Chapter 2

‎Risa terpaku di tempat, jantungnya berdegup kencang. Kata-kata singkat di layar ponsel itu menusuk hatinya. Rahasia besar? Apa yang disembunyikan suaminya? Raga adalah suami yang baik baginya, dan selalu terbuka dalam hal apapun, tidak mungkin ada rahasia besar yang disembunyikan oleh suaminya itu.

‎‎Tanpa berpikir dua kali, Risa langsung berlari keluar gerbang rumahnya, kakinya melangkah cepat bahkan hampir terjatuh karena terburu-buru. Napasnya tersengal-sengal, matanya tetap terpaku pada jalanan yang gelap dimana mobil suaminya baru saja menghilang.

‎‎"Tunggu… Tunggu sebentar…" gumam Risa parau, matanya mencari-cari kendaraan yang lewat di jalanan yang sepi itu.

‎‎Beberapa detik kemudian, sebuah taksi melaju pelan melewati depannya. Tanpa ragu, Risa langsung melambaikan tangan, berteriak memanggilnya.

‎‎"Pak! Tolong berhenti! Pak, tolong!"

‎‎Sopir taksi itu kaget, segera mengerem mobilnya hingga berhenti tepat di depan Risa. Begitu jendela terbuka, Risa langsung bicara dengan suara terburu-buru dan gemetar.

‎‎"Pak, tolong ikuti mobil hitam yang baru saja lewat tadi! Cepat pak! Berapapun ongkosnya saya bayar, yang penting cepat ikuti!"

‎‎Wajah Risa terlihat sangat panik dan cemas, membuat sopir itu tidak bertanya banyak lagi. Ia langsung mengangguk, menginjak gas dengan cepat begitu Risa masuk dan duduk di kursi belakang.

‎‎"Baik Bu. Saya akan ikuti secepat mungkin," ucap sopir itu, lalu kendaraan itu langsung melaju kencang membelah jalanan kota yang mulai sepi di malam hari.

‎‎Di dalam taksi, Risa duduk dengan tubuh yang kaku, tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan, keringat dingin membanjiri telapak tangannya. Matanya terus menatap lurus ke depan, hatinya bergemuruh antara harapan dan ketakutan.

‎‎Sementara itu, mobil yang dikendarai Raga melaju jauh dari perumahan mereka, menuju daerah pinggiran kota yang cukup sepi, jarang dilalui orang dan minim lampu penerangan. Ia melambatkan laju kendaraannya, lalu memarkirkan mobilnya di sisi jalan, di antara pepohonan rindang.

‎‎Pintu mobil sisi pengemudi terbuka, Raga baru saja melangkah turun saat sosok wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang, berpakaian sangat seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, langsung berlari mendekat dan langsung memeluk tubuh Raga dengan erat.

‎‎"Sayang… Akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggu lama sekali disini," bisik wanita itu dengan suara manja, lalu ia mengangkat wajahnya dan langsung mencium bibir Raga dengan mesra.

‎‎Raga sama sekali tidak menolak, bahkan kedua tangannya langsung melingkarkan erat di pinggang ramping wanita itu, membalas ciuman itu dengan penuh gairah, seolah tidak ada rasa bersalah sedikitpun di hatinya. Mereka berciuman dengan begitu lepas, tidak peduli tempat yang gelap itu, seolah dunia hanya milik mereka berdua saja.

‎‎“Maaf ya, Sayang. Aku harus mengantar Risa pulang dulu. Tadi kami habis makan malam dirumah mama seperti biasa," bisik Raga sambil melepaskan ciuman itu sebentar, lalu mengusap pipi wanita itu dengan tatapan penuh cinta.

‎‎"Mas... bagaimana kalau Mba Risa sampai tahu tentang hubungan kita? Aku tidak mau disebut telah merebut kamu darinya," Amelia menempelkan wajahnya ke dada bidang Raga, bahunya berguncang pelan.

‎‎"Mas… aku benar-benar takut," isak Amelia pelan, jari-jarinya meremas jaket Raga dengan lemah, "Aku tahu aku salah… aku orang ketiga di antara kalian berdua. Kalau sampai Mba Risa tahu, dia pasti akan membenciku, semua orang akan menyalahkanku, menyebutku wanita jahat yang merebut suami orang. Aku tidak kuat dihina seperti itu, Mas… aku tidak sanggup."

‎‎Ia mengangkat wajahnya, mata indahnya berkaca-kaca. "Bagaimanapun juga, dia itu istri sahmu, wanita yang sudah bersamamu lima tahun lamanya. Aku cuma orang asing yang datang belakangan… aku cuma bisa mencintaimu diam-diam, tanpa berhak apa-apa. Kadang aku berpikir, sebaiknya aku mundur saja, biar kamu hidup tenang bersamanya… tapi aku tidak kuat, Mas… aku terlalu mencintaimu sampai tidak sanggup melepaskanmu,"

‎‎Raga langsung memeluk Amelia lebih erat, mengusap punggung wanita itu dengan lembut.

‎‎"Jangan bicara begitu, Sayang. Jangan pernah berpikir untuk mundur," ucap Raga tegas, suaranya lembut namun penuh keyakinan. "Kamu tidak bersalah sedikitpun, mengerti? Semua ini salahku, akulah yang mengejarmu lebih dulu, akulah yang tidak bisa menahan perasaanku padamu. Kamu wanita yang baik, yang menerima cintaku dengan tulus, kamu sama sekali tidak bersalah."

‎‎Raga menundukkan wajahnya, mencium kening Amelia dengan penuh kasih, lalu menatap mata wanita itu lekat-lekat.

‎‎"Aku yang mendekati dan memintamu menjadi milikku, bukan kamu yang merebutku dari Risa. Jadi kamu tidak perlu takut, tidak perlu merasa bersalah pada siapapun, apalagi pada dia. Semua tanggungjawab ada padaku, aku yang akan menanggung semuanya."

‎‎Amelia tersenyum samar di balik pelukannya. Ia kembali merapatkan tubuhnya erat ke dada Raga, bibirnya menyentuh leher pria itu dengan sentuhan lembut yang membuat napas Raga langsung memburu.

‎‎"Kalau begitu aku percaya padamu, Mas. Aku akan tetap disini, tetap bersamamu, selama kamu masih menginginkanku," bisik Amelia dengan suara merdu yang menggoda, lalu tanpa menunggu lama, ia kembali mengangkat wajahnya dan menyambar bibir Raga dengan ciuman yang lebih dalam, lebih liar dan penuh gairah.

‎‎Raga sama sekali tidak menolak, bahkan kedua tangannya semakin erat memeluk pinggang ramping wanita itu, menarik tubuhnya semakin menempel rapat ke tubuhnya sendiri. Ciuman itu berlangsung lama, penuh nafsu dan kebebasan, seolah semua rasa bersalah, semua ingatan akan janji pernikahan, dan semua rasa hormat pada Risa yang sudah bersamanya lima tahun itu, lenyap begitu saja dari hati dan pikirannya. Di saat itu, baginya hanya ada Amelia, wanita yang dianggapnya mampu memenuhi segala keinginan dan kebutuhannya.

‎‎Tanpa membuang waktu lagi, Raga mengangkat tubuh Amelia dengan mudah, membawanya masuk ke dalam mobil, lalu menutup dan mengunci semua pintu dengan rapat. Di dalam ruang mobil yang sempit, gelap dan sunyi itu, tidak ada lagi batasan sedikitpun antara mereka berdua. Cahaya lampu jalan yang redup hanya masuk sedikit melalui kaca jendela, cukup untuk menerangi bayangan tubuh mereka yang saling memeluk erat.

‎‎Pakaian mereka perlahan terlepas satu persatu, tergeletak sembarangan di kursi mobil. Pelukan yang erat, ciuman yang panas, sentuhan yang liar dan penuh hasrat, semuanya terjadi begitu saja tanpa rasa ragu, tanpa rasa malu, dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Suara desahan lembut, bisikan manja, dan tawa genit Amelia terdengar jelas bergema di dalam ruang tertutup itu, bercampur dengan napas berat Raga yang semakin tergila-gila pada wanita itu.

‎‎Disaat Raga tengah larut dalam kenikmatan itu, dibalik pepohonan yang gelap Risa berdiri diam. Semuanya terdengar dan terlihat jelas oleh matanya sendiri. Air matanya jatuh bergulir, dadanya terasa sesak hingga ia sulit menarik napas. Kakinya lemas, tubuhnya gemetar hebat, seolah seluruh tenaga dan nyawanya disedot habis oleh kenyataan pahit yang sedang ia saksikan itu.

-

-

-

‎Jam dinding di ruang tamu sudah menunjuk pukul tiga pagi saat suara mobil Raga terdengar masuk ke halaman. Pintu depan terbuka perlahan, Raga melangkah masuk dengan gerakan hati-hati, berusaha tidak bersuara. Badannya terasa lemas, pakaiannya sedikit kusut, dan aroma parfum wanita asing samar-samar tercium dari tubuhnya.

‎‎Namun, baru saja kakinya melangkah melewati ambang pintu, tiba-tiba seluruh lampu di ruang tamu menyala terang bersamaan. Cahaya yang menyilaukan itu membuat Raga tersentak hebat, jantungnya berdegup kencang karena kaget. Ia segera memicingkan mata, dan saat pandangannya sudah jelas, darahnya seketika berdesir dingin.

‎‎"R-Risa? Kamu belum tidur?"

-

-

-

Bersambung...

Terpopuler

Comments

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

kirain bakal R juga.. jadi sekeleluarga serba R.. anak, mantu, bapak, emak dan pelakor R smua🤭🤭

2026-06-05

0

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

justru yg baik itu sangat baik kalo menyembunyikan rahasia Ris🤭

2026-06-05

0

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

eaaa... uler datang🤣

2026-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Karya Baru
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!