KEBERANIAN ANASTASIA

Langkah itu terhenti tepat di depan kamar Anastasia, seseorang mengetuk pintu dengan keras yang membuat Nina tersentak.

Tok

Tok

Tok

"N-nona..."

Anastasia memberi isyarat agar Nina diam, lalu dia berjalan dengan tenang menuju pintu. Tanpa rasa takut, dia memutar kunci dan membuka pintu lebar-lebar.

Ceklekk

Saat pintu di buka, yang berdiri di sana bukan lagi Tuan Han, melainkan Alessandro.

Grand Duke itu telah melepaskan kemejanya, menyisakan kulit dada bidangnya yang terlihat kontras dengan cahaya obor di lorong. Dia tampak jauh lebih berbahaya saat berdiri di depan kamar Anastasia seperti itu.

"Apa lagi?" tanya Anastasia tanpa basa-basi.

Alessandro tidak langsung menjawab, matanya menyusuri ruangan kamar yang kumuh itu, lalu beralih menatap Anastasia dengan tatapan dingin.

"Aku dengar dari Tuan Han, kamu sudah mulai berani mengkritik caranya melayani tamu," ucap Alessandro, dingin.

"Pelayanmu itu butuh sedikit pelajaran sopan santun," jawab Anastasia enteng.

"Jika kamu datang untuk membelanya, lebih baik kamu pergi sekarang, aku lelah dan butuh tidur," usir Anastasia tanpa rasa takut.

Alessandro mendengus, dia melangkah masuk tanpa diundang, membuat Nina yang berada di pojok ruangan langsung menunduk ketakutan.

Alessandro berjalan mengelilingi ruangan, jemarinya menyapu permukaan meja yang berdebu.

"Kamu tahu, Anastasia Starting?" ucap Alessandro berbalik menatapnya.

"Banyak wanita yang menangis minta dipindahkan ke kamar yang lebih baik saat pertama kali dikurung di sini. Tapi kamu? Kamu justru tampak betah," ucap Alessandro, tersenyum miring.

"Sifat dasar manusia memang suka mengeluh," jawab Anastasia, sambil menatap Alessandro lurus-lurus.

"Tapi aku bukan wanita-wanita bodoh yang kamu temui di istana, jadi, katakan saja tujuanmu datang ke kamar terasing ini di malam pertama pernikahan kita," lanjut Anastasia, sinis.

Alessandro melangkah mendekati Anastasia, hingga jarak di antara mereka berdua begitu dekat hingga Anastasia bisa mencium aroma maskulin dari tubuh pria itu.

Alessandro menunduk, wajahnya berada tepat di atas telinga Anastasia.

"Tujuanku?" ulang bisik Alessandro dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk Nina berdiri.

"Aku hanya ingin memastikan bahwa meskipun kamu adalah hadiah dari Raja, kamu tidak akan mati di malam pertama hanya karena dinding kastil ini terlalu dingin untukmu," bisik Alessandro, dengan suara rendah nya.

Anastasia tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat tidak pantas untuk situasi yang menegangkan ini.

"Aku punya cara sendiri untuk tetap hangat, Grand Duke, kamu tidak perlu mencemaskan ku," jawab Anastasia, tersenyum miring.

"Begitukah?" tanya Alessandro menatap mata Anastasia dengan tatapan penuh selidik, mencoba mencari kebohongan di sana.

Namun, yang dia temukan hanyalah kegelapan yang sama pekatnya dengan miliknya sendiri.

"Tentu Grand Duke, apa mungkin Anda yang merasa kedinginan di malam pertama kita ini?" tanya Anastasia, dengan berani menyentuh dada bidang Alessandro.

Nina hampir pingsan, melihat keberanian Nona nya.

Sementara Alessandro hanya diam, dengan jakung naik turun, saat tangan lentik dan halus milik Anastasia, menyentuh kulit nya.

"Apa yang kamu lakukan Anastasia, singkirkan tangan mu dari tubuh ku," ucap Alessandro, mengeram rendah.

"Kenapa? Bukan kah semua yang ada di tubuh mu ini adalah milik ku, Grand Duke," bisik Anastasia, dengan suara menggoda nya.

"Sial! Berani sekali gadis ini," batin Alessandro, mengepalkan tangannya kuat.

Tidak tahu kenapa ada apa dengan reaksi tubuh nya kali ini, padahal biasanya dia akan langsung memenggal siapapun yang berani menyentuh nya.

"Kenapa Anda begitu tegang?" tanya Anastasia, tersenyum miring.

"Jangan main-main dengan ku Anastasia, cepat singkirkan tangan mu," geram Alessandro, memejamkan mata nya, saat tangan Anastasia menyentuh kulit leher nya.

"Mulut mu meminta berhenti, tapi lihat lah reaksi tubuh mu Ale..." bisik Anastasia, tepat di telinga Alessandro.

"Sialan!" batin Alessandro, dengan nafas naik turun.

Anastasia tersenyum miring, melihat reaksi Alessandro, dia kembali menarik tangan nya dan menjauh dari Alessandro.

"Sekarang pergilah, Grand Duke, Saya mau istirahat," ucap Anastasia, tanpa merasa bersalah.

Alessandro membuka matanya, menatap tajam pada perempuan yang berdiri di depan nya itu, dengan nafas yang masih terdengar berat.

"Aku akui kamu cukup berani Anastasia Starling..." gumam Alessandro, dingin.

"Hem, dan aku akui Anda pria yang lumayan bisa bertahan, ya walaupun sepertinya akan sedikit runtuh," ucap Anastasia, terkekeh kecil.

Wajah Alessandro memerah, antara marah dan juga malu.

Baru kali ini ada seorang perempuan yang berani merendahkan nya.

"Gadis ini lebih berbahaya dari yang aku bayangkan," batin Alessandro, menghela nafas nya panjang.

Alessandro kemudian mundur satu langkah, menatap Anastasia dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Lakukan apa pun sesukamu di kamar ini, tapi ingat, jangan berani melangkah keluar dari kediaman ini tanpa seizin ku, jika kamu melanggar, jangan salahkan aku jika aku yang akan turun tangan langsung untuk membereskan mu," ucap Alessandro, datar.

"Aku tidak butuh izin mu untuk bernapas," jawab Anastasia, ketus.

Alessandro tersenyum sinis, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, dengan pikiran yang masih tertinggal dengan sensasi sentuhan hangat dari tangan lentik Anastasia, yang masih terasa di kulit dada nya.

Brak

Pintu tertutup dengan cukup keras, meninggalkan Anastasia dan Nina dalam keheningan yang kembali mencekam.

Nina yang sejak tadi menahan napas langsung mengembuskan napas panjang.

"Nona... dia menyeramkan sekali. Apa dia curiga pada Anda?" tanya Nina, pelan.

Anastasia berjalan menuju jendela, menatap pemandangan hutan di bawah kastil.

"Dia tidak hanya curiga, Nina, tapi dia sedang mengujiku, dia ingin tahu seberapa jauh aku bisa bertahan di bawah tekanannya," jawab Anastasia, dingin.

"Biar saja dia menguji, karena dia tidak tahu kalau dia sedang bermain api dengan orang yang bahkan tidak takut mati," lanjut Anastasia mengepalkan tangannya kuat.

Di luar sana, Alessandro sedang berjalan cepat menuju ruang kerjanya dengan tatapan dingin nya seperti biasa, tapi tidak ada yang tahu apa yang sedang ada di pikiran pria itu saat ini.

Sentuhan halus yang sangat mematikan, dari wanita yang dia anggap sebagai mata-mata yang dikirim oleh Raja.

Alessandro melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya yang luas dan langsung membanting pintu di belakangnya. Dia tidak menyalakan lilin tambahan, membiarkan ruangan itu hanya diterangi oleh sisa bara api dari perapian yang mulai meredup.

Pria itu berjalan menuju meja kerjanya, lalu menuangkan wine ke dalam gelas kaca dengan tangan yang sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan karena menahan gejolak aneh yang baru saja membakar tubuhnya.

Glek

Alessandro meneguk minuman keras itu dalam sekali teguk, merasakan sensasi panas membakar tenggorokannya. Namun, rasa panas itu tetap kalah dengan rasa hangat yang masih tertinggal di kulit dadanya, tempat di mana jemari lentik Anastasia tadi mendarat.

Terpopuler

Comments

Eka Putri Handayani

Eka Putri Handayani

wkwk gak sabar liat Ale jd bucin seperti duke Arsenio, duke Lucas, raja Chaiden, kaisar Aron wkwk🤣

2026-05-21

1

muhammad ibnuarfan

muhammad ibnuarfan

kuapok mu kapan heh...🤣🤣🤣...makanya...jangan meremehkan wanita...

2026-05-21

1

Siti Aisyah

Siti Aisyah

sekuat apapun ..laki.laki pasti tergoda oleh rayuan wanita 😄😄😄😄

2026-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN JIWA
2 PENYERANGAN
3 GRAND DUCHES
4 PERTEMUAN PERTAMA
5 KEBERANIAN ANASTASIA
6 BUKAN GADIS POLOS
7 PENYUSUP
8 SEMAKIN MENARIK
9 CARI MATI
10 MENYINGKIRKAN SATU TIKUS
11 TAMPARAN
12 PANGERAN ARKAN
13 TIDAK BOLEH LEMAH
14 HUKUMAN PENGKHIANAT
15 WILAYAH MAGNUS
16 LAPORAN PERBATASAN
17 SIAP MENYAMBUT TAMU
18 PANGERAN ANGKUH
19 PASANGAN SERASI
20 MASUK JEBAKAN
21 SALING MENGUNTUNGKAN
22 DI OBATI SUAMI
23 KAISAR FELIX
24 CEMBURU
25 TAMPARAN UNTUK ARKAN
26 GODAAN MALAM HARI
27 DUDUK DI PANGKUAN SUAMI
28 TIDAK MAU MENGAKUI
29 TIDAK AKAN BISA KELUAR
30 PENGAWAL PRIBADI
31 SEMUA ORANG TUNDUK
32 MENYEBALKAN
33 HUTANG BUDI
34 KEMARAHAN KAISAR
35 AMBISI ELENA
36 LATIHAN PEDANG
37 SURAT BALASAN
38 KEDATANGAN HUGO
39 TERPAKSA
40 SORE BERDARAH
41 TERKEJUT
42 HILANG KESABARAN
43 KEMATIAN ARKAN
44 SEDIKIT MANIS
45 BUKAN MATA-MATA
46 KETAKUTAN
47 HADIAH
48 KEMARAHAN KAISAR
49 RENCANA PENYERANGAN
50 BUNUH DIRI
51 SARAPAN
52 PAGI YANG BURUK
53 PERSIAPAN PERANG
54 SIAP MERATAKAN BARISAN
55 TIDAK TAHU MALU
56 SENJATA ANASTASIA
57 MELINDUNGI SUAMI
58 LEDAKAN TERAKHIR
59 MENUJU KAISAR
60 KETAKUTAN
61 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
62 KEMATIAN FELIX
63 KALAH
64 SATU RANJANG
65 SALAH TINGKAH
66 GODAAN PAGI HARI
67 AGRESIF
68 MENGAMBIL KENDALI
69 BALASAN ALESSANDRO
70 BAHAGIA
71 PENJARA BAWAH TANAH
72 PEMBALASAN
73 KABAR BURUK
74 AKAN DIHANCURKAN
75 MENGHUNCURKAN ISTANA
76 HANCUR TANPA SISA
77 KEMBALI KE MAGNUS
78 ISTANA BARU
79 HASIL YANG MEMUASKAN
80 HUKUMAN UNTUK ALESSANDRO
81 KAISAR DAN PERMAISURI
82 CARI MATI
83 MENGUSIR PENGGANGGU
84 BERUNTUNG
85 DARI RUANG DIMENSI
86 PEMIMPIN BARU
87 DEMAM
88 KEROKAN
89 RACUN UNTUK ANASTASIA
90 HARUS TERUS WASPADA
91 MERAWAT SUAMI
92 ENAK DAN GURIH
93 PENDERITAAN DUA BUJANG
94 BERSAMA PARA BENGAWAN
95 KERACUNAN
96 KEJAHATAN ROSELLA
97 PENERUS MAGNUS
98 PENAWAR SEMENTARA
99 MENYIAPKAN PASUKAN
100 PERJALANAN MALAM
101 RENCANA PENYUSUPAN
102 JALANG KECIL
103 PENAWAR RACUN
104 KONDISI MEMBURUK
105 RUANG DIMENSI
106 KEMBALI BERCIUMAN
107 OBROLAN CALON ORANGTUA
108 KEBAHAGIAAN RAKYAT
109 MUAL-MUAL
110 KEHAMILAN SIMPATIK
111 KAISAR NGIDAM
112 BUAH PLUM
113 DI INFUS
114 PASRAH
115 RENCANA BALAS DENDAM
116 PERHATIAN SUAMI
117 PEMBERSIH KEKAISARAN BARAT
118 TIDAK TERTARIK
119 EKSEKUSI TERAKHIR
120 GELOMBANG CINTA
121 SUAMI TERBAIK
122 PENERUS MAGNUS
123 KEMBAR TIGA
124 SEMUANYA NORMAL
125 MENGGANTI POPOK
126 SUAMI IDAMAN
127 TRIPEL G
128 MENGGEMASKAN (END)
129 BONCHAP I
130 BONCHAP II
131 NOVEL LUCIAN ALISTAIR
132 AURA DAN ZENO (KARYA BARU, MC NO MENYE-MENYE CLUB)
133 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 133 Episodes

1
KEBANGKITAN JIWA
2
PENYERANGAN
3
GRAND DUCHES
4
PERTEMUAN PERTAMA
5
KEBERANIAN ANASTASIA
6
BUKAN GADIS POLOS
7
PENYUSUP
8
SEMAKIN MENARIK
9
CARI MATI
10
MENYINGKIRKAN SATU TIKUS
11
TAMPARAN
12
PANGERAN ARKAN
13
TIDAK BOLEH LEMAH
14
HUKUMAN PENGKHIANAT
15
WILAYAH MAGNUS
16
LAPORAN PERBATASAN
17
SIAP MENYAMBUT TAMU
18
PANGERAN ANGKUH
19
PASANGAN SERASI
20
MASUK JEBAKAN
21
SALING MENGUNTUNGKAN
22
DI OBATI SUAMI
23
KAISAR FELIX
24
CEMBURU
25
TAMPARAN UNTUK ARKAN
26
GODAAN MALAM HARI
27
DUDUK DI PANGKUAN SUAMI
28
TIDAK MAU MENGAKUI
29
TIDAK AKAN BISA KELUAR
30
PENGAWAL PRIBADI
31
SEMUA ORANG TUNDUK
32
MENYEBALKAN
33
HUTANG BUDI
34
KEMARAHAN KAISAR
35
AMBISI ELENA
36
LATIHAN PEDANG
37
SURAT BALASAN
38
KEDATANGAN HUGO
39
TERPAKSA
40
SORE BERDARAH
41
TERKEJUT
42
HILANG KESABARAN
43
KEMATIAN ARKAN
44
SEDIKIT MANIS
45
BUKAN MATA-MATA
46
KETAKUTAN
47
HADIAH
48
KEMARAHAN KAISAR
49
RENCANA PENYERANGAN
50
BUNUH DIRI
51
SARAPAN
52
PAGI YANG BURUK
53
PERSIAPAN PERANG
54
SIAP MERATAKAN BARISAN
55
TIDAK TAHU MALU
56
SENJATA ANASTASIA
57
MELINDUNGI SUAMI
58
LEDAKAN TERAKHIR
59
MENUJU KAISAR
60
KETAKUTAN
61
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
62
KEMATIAN FELIX
63
KALAH
64
SATU RANJANG
65
SALAH TINGKAH
66
GODAAN PAGI HARI
67
AGRESIF
68
MENGAMBIL KENDALI
69
BALASAN ALESSANDRO
70
BAHAGIA
71
PENJARA BAWAH TANAH
72
PEMBALASAN
73
KABAR BURUK
74
AKAN DIHANCURKAN
75
MENGHUNCURKAN ISTANA
76
HANCUR TANPA SISA
77
KEMBALI KE MAGNUS
78
ISTANA BARU
79
HASIL YANG MEMUASKAN
80
HUKUMAN UNTUK ALESSANDRO
81
KAISAR DAN PERMAISURI
82
CARI MATI
83
MENGUSIR PENGGANGGU
84
BERUNTUNG
85
DARI RUANG DIMENSI
86
PEMIMPIN BARU
87
DEMAM
88
KEROKAN
89
RACUN UNTUK ANASTASIA
90
HARUS TERUS WASPADA
91
MERAWAT SUAMI
92
ENAK DAN GURIH
93
PENDERITAAN DUA BUJANG
94
BERSAMA PARA BENGAWAN
95
KERACUNAN
96
KEJAHATAN ROSELLA
97
PENERUS MAGNUS
98
PENAWAR SEMENTARA
99
MENYIAPKAN PASUKAN
100
PERJALANAN MALAM
101
RENCANA PENYUSUPAN
102
JALANG KECIL
103
PENAWAR RACUN
104
KONDISI MEMBURUK
105
RUANG DIMENSI
106
KEMBALI BERCIUMAN
107
OBROLAN CALON ORANGTUA
108
KEBAHAGIAAN RAKYAT
109
MUAL-MUAL
110
KEHAMILAN SIMPATIK
111
KAISAR NGIDAM
112
BUAH PLUM
113
DI INFUS
114
PASRAH
115
RENCANA BALAS DENDAM
116
PERHATIAN SUAMI
117
PEMBERSIH KEKAISARAN BARAT
118
TIDAK TERTARIK
119
EKSEKUSI TERAKHIR
120
GELOMBANG CINTA
121
SUAMI TERBAIK
122
PENERUS MAGNUS
123
KEMBAR TIGA
124
SEMUANYA NORMAL
125
MENGGANTI POPOK
126
SUAMI IDAMAN
127
TRIPEL G
128
MENGGEMASKAN (END)
129
BONCHAP I
130
BONCHAP II
131
NOVEL LUCIAN ALISTAIR
132
AURA DAN ZENO (KARYA BARU, MC NO MENYE-MENYE CLUB)
133
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!