Misi Pertama

"Aku baik-baik saja, Mei Mei. Hanya saja kepalaku sedikit sakit," kata Lin Jia sambil memijat pelipisnya perlahan, mencoba meredakan denyut aneh yang kian menyengat kesadarannya.

Mei Mei menghela napas lega, pundaknya yang semula tegang tampak sedikit rileks. "Syukur lah jika Nona baik-baik saja," kata Mei Mei dengan suara yang tulus.

Namun, kelegaan itu hanya bertahan sedetik. Seketika gurat kecemasan yang mendalam kembali terlukis jelas di wajahnya. Jemarinya saling bertautan erat, menyiratkan keraguan yang besar untuk mengabarkan situasi genting saat ini.

"Nona... Mmm, i--itu, Nona..." suara Mei Mei terbata-bata, tatapannya beralih gelisah ke arah lantai yang dingin.

Lin Jia mengernyitkan dahi, merasakan ada sesuatu yang tidak beres dari gelagat pelayan setianya itu. "Apa ada masalah?" tanya Lin Jia tegas, mengintimidasi dalam ketenangan.

Mei Mei mengembuskan napas berat yang gemetar, lalu menunduk takut, tidak berani menatap langsung sepasang mata junjungannya.

"Kondisi Selir Dua semakin mengkhawatirkan, Nona... Saat mendengar dan melihat Anda terluka parah kemarin, kondisi tubuh Selir Dua semakin drop. Bahkan... bahkan beliau sampai muntah darah lagi pagi ini. Tabib istana yang memeriksa bilang tidak ada masalah atau penyakit aneh pada tubuhnya. Tapi, kenyataannya kondisi beliau sama sekali tidak membaik," kata Mei Mei lirih dengan nada pasrah, namun setiap katanya masih terdengar sangat jelas di telinga Lin Jia.

Sebelum Lin Jia sempat membalas ucapan Mei Mei, sebuah suara mekanis yang dingin tiba-tiba menggema, memantul di dalam dinding kepalanya.

Ting!

[Misi Pertama Aktif: Carilah penawar dari racun tersembunyi yang mengalir di tubuh Anda, Selir Dua, dan Pangeran Lin Tian untuk membangkitkan kembali Dantian Anda yang hancur.]

[Hadiah Misi: 50 Koin Emas Sistem dan Pemulihan Wajah (Kecantikan Sempurna).]

Lin Jia tertegun sejenak. Matanya menyipit menatap hamparan teks transparan yang melayang di udara, sebelum akhirnya kilatan tekad baru muncul di manik matanya. Ia langsung bangkit berdiri, mengabaikan rasa pusing yang sempat mendera.

"Antar aku menemui Ibu," titah Lin Jia tanpa bantahan, suaranya mengandung otoritas yang membuat ruangan terasa dingin.

Mei Mei tersentak sejenak, terkejut melihat perubahan aura Sang Nona yang mendadak begitu kuat dan dingin. Tanpa berani bertanya lebih jauh, ia segera membungkuk hormat. "Baik, Nona. Mari hamba hantar," katanya patuh.

Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari kamar, melangkah mantap menuju Paviliun Bulan Sabit. Paviliun itu adalah tempat tinggal dari Selir Dua, ibu kandung dari Putri Mahkota Lin Jia yang kini kondisinya kian meranggas digerogoti waktu.

Sepanjang koridor batu menuju paviliun, beberapa prajurit istana yang berjaga tampak menundukkan kepala mereka saat Lin Jia melintas. Namun, penghormatan itu hanyalah topeng formalitas. Di dalam hati dan melalui lirikan ekor mata, mereka memandang rendah, meremehkan, bahkan mentertawakan Lin Jia. Bagi seluruh penghuni istana, putri mahkota ini hanyalah sebuah 'sampah' tak berguna yang lahir tanpa memiliki elemen magis sedikit pun.

Tawa sinis terselubung itu kian menjadi saat mereka melirik wajah Lin Jia yang tertutup kain. Separuh parasnya tampak sangat buruk dan rusak— akibat racun kronis yang selama bertahun-tahun secara diam-diam diberikan oleh Permaisuri yang kejam.

Racun itulah yang menjadi dalang utama di balik rusaknya jalur kultivasi Lin Jia dan kakak lak-lakinya, Pangeran Lin Tian, hingga membuat kakak beradik itu dicap cacat karena tidak bisa menguasai satu elemen pun di kekaisaran ini. Namun, mereka tidak tahu bahwa jiwa di dalam tubuh 'sampah' ini kini telah berubah total.

Langkah kaki mereka akhirnya berhenti di depan gerbang kayu kokoh Paviliun Bulan Sabit. Dua orang prajurit yang berjaga di depan pintu masuk segera menunduk setengah badan saat menyadari kehadiran sang putri. "Salam, Putri Lin Jia," ucap keduanya serempak dengan nada suara yang terdengar malas.

"Buka pintunya," perintah Lin Jia datar, matanya menatap lurus ke depan tanpa emosi.

Keduanya segera bergerak menarik pegangan besi dan membuka pintu besar itu lebar-lebar. Tanpa membuang waktu, Lin Jia melangkah masuk diikuti oleh Mei Mei di belakangnya. Pintu pun kembali tertutup rapat, mengunci udara dingin di dalam kamar Selir Kedua.

Begitu matanya menangkap pemandangan di atas ranjang, dada Lin Jia seketika berdenyut nyeri. Pemandangan itu sungguh menyayat hati. Sebagai seorang dokter genius dari dunia modern yang jiwanya bertransmigrasi ke tubuh ini, naluri medisnya langsung meronta-ronta melihat kondisi pasien yang begitu kritis.

Namun, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ada ikatan batin kuat yang bergejolak; dia benar-benar ingin melindungi wanita lemah di depannya ini sebagai seorang anak kandung.

Lin Jia mendekat dengan langkah tenang, lalu mendudukkan diri di tepi ranjang yang dingin. "Keringatnya terlalu banyak, ini bukan demam biasa," gumam Lin Jia cemas saat melihat butiran keringat dingin bercucuran deras dari dahi pucat Selir Kedua.

Dengan gerakan cepat dan terlatih, jari-jemari lentik Lin Jia langsung menempel pada pergelangan tangan sang ibu, meraba titik nadinya dengan saksama. "Detak nadinya sangat lemah dan tidak beraturan. Aku harus tahu jenis racun apa yang sedang menggerogoti tubuhnya sekarang juga," gumam Lin Jia lagi, alisnya bertaut rapat mencoba menganalisis gejala klinis di otaknya.

Ting!

Sebuah suara mekanis yang familier tiba-tiba menggema di dalam kesadarannya, bersamaan dengan munculnya layar holografis transparan yang hanya bisa dilihat olehnya.

(Nona, sistem mendeteksi kontaminasi toksin tingkat tinggi pada Selir Kedua. Silakan gunakan ruang ajaib medis Anda untuk melakukan pemindaian menyeluruh dan membantu Anda)

Mendengar petunjuk dari sistem, Lin Jia tahu dia tidak boleh membuang waktu dan membutuhkan privasi penuh tanpa ada gangguan dari luar. Ia menoleh ke arah pelayan setianya dengan pandangan mata yang sangat tajam dan serius.

"Mei Mei, aku minta tolong padamu. Tolong jaga pintu luar dengan ketat. Jangan biarkan siapapun—siapapun itu, tanpa terkecuali—masuk ke dalam kamar ini sebelum aku sendiri yang keluar membuka pintunya. Apakah kau mengerti?" titah Lin Jia dengan nada yang sangat tegas dan penuh intimidasi.

Mendengar perintah yang begitu mutasi dan tidak menerima bantahan, tubuh Mei Mei seketika menegak kaku. Ia bisa merasakan wibawa besar yang belum pernah ditunjukkan oleh Nona nya selama ini.

Mei Mei langsung menunduk dalam-dalam dengan penuh kepatuhan. "Baik, Nona. Hamba laksanakan. Nyawa hamba taruhannya untuk memastikan tidak ada satu lalat pun yang bisa menerobos masuk," kata Mei Mei tegas, sebelum akhirnya mengundurkan diri melangkah keluar untuk menjalankan titah sang Putri Mahkota.

Setelah pintu kayu besar itu kembali tertutup rapat dari luar dan bayangan tubuh Mei Mei tidak lagi terlihat, suasana kamar seketika berubah menjadi sunyi senyap.

Kini, di dalam ruangan yang temaram itu, tinggallah Lin Jia seorang diri bersama Selir Kedua yang masih memejamkan mata dengan tubuh lemah, bertaruh nyawa di ambang kematian.

Terpopuler

Comments

Erna Masliana

Erna Masliana

anak selir mah putri aja kan bukan putri mahkota hanya untuk anak Ratu.. biasanya gitu

2026-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Jia Li
2 Transmigrasi
3 Misi Pertama
4 Perdebatan Di Depan Kamar
5 Percaya Padaku, Ayah
6 Racun Yang Sama
7 Penawar
8 Misi Berhasil
9 Kesembuhan Selir Kedua Dan Pangeran Lin Tian
10 Pasar
11 Pencuri Misterius
12 Misi Penangkapan
13 Kekalahan Besar
14 Kegagalan Putra Mahkota
15 Keputusan Kaisar
16 Gosip Menyebar
17 Jebakan
18 Tertangkap
19 Hukuman
20 Misi Ketiga
21 Hari Perburuan
22 Elemen Tanah Aktif
23 Misi Keempat
24 Sistem Bantuan
25 Elemen Cahaya Aktif
26 Pria Misterius
27 Kaisar Yun Shang
28 Pembunuh Bayaran
29 Bertemu Pangeran Lin Tian
30 Elemen Api Dan Tanaman Aktif
31 Membagi Energi
32 Tujuh Elemen
33 Kontrak
34 Hewan Roh Naga
35 Misi Ketujuh
36 Kontrak Jiwa
37 Heboh
38 Fitnah
39 Tantangan Duel
40 Keputusan Kaisar Yun Shang
41 Persiapan
42 Pertarungan
43 Menegangkan
44 Pertarungan 2
45 Kecantikan Lin Jia
46 Kemenangan Mutlak
47 Tuduhan
48 Guru Xu
49 Menuju Pembuktian
50 Terkejut
51 Harus Di Hukum
52 Hukuman Dari Lin Jia
53 Guru Xu Dan Selir Kedua
54 Pang
55 Kedai Teh
56 Nyonya Besar Li
57 Persiapan
58 Kedatangan Nyonya Besar Li
59 Memanas
60 Mulut Racun Lin Jia
61 Nyonya Li Dan Permaisuri Li
62 Yun Shang VS Guru Xu
63 Wanitaku
64 Meracik Obat
65 Paviliun Chaguan
66 Kedatangan Lin Jia
67 Adu Mulut
68 Rencana
69 Rencana Membuka Klinik
70 Membeli Kediaman
71 Alat - Alat Modern
72 Kediaman Keluarga Li
73 Li Jihan
74 Masa Lalu
75 Misi Selanjutnya
76 Ketahuan
77 Penderitaan Lin Dui Dan Lin Ju
78 Membuktikan
79 Lamaran Tak Terduga
80 Calon Suami?
81 Lin Tian Dan Yun Shang
82 Penyusupan
83 Terkejut Nya Lin Tian
84 Tabib Hong
85 Amarah Kaisar Lin Dong
86 Kekacauan
87 Penangkapan Besar-Besaran
88 Keputusan Tegas Kaisar Lin Dong
89 Permaisuri Li Dan Selir Gu
90 Permaisuri Li VS Selir Gu
91 Lin Zhang
92 Permohonan Lin Zhang
93 Cinta Terlarang
94 Memanggil Kembali Pilar Pendukung Keluarga Xu
95 Meminta Izin
96 Yu An
97 Memberitahu Lin Zhang
98 Menjadi Pengikut Setia
99 Misi Selesai
100 Kembalinya Lin Dui Dan Lin Ju
101 Surat
102 Rencana Pembunuhan
103 Serangan Musuh
104 Bantuan Lin Jia
105 Dendam Masa Lalu
106 Keraguan Rui
107 Pil Pemurni Jiwa
108 Tempat Musuh
109 Bendera Penghinaan
110 Kedatangan Jenderal Mei
111 Keputusan
112 Senjata Rahasia
113 Persiapan
114 Malam Acara
115 Hadiah Spesial
116 Kedatangan Yun Shang
117 Permainan Di Mulai
118 Fitnah Yang Terucap
119 Pemeriksaan
120 Racun
121 Video Kebenaran
122 Kebenaran Yang Membuat Syok
123 Kemarahan Kaisar Lin Dong Dan Keputusan
124 Serangan Balasan
125 Kesaksian
126 Menuju Peperangan
127 Perang 1
128 Identitas Feng
129 Pertarungan 2
130 Perang 3
131 Rahasia Yu An
132 Serangan Nyonya Li
133 Permaisuri Li Terjebak
134 Sayap Emas
135 Pertarungan 4
136 Serangan Gabungan Lin Jia Dan Yu An
137 Kecurigaan Yu An
138 Berakhir
139 Hukuman Mati
140 Kursi Yang Kosong
141 Selir Gu Mengalah
142 Anak Lin Zhang
143 Pilihan
144 Penobatan
145 Ikatan Batin
146 Lamaran Yang Membuat Syok
147 Kebenaran Yang Tersembunyi
148 Lin Jia Menerima
149 Pilihan Yang Terbaik
150 Hari Pernikahan
151 Proses Pernikahan
152 Malam Pertama
153 Sebuah Lukisan
154 Dia Putriku!
155 Masa Lalu Yu An
156 Permintaan Terakhir
157 Air Mata
158 Ancaman Lin Jia
159 Selir?
160 Misi Terakhir
161 Kabar Bahagia
162 Kelahiran Tiga Pewaris
163 Pilihan Dari Sistem
164 Tetap Tinggal
165 Yun Sheren
166 Takdir Yun Sheren
167 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Jia Li
2
Transmigrasi
3
Misi Pertama
4
Perdebatan Di Depan Kamar
5
Percaya Padaku, Ayah
6
Racun Yang Sama
7
Penawar
8
Misi Berhasil
9
Kesembuhan Selir Kedua Dan Pangeran Lin Tian
10
Pasar
11
Pencuri Misterius
12
Misi Penangkapan
13
Kekalahan Besar
14
Kegagalan Putra Mahkota
15
Keputusan Kaisar
16
Gosip Menyebar
17
Jebakan
18
Tertangkap
19
Hukuman
20
Misi Ketiga
21
Hari Perburuan
22
Elemen Tanah Aktif
23
Misi Keempat
24
Sistem Bantuan
25
Elemen Cahaya Aktif
26
Pria Misterius
27
Kaisar Yun Shang
28
Pembunuh Bayaran
29
Bertemu Pangeran Lin Tian
30
Elemen Api Dan Tanaman Aktif
31
Membagi Energi
32
Tujuh Elemen
33
Kontrak
34
Hewan Roh Naga
35
Misi Ketujuh
36
Kontrak Jiwa
37
Heboh
38
Fitnah
39
Tantangan Duel
40
Keputusan Kaisar Yun Shang
41
Persiapan
42
Pertarungan
43
Menegangkan
44
Pertarungan 2
45
Kecantikan Lin Jia
46
Kemenangan Mutlak
47
Tuduhan
48
Guru Xu
49
Menuju Pembuktian
50
Terkejut
51
Harus Di Hukum
52
Hukuman Dari Lin Jia
53
Guru Xu Dan Selir Kedua
54
Pang
55
Kedai Teh
56
Nyonya Besar Li
57
Persiapan
58
Kedatangan Nyonya Besar Li
59
Memanas
60
Mulut Racun Lin Jia
61
Nyonya Li Dan Permaisuri Li
62
Yun Shang VS Guru Xu
63
Wanitaku
64
Meracik Obat
65
Paviliun Chaguan
66
Kedatangan Lin Jia
67
Adu Mulut
68
Rencana
69
Rencana Membuka Klinik
70
Membeli Kediaman
71
Alat - Alat Modern
72
Kediaman Keluarga Li
73
Li Jihan
74
Masa Lalu
75
Misi Selanjutnya
76
Ketahuan
77
Penderitaan Lin Dui Dan Lin Ju
78
Membuktikan
79
Lamaran Tak Terduga
80
Calon Suami?
81
Lin Tian Dan Yun Shang
82
Penyusupan
83
Terkejut Nya Lin Tian
84
Tabib Hong
85
Amarah Kaisar Lin Dong
86
Kekacauan
87
Penangkapan Besar-Besaran
88
Keputusan Tegas Kaisar Lin Dong
89
Permaisuri Li Dan Selir Gu
90
Permaisuri Li VS Selir Gu
91
Lin Zhang
92
Permohonan Lin Zhang
93
Cinta Terlarang
94
Memanggil Kembali Pilar Pendukung Keluarga Xu
95
Meminta Izin
96
Yu An
97
Memberitahu Lin Zhang
98
Menjadi Pengikut Setia
99
Misi Selesai
100
Kembalinya Lin Dui Dan Lin Ju
101
Surat
102
Rencana Pembunuhan
103
Serangan Musuh
104
Bantuan Lin Jia
105
Dendam Masa Lalu
106
Keraguan Rui
107
Pil Pemurni Jiwa
108
Tempat Musuh
109
Bendera Penghinaan
110
Kedatangan Jenderal Mei
111
Keputusan
112
Senjata Rahasia
113
Persiapan
114
Malam Acara
115
Hadiah Spesial
116
Kedatangan Yun Shang
117
Permainan Di Mulai
118
Fitnah Yang Terucap
119
Pemeriksaan
120
Racun
121
Video Kebenaran
122
Kebenaran Yang Membuat Syok
123
Kemarahan Kaisar Lin Dong Dan Keputusan
124
Serangan Balasan
125
Kesaksian
126
Menuju Peperangan
127
Perang 1
128
Identitas Feng
129
Pertarungan 2
130
Perang 3
131
Rahasia Yu An
132
Serangan Nyonya Li
133
Permaisuri Li Terjebak
134
Sayap Emas
135
Pertarungan 4
136
Serangan Gabungan Lin Jia Dan Yu An
137
Kecurigaan Yu An
138
Berakhir
139
Hukuman Mati
140
Kursi Yang Kosong
141
Selir Gu Mengalah
142
Anak Lin Zhang
143
Pilihan
144
Penobatan
145
Ikatan Batin
146
Lamaran Yang Membuat Syok
147
Kebenaran Yang Tersembunyi
148
Lin Jia Menerima
149
Pilihan Yang Terbaik
150
Hari Pernikahan
151
Proses Pernikahan
152
Malam Pertama
153
Sebuah Lukisan
154
Dia Putriku!
155
Masa Lalu Yu An
156
Permintaan Terakhir
157
Air Mata
158
Ancaman Lin Jia
159
Selir?
160
Misi Terakhir
161
Kabar Bahagia
162
Kelahiran Tiga Pewaris
163
Pilihan Dari Sistem
164
Tetap Tinggal
165
Yun Sheren
166
Takdir Yun Sheren
167
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!