BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN

SELAMAT MEMBACA !!!

Setelah membaca semua bukti yang dikasih oleh adiknya, Luna memandang lurus ke luar jendela ruang kerjanya. "Apa ini yang selalu Mommy tekankan untuk nggak berpacaran, kalau ingin punya teman mengobrol dengan mesra lebih baik langsung nikah. Dan pacaran setelah menikah. Maafkan Luna ya, Mom. Aku sudah melanggar pesannya dari Mommy dan ini bentuk teguran dari Allah untuk nggak melanggar apa yang diucapkan, Mommy lagi," gumam lirih Luna.

Dia berjanji pulang kerja nanti, akan ke Apartemannya yang sudah di sertakan adiknya untuk menyelidikinya langsung. Dia juga akan mengajak adik perempuannya ke sana.

"Dok, sudah nggak ada pasiennya," ucap suster Ririn.

"Baik, terima kasih Rin. Kamu juga sudah selesai, nanti ke sini makan siang bareng ya, Rin. Rencananya Mommy mau kirim makan siang, mungkin sebentar lagi da..."

Belum selesai berbicara ada ketukan pintu dari luar, Ririn langsung membuka pintu dan ternyata pak Satpam.

"Dokter Luna, ini ada kiriman makanan yang diantar Pak Sopir," ucap satpam itu sambil menaruh rantang makanan ke atas meja.

"Terima kasih, Pak," ucap Luna dengan tulus. Pak satpam langsung pamit undur diri kembali ke pos satpam.

Masuklah Sindy dan dibelakangnya ada Abang sepupunya. Luna mengernyitkan dahinya tumben mereka bisa bareng kesini.

Sindy yang ditatap begitu tajam oleh sahabatnya, menjadi semakin canggung.

"Nggak segitunya kali, Dek. Menatap Sindynya!" seru Axel ingin membantu Sindy, supaya nggak canggung dengan Luna.

"Kalian, harus cerita ke aku ya. Awas kalau tidak cerita, tapi nanti sajalah. Aku mau ke apartemannya si Frans itu, Bang. Ternyata dia itu hanya penasaran dan dendam denganku. Karena aku sering menolaknya, Bang. Dan Dek Arya sudah menyelidikinya ternyata dia sering gonta-ganti cewek," Luna bercerita kepada abang sepupu dan sahabat dan Ririn juga sudah dianggap sahabatnya.

"Kapan mau ke sana, Lun? Aku mau ikut ?" tanya Sindy kepada sahabatnya..

"Setelah makan siang ini, Sin. Aku sudah janjian sama Dek Yana. Kalau ke sananya sore, pasti dia sudah tau jam pulang kerjaku. Pasti dia akan ke sini dan kasih perhatian. Nggak taunya dia itu brengsek orangnya!" seru Luna dengan nada kesalnya.

"Ya sudah, kalian berdua aku izinin pulang cepat. Ririn apa juga mau ikut sekalian? Kalau iya untuk praktek sore ini, biar diambil alih dokter Anton?" tanya Axel kepada suster sahabat sepupunya.

"Kalau begitu saya harus ikut, Tuan. Enak saja itu orang, kalau ke sini saja sikapnya manis dan perhatian. Ternyata hanya modus saja untuk mendekati Luna, aku mau merekam kejadian hari ini dan tentu saja aku mau siaran langsung. Biar seluruh dunia tau siapa si Frans atau siapa tadi namanya, Lun..?"

"Rico Nugraha."

Akhirnya mereka bertiga jalan menuju ke Butik Kembar menjemput Yana dulu. Lalu akan menuju ke Apartemen yang agak jauh dari Ibu kota.

Mereka naik lift untuk turun dan menuju ke area parkir khusus karyawan rumah sakit. "Kalian sudah siap?" tanya kepada dua sahabatnya.

Ternyata sampainya di depan Butik, Yana sudah menungu di sana.

Tin tin

Yana berjalan menuju ke mobil milik Kakak perempuannya dan kaget waktu mau masuk ke dalam mobilnya.

"Lho Mba Sindy dan Mbak Ririn juga mau ikut ke Apartemannya si brengsek Frans itu?" tanya Yana.

"Iya dong, aku juga ikut kesal, Dek Yana. Kalau lihat setiap hari datang dan nggak pernah lupa kasih hadiah. Eh ternyata dia ingin menutupi kebusukannya di balik kata perhatian. Cih...cih mokondo kayak gitu, harus kita kasih pelajaran, Dek," jawab Ririn dengan menggebu ingin kasih pelajaran sama kekasih sahabatnya.

Sampainya di bawah Apartemannya, mereka berempat izin berkunjung kepada satpam. Mereka masuk ke dalam lift dan Yana memencet angka dua belas. Nomer kamarnya dua belas sebelas.

"Kalian sudah siap, aku ingin memasukan sandi, yang sudah didapatkan Arya untuk masuk ke dalam Apartemannya?" tanya Luna.

"Siap!" seru mereka bertiga sudah siap dengan kamera hapenya. Yana untuk merekam, Sindy memfoto dan Ririn membuka siaran langsungnya di sosial media.

Luna memasukan enam angka dan " klik" bunyi pintu terbuka kuncinya. Luna mendorongnya pelan-pelan. Frans nggak ada di luar tapi mereka berempat bisa mendengar, kalau di salah satu kamar yang terbuka sedikit ada suara orang yang lagi mengobrol.

"Pelan-pelan dulu, Lun," bisik Ririn ke telinganya Luna.

"Bagaimana misimu, mendekati si bodoh Luna itu Sayang?" tanya wanita itu.

Deg jantung Luna dan Sindy berdebar dan saling pandang, dia mengenali suara wanita itu.

"Dia sudah mulai kena rayuan gombalku, Ah terus sayang ..."

Brak...

Pintu kamar terbuka dengan kasar membuat dua orang yang telanjang tanpa menggunakan satu helai baju pun kaget, mereka berdua sedang melakukan hubungan layaknya suami istri mencari selimut.

"Oh begini ya, ternyata Rico Nugraha. Dasar manusia nggak ada otaknya, lihat pemirsa kita baru saja menonton live dua orang yang sedang berolahraga tanpa pakaian satu helai pun. Lihat dengan jelas ya, wajah mokondonya itu, siapa tau dia kekasih dari salah satu para penonton yang melihat live ini."

"HEI!! JANGAN KURANG AJAR YA KAMU, RIN. KAMU BISA AKU TUNTUT YA !!" teriak Frans alias Rico.

Ada dua orang yang masuk ke dalam kamar itu dan membuat Frans melototkan matanya melihat siapa yang datang. Dia adalah Tante Febi yang membiayai semua pengelurannya Frans.

Plak plak dua tamparan dengan keras di kedua pipi milik Frans.

Frans langsung memegang pipinya yang kebas karena tamparan dari Tante Febi. Dan Tante Febi langsung menjambak rambut si perempuannya.

"Sakit, Sakit, tolong lepaskan. Sakit, sakit !" jerit wanita itu kesakitan.

Sedangkan Luna hanya melipat kedua tangannya di depan dadanya. Menatap Frans dengan pandangan yang sulit untuk di tebak.

"Oh kelakuanmu selama ini ya Frans. Kamu hanya menjadikan aku mesin atm berjalan, kamu ya. Mulai sekarang aku haramkan kamu tinggal di sini dan bawalah perempuan itu sekalian. Aparteman ini milik aku dan akan aku ambil alih lagi. Mending aku jual daripada dibuat mesum dengan orang lain."

"Dari gembel ya kembali ke gembel, Sana... sana pergi dari Apartemanku!! Enak benar sudah aku kuliahkan, aku biayain hidupnya ternyata hanya mau memanfaatkanku. Jangan sampai aku laporkan ke polisi kalian," perintah Tante itu mengusir Frans sama ceweknya.

Mereka dibiarkan hanya memakai selimut untuk berdua. Mereka keluar dari dalam Aparteman dengan perasaan marah dan kesal sama mereka.

"Apa nggak terima, HAH!?" tanya Luna yang dari diam.

" Dasar sampah ya sampah pantasnya harus dibuang ke tong sampah, bukan di tempat untuk menaruh berlian!" seru Luna dengan nada rendah tapi menusuk ke dalam telinganya Frans.

Flash back Off.

Luna mengakhiri ceritanya kepada keluarganya.

"Maafkan Luna ya, Mom. Telah melanggar apa yang Mommy selalu ingatkan selalu Mommy tegaskan. Mulai sekarang aku nggak mau pacaran lagi," ucap Luna menoleh ke arah Mommy dengan matanya yang sudah memerah menahan tangisannya.

Terpopuler

Comments

_Cherryl🍒

_Cherryl🍒

Dasar laki-laki hidung belang nggak bersyukur udah dibiayai malah tingkah lakunya begitu🤧

2026-07-17

1

Key

Key

Betul, setuju nih. love after getting married itu lebih indaaah🤭

2026-07-16

1

Ariany Sudjana

Ariany Sudjana

laki-laki sampah memang cocok sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣

2026-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 PERKENALAN TOKOH
2 BAB 2 MISI PENYELIDIKAN
3 BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8 KETAKUTAN RENA
9 BAB 9 KAMAR KEBAHAGIAAN
10 BAB 10 KEKESALAN KAVINDRA
11 BAB 11 MENGAGUMI LUNA
12 BAB 12 DOKTER MIRA
13 BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
14 BAB 14 DIPINDAH TUGAS
15 BAB 15 BINTANG KECILKU
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 59
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 BAB 62
64 BAB 63
65 BAB 64
66 BAB 65
67 BAB 66
68 BAB 67
69 BAB 68
70 BAB 69
71 BAB 70
72 BAB 71
73 BAB 72
74 BAB 73
75 BAB 74
76 BAB 75
77 BAB 76
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB 1 PERKENALAN TOKOH
2
BAB 2 MISI PENYELIDIKAN
3
BAB 3 TERBONGKARNYA PERSELINGKUHAN
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8 KETAKUTAN RENA
9
BAB 9 KAMAR KEBAHAGIAAN
10
BAB 10 KEKESALAN KAVINDRA
11
BAB 11 MENGAGUMI LUNA
12
BAB 12 DOKTER MIRA
13
BAB 13 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR ADHITAMA
14
BAB 14 DIPINDAH TUGAS
15
BAB 15 BINTANG KECILKU
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 59
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
BAB 62
64
BAB 63
65
BAB 64
66
BAB 65
67
BAB 66
68
BAB 67
69
BAB 68
70
BAB 69
71
BAB 70
72
BAB 71
73
BAB 72
74
BAB 73
75
BAB 74
76
BAB 75
77
BAB 76
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!