Chapter 5

‎Risa mengendarai mobilnya menuju sebuah kafe yang biasa menjadi tempat pertemuannya dengan sahabat karibnya sejak sekolah dulu, Sella.

‎Saat masuk ke dalam kafe beraroma kopi harum itu, Sella sudah duduk menunggunya di sudut ruangan, tersenyum ramah dan melambaikan tangannya ke arah Risa.

‎‎"Risa? Ada apa denganmu? Wajahmu pucat sekali, kamu sakit?" tanya Sella cemas, segera berdiri dan menarik kursi agar Risa duduk di hadapannya.

‎‎Risa duduk perlahan, napasnya tersendat, dan sebelum ia bisa mengucapkan sepatah kata pun, air matanya sudah menetes jatuh tanpa bisa ia tahan lagi.

‎‎"Sella…" suara Risa parau dan gemetar, tangannya menggenggam erat tangan Sella di atas meja, "Mas Raga… dia... dia selingkuh, Sel. Dia mengkhianatiku."

‎‎Seketika itu juga, mata Sella membelalak lebar, mulutnya terbuka kaget, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan sampai mundur sedikit dari kursinya, terkejut luar biasa.

‎‎"Apa?! Kamu bicara apa, Risa? Itu tidak mungkin!" seru Sella dengan nada tinggi, namun nadanya penuh rasa tidak percaya. "Selama ini Raga terlihat sangat mencintaimu dan sangat perhatian padamu. Bahkan dia berani melawan ibunya sendiri demi membela kamu. Bagaimana mungkin dia punya hati untuk mengkhianatimu?"

‎‎Risa mengangguk pelan, air matanya semakin deras mengalir membasahi pipinya. Ia lalu menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, tanpa ada yang disembunyikan. Mulai dari pesan misterius yang ia terima semalam, sampai ia mengikuti Raga dan melihat sendiri kebenarannya, melihat Raga berpelukan dan berciuman mesra dengan wanita bernama Amelia di tempat sepi. Lalu ia menceritakan pertemuannya dengan Amelia di kantor tadi, sampai rencana Raga pergi keluar kota selama satu minggu penuh tanpa membawa staf pendamping sama sekali.

‎‎Semua cerita itu keluar dari mulut Risa dengan penuh kepahitan, setiap kata yang diucapkannya terasa menusuk hatinya sendiri. Sella mendengarkan dengan saksama, wajahnya berubah dari kaget menjadi marah.

‎"Astaga… mereka melakukan itu didalam mobil kalian?" tanya Sella dengan masih tak percaya, tangannya mengepal erat di atas meja. "Aku benar-benar tidak menyangka, Raga tega mengkhianatimu seperti ini!"

‎‎Risa mengangguk, mengusap sisa-sisa air mata diwajahnya dengan gerakan sedikit kasar.

‎‎"Aku butuh bantuanmu, Sell. Aku butuh bukti tentang perselingkuhan mereka berdua. Aku yakin Mas Raga akan mengajak wanita itu di perjalanan dinas besok," ucap Risa. Suaranya masih sedikit parau karena habis menangis, tapi tidak ada lagi nada lemah atau memelas seperti dulu.

‎‎"Kamu yakin, Ris? Kamu benar-benar sudah memutuskan?" tanya Sella pelan, tangannya tetap menggenggam tangan sahabatnya dengan erat.

‎‎Risa mengangguk yakin, rahangnya mengeras erat, tidak ada sedikitpun keraguan di wajahnya.

‎‎"Aku sudah memutuskan, Sel. Dulu aku terlalu bodoh, terlalu banyak mengalah demi rumah tangga kami dan terlalu percaya dengan cintanya… tapi apa balasannya? Pengkhianatan. Penghinaan. Dia bahkan membawa wanita lain masuk ke tempat kerjanya, bermain-main di belakangku, menganggap aku tidak lebih dari sebuah hiasan rumah saja."

‎‎Suara Risa semakin tegas, dingin, dan penuh kepastian, setiap kata keluar dengan jelas dan kuat.

‎‎"Sudah cukup, Sell. Aku tidak mau lagi menjadi Risa yang dulu. Risa yang lemah, yang mudah menangis, dan selalu memaafkan. Wanita itu sudah mati sejak semalam, saat aku melihat mereka berdua dengan mata kepalaku sendiri."

‎‎Ia menatap lurus ke mata Sella, tatapannya tajam dan tidak tergoyahkan.

‎‎"Mulai hari ini, aku akan menjadi wanita yang berbeda. Aku akan melindungi diriku dan akan membuat mereka berdua membayar setiap tetes air mata yang keluar dari mataku."

‎‎Sella menghela napas lega, lalu tersenyum bangga, rasa khawatir di hatinya perlahan hilang digantikan rasa kagum.

‎‎"Bagus. Itu baru Risa sahabatku yang aku kenal. Aku suka perubahanmu ini, Ris. Lembut itu bagus, tapi jangan sampai kelembutan itu membuatmu diinjak-injak sembarangan. Sekarang katakan, apa yang harus aku lakukan? Katakan saja, aku akan ikuti semua permintaanmu."

‎‎Risa menarik napas panjang. ‎‎"Besok pagi, jam tujuh tepat, Mas Raga akan berangkat sendirian dari rumah. Aku sudah pastikan dari Andin, tidak ada staf yang ikut, tidak ada jadwal resmi yang menyebutkan ada pendamping. Itu artinya, dia akan menjemput wanita itu di tempat lain, lalu pergi berdua ke kota tujuan."

‎‎Dia menekankan kata-katanya dengan tegas. ‎‎"Aku mau kamu atur orang untuk mengikuti mereka dari jarak jauh. Aku butuh bukti yang sah, foto mesra mereka berdua, bukti pemesanan kamar hotel yang sama, serta rekaman mesra mereka berdua. Aku butuh semua bukti itu untuk menggugat cerai Mas Raga."

‎‎"Baik. Aku akan urus itu sekarang juga," jawab Sella cepat dan tegas. "Orang yang aku kenal sangat profesional, dia tidak akan ketahuan, dan semua bukti akan dikumpulkan sempurna."

‎‎Risa mengangguk, lalu melanjutkan lagi, nada suaranya semakin dingin.

‎‎"Aku tidak akan memaafkannya, Sel. Tidak ada maaf untuk orang yang sudah menginjak-injak kesetiaan yang aku berikan selama bertahun-tahun. Aku akan pastikan dia kehilangan segalanya. Dia mau bermain api, maka dia harus siap terbakar sampai habis."

‎‎Sella mengangguk setuju. ‎‎"Benar sekali. Orang seperti itu tidak pantas diberi kesempatan kedua. Dia tidak menghargaimu, maka dia tidak pantas memilikimu. Jangan khawatir, Ris. Semua orang akan tahu kebenarannya. Bukan kamu yang akan dicemooh, tapi dia dan wanita jalang itu yang akan menjadi bahan pembicaraan buruk semua orang."

‎‎Risa mengangguk, lalu meraih tangan Sella dengan erat. ‎‎"Terimakasih, Sel. Terimakasih sudah berdiri di sisiku. Mulai hari ini, aku tidak akan pernah lagi menjadi wanita yang lemah dan pasrah. Aku akan berjuang untuk diriku sendiri, untuk harga diriku, dan untuk masa depanku yang jauh lebih baik dari ini."

‎‎"Kita sahabat. Aku pasti selalu bersamamu, Ris. Sampai kapanpun," jawab Sella dengan tegas.

-

-

-

Langkah kaki Raga terdengar masuk ke dalam rumah seperti biasa, aroma parfum yang selalu ia pakai tercium samar, bercampur bau udara malam. Begitu melihat Risa yang sedang duduk santai di ruang tamu, wajahnya langsung melebar dengan senyum manis dan hangat.

‎‎Raga segera berjalan mendekat, menundukkan sedikit tubuhnya dan mencium lembut ubun-ubun istrinya seperti kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap pulang kerja.

‎‎"Sayang… Maaf ya pulang agak terlambat, banyak sekali urusan yang harus diselesaikan di kantor hari ini," ucapnya dengan suara lembut, lalu duduk tepat di samping Risa, tangannya mengusap lembut lengan wanita itu. "Kamu sudah makan?"

‎‎"Sudah, Mas," jawab Risa dengan nada suara yang lembut dan biasa saja. "Kamu pasti lelah ya, hari ini sudah bekerja keras."

‎‎Raga mengangguk, lalu semakin mendekatkan tubuhnya, tangannya menyentuh pipi Risa dengan lembut.

‎‎"Iya sedikit lelah, tapi rasanya lelahku langsung hilang begitu melihat wajahmu, Sayang. Kamu adalah obat penenangku yang paling hebat di dunia ini," ucapnya manis, lalu kembali mencium lembut ujung hidung Risa. "Besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali dan meninggalkan kamu selama satu minggu. Aku pasti akan sangat merindukanmu, Sayang."

‎‎Hati Risa tertawa getir mendengar kata-kata manis itu. Merindukanku? Padahal besok suaminya itu bahkan mungkin akan pergi bersenang-senang dengan wanita lain dan tidak akan ada waktu untuk memikirkannya barang sedetikpun.

‎‎"Iya, Mas. Aku juga akan merindukanmu. Kamu harus bisa menjaga dirimu dengan baik disana, makan yang teratur, jaga kesehatan, dan jangan terlalu lelah bekerja," ucap Risa dengan nada perhatian yang tulus meskipun di dalam hatinya, semua kata itu hanyalah kepura-puraan belaka.

‎‎Raga tampak sangat puas dan senang mendengar jawaban itu. Ia sama sekali tidak menyadari perubahan kecil di mata istrinya, tidak menyadari bahwa wanita yang ada di sampingnya itu sudah tahu semua rahasia kotornya.

‎‎"Kamu memang istri terbaik di dunia ini, Sayang. Aku sangat beruntung sekali bisa mendapatkan kamu. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisimu di hatiku, percayalah itu," ucap Raga dengan nada yang sangat meyakinkan.

‎‎Raga semakin melekatkan tubuhnya ke sisi Risa, jari-jarinya yang kasar namun hangat perlahan menyusuri helaian rambut panjang istrinya. Gerakannya begitu lembut, penuh kasih sayang.

‎Ia memutar tubuh Risa perlahan agar berhadapan dengannya, kedua tangannya kini memegang kedua bahu wanita itu, lalu perlahan turun menyentuh pinggang ramping Risa, menariknya agar semakin rapat bersentuhan dengannya.

‎"Malam ini biarkan aku menikmati waktuku bersamamu sepenuhnya, ya, Sayang?" bisiknya lembut, matanya menatap dalam-dalam mata Risa, pandangannya penuh hasrat yang tersembunyi di balik topeng cinta. "Aku ingin merasakan kehangatanmu, ingin merasakan bahwa kamu benar-benar milikku, sebelum aku pergi besok."

-

-

-

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Rizky Manik

Rizky Manik

menjijikkan sekali kau ragaaaaa😭😭

2026-06-07

0

MamDeyh

MamDeyh

Dihhh jgn mau, mending tuh cewek sehat. Celup sana sini. Bego bnr kalo suami udah tau selengkih trus tdr jg sama kita.. 😒

2026-06-07

0

〈⎳ FT. Zira

〈⎳ FT. Zira

terlambat karena baru saja anu kan dirimu🤧

2026-06-08

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Karya Baru
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!