BAB 2 MISI PENYELIDIKAN

SELAMAT MEMBACA !!!

"Kenalkan dia namanya Frans, Dek!" seru Luna mengenalkan kekasihnya dan apa reaksinya Arya, ketika mendengarkan Kakaknya menyebutkan nama Frans.

Arya menatap Frans dengan dingin, sambil tersenyum sinis, kenapa menjadi Frans bukannya nama aslinya Rico.

"Perkenalkan nama saya Yana dan dia Abang saya namanya Arya!" seru Yana memperkenalkan dirinya dan abangnya kepada kekasih Kakaknya itu.

Arya diam saja, tanpa mengucapkan satu kata pun. Dia akan menyelidiki siapa sebenarnya laki-laki yang berada tepat di depannya.

"Maaf ya Frans, adikku yang cowok ini, memang begitu irit berbicara tapi sebenarnya dia baik kok!" seru Luna merasa nggak enak, karena Arya bersikap sangat dingin kepada kekasihnya.

Yana memanggil karyawan Restoran untuk memesankan makanan untuk makan malam mereka.

"Bukankah nama anda Rico Nugraha?" tanya Arya menatap wajah Frans.

Deg jantung Frans berdebar dengan kencang. Dalam hatinya berkata, siapa orang didepannya ini. Kok kenal dirinya.

"Bu... Bukan nama saya Frans hehehe mungkin anda salah orang," jawab Frans dengan terkekeh buat menutupi kegugupannya.

Namun, Arya tetap Arya, ia tidak akan mudah percaya, sebelum menyelidiki sendiri kebenarannya. Ia nggak ingin sampai kakaknya terbuai rayuan gombal gombal seorang buaya kelas kakap.

Mereka berempat menikmati makan malam dalam suasana yang canggung. Luna hanya bisa diam.Ia akan memilih lebih mendengarkan apapun yang hendak disampaikan adiknya. Sebab, ia sangat paham betapa kuatnya pertahanan adiknya dalam melindungi keluarganya.

"Lun! Aku langsung pamit pulang ya. Mama sudah telpon terus dari tadi," ucap Frans kepada Luna, dia juga pamit kepada Arya dan Yana.

"Ya hati-hati, salam buat, Tante ya!" seru Luna ketika kekasihnya itu sudah berjalan meninggalkan mereka bertiga di depan Restoran.

"Aku tidak akan pernah setuju, Kakak pacaran sama buaya darat seperti dia. Aku akan cari tau siapa sebenernya dia, Kak. Bukan, aku tidak memperbolehkan kakak untuk dekat sama laki-laki lain tapi dia harus lolos dari penyelidikanku dulu. Kakak tau kan maksud ucapanku?" tanya Arya kepada kakaknya, dia juga takut kalau ada kesalah pahaman antara dirinya dan kakaknya.

Mendengar pertanyaan itu, Luna tersenyum lalu menganggukan kepalanya tanda mengerti. Dia tidak akan menyalahkan adiknya. lagi pula dia juga belum terlalu cinta dengan Frans. Karena Frans saja yang selalu mendekat dan kasih perhatian- perhatian kecil kepadanya, mungkin karena terharu dengan kegigihannya, ia menerima Frans bukan karena, ia juga jatuh cinta sama cowoknya itu.

"Ayo, kita pulang! Takut Mommy mencari, kita. Jangan ada yang bicara dulu sama Mommy, kalian berdua mengerti!" ujar tegas Arya, karena takut Mommynya kepikiran dan akhirnya jatuh sakit.

Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Arya dan langsung pulang ke rumah. Tiga puluh menit kemudian mobil mereka sampai halaman rumah keluarga.

"Assalamualaikum."

"Walaikumsalam,"

"Kalian, tumben bisa bareng pulangnya?" tanya mommynya. Setelah mereka mencium tangan Mommynya.

"Ya, Mom. Kami sengaja janjian untuk makan malam bersama. Kakak juga ada waktu jadi kita bisa makan malam bareng," jawab Yana dengan tersenyum ke mommy.

Mereka izin untuk langsung ke dalam kamarnya, untuk mandi dan istirahat. Tapi bukan Arya namanya kalau menunda pekerjaannya. Ia ingin langsung menyelidiki siapa Frans sebenarnya.

Arya mewarisi kecerdasan Mommynya di bidang teknologi informasi (IT). Sehingga dengan sangat mudah baginya menelurusi siapa sebenarnya Frans mau pun Rico itu. Ia menyalakan laptopnya dan jari-jari tangannya bergerak lincah menari diatas keyboard laptop itu.

Tanpa menunggu lama tulisan DONE muncul di layar laptopnya. Arya tersenyum sinis, lalu bergumam. "Jadi kamu mau bermain-main dengan keturunan Adhitama, ya?"

Arya lalu menyimpan bukti-bukti kejahatan Frans, yang sering gonta ganti perempuan. Kemudian mematikan laptopnya ingin mandi dan istirahat.

Keesokan paginya keluarga Kavindra sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat bekerja. "Mom! Nanti siang, aku minta dikirim makan siang ke Perusahaan ya Mom. Hari ini aku dan Rendy sangat sibuk mengerjakan laporan akhir bulan. Kemungkinan nggak akan sempat pergi untuk makan siang, Mom!" seru Arya menjelaskan kegiatannya kepada mommynya.

"Ya sudah, nanti biar diantar pak sopir kesana, kalian berdua juga mau dikirim makanan atau tidak?" tanya Freya menatap kedua putrinya.

"Aku mau, Mom. Tapi agak dibanyakin lauknya ya, Mom. Mommy kan tau kalau Sindy sering keruanganku," jawab Luna dengan semangat karena masakan mommynya juara nggak ada tandingannya.

Mereka bertiga berpamitan keluar dari rumah setelah pamit dan mencium tangan kedua orang tuanya.

"Kak! Ini bukti yang sudah aku dapatkan dari si Frans brengsek itu. Rupanya dia ingin mempermainkan Kakak karena selalu menolaknya. Dan niatnya kalau Kakak sudah cinta akan langsung diputuskan dan dipermalukannya," ucap Arya dengan tatapan yang sangat dinginnya.

"Oke, terima kasih ya, Dek. Atas kekhawatiran dan perhatian kamu kepada Kakak. Kamu yang terbaik untuk Kakak. Yuk kita berangkat!" ajak Luna kepada kedua adiknya.

Sampainya di rumah sakit Luna langsung menuju ruangannya yang berada dilantai enam rumah sakit milik keluarga besarnya.

"Selamat pagi, dok!" sapa suster yang selalu membantu mengatur pasiennya.

"Selamat pagi, Sus. Ada berapa pasien kunjungan hari ini, Sus?"

"Ada lima pasien, dok. Daftar sudah saya siapkan di meja kerja, lengkap dengan catatan kondisi terakhir mereka," jawab suster itu sambil tersenyum ramah.

"Baik, terima kasih, Sus. Kita mulai dengan pasien yang pertama, Sus. Takutnya tidak keburu dengan jadwal pasien rawat jalan.

Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam lift menuju ke lantai tujuh, ruang rawat pasiennya.

Tok tok tok

Pintu dibuka oleh Suster bernama Lisa.

"Selamat pagi semuanya, bagaimana keadaannya hari ini, Sayang? Masih ada yang sakit tidak?" tanya Luna dengan tersenyum dan lembut.

Pasien bernama Alwi itu menggeleng-gelengkan kepalanya, dia sudah baik-baik saja.

"Alhamdulillah kalau sudah sembuh, kepalanya masih sakit tidak atau perutnya masih ingin muntah?" tanya Luna sambil memeriksa tubuhnya Alwi.

"Sudah nggak pusing lagi, Kakak dokter," jawab Alwi dengan tersenyum.

"Alhamdulillah, Dok. Dari kemarin sore, Alwi sudah mau makan dan katanya perutnya sudah enakan dan tidak mual lagi," jawab ibunya Alwi.

"Alhamdulillah, kalau sudah sembuh. Nunggu nanti sore ya, kalau sudah tidak muntah lagi besok Alwi, boleh pulang tapi ingat jangan makan yang pedas dan jangan jajan sembarangan dulu, ya Sayang. Kalau begitu kami pamit ya, Bu. Selamat pagi ."

"Terima kasih,dok. Terima kasih," jawab Alwi dan ibunya.

Kunjungan lima pasien sudah selesai, kini mereka kembali keruangannya.

Luna mengambil map dari Arya dan membacanya dengan mata melotot dan tidak percaya dengan hasil penyelidikan adiknya. " Kurang ajar, kamu ya. Akan aku kasih pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidup kamu ," ucap lirih kesal dengan Frans alias Rico.

Terpopuler

Comments

Key

Key

Frans ternyata Royco rasa apa kamu Frans? sapi apa ayam? eh lupa, rasa buaya deng🫣🤣

2026-07-15

1

_Cherryl🍒

_Cherryl🍒

Salah sasaran kamu Frans menganggu keluarga Adhitama

2026-07-17

1

kaylla salsabella

kaylla salsabella

yeeeee ternyata frans si buaya buntung🤣🤣🤣

2026-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PERKENALAN TOKOH
2 BAB 2 MISI PENYELIDIKAN
3 BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8 KETAKUTAN RENA
9 BAB 9 KAMAR KEBAHAGIAAN
10 BAB 10 KEKESALAN KAVINDRA
11 BAB 11 MENGAGUMI LUNA
12 BAB 12 DOKTER MIRA
13 BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
14 BAB 14 DIPINDAH TUGAS
15 BAB 15 BINTANG KECILKU
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 59
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 BAB 62
64 BAB 63
65 BAB 64
66 BAB 65
67 BAB 66
68 BAB 67
69 BAB 68
70 BAB 69
71 BAB 70
72 BAB 71
73 BAB 72
74 BAB 73
75 BAB 74
76 BAB 75
77 BAB 76
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB 1 PERKENALAN TOKOH
2
BAB 2 MISI PENYELIDIKAN
3
BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8 KETAKUTAN RENA
9
BAB 9 KAMAR KEBAHAGIAAN
10
BAB 10 KEKESALAN KAVINDRA
11
BAB 11 MENGAGUMI LUNA
12
BAB 12 DOKTER MIRA
13
BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
14
BAB 14 DIPINDAH TUGAS
15
BAB 15 BINTANG KECILKU
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 59
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
BAB 62
64
BAB 63
65
BAB 64
66
BAB 65
67
BAB 66
68
BAB 67
69
BAB 68
70
BAB 69
71
BAB 70
72
BAB 71
73
BAB 72
74
BAB 73
75
BAB 74
76
BAB 75
77
BAB 76
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!