PERTEMUAN PERTAMA

Anastasia melangkah masuk dengan langkah tegas dan dagu terangkat.

Hal pertama yang dia lihat, adalah sosok pria berawal dingin sedang duduk dengan aura dominasi yang sangat pekat.

Alessandro Magnus, dia tidak memakai jubah kebesaran nya, hanya kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan lengannya yang berotot penuh bekas luka pertempuran, yang membuat nya ketampanan nya bertambah seratus kali lipat.

Mata pria itu setajam elang, menatap lurus ke arah Anastasia yang melangkah masuk dengan gaun pengantin yang robek di bagian bawah.

"Jadi, ini hadiah dari Raja untukku?" tanya Alessandro, suaranya terdengar berat, rendah, dan dingin.

"Seorang wanita yang datang dengan kondisi berantakan dan pakaian compang-camping?" lanjut Alessandro bangkit dari duduknya, langkah kakinya terdengar menggema di seluruh aula.

Anastasia berhenti tepati tidak jauh dari Alessandro, dia tidak menunduk, justru dia menatap balik pria itu dengan tatapan yang sama tajamnya.

"Dan ini penguasa Magnus? Menyambut istrinya dengan tatapan menghina tanpa sepatah kata selamat datang?" tanya Anastasia, sinis.

Nero yang berdiri di belakang Anastasia langsung menahan napas, bahkan beberapa prajurit yang berjaga di sekitar sana, langsung pucat pasi.

"Dia gila, wanita ini benar-benar gila, berani bicara seperti itu pada Grand Duke," batin Nero, cemas.

Sementara Alessandro terdiam sejenak, alisnya yang tebal sedikit terangkat, dia tidak menyangka gadis yang selama ini dikenal penakut itu berani membalas ucapannya dengan nada menantang.

"Istri?" ulang Alessandro tertawa hambar.

Tawa yang tidak menyentuh matanya sama sekali.

"Kamu pikir pernikahan ini nyata? Bagi mereka di ibu kota, mungkin iya, tapi bagi ku di sini, kamu hanyalah mata-mata yang dikirim untuk memata-matai setiap gerak-gerik ku," ucap Alessandro, dingin.

Alessandro melangkah mendekat, menghentikan langkahnya tepat di depan wajah Anastasia, tinggi badannya yang menjulang membuat Anastasia harus sedikit mendongak, namun tidak ada tanda-tanda gentar sedikit pun di wajah gadis itu.

"Mata-mata? Sayang sekali, penilaianmu salah besar, Grand Duke," ucap Anastasia dengan suara tenang namun menusuk.

"Aku tidak punya minat untuk ikut campur dalam politik kotor kalian, aku hanya butuh tempat tinggal yang aman tanpa drama murahan, jika kamu tidak ingin diganggu, aku pun tidak akan mengganggumu. Sesederhana itu," lanjut Anastasia, menatap tajam ke dalam mata Alessandro.

Alessandro menyipitkan mata nya, dia mendekatkan wajahnya, hidungnya hampir menyentuh dahi Anastasia.

"Kamu cukup berani bicara omong kosong. Apa kamu tidak takut padaku, Hem?" tanya Alessandro, dengan suara berat nya.

"Takut hanya untuk mereka yang lemah," jawab Anastasia tanpa mengalihkan pandangan.

"Dan aku, Alessandro Magnus, sama sekali bukan tipe wanita lemah yang kamu bayangkan," lanjut Anastasia, tersenyum miring.

Aula menjadi hening kembali, ketegangan di antara keduanya begitu kuat hingga Nina, yang berdiri di belakang, merasa seperti sedang berdiri di tengah-tengah badai petir.

"Baiklah," ucap Alessandro akhirnya menarik wajahnya dan berbalik membelakangi Anastasia.

"Karena kamu merasa cukup kuat untuk bertahan hidup, jangan salahkan aku jika nanti kamu mati karena kecerobohanmu sendiri, Tuan Han akan menunjukkan kamarmu, jangan mencoba keluar tanpa izin, atau kepalamu akan jadi hiasan di pintu gerbang," ucap Alessandro, tanpa melihat ke arah Anastasia.

"Ancaman yang membosankan," gumam Anastasia cukup keras untuk didengar Alessandro.

Alessandro berhenti melangkah, bahunya sedikit menegang, namun dia tidak menoleh, justru dia melambaikan tangannya ke arah seseorang yang berdiri tidak jauh dari sana.

"Antarkan Grand Duchess ke kamar nya," perintah Alessandro dingin.

Seorang pria tua dengan pakaian pelayan yang sangat rapi muncul, itu adalah Tuan Han, ketua pelayan kastil di kediaman Magnus.

Tuan Han menatap Anastasia dengan tatapan meremehkan yang disembunyikan di balik senyum sopan.

"Grand Duchess, mari saya antar ke kamar Anda, kamar yang disiapkan memang cukup jauh dari ruang utama," ucap Tuan Han dengan nada yang terdengar seperti sedang merendahkan Anastasia.

Anastasia tahu persis apa maksudnya, mereka sengaja menempatkannya di tempat terpencil agar dia merasa terbuang dan tidak berdaya.

"Jauh atau dekat tidak masalah bagiku, Tuan Han," jawab Anastasia melangkah maju melewati Tuan Han dengan dagu terangkat.

"Asalkan kamarnya punya jendela yang cukup luas untuk melihat siapa saja yang mencoba menyelinap masuk ke kamarku di tengah malam," lanjut Anastasia, tersenyum sinis.

Tuan Han tertegun sejenak mendengar ucapan itu, lalu dia menoleh ke arah Alessandro, namun sang Grand Duke hanya mendengus pelan, seolah tidak peduli dengan apa yang terjadi selanjutnya.

"Silakan ikuti saya, Nyonya," ucap Tuan Han, kini dengan nada yang sedikit lebih kaku.

Anastasia berjalan mengikuti Tuan Han dengan langkah anggun.

Saat dia melewati posisi Nero, dia tidak menoleh, namun langkahnya tetap mantap.

Sementara itu, Alessandro menatap kepergian istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Menarik, sangat menarik," bisik Alessandro pelan pada dirinya sendiri.

Tuan Han menuntun Anastasia melewati lorong-lorong kastil yang remang-remang.

Dinding yang terasa lembap dan dingin, memberikan kesan suram yang memang disengaja untuk mengintimidasi siapa pun yang baru datang. Nina terus menempel di belakang Anastasia, langkahnya bergetar setiap kali ada suara derit pintu kayu yang tertutup angin.

"Ini kamar Anda, Grand Duchess," ucap Tuan Han berhenti di depan sebuah pintu di ujung lorong.

"Grand Duke tidak menyediakan pelayan tambahan karena beliau yakin Anda terbiasa hidup sederhana di kediaman Count Starling," ucap Tuan Ham, dengan tatapan menghina.

"Kamar ini adalah tempat paling tenang di kastil," lanjut Tuan Han.

Anastasia menatap pintu itu, lalu beralih menatap Tuan Han dengan senyum tipis yang meremehkan.

"Tenang? Maksudmu terasing karena jauh dari segalanya? Tidak masalah, lagipula, aku tidak butuh perhatian berlebihan dari orang-orang yang bahkan tidak tahu cara menghormati tamunya," ucap Anastasia, dingin.

Tuan Han tersentak, wajahnya yang keriput sedikit menegang.

"Saya hanya menjalankan perintah, Grand Duchess. Selamat beristirahat," ucap Tuan Han, cepat.

Tanpa menunggu jawaban dari Anastasia, Tuan Han segera berbalik pergi, meninggalkan Anastasia dan Nina di depan kamar tersebut.

Begitu pintu dibuka, bau debu menyambut mereka.

Kamarnya memang jauh dari kata mewah, hanya berisi tempat tidur kayu, lemari tua, dan satu meja kecil.

"Nona ini kejam sekali," bisik Nina sambil menutup pintu.

"Kamar ini sangat jauh dari kamar Grand Duke, bagaimana kalau Nona butuh sesuatu di tengah malam?" tanya Nina, khawatir.

Anastasia tidak menjawab, dia berjalan masuk, lalu meletakkan tangannya di atas meja, menutup mata sejenak, memindai kondisi kamar itu dengan insting pembunuhnya.

Tidak ada jebakan racun atau hal yang membahayakan lain nya, setidaknya untuk saat ini.

"Justru ini yang aku inginkan, Nina," jawab Anastasia sambil membuka kancing gaun pengantinnya yang sudah kotor.

"Semakin jauh aku dari pusat perhatian mereka, semakin leluasa aku bergerak. Ingat, di sini tidak ada yang memantau kita," ucap Anastasia, dengan penuh penakanan.

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari balik pintu.

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

rindu Aron sama system gesrek
yg ini tega ngasi kamar jelek

2026-06-27

1

renjani

renjani

yehhh duke mulai terpesona dengan anastasia 👍👍

2026-05-22

1

Gee

Gee

Si Han tinggal disentil sama Ana langsung tambah peot

2026-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN JIWA
2 PENYERANGAN
3 GRAND DUCHES
4 PERTEMUAN PERTAMA
5 KEBERANIAN ANASTASIA
6 BUKAN GADIS POLOS
7 PENYUSUP
8 SEMAKIN MENARIK
9 CARI MATI
10 MENYINGKIRKAN SATU TIKUS
11 TAMPARAN
12 PANGERAN ARKAN
13 TIDAK BOLEH LEMAH
14 HUKUMAN PENGKHIANAT
15 WILAYAH MAGNUS
16 LAPORAN PERBATASAN
17 SIAP MENYAMBUT TAMU
18 PANGERAN ANGKUH
19 PASANGAN SERASI
20 MASUK JEBAKAN
21 SALING MENGUNTUNGKAN
22 DI OBATI SUAMI
23 KAISAR FELIX
24 CEMBURU
25 TAMPARAN UNTUK ARKAN
26 GODAAN MALAM HARI
27 DUDUK DI PANGKUAN SUAMI
28 TIDAK MAU MENGAKUI
29 TIDAK AKAN BISA KELUAR
30 PENGAWAL PRIBADI
31 SEMUA ORANG TUNDUK
32 MENYEBALKAN
33 HUTANG BUDI
34 KEMARAHAN KAISAR
35 AMBISI ELENA
36 LATIHAN PEDANG
37 SURAT BALASAN
38 KEDATANGAN HUGO
39 TERPAKSA
40 SORE BERDARAH
41 TERKEJUT
42 HILANG KESABARAN
43 KEMATIAN ARKAN
44 SEDIKIT MANIS
45 BUKAN MATA-MATA
46 KETAKUTAN
47 HADIAH
48 KEMARAHAN KAISAR
49 RENCANA PENYERANGAN
50 BUNUH DIRI
51 SARAPAN
52 PAGI YANG BURUK
53 PERSIAPAN PERANG
54 SIAP MERATAKAN BARISAN
55 TIDAK TAHU MALU
56 SENJATA ANASTASIA
57 MELINDUNGI SUAMI
58 LEDAKAN TERAKHIR
59 MENUJU KAISAR
60 KETAKUTAN
61 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
62 KEMATIAN FELIX
63 KALAH
64 SATU RANJANG
65 SALAH TINGKAH
66 GODAAN PAGI HARI
67 AGRESIF
68 MENGAMBIL KENDALI
69 BALASAN ALESSANDRO
70 BAHAGIA
71 PENJARA BAWAH TANAH
72 PEMBALASAN
73 KABAR BURUK
74 AKAN DIHANCURKAN
75 MENGHUNCURKAN ISTANA
76 HANCUR TANPA SISA
77 KEMBALI KE MAGNUS
78 ISTANA BARU
79 HASIL YANG MEMUASKAN
80 HUKUMAN UNTUK ALESSANDRO
81 KAISAR DAN PERMAISURI
82 CARI MATI
83 MENGUSIR PENGGANGGU
84 BERUNTUNG
85 DARI RUANG DIMENSI
86 PEMIMPIN BARU
87 DEMAM
88 KEROKAN
89 RACUN UNTUK ANASTASIA
90 HARUS TERUS WASPADA
91 MERAWAT SUAMI
92 ENAK DAN GURIH
93 PENDERITAAN DUA BUJANG
94 BERSAMA PARA BENGAWAN
95 KERACUNAN
96 KEJAHATAN ROSELLA
97 PENERUS MAGNUS
98 PENAWAR SEMENTARA
99 MENYIAPKAN PASUKAN
100 PERJALANAN MALAM
101 RENCANA PENYUSUPAN
102 JALANG KECIL
103 PENAWAR RACUN
104 KONDISI MEMBURUK
105 RUANG DIMENSI
106 KEMBALI BERCIUMAN
107 OBROLAN CALON ORANGTUA
108 KEBAHAGIAAN RAKYAT
109 MUAL-MUAL
110 KEHAMILAN SIMPATIK
111 KAISAR NGIDAM
112 BUAH PLUM
113 DI INFUS
114 PASRAH
115 RENCANA BALAS DENDAM
116 PERHATIAN SUAMI
117 PEMBERSIH KEKAISARAN BARAT
118 TIDAK TERTARIK
119 EKSEKUSI TERAKHIR
120 GELOMBANG CINTA
121 SUAMI TERBAIK
122 PENERUS MAGNUS
123 KEMBAR TIGA
124 SEMUANYA NORMAL
125 MENGGANTI POPOK
126 SUAMI IDAMAN
127 TRIPEL G
128 MENGGEMASKAN (END)
129 BONCHAP I
130 BONCHAP II
131 NOVEL LUCIAN ALISTAIR
132 AURA DAN ZENO (KARYA BARU, MC NO MENYE-MENYE CLUB)
133 CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA
Episodes

Updated 133 Episodes

1
KEBANGKITAN JIWA
2
PENYERANGAN
3
GRAND DUCHES
4
PERTEMUAN PERTAMA
5
KEBERANIAN ANASTASIA
6
BUKAN GADIS POLOS
7
PENYUSUP
8
SEMAKIN MENARIK
9
CARI MATI
10
MENYINGKIRKAN SATU TIKUS
11
TAMPARAN
12
PANGERAN ARKAN
13
TIDAK BOLEH LEMAH
14
HUKUMAN PENGKHIANAT
15
WILAYAH MAGNUS
16
LAPORAN PERBATASAN
17
SIAP MENYAMBUT TAMU
18
PANGERAN ANGKUH
19
PASANGAN SERASI
20
MASUK JEBAKAN
21
SALING MENGUNTUNGKAN
22
DI OBATI SUAMI
23
KAISAR FELIX
24
CEMBURU
25
TAMPARAN UNTUK ARKAN
26
GODAAN MALAM HARI
27
DUDUK DI PANGKUAN SUAMI
28
TIDAK MAU MENGAKUI
29
TIDAK AKAN BISA KELUAR
30
PENGAWAL PRIBADI
31
SEMUA ORANG TUNDUK
32
MENYEBALKAN
33
HUTANG BUDI
34
KEMARAHAN KAISAR
35
AMBISI ELENA
36
LATIHAN PEDANG
37
SURAT BALASAN
38
KEDATANGAN HUGO
39
TERPAKSA
40
SORE BERDARAH
41
TERKEJUT
42
HILANG KESABARAN
43
KEMATIAN ARKAN
44
SEDIKIT MANIS
45
BUKAN MATA-MATA
46
KETAKUTAN
47
HADIAH
48
KEMARAHAN KAISAR
49
RENCANA PENYERANGAN
50
BUNUH DIRI
51
SARAPAN
52
PAGI YANG BURUK
53
PERSIAPAN PERANG
54
SIAP MERATAKAN BARISAN
55
TIDAK TAHU MALU
56
SENJATA ANASTASIA
57
MELINDUNGI SUAMI
58
LEDAKAN TERAKHIR
59
MENUJU KAISAR
60
KETAKUTAN
61
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
62
KEMATIAN FELIX
63
KALAH
64
SATU RANJANG
65
SALAH TINGKAH
66
GODAAN PAGI HARI
67
AGRESIF
68
MENGAMBIL KENDALI
69
BALASAN ALESSANDRO
70
BAHAGIA
71
PENJARA BAWAH TANAH
72
PEMBALASAN
73
KABAR BURUK
74
AKAN DIHANCURKAN
75
MENGHUNCURKAN ISTANA
76
HANCUR TANPA SISA
77
KEMBALI KE MAGNUS
78
ISTANA BARU
79
HASIL YANG MEMUASKAN
80
HUKUMAN UNTUK ALESSANDRO
81
KAISAR DAN PERMAISURI
82
CARI MATI
83
MENGUSIR PENGGANGGU
84
BERUNTUNG
85
DARI RUANG DIMENSI
86
PEMIMPIN BARU
87
DEMAM
88
KEROKAN
89
RACUN UNTUK ANASTASIA
90
HARUS TERUS WASPADA
91
MERAWAT SUAMI
92
ENAK DAN GURIH
93
PENDERITAAN DUA BUJANG
94
BERSAMA PARA BENGAWAN
95
KERACUNAN
96
KEJAHATAN ROSELLA
97
PENERUS MAGNUS
98
PENAWAR SEMENTARA
99
MENYIAPKAN PASUKAN
100
PERJALANAN MALAM
101
RENCANA PENYUSUPAN
102
JALANG KECIL
103
PENAWAR RACUN
104
KONDISI MEMBURUK
105
RUANG DIMENSI
106
KEMBALI BERCIUMAN
107
OBROLAN CALON ORANGTUA
108
KEBAHAGIAAN RAKYAT
109
MUAL-MUAL
110
KEHAMILAN SIMPATIK
111
KAISAR NGIDAM
112
BUAH PLUM
113
DI INFUS
114
PASRAH
115
RENCANA BALAS DENDAM
116
PERHATIAN SUAMI
117
PEMBERSIH KEKAISARAN BARAT
118
TIDAK TERTARIK
119
EKSEKUSI TERAKHIR
120
GELOMBANG CINTA
121
SUAMI TERBAIK
122
PENERUS MAGNUS
123
KEMBAR TIGA
124
SEMUANYA NORMAL
125
MENGGANTI POPOK
126
SUAMI IDAMAN
127
TRIPEL G
128
MENGGEMASKAN (END)
129
BONCHAP I
130
BONCHAP II
131
NOVEL LUCIAN ALISTAIR
132
AURA DAN ZENO (KARYA BARU, MC NO MENYE-MENYE CLUB)
133
CERITA YANG ADA RUANG DIMENSI NYA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!