GRAND DUCHES

"Kalian tidak perlu tahu siapa aku, yang perlu kalian tahu adalah, kalian memilih target yang salah hari ini," ucap Anastasia, dingin.

Sebelum kedua orang itu sempat melarikan diri, Anastasia memberikan sayatan bersih di tenggorokan mengakhiri pertempuran malam itu.

SRETTT

SRETTT

BHUK

Kedua tubuh terakhir itu ambruk ke tanah dengan mata melotot.

"Heh, kalian pikir kalian bisa menghirup udara dengan bebas, setelah menganggu perjalan ku," gumam Anastasia, mendengus sinis.

Suasana hutan mendadak menjadi sangat sunyi, hanya terdengar suara nafas terengah-engah dari para prajurit Magnus yang tersisa.

Mereka semua, termasuk Nero, menatap Anastasia dengan tubuh kaku dan mulut setengah terbuka, serta keringat dingin yang membanjiri pelipis mereka, melihat kekejaman sang Duches, dalam menghadapi musuh.

Tenang, santai dan mematikan!

Rasa tidak percaya, ngeri, dan kekaguman yang luar biasa bercampur aduk di dalam benak mereka, wanita ini sama sekali bukan gadis yang lemah seperti yang dirumorkan selama ini.

"Aku tidak tahu ini anugrah apa musibah untuk wilayah Magnus, Duke mendapatkan Duches yang tidak kalah kejam nya dengan dirinya," batin Nero dan semua prajurit, gemeteran.

Mereka tidak biasa membayang kan, kalau kedua nya bertemu dan berselisih, entah siapa yang akan mati lebih dulu, entah sang Duke, yang di juluki malaikat maut berdarah dingin, atau justru sang Duches, iblis yang bersembunyi di balik wajah cantik nya.

Anastasia mengelap darah yang menempel di belatinya menggunakan kain robekan gaunnya, lalu dengan gerakan gaib yang tidak disadari siapapun, belati itu menghilang kembali ke dalam ruang dimensinya.

"Nero, bersihkan tempat ini, perjalanan kita masih jauh, dan aku tidak suka mencium bau darah yang terlalu lama di sekitarku," perintah Anastasia, berbalik menatap Nero yang masih terduduk di tanah dengan tatapan syok.

Glek

Nero menelan ludahnya dengan susah payah, lalu dengan cepat berlutut dengan satu kaki, menundukkan kepalanya dalam-dalam di depan Anastasia.

"Baik, Grand Duchess! Perintah Anda akan segera saya laksanakan," jawab Nero dengan suara lantang dan penuh rasa hormat yang tulus dari lubuk hatinya.

Mulai detik ini, tidak akan ada satu pun prajurit Magnus yang berani meremehkan sang Grand Duchess baru.

Nero langsung memberi instruksi tegas kepada para prajurit yang tersisa untuk menyingkirkan mayat-mayat pria bertopeng itu dari jalanan.

Sementara itu, Anastasia berjalan santai kembali ke arah kereta, gaun penganti nya yang kini robek hingga sebatas lutut bergoyang seiring langkah kakinya, dan bercak darah yang menciprat di kain putih itu justru membuatnya terlihat seperti dewi kematian yang baru saja menyelesaikan ritual.

"N-Nona Anastasia!"

Nina melompat keluar dari kereta dengan wajah yang masih pucat pasi, namun matanya membelalak lebar menatap Nona nya.

Tadi Nina mengintip dari balik tirai dan melihat seluruh kejadian luar biasa itu.

"Kenapa? Kamu takut melihatku?" tanya Anastasia, menghentikan langkahnya tepat di depan Nina sambil mengangkat sebelah alisnya.

"T-tidak, Nona! Maksud saya, saya takut, tapi Saya lebih takjub!" jawab Nina dengan terbata-bata, tangannya bergerak heboh di depan dada.

"Nona hebat sekali! Sejak kapan Nona bisa bertarung seperti itu? Dan belati tadi dari mana Nona mengambilnya?" tanya Nina, teringat dengan senjata tajam yang digunakan Anastasia bertarung tadi.

Syutt

Anastasia menaruh telunjuknya di depan bibir, memberikan tatapan penuh rahasia yang membuat Nina langsung membungkam mulutnya sendiri.

"Simpan pertanyaanmu, Nina, yang perlu kamu tahu sekarang, aku bukan lagi Anastasia yang bisa ditindas oleh siapa pun. Paham?" ucap Anastasia dengan nada rendah namun penuh penekanan.

"P-paham, Nona! Nina berjanji akan menjaga rahasia Nona seumur hidup Nina!" jawab Nina dengan sungguh-sungguh, mengangguk cepat seperti ayam yang sedang mematuk beras.

Anastasia tersenyum tipis, merasa puas dengan kesetiaan pelayan kecilnya ini, kemudian dia melangkah masuk kembali ke dalam kereta yang pintunya sudah hancur setengah akibat tendangannya tadi.

Tidak lama kemudian, Nero berjalan mendekati kereta.

Pria itu berdiri di dekat pintu yang rusak, menundukkan kepalanya dengan hormat.

"Grand Duchess, jalanan sudah dibersihkan. Namun, karena pintu kereta Anda rusak, angin malam di perjalanan akan terasa sangat dingin. Apakah Anda ingin bertukar tempat dengan kereta barang di belakang?" tanya Nero dengan nada yang kini sepenuhnya sopan, tanpa ada lagi sisa-sisa keangkuhan.

"Tidak perlu repot-repot, Nero, kereta barang terlalu lambat, dan aku ingin cepat sampai. Angin malam bukan masalah besar bagiku," jawab Anastasia melirik Nero dari balik sisa pintu kereta.

"Baik, Grand Duchess, jika Anda butuh sesuatu, tolong langsung panggil saya," ucap Nero, membungkuk sekali lagi sebelum berbalik untuk memimpin kembali barisan di depan.

"Hem."

Kereta kuda pun kembali bergerak membelah keheningan hutan yang mulai gelap.

Angin malam yang dingin mulai berembus masuk melalui celah pintu yang hancur, membuat Nina menggigil kecil.

Melihat hal itu, Anastasia memejamkan matanya sejenak, dia berkomunikasi dengan ruang dimensinya, mencari sesuatu yang berguna, di dalam gudang persenjataan modernnya, di sudut tempat penyimpanan barang, terdapat sebuah selimut.

Wush

Dengan gerakan tangan yang sangat cepat di balik lipatan gaunnya, Anastasia mengeluarkan selimut hitam tebal dari dimensinya dan melemparkannya ke pangkuan Nina.

"Pakai itu kalau kamu kedinginan," ucap Anastasia datar, kembali bersandar dan memejamkan mata.

"Eh? Nona, ini selimut dari mana? Bahannya aneh sekali, tapi... hangat sekali!" seru Nina dengan mata berbinar-binar saat menyelimuti tubuhnya.

"Terima kasih, Nona!" ucap Nina menatap Anastasia dengan pandangan penuh kekaguman yang semakin menjadi-jadi.

Anastasia tidak menjawab, dia hanya bergumam pelan di dalam hatinya, tubuhnya sendiri saat ini sudah terasa jauh lebih segar dan kuat berkat cairan nutrisi super yang diserapnya tadi, bahkan rasa lelah akibat bertarung sama sekali tidak terasa.

Perjalanan berlanjut selama beberapa jam, hingga akhirnya mereka mulai memasuki wilayah Magnus.

"Kita sudah memasuki wilayah Magnus, Grand Duchess," ucap Nero terdengar dari luar, memberikan laporan.

Anastasia membuka matanya dan menengok ke luar, di hadapannya berdiri sebuah kastil megah yang terlihat kokoh.

Suasananya begitu sunyi, gelap, dan memancarkan aura intimidasi yang kuat, sangat cocok dengan reputasi pemiliknya.

"Tidak buruk," batin Anastasia, tersenyum miring.

Kereta kuda akhirnya berhenti dengan sempurna di halaman depan kastil. Pintu kereta dibuka sepenuhnya oleh Nero dari luar.

"Silakan, Grand Duchess. Grand Duke sudah menunggu Anda di dalam," ucap Nero, mengulurkan tangannya untuk membantu Anastasia turun.

Anastasia mengabaikan uluran tangan Nero, dia melompat turun dari kereta dengan ringan, membuat kain gaun pengantinnya yang robek melambai tertiup angin malam yang menusuk tulang.

Nero langsung memalingkan wajahnya, tidak berani memandang sang Duches terlalu lama, karena dia masih sayang dengan nyawa nya.

Berani memandang milik sang Duke, sama saja dengan menantang maut.

"Ayo masuk, Nina, mari kita temui si Malaikat Maut itu," ucap Anastasia dengan senyuman miring yang penuh tantangan, mulai melangkah masuk ke dalam takdir barunya.

Terpopuler

Comments

Maria Lina

Maria Lina

lanjut thor lgi seru ni ya ya n mau liat duke nya gimana ap terpesona atau cuek thor heheh

2026-05-20

2

Kavina

Kavina

Vote telah aq berikan untuk thor, suka bgt novel genre begini 😍😘

2026-05-20

0

merry

merry

selimut dan pisau dtg ddkn klo bisa jgn x tasya org curiga atau cari alsann dpt dr mn kek,,, atau sesuai kn bnda benda dgn zmn nya 🙏🙏🙏🙏🙏

2026-05-20

1

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN JIWA
2 PENYERANGAN
3 GRAND DUCHES
4 PERTEMUAN PERTAMA
5 KEBERANIAN ANASTASIA
6 BUKAN GADIS POLOS
7 PENYUSUP
8 SEMAKIN MENARIK
9 CARI MATI
10 MENYINGKIRKAN SATU TIKUS
11 TAMPARAN
12 PANGERAN ARKAN
13 TIDAK BOLEH LEMAH
14 HUKUMAN PENGKHIANAT
15 WILAYAH MAGNUS
16 LAPORAN PERBATASAN
17 SIAP MENYAMBUT TAMU
18 PANGERAN ANGKUH
19 PASANGAN SERASI
20 MASUK JEBAKAN
21 SALING MENGUNTUNGKAN
22 DI OBATI SUAMI
23 KAISAR FELIX
24 CEMBURU
25 TAMPARAN UNTUK ARKAN
26 GODAAN MALAM HARI
27 DUDUK DI PANGKUAN SUAMI
28 TIDAK MAU MENGAKUI
29 TIDAK AKAN BISA KELUAR
30 PENGAWAL PRIBADI
31 SEMUA ORANG TUNDUK
32 MENYEBALKAN
33 HUTANG BUDI
34 KEMARAHAN KAISAR
35 AMBISI ELENA
36 LATIHAN PEDANG
37 SURAT BALASAN
38 KEDATANGAN HUGO
39 TERPAKSA
40 SORE BERDARAH
41 TERKEJUT
42 HILANG KESABARAN
43 KEMATIAN ARKAN
44 SEDIKIT MANIS
45 BUKAN MATA-MATA
46 KETAKUTAN
47 HADIAH
48 KEMARAHAN KAISAR
49 RENCANA PENYERANGAN
50 BUNUH DIRI
51 SARAPAN
52 PAGI YANG BURUK
53 PERSIAPAN PERANG
54 SIAP MERATAKAN BARISAN
55 TIDAK TAHU MALU
56 SENJATA ANASTASIA
57 MELINDUNGI SUAMI
58 LEDAKAN TERAKHIR
59 MENUJU KAISAR
60 KETAKUTAN
61 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
62 KEMATIAN FELIX
63 KALAH
64 SATU RANJANG
65 SALAH TINGKAH
66 GODAAN PAGI HARI
67 AGRESIF
68 MENGAMBIL KENDALI
69 BALASAN ALESSANDRO
70 BAHAGIA
71 PENJARA BAWAH TANAH
72 PEMBALASAN
73 KABAR BURUK
74 AKAN DIHANCURKAN
75 MENGHUNCURKAN ISTANA
76 HANCUR TANPA SISA
77 KEMBALI KE MAGNUS
78 ISTANA BARU
79 HASIL YANG MEMUASKAN
80 HUKUMAN UNTUK ALESSANDRO
81 KAISAR DAN PERMAISURI
82 CARI MATI
83 MENGUSIR PENGGANGGU
84 BERUNTUNG
85 DARI RUANG DIMENSI
86 PEMIMPIN BARU
87 DEMAM
88 KEROKAN
89 RACUN UNTUK ANASTASIA
90 HARUS TERUS WASPADA
91 MERAWAT SUAMI
92 ENAK DAN GURIH
93 PENDERITAAN DUA BUJANG
94 BERSAMA PARA BENGAWAN
95 KERACUNAN
96 KEJAHATAN ROSELLA
97 PENERUS MAGNUS
98 PENAWAR SEMENTARA
99 MENYIAPKAN PASUKAN
100 PERJALANAN MALAM
101 RENCANA PENYUSUPAN
102 JALANG KECIL
103 PENAWAR RACUN
104 KONDISI MEMBURUK
105 RUANG DIMENSI
106 KEMBALI BERCIUMAN
107 OBROLAN CALON ORANGTUA
108 KEBAHAGIAAN RAKYAT
109 MUAL-MUAL
110 KEHAMILAN SIMPATIK
111 KAISAR NGIDAM
112 BUAH PLUM
113 DI INFUS
114 PASRAH
115 RENCANA BALAS DENDAM
116 PERHATIAN SUAMI
117 PEMBERSIH KEKAISARAN BARAT
118 TIDAK TERTARIK
119 EKSEKUSI TERAKHIR
120 GELOMBANG CINTA
121 SUAMI TERBAIK
122 PENERUS MAGNUS
123 KEMBAR TIGA
124 SEMUANYA NORMAL
125 MENGGANTI POPOK
126 SUAMI IDAMAN
127 TRIPEL G
128 MENGGEMASKAN (END)
129 BONCHAP I
130 BONCHAP II
131 NOVEL LUCIAN ALISTAIR
132 AURA DAN ZENO (KARYA BARU, MC NO MENYE-MENYE CLUB)
133 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 133 Episodes

1
KEBANGKITAN JIWA
2
PENYERANGAN
3
GRAND DUCHES
4
PERTEMUAN PERTAMA
5
KEBERANIAN ANASTASIA
6
BUKAN GADIS POLOS
7
PENYUSUP
8
SEMAKIN MENARIK
9
CARI MATI
10
MENYINGKIRKAN SATU TIKUS
11
TAMPARAN
12
PANGERAN ARKAN
13
TIDAK BOLEH LEMAH
14
HUKUMAN PENGKHIANAT
15
WILAYAH MAGNUS
16
LAPORAN PERBATASAN
17
SIAP MENYAMBUT TAMU
18
PANGERAN ANGKUH
19
PASANGAN SERASI
20
MASUK JEBAKAN
21
SALING MENGUNTUNGKAN
22
DI OBATI SUAMI
23
KAISAR FELIX
24
CEMBURU
25
TAMPARAN UNTUK ARKAN
26
GODAAN MALAM HARI
27
DUDUK DI PANGKUAN SUAMI
28
TIDAK MAU MENGAKUI
29
TIDAK AKAN BISA KELUAR
30
PENGAWAL PRIBADI
31
SEMUA ORANG TUNDUK
32
MENYEBALKAN
33
HUTANG BUDI
34
KEMARAHAN KAISAR
35
AMBISI ELENA
36
LATIHAN PEDANG
37
SURAT BALASAN
38
KEDATANGAN HUGO
39
TERPAKSA
40
SORE BERDARAH
41
TERKEJUT
42
HILANG KESABARAN
43
KEMATIAN ARKAN
44
SEDIKIT MANIS
45
BUKAN MATA-MATA
46
KETAKUTAN
47
HADIAH
48
KEMARAHAN KAISAR
49
RENCANA PENYERANGAN
50
BUNUH DIRI
51
SARAPAN
52
PAGI YANG BURUK
53
PERSIAPAN PERANG
54
SIAP MERATAKAN BARISAN
55
TIDAK TAHU MALU
56
SENJATA ANASTASIA
57
MELINDUNGI SUAMI
58
LEDAKAN TERAKHIR
59
MENUJU KAISAR
60
KETAKUTAN
61
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
62
KEMATIAN FELIX
63
KALAH
64
SATU RANJANG
65
SALAH TINGKAH
66
GODAAN PAGI HARI
67
AGRESIF
68
MENGAMBIL KENDALI
69
BALASAN ALESSANDRO
70
BAHAGIA
71
PENJARA BAWAH TANAH
72
PEMBALASAN
73
KABAR BURUK
74
AKAN DIHANCURKAN
75
MENGHUNCURKAN ISTANA
76
HANCUR TANPA SISA
77
KEMBALI KE MAGNUS
78
ISTANA BARU
79
HASIL YANG MEMUASKAN
80
HUKUMAN UNTUK ALESSANDRO
81
KAISAR DAN PERMAISURI
82
CARI MATI
83
MENGUSIR PENGGANGGU
84
BERUNTUNG
85
DARI RUANG DIMENSI
86
PEMIMPIN BARU
87
DEMAM
88
KEROKAN
89
RACUN UNTUK ANASTASIA
90
HARUS TERUS WASPADA
91
MERAWAT SUAMI
92
ENAK DAN GURIH
93
PENDERITAAN DUA BUJANG
94
BERSAMA PARA BENGAWAN
95
KERACUNAN
96
KEJAHATAN ROSELLA
97
PENERUS MAGNUS
98
PENAWAR SEMENTARA
99
MENYIAPKAN PASUKAN
100
PERJALANAN MALAM
101
RENCANA PENYUSUPAN
102
JALANG KECIL
103
PENAWAR RACUN
104
KONDISI MEMBURUK
105
RUANG DIMENSI
106
KEMBALI BERCIUMAN
107
OBROLAN CALON ORANGTUA
108
KEBAHAGIAAN RAKYAT
109
MUAL-MUAL
110
KEHAMILAN SIMPATIK
111
KAISAR NGIDAM
112
BUAH PLUM
113
DI INFUS
114
PASRAH
115
RENCANA BALAS DENDAM
116
PERHATIAN SUAMI
117
PEMBERSIH KEKAISARAN BARAT
118
TIDAK TERTARIK
119
EKSEKUSI TERAKHIR
120
GELOMBANG CINTA
121
SUAMI TERBAIK
122
PENERUS MAGNUS
123
KEMBAR TIGA
124
SEMUANYA NORMAL
125
MENGGANTI POPOK
126
SUAMI IDAMAN
127
TRIPEL G
128
MENGGEMASKAN (END)
129
BONCHAP I
130
BONCHAP II
131
NOVEL LUCIAN ALISTAIR
132
AURA DAN ZENO (KARYA BARU, MC NO MENYE-MENYE CLUB)
133
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!