giliran saja atau kalau tidak kamu bisa ambil nanti " Ucap staf HRD dengan nada ketus

"Bu,tapi saya butuh uang itu buat biaya administrasi rumah sakit,tolong lah Bu...." Pinta Fitri memelas

Lita yang dari tadi hanya diam saja kini ikut berbicara,"Tolong lah Bu,kasih keringanan ,kalau terjadi sesuatu pada ayah nya Fitri apa ibu mau tanggung jawab ? Kondisi nya kritis loh Bu " ucap nya

Staf HRD menatap tajam Fitri dan Lita ,nafasnya kembang kempis. Terlihat sekali jika dia tengah kesal,tetapi sebelum staf HRD itu kembali berbicara,seorang pria paruh baya masuk segera menengahi.

"Kan saya sudah bilang,jangan dipersulit apalagi dia sangat butuh uang itu "Ucap nya

Staf tersebut terkesiap tak menyangka jika atasan nya akan datang.

"Pak Gunawan..."

"Cepat berikan uang mereka !" Perintah Gunawan dengan sinis

"B...baik pak...." Staf itu segera mencari amplop bernama Fitri dan Lita.

"Ini ambil lah "

"Nah gitu dong , dari tadi kek..." Fitri mencebik

Setelah menerima uang pesangon dan menandatangani berkas sebagai tanda bukti penerimaan,Fitri dan Lita segera pergi ke rumah sakit namun sebelumnya mereka mengucapkan terimakasih pada Gunawan yang sudah membantu nya.

Singkat cerita Fitri dan Lita sudah sampai di rumah sakit,mereka segera diarahkan ke ruang ICU oleh polisi yang berjaga di depan. Sesampainya di ruangan ICU Fitri segera membuka pintu dan langsung masuk setelah meminta izin pada dokter sementara Lita menunggu di luar.

"Bapak...." Lirih Fitri dengan air mata yang sudah menggenang siap meluncur kapan saja.

Ayah nya yang masih diambang kesadaran tersenyum melihat kedatangan putri sulung nya. Kondisi nya yang sudah kritis membuat nya tak mampu berkata-kata,hanya kedipan lemah saja yang mampu berisyarat.

"Bapak....kenapa bisa sampai begini ? Bagaimana semua ini bisa terjadi ?" Tanya Fitri dengan tangis tertahan,suaranya pun nampak bergetar namun air mata nya sudah lolos.

Tak ada jawaban dari ayah nya,namun kedipan matanya yang sangat lemah seolah memberikan jawaban yang Fitri sendiri tak mengerti.

Tiba-tiba suara di monitor membuat Fitri terkejut,tubuh ayah nya mengejang. Dadanya terangkat hingga tak lama kemudian tubuh itu diam dengan mata tertutup. Ayahnya telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah akhirnya bertemu dengan putri nya. Rupanya ia tak ingin pergi begitu saja sebelum melihat wajah putri nya.

"BAPAAAAKKKK......!"

Dokter segera memeriksa denyut jantung dan beberapa organ vital lain nya,tetapi ternyata ayahnya Fitri memang telah tiada. Dokter pun segera menutup jenazah ayah Fitri dengan selimut putih. Fitri pun histeris Lita yang diluar segera masuk lalu mencoba menenangkan sahabatnya dengan memeluknya.

Namun kesedihan tak hanya di situ saja, dokter mengatakan jika ibu dan kedua adiknya juga telah tiada dan kini berada di kamar jenazah.

Karena tak kuasa menerima kenyataan pahit itu Fitri akhirnya tak sadarkan diri.

Bruuukkkk......

........

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

aq suka judulnya...coba baca ya ... semangat menulis nya 🤗

2026-07-09

1

Asri

Asri

makasih loh... udah gercep aja🥰🙏

2026-05-15

1

Nurr Tika

Nurr Tika

hadir thor

2026-05-15

1

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Rencana Fitri
3 Naik bus hantu
4 Mencari rumah Bi Nina
5 Menginap di rumah Bi Nina
6 Di datangi pocong
7 Kerasukan
8 Mengganggu
9 Mengintimidasi
10 Kembali ke Jakarta
11 Tertabrak kereta
12 Kuntilanak bau
13 Maria
14 Membantu Maria
15 Tuyul seceng
16 Kembali ke Desa
17 Sampai di Desa
18 Kembalinya Fitri
19 Ngeyel
20 Gombalan maut
21 Seutas tali
22 Suara gamelan
23 Pemakaman Mamat
24 Terkejut
25 Mimpi aneh
26 Pertanyaan Fitri
27 Kebaikan Fitri
28 Takut karena tingkah sendiri
29 Mimpi lagi
30 Ridho dalam bahaya
31 Menyelamatkan Ridho
32 Dipaksa menikah
33 Alasan pernikahan
34 Serba salah
35 Diajak curhat
36 Pengorbanan
37 Hari pertama suami istri
38 Ridho kecelakaan
39 Penangkal kakek Mul
40 Tak ingat masa lalu
41 Ketakutan Fitri
42 Mencurigakan
43 Rencana Ibu mertua
44 Prank puding
45 Mencari rumah kakek Mul.
46 Tak ingin membalas
47 Drama ibu mertua
48 Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49 Calon menantu kesayangan yang gagal
50 Dianggap remeh
51 Cinta yang sudah menyatu
52 Niat jahat
53 Dihadang preman
54 Pembalasan dendam Wulan
55 Melihat sesuatu yang mengerikan
56 Ridho cemburu
57 Menemui seseorang
58 Cucu sultan
59 Tentang Ridho dan Pak Hartono
60 Bantuan Hartono
61 Bantuan Adnan
62 Mimpi Fitri
63 Pulang ke desa
64 Bertemu ibunya Lucinta
65 Kondisi Kakek Mul
66 Kakek Mul
67 Mengungkap misteri
68 Mantra
69 Bisikan
70 Fitri kemana ?
71 Dedatangan Adnan
72 Memulai pencarian
73 Kantong ajaib Doraemon
74 Wagino alias Nitis Kala Sura
75 Kecolongan
76 Pertarungan
77 Tamat nya riwayat Ki Raguma
78 Kondisi Fitri
79 Kembali
80 Pulang ke rumah
81 Ngidam
82 Pernyataan cinta Fitri
83 Nina tak percaya
84 Persiapan
85 Meyakinkan warga
86 Dikira stres
87 Salah sasaran
88 Ridho emosi
89 Baik-baik saja
90 Rencana Lucinta
91 Tingkah trio kuntilanak
92 Santet yang gagal
93 Kondisi Kojek
94 Ngidam cilok
95 Tamu tak diundang
96 Membantu Lucinta
97 Keusilan Fitri
98 Memberi pelajaran
99 Mengerjai Bu Ria
100 Pulang ke Jakarta
101 Ngidam lagi
102 Mencari mangga muda
103 Hal tak diduga.
104 Pertemuan Kojek dan Lita
105 Jualan Bakso ?
106 Tiba-tiba nembak
107 Keputusan Ali (end)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Awal cerita
2
Rencana Fitri
3
Naik bus hantu
4
Mencari rumah Bi Nina
5
Menginap di rumah Bi Nina
6
Di datangi pocong
7
Kerasukan
8
Mengganggu
9
Mengintimidasi
10
Kembali ke Jakarta
11
Tertabrak kereta
12
Kuntilanak bau
13
Maria
14
Membantu Maria
15
Tuyul seceng
16
Kembali ke Desa
17
Sampai di Desa
18
Kembalinya Fitri
19
Ngeyel
20
Gombalan maut
21
Seutas tali
22
Suara gamelan
23
Pemakaman Mamat
24
Terkejut
25
Mimpi aneh
26
Pertanyaan Fitri
27
Kebaikan Fitri
28
Takut karena tingkah sendiri
29
Mimpi lagi
30
Ridho dalam bahaya
31
Menyelamatkan Ridho
32
Dipaksa menikah
33
Alasan pernikahan
34
Serba salah
35
Diajak curhat
36
Pengorbanan
37
Hari pertama suami istri
38
Ridho kecelakaan
39
Penangkal kakek Mul
40
Tak ingat masa lalu
41
Ketakutan Fitri
42
Mencurigakan
43
Rencana Ibu mertua
44
Prank puding
45
Mencari rumah kakek Mul.
46
Tak ingin membalas
47
Drama ibu mertua
48
Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49
Calon menantu kesayangan yang gagal
50
Dianggap remeh
51
Cinta yang sudah menyatu
52
Niat jahat
53
Dihadang preman
54
Pembalasan dendam Wulan
55
Melihat sesuatu yang mengerikan
56
Ridho cemburu
57
Menemui seseorang
58
Cucu sultan
59
Tentang Ridho dan Pak Hartono
60
Bantuan Hartono
61
Bantuan Adnan
62
Mimpi Fitri
63
Pulang ke desa
64
Bertemu ibunya Lucinta
65
Kondisi Kakek Mul
66
Kakek Mul
67
Mengungkap misteri
68
Mantra
69
Bisikan
70
Fitri kemana ?
71
Dedatangan Adnan
72
Memulai pencarian
73
Kantong ajaib Doraemon
74
Wagino alias Nitis Kala Sura
75
Kecolongan
76
Pertarungan
77
Tamat nya riwayat Ki Raguma
78
Kondisi Fitri
79
Kembali
80
Pulang ke rumah
81
Ngidam
82
Pernyataan cinta Fitri
83
Nina tak percaya
84
Persiapan
85
Meyakinkan warga
86
Dikira stres
87
Salah sasaran
88
Ridho emosi
89
Baik-baik saja
90
Rencana Lucinta
91
Tingkah trio kuntilanak
92
Santet yang gagal
93
Kondisi Kojek
94
Ngidam cilok
95
Tamu tak diundang
96
Membantu Lucinta
97
Keusilan Fitri
98
Memberi pelajaran
99
Mengerjai Bu Ria
100
Pulang ke Jakarta
101
Ngidam lagi
102
Mencari mangga muda
103
Hal tak diduga.
104
Pertemuan Kojek dan Lita
105
Jualan Bakso ?
106
Tiba-tiba nembak
107
Keputusan Ali (end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!