BAB 4

SELAMAT MEMBACA !!!

Pagi yang sangat sejuk, setelah semalam diguyur hujan sampai subuh. Tapi itu nggak membuat rasa malas Freya membuat sarapan buat keluarganya.

Freya membuat nasi goreng seafood dengan telur mata sapi dan kerupuk udang.

"Selamat pagi, Mom!" sapa Luna yang baru masuk ke dapur, dia ingin belajar masak dari mommynya. Dia selalu ingin bisa memasak, katanya dia ingin disayang seperti mommynya yang menyayangi daddynya.

"Pagi, Sayang. Tumben hari libur nggak malas-malasan di kasur?" tanya Freya kepada putri sulungnya.

"Hehehe iya sih, Mom. Tapi aku kan sudah berjanji, kalau libur kerja mau belajar masak, Mom. Biasa alesannya cuma satu biar disayang suami dan mertua hahahaha!" jawab Luna dengan tertawa.

Luna sampai sekarang belum tau jati dirinya yang sebenarnya. Bahwa ia hanya anak angkat keluarga Adhitama, semua keluarga nggak ada yang membicarakan dan dari segi kasih sayang, Luna mendapatkannya dari semua keluarga besar Adhitama dan keluarga dari Mommynya. Makanya dia nggak curiga kalau dirinya bukan anak kandung dari mommy dan daddynya.

"Mom! Main ke rumah Nenek yuk Mom. Kita sudah lama nggak ke sana!" seru Luna kepada mommynya.

"Sudah lama nggak ke sana kemana, Sayang?" tanya Vindra yang juga baru masuk ke dapur.

Luna dan Sarah menoleh ke belakang dengan tersenyum. "Pagi, Dad!" sapa Luna dan Sarah.

"Pagi kesayangan, Daddy," balas Vindra dengan hangat.

"Pertanyaan Daddy, kok belum dijawab, Sayang?" tanya Vindra lagi.

"Ini lho, Dad. Putrimu ingin pergi ke kampung Neneknya. Katanya sudah lama, dia nggak main ke sana," jawab Freya dengan lembut.

Vindra menganggukan kepalanya mengerti.

"Coba nanti, kamu tanya kedua adikmu. Mau ikut ke sana nggak? Mungkin Arya yang nggak bisa ikut, dia ada perjalanan bisnis ke Luar Negeri," jawab Vindra.

Freya segera membuatkan minuman untuk suaminya, Luna membuat telur mata sapinya. Mbak Nina dan Mbak Retno tugasnya bersih-bersih dan cuci baju. Sedangkan urusan masak sudah diambil alih Freya sudah sejak anak-anaknya masuk sekolah.

Si kembar turun dari lantai tiga dimana kamar mereka berada. Langsung duduk di kursi ruang makan. "Dek! Aku mau rencana mengunjungi Kakek. Kalian mau ikut nggak?" tanya Luna kepada kedua adiknya.

"Aku nggak bisa ikut, Kak. Lusa aku mau ke Korea ketemu klien disana," jawab Arya, seperti yang diucapkan ayahnya tadi.

"Jangan lupa oleh-olehnya ya Bang!" seru Yana yang nggak pernah lupa dengan oleh-oleh. Padahal dia sendiri sering perjalan ke Luar Negeri sendiri.

"Kamu! Bagaimana, Dek? Mau ikut nggak ke rumahnya Kakek. Kalau kamu nggak ikut, aku kesana sendiri saja. Aku mau ajak Mbak Dini refreshing mumpung libur sampai hari minggu hehehehe?" tanyanya kepada adik bungsunya.

"Aku pasti ikutlah, Kak. Ngapain di Butik terus galau banget ini hati," jawab Yana dengan tersenyum. Dia juga ikut refreshing kedua Kakaknya.

"Ya sudah kalian berangkat berdua, Daddy dan Mommy di rumah saja. Kalian hati-hati kalau ke sana. Mau dengan Pak Mamat atau jalan sendiri?" tanya ayahnya.

Yana dan Luna saling pandang dan tersenyum. "Kami jalan sendiri saja, Dad. Siapa tau Sindy juga mau ikut ke sana. Dia sering berpesan kalau ke kampung mau ikut, maklum anak kota nggak pernah ke kampung heheheh," jawab Luna dengan terkekeh, karena mengingat sahabatnya itu, justru ingin liburan ke kampung daripada liburan ke Kota.

Sarapan sudah selesai Daddy dan Arya pamit untuk berangkat ke Perusahaan. Karena ada rapat dengan petinggi Perusahaan untuk membahas acara ulang tahun perusahaan.

Yana juga ikutan kakaknya, nggak masuk kerja. Mereka bertiga duduk di sofa sambil mengobrol bersama mommynya.

"Kalian berdua harus bisa jaga diri, jaga marwah kalian sebagai seorang perempuan. Jangan gampang tergiur dengan dunia cinta dengan lawan jenis. Mommy nggak mau kalian terjerumus ke lembah dosa, Sayang," pesan Freya selalu mengingatkan kedua buah hatinya.

"Baik, Mom. Untuk masalah kemarin, aku minta maaf ya Mom. Aku telah berdosa melanggar pesan, Mommy."

"Ya, Mommy maafkan tapi jangan diulangi lagi. Dulu Mommy juga nggak pernah pacaran sama Daddy, kalian. Daddy justru berbicara dengan Opa Radit, bahwa Beliau menginginkan Mommy sebagai pendampingnya. Karena mengingat Daddy dari keluarga yang baik dan sebelumnya juga sudah kenal Aunty Rara, akhirnya Mommy menerima pinangan dari Daddy dan kami menikah tanpa pacaran dulu." Freya menceritakan pengalamannya dulu.

"Siap, Mom! Kami akan mengingatnya. Dan aku berjanji Mom, nggak akan terjerumus lagi."

Yana dan Luna bersiap untuk pergi ke rumah Kakeknya yang berada di Bandung. Luna membawa tas punggung untuk menaruh bajunya. Dia juga sudah menghubungi Sinta yang kebetulan libur juga.

Tok tok tok

"Dek! Kakak masuk ya," izin Luna, untuk masuk ke dalam kamar adiknya.

"Masuk saja, Kak! Nggak di kunci kok," jawab Yana dari dalam kamarnya sambil tangannya memasukkan baju ke dalam tas travel.

"Dek, sudah siap?" tanya Luna yang sudah masuk ke dalam kamar adik, yang bernuansa pink. Ya sampai sekarang warna kesukaannya Yana tetap warna pink.

"Ayo, berangkat! Mbak Sindy sudah menunggu. Kita beli buah saja ya buat oleh-oleh Kakek. Lagian kalau makanan Mbak Dini pusatnya cemilan hehehehe!" ajak Luna kepada adiknya.

Mereka turun dari lantai tiga dan langsung pamit kepada Mommynya.

**********

Di Perusahaan Arya sudah memimpin rapat bersama petinggi Perusahaan.

"Silahkan kalau ada yang mau kasih ide untuk acara ulang tahun Perusahaan tahun ini," Arya membuka rapatnya.

Mereka saling diam. "Maaf, Tuan! Saya hanya ingin sedikit kasih saran, seandainya untuk tahun ini acara diadakan di luar maksudnya ke pantai atau dimana, Nanti di sana, kita adakan lomba. Supaya doorprizenya ada kenangan dan boleh membawa keluarganya yang sudah punya kelaurga dan yang belum punya keluarga boleh mengajak orang tua atau adiknya, terima kasih,"

"Baik, kami tampung idenya. Ada yang mau kasih ide lagi?" tanya Arya lagi.

"Kalau di pantai, berarti kita harus sewa tempat itu dan untuk tempat tinggal juga. Karena kalau bergabung dengan pengunjung lain, pasti merasa nggak nyaman. Sedangkan untuk reservasi harus segera dilakukan, Tuan. Dan untuk ide saya, lebih baik liburan di Vila paginya kita adakan lomba dan malam puncaknya kita bagikan hadiah dan kita menyewa band untuk memeriahkan malam puncak dan siapapun boleh menyumbang lagu untuk memeriahkannya," jawab orang itu.

"Oke, kami tampung, berarti ide pertama liburan ke pantai dan kedua ke Vila. Ayo apa ada lagi yang akan di sampaikan?" tanya Arya lagi sambil mengedarkan pandangan, Deg jantungnya berdebar dan terkejut ada wajah baru yang belum pernah dilihatkan dan dia seseorang yang dikenalnya.

"Yang duduk dipojok, memakai baju biru! Kalau boleh tau siapa namanya dan dari Divisi mana?" tanya Arya. Semua orang langsung menoleh ke pojokan dengan baju biru.

Terpopuler

Comments

Key

Key

Siapa ya, yg dipojok. Apa Authornya. Pojok kulon🤣

2026-07-16

1

Key

Key

Pesannya Mommy di inget² ya teman²🥰

2026-07-16

1

Erna Fkpg

Erna Fkpg

wah siapa kira kira yg dimaksud arya

2026-06-04

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PERKENALAN TOKOH
2 BAB 2 MISI PENYELIDIKAN
3 BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8 KETAKUTAN RENA
9 BAB 9 KAMAR KEBAHAGIAAN
10 BAB 10 KEKESALAN KAVINDRA
11 BAB 11 MENGAGUMI LUNA
12 BAB 12 DOKTER MIRA
13 BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
14 BAB 14 DIPINDAH TUGAS
15 BAB 15 BINTANG KECILKU
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 59
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 BAB 62
64 BAB 63
65 BAB 64
66 BAB 65
67 BAB 66
68 BAB 67
69 BAB 68
70 BAB 69
71 BAB 70
72 BAB 71
73 BAB 72
74 BAB 73
75 BAB 74
76 BAB 75
77 BAB 76
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB 1 PERKENALAN TOKOH
2
BAB 2 MISI PENYELIDIKAN
3
BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8 KETAKUTAN RENA
9
BAB 9 KAMAR KEBAHAGIAAN
10
BAB 10 KEKESALAN KAVINDRA
11
BAB 11 MENGAGUMI LUNA
12
BAB 12 DOKTER MIRA
13
BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
14
BAB 14 DIPINDAH TUGAS
15
BAB 15 BINTANG KECILKU
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 59
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
BAB 62
64
BAB 63
65
BAB 64
66
BAB 65
67
BAB 66
68
BAB 67
69
BAB 68
70
BAB 69
71
BAB 70
72
BAB 71
73
BAB 72
74
BAB 73
75
BAB 74
76
BAB 75
77
BAB 76
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!