Menginap di rumah Bi Nina

Perempuan paruh baya bernama Nina terdiam saat mendengar pintu rumah nya ada yang mengetuk. Dia baru saja selesai menutup semua jendela termasuk pintu. Suaminya Daryo sontak menahan nafas,seolah hembusan nya takut terdengar sampai ke luar.

"Siapa ?" Tanya nya tanpa suara.

"Gak tahu " Jawab Nina juga tanpa suara.

"Coba cek !" Perintah Daryo

"Gak mau,takut. Abang saja yang periksa !" Bisik Nina menolak nya dan malah balik memerintah.

"Aku juga takut,sebentar lagi Maghrib. Jangan-jangan yang ketuk pintu ...."

"Pocong !" Sela Nina

"Husshh...! Jangan disebut ! Nanti datang beneran" Gemas Daryo

"Maaf kelepasan " lirih Nina menyesal. Ia sampai memukul mulutnya sendiri.

"Assalamualaikum...."

"Eh,..tapi masa iya setan datang ngucapin salam " Gumam Nina

"Makanya sana lihat...!" Ucap Daryo kembali memerintah istri.

"Iihh...kenapa aku,Abang kan bisa. Kalau terjadi apa-apa padaku gimana " Ucap Nina memelas.

"Anggap saja takdir " Ceplos Daryo enteng.

Nina memicingkan matanya," Abang sengaja ya nyuruh aku yang ngecek,biar nanti kalau sesuatu terjadi padaku Abang mau kawin lagi sama janda gatel itu !" Tuduh Nina

"Astaghfirullah...kok kamu bisa baca pikiran Abang ? Ups..." Pria itu kelepasan dan segera memukul bibirnya yang langsung mingkem.

"Ohhh...jadi gitu ya...oke aku bersumpah kalau aku mati dimakan setan orang pertama yang aku gentayangin tuh Abang,aku pastikan hidup Abang gak akan tenang,dan sengsara seumur hidup" Ucap Nina kesal sambil berlalu menuju pintu.

"Eehh...bukan gitu sayang ..maaf Abang salah ngomong " Ucap Daryo panik.

Dengan gelagapan pria itu mengejar istrinya,tujuan nya untuk mencegah istrinya membuka pintu. Namun sebelum lengan nya berhasil meraih sang istri,istrinya sudah terlanjur menarik gagang pintu. Daryo pun dengan cepat bersembunyi di balik lemari pemisah antara ruang tamu dan ruang keluarga.

Melihat seorang gadis berdiri di depan pintu rumah nya Nina sedikit lega,namun ia tetap waspada ,setelah memastikan yang datang benar-benar manusia ,Nina segera meminta gadis itu untuk masuk,karena gadis itu malah diam Nina pun menarik gadis itu masuk ke dalam rumah nya.

"Ayo masuk ! Di luar berbahaya kalau sudah gelap !" seru seorang wanita dari balik pintu.

Fitri terdiam untuk mencerna kata-kata tersebut.

"Astaga...malah diem. Ayo masuk !" Seorang wanita paruh baya terpaksa keluar dan langsung menarik paksa Fitri membawanya masuk.

"Eh Bu....!" Kejut Fitri

"Dibilangin kok ngeyel !" Perempuan itu mengomel. Terlihat sekali gurat kekesalan dan juga takut bercampur di wajahnya.

"Maaf bu,memang nya ada apa ya ?" Tanya Fitri penasaran.

"Haduh ,jangan nanya sekarang deh. Besok saja. Oh iya kamu siapa ? Kenapa datang bertamu ke rumah saya ?" Tanya perempuan itu memperhatikan Fitri dari ujung kepala sampai kaki. Ia juga memperhatikan tas ransel yang dibawanya.

"Maaf Bu ,jangan tanya sekarang besok saja " Ucap Fitri membalas ucapan nya.

Perempuan itu mendelik tajam," heheh...maaf bercanda " cengir Fitri.

Fitri segera memperkenalkan dirinya sebelum Nina benar-benar kesal padanya. "Nama saya Fitri. Fitriana anaknya almarhum pak Iwan. Saya ke sini untuk mencari sodara sepupu almarhum bapak. Setelah bapak meninggal bapak bilang untuk nyuruh saya datang ke desa ini dan mencari sepupu bapak yang bernama Nina,bapak juga nyuruh saya buat minta kunci rumah peninggalan orang tua nya " Terang Fitri panjang lebar.

Mendengar penuturan gadis di depan nya itu membuat perempuan tersebut terkejut dan juga merasa bingung diwaktu bersamaan.

"Tunggu ,bapak kamu Iwan Iwana alias Iwan Setiawan? " Tanya perempuan itu dengan nada sedikit ragu.

"Iya " jawab Fitri singkat sambil mengangguk.

"Bapak kamu sudah meninggal ?" Tanya nya dengan wajah shock.

"Iya " jawab Fitri lagi sambil mengangguk.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun....Ya Allah...Wana..." Mata si ibu itu berkaca-kaca. Namun kemudian ia tersadar sesuatu.

" Eh tunggu ,tadi kamu bilang setelah meninggal bapak kamu mengatakan sesuatu,kamu bercanda ya ? Masa orang udah meninggal bisa ngomong ,yang ada sebelum meninggal lah..." Ucap Nina

"Jadi sebenarnya begini Bu,bapak waktu itu bicara lewat mimpi dan tak lama setelah saya terbangun ada telpon dari polisi dan mengatakan bapak kecelakaan masuk rumah sakit. Gitu...." Terang Fitri

"Jadi ibu ini ,bibi Nina sepupu nya bapak ya ?" Tanya Fitri kemudian.

Di balik lemari,Daryo berdehem dan segera keluar.

"Iya betul. Istri ku ini memang sepupu nya si Wana ,bapak kamu. Emang gimana kronologinya sampai bapak kamu kecelakaan?" Tanya Daryo penasaran.

"Saya gak tahu pastinya,hasil penyelidikan polisi katanya ada masalah di mesin mobil bapak "Jawab Fitri apa adanya.

Nina terdiam,ia tentu merasa shock mendengar kabar kematian sodara sepupunya. Daryo langsung menyenggol lengan istri nya.

"Jangan teringat kisah lama " bisik Daryo tanpa membuka mulut.

Nina kesal lalu menginjak kaki suaminya." Aduuhhh...!"

Fitri mengerutkan kening melihat hal tersebut," maaf bibi...paman ! Apa aku gak dipersilahkan duduk dan gak dikasih minum ? Aku haus soalnya " Lirih Fitri meringis.

"Ya sudah ,kamu duduk dulu. Saya ambilkan minum. Mau teh manis hangat atau dingin ? Atau kopi barangkali ?" Tawar Nina berbasa basi,namun di wajahnya terlihat kekhawatiran yang tak bisa ditutupi.

"Air putih saja bi " Jawab Fitri yang memang membutuhkan air putih untuk menghilangkan dahaga nya.

"Oh... syukurlah untung kamu minta nya air putih,soalnya gula nya sudah habis belum sempat beli. Sebentar ya,bibi ambilkan dulu " Ucap Nina tersenyum lega.

"Heh..." Fitri menatap aneh dengan ekspresi yang komplek.

"Maafin istri saya,dia mah emang gitu orang nya. Suka gak jelas" ucap Daryo yang kini sudah duduk di kursi berhadapan dengan Fitri.

"Iya paman gak apa-apa,saya mah santai orang nya " Ucap Fitri

"Jadi kamu teh beneran anak nya Wana ? Maksud saya Iwan Iwana?" Tanya Daryo memastikan.

"Iya paman,tapi kenapa paman dan orang-orang bilang nama bapak Iwan Iwana ? Setau ku nama bapak Iwan Setiawan" Tanya Fitri bingung.

"Kalau itu saya juga tak tahu,hehe...." Jawab Daryo

"Gitu ya ..." Gumam Fitri datar.

Tak lama Nina kembali dengan segelas air putih ditangan nya.

"Silahkan diminum !" Ucap Nina lalu duduk di samping suaminya.

"Makasih bi..." Ucap Fitri segera mengulurkan tangan mengambil gelas,tak butuh waktu lama untuk gadis itu menghabiskan nya. Dalam satu kali teguk air satu gelas pun masuk ke dalam perutnya.

"Aaahhh ... Alhamdulillah.....hilang sudah dahaga " Gumam gadis itu lalu meletakkan gelas kosong di meja.

"Tujuan kamu meminta kunci rumah itu buat apa ? Mau pindah ke rumah itu ?" Tanya Nina langsung ke intinya.

"Cuman mau mastiin, ucapan bapak di mimpi aku itu benar apa enggak,karena sudah beberapa kali ucapan bapak memang benar-benar nyata. Tentang uang tabungannya,uang kontrakan,terus nama desa Suka Makmur,nama bibi Nina. Sejauh ini semua kata-kata bapak itu nyata,hanya rumah itu yang belum tahu kebenarannya" Tutur Fitri

"Dan ini....kuncinya" Ucap Nina seraya meletakkan kunci tanpa gantungan di meja tepat disamping gelas yang sudah kosong.

Fitri terdiam menatap kunci tersebut,kedua matanya sudah berembun. Ia tak menyangka bahwa apa yang dalam mimpi nya itu benar-benar nyata. Dan itu artinya mimpi itu bukan sekedar mimpi belaka,melainkan pesan yang disampaikan ayah nya secara tidak langsung.

"Terima kasih bi " Ucap Fitri lantas mengambil kunci tersebut.

"Kamu yakin ingin melihat rumah nya ?" Tanya Nina

Fitri terdiam menatap wajah ragu dari sodara sepupu ayah nya.

"Iya bi" jawab Fitri yakin.

"Ya sudah ,kalau gitu besok lagi saja. Sekarang lebih baik kamu istirahat. Ada satu kamar kosong bisa kamu tempatin malam ini" Ucap Daryo.

"Terima kasih paman ,tapi sepertinya aku mau lihat sekarang saja " Ucap Fitri.

"Jangan ngeyel ! Malam di desa ini bahaya apalagi kamu orang baru di sini. Sudah kamu bersih-bersih dan segera masuk kamar nanti bibi panggil buat makan malam ! " Ucap Nina seperti sebuah perintah tanpa bantahan.

"Kamu turutin saja,demi keselamatan kamu sendiri. Besok sebelum ke rumah bapak mu,kita lapor pak RT dulu untuk konfirmasi kedatangan mu ke desa ini. Demi keamanan mu juga " Tutur Daryo setelah istrinya berlalu ke dapur.

"Iya paman " jawab Fitri akhirnya hanya bisa pasrah dengan keputusan paman dan bibi nya itu.

Kesunyian malam membawa bisikan lembut dari daun-daun yang saling bergesekan tertiup angin. Angin berhembus lembut masuk dari celah ventilasi, Fitri belum terlelap. Tempat baru mungkin jadi faktor pertama yang membuat matanya enggan terpejam.

"Huuuhhh....sudah jam sepuluh" keluh nya lirih.

Tiba-tiba ponsel nya berdering, panggilan masuk dari sahabatnya Lita.

"Iya Lit ...kenapa ?" Tanya nya tanpa dosa begitu ia menggulir tombol hijau.

"Kenapa pale Lu soak ! Dari kemaren gue telponin handphone Lu kagak aktif. Hampir seminggu Lo tanpa kabar,kan khawatir gue nya Fitriana...." Ucap Lita nampak gemas.

Fitri mengerutkan kening nya," Seminggu ? Gak salah ? Orang gue kan baru juga kemarin berangkat nya !" Ucap Fitri bingung.

"Kemarin apanya ? Lo pikun apa Lo abis kejedot pintu bus sampai hilang ingatan begitu. Sekarang gue tanya tanggal berapa sekarang ?" Tanya Lita

"17 Maret " Jawab Fitri yakin.

Di sana Lita menghela nafas," Fit ! Elo benar-benar ya...sekarang tuh udah tanggal 24 Maret. Wah...otak Lu beneran udah geser " Kesal Lita.

"24 Maret ? Masa sih ....?" Gumam Fitri lalu mengecek kalender di ponsel nya.

"Hah...beneran tanggal 24 ?" Kejut nya

Namun seketika gadis itu tersadar sesuatu,jika dirinya memang sudah pergi selama itu.

"Lit...Lo percaya Bus hantu gak ? Sepertinya kemarin yang gue naikin itu bus hantu deh,soalnya...."

" Gue gak percaya !" Potong Lita cepat.

....

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

hmmmm. lets go missss💪

2026-05-17

2

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Rencana Fitri
3 Naik bus hantu
4 Mencari rumah Bi Nina
5 Menginap di rumah Bi Nina
6 Di datangi pocong
7 Kerasukan
8 Mengganggu
9 Mengintimidasi
10 Kembali ke Jakarta
11 Tertabrak kereta
12 Kuntilanak bau
13 Maria
14 Membantu Maria
15 Tuyul seceng
16 Kembali ke Desa
17 Sampai di Desa
18 Kembalinya Fitri
19 Ngeyel
20 Gombalan maut
21 Seutas tali
22 Suara gamelan
23 Pemakaman Mamat
24 Terkejut
25 Mimpi aneh
26 Pertanyaan Fitri
27 Kebaikan Fitri
28 Takut karena tingkah sendiri
29 Mimpi lagi
30 Ridho dalam bahaya
31 Menyelamatkan Ridho
32 Dipaksa menikah
33 Alasan pernikahan
34 Serba salah
35 Diajak curhat
36 Pengorbanan
37 Hari pertama suami istri
38 Ridho kecelakaan
39 Penangkal kakek Mul
40 Tak ingat masa lalu
41 Ketakutan Fitri
42 Mencurigakan
43 Rencana Ibu mertua
44 Prank puding
45 Mencari rumah kakek Mul.
46 Tak ingin membalas
47 Drama ibu mertua
48 Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49 Calon menantu kesayangan yang gagal
50 Dianggap remeh
51 Cinta yang sudah menyatu
52 Niat jahat
53 Dihadang preman
54 Pembalasan dendam Wulan
55 Melihat sesuatu yang mengerikan
56 Ridho cemburu
57 Menemui seseorang
58 Cucu sultan
59 Tentang Ridho dan Pak Hartono
60 Bantuan Hartono
61 Bantuan Adnan
62 Mimpi Fitri
63 Pulang ke desa
64 Bertemu ibunya Lucinta
65 Kondisi Kakek Mul
66 Kakek Mul
67 Mengungkap misteri
68 Mantra
69 Bisikan
70 Fitri kemana ?
71 Dedatangan Adnan
72 Memulai pencarian
73 Kantong ajaib Doraemon
74 Wagino alias Nitis Kala Sura
75 Kecolongan
76 Pertarungan
77 Tamat nya riwayat Ki Raguma
78 Kondisi Fitri
79 Kembali
80 Pulang ke rumah
81 Ngidam
82 Pernyataan cinta Fitri
83 Nina tak percaya
84 Persiapan
85 Meyakinkan warga
86 Dikira stres
87 Salah sasaran
88 Ridho emosi
89 Baik-baik saja
90 Rencana Lucinta
91 Tingkah trio kuntilanak
92 Santet yang gagal
93 Kondisi Kojek
94 Ngidam cilok
95 Tamu tak diundang
96 Membantu Lucinta
97 Keusilan Fitri
98 Memberi pelajaran
99 Mengerjai Bu Ria
100 Pulang ke Jakarta
101 Ngidam lagi
102 Mencari mangga muda
103 Hal tak diduga.
104 Pertemuan Kojek dan Lita
105 Jualan Bakso ?
106 Tiba-tiba nembak
107 Keputusan Ali (end)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Awal cerita
2
Rencana Fitri
3
Naik bus hantu
4
Mencari rumah Bi Nina
5
Menginap di rumah Bi Nina
6
Di datangi pocong
7
Kerasukan
8
Mengganggu
9
Mengintimidasi
10
Kembali ke Jakarta
11
Tertabrak kereta
12
Kuntilanak bau
13
Maria
14
Membantu Maria
15
Tuyul seceng
16
Kembali ke Desa
17
Sampai di Desa
18
Kembalinya Fitri
19
Ngeyel
20
Gombalan maut
21
Seutas tali
22
Suara gamelan
23
Pemakaman Mamat
24
Terkejut
25
Mimpi aneh
26
Pertanyaan Fitri
27
Kebaikan Fitri
28
Takut karena tingkah sendiri
29
Mimpi lagi
30
Ridho dalam bahaya
31
Menyelamatkan Ridho
32
Dipaksa menikah
33
Alasan pernikahan
34
Serba salah
35
Diajak curhat
36
Pengorbanan
37
Hari pertama suami istri
38
Ridho kecelakaan
39
Penangkal kakek Mul
40
Tak ingat masa lalu
41
Ketakutan Fitri
42
Mencurigakan
43
Rencana Ibu mertua
44
Prank puding
45
Mencari rumah kakek Mul.
46
Tak ingin membalas
47
Drama ibu mertua
48
Usaha Fitri meluluhkan ibu mertua
49
Calon menantu kesayangan yang gagal
50
Dianggap remeh
51
Cinta yang sudah menyatu
52
Niat jahat
53
Dihadang preman
54
Pembalasan dendam Wulan
55
Melihat sesuatu yang mengerikan
56
Ridho cemburu
57
Menemui seseorang
58
Cucu sultan
59
Tentang Ridho dan Pak Hartono
60
Bantuan Hartono
61
Bantuan Adnan
62
Mimpi Fitri
63
Pulang ke desa
64
Bertemu ibunya Lucinta
65
Kondisi Kakek Mul
66
Kakek Mul
67
Mengungkap misteri
68
Mantra
69
Bisikan
70
Fitri kemana ?
71
Dedatangan Adnan
72
Memulai pencarian
73
Kantong ajaib Doraemon
74
Wagino alias Nitis Kala Sura
75
Kecolongan
76
Pertarungan
77
Tamat nya riwayat Ki Raguma
78
Kondisi Fitri
79
Kembali
80
Pulang ke rumah
81
Ngidam
82
Pernyataan cinta Fitri
83
Nina tak percaya
84
Persiapan
85
Meyakinkan warga
86
Dikira stres
87
Salah sasaran
88
Ridho emosi
89
Baik-baik saja
90
Rencana Lucinta
91
Tingkah trio kuntilanak
92
Santet yang gagal
93
Kondisi Kojek
94
Ngidam cilok
95
Tamu tak diundang
96
Membantu Lucinta
97
Keusilan Fitri
98
Memberi pelajaran
99
Mengerjai Bu Ria
100
Pulang ke Jakarta
101
Ngidam lagi
102
Mencari mangga muda
103
Hal tak diduga.
104
Pertemuan Kojek dan Lita
105
Jualan Bakso ?
106
Tiba-tiba nembak
107
Keputusan Ali (end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!