Bab 3

"Lepaskan aku! bukan aku! ini pasti ulah Chao Yunan tidak tahu diri itu!"

Dari dalam kurungan babi, Mo Bian terus berteriak mengatakan kalau dirinya tidak bersalah.

Tapi sayangnya semua warga desa tidak mendengarkan. Orang seperti mereka lebih percaya pada apa yang mereka lihat. Dan yang terlihat adalah ada dua mayat saling bunuhh, dengan pakaian dalam wanita milik Mo Bian berada di baju Sufeng.

Kepala desa dan kakek Sun juga nenek Sun, bahkan terus membela Yunan. Pada akhirnya, tetap saja mau Mo Bian menjerit, berteriak seperti apa. Tetap saja para warga membawanya ke arah sungai.

Di jaman dimana mereka berada saat ini. Hukuman langsung dari masyarakat adalah menenggelamkan pelaku perselingkuhan ke dalan sungai. Dan itu yang akan dilakukan pada Mo Bian.

Begitu semua orang yang membawa kurungan keranjang babi itu sampai di tepi sungai. Kepala desa mendekati Yunan.

"Yunan, meskipun mereka telah banyak menyakiti kamu. Tapi mereka juga orang tuamu. Kamu... katakanlah sesuatu sebelum ibumu ditenggelamkan!"

Yunan berpura-pura sangat sedih. Hal itu tidak sulit, hanya berpura-pura memelas, sedikit terisak dengan air mata yang berusaha dia keluarkan.

Yunan melangkah perlahan, dia membiarkan bagian bawah pakaiannya basah begitu saja. Itu lebih terkesan dramatis, ketimbang dia menyincingnya kan?

Mata Mo Bian melotot begitu melihat Yunan.

"Dasar tidak tahu diri, kamu pikir bisa lolos begitu saja setelah melakukan semua sandiwara ini...!"

"Ibu!"

Yunan berseru histeris, tapi justru dia mendorong kurungan keranjang babi itu ke bawah. Membuat Mo Bian menghentikan ocehannya karena mulutnya kemasukan air sungai.

"Aku tidak tahu kalau ternyata ibu dan paman Sufeng punya hubungan seperti itu. Biasanya ibu bicara dengan paman Sufeng di kebun, aku pikir hanya sekedar bertemu biasa. Ternyata..."

"Bicara apa kamu?" pekik Mo Bian.

Warga desa semakin gerah. Mereka benar-benar tak akan membiarkan ada yang mencemari desa mereka. Bisa sial nantinya.

"Dasar murahan!"

"Wanita tidak setia!"

"Cepat tenggelamkan!"

Warga desa segera menarik kurungan keranjang babi itu ke tengah.

"Lepaskan aku!" Mo Bian masih terus bersikap.

Hingga warga mengikat batu besar di kedua ujung kurungan. Perlahan, kurungan itu tenggelam.

"Kalian salah! aku tidak pernah...."

Blubuk blubuk

Kurungan itu tak terlihat lagi, gelembung air hilang perlahan bersama dengan tenggelam sepenuhnya kurungan keranjang itu.

Nenek Sun kembali menghampiri Yunan.

"Yunan, yang sabar ya nak!"

Yunan menangis di pelukan nenek Sun. Semua warga tampak puas melihat orang yang telah mencemari desa mereka mendapatkan hukuman setimpal. Itu juga dilakukan untuk pembelajaran, agar lain kali jangan pernah ada lagi perselingkuhan di desa itu. Karena akan membawa sial bagi warga desa lainnya.

Yunan kembali ke rumah, nenek Sun menemani sampai pagi. Hingga beberapa orang dari kediaman Marquis datang.

Rombongan pengawal, pelayan dan pengasuh di kediaman Marquis berjalan ke arah rumah Mo Bian.

"Bibi Mo, apa kita benar-benar akan membawa wanita kampung itu ke kediaman Marquis?" tanya pelayan wanita di sisi bibi Mo.

"Tentu saja, kalau kita menghabisinya di jalan. Para tetua yang sudah menerima kabar kalau putri kediaman Marquis tertukar pasti akan mempertanyakan hal itu. Tapi khawatir apa? wanita kampung itu tidak akan menjadi ancaman apapun untuk nona ketiga kita. Karena Mo Bian, sudah merencanakan sesuatu yang akan merusak nama baiknya. Hingga meskipun dia tiba di kediaman Marquis pun. Dia tidak akan diperlakukan seperti majikan. Malah akan dibenci seperti sampah!"

Pelayan yang ada di sisi Bibi Mo terkekeh. Mereka memang pendukung setia nona ketiga kediaman Marquis, Shen Yuxiao. Siapapun di ibukota tahu, kalau Shen Yuxiao adalah wanita paling berbakat dan punya hubungan dekat dengan putra mahkota. Dia juga digadang-gadang sebagai murid kesayangan perdana menteri yang sangat berpengaruh, Liu Yuting.

Bukan hanya di jaman ini, di jaman manapun. Seseorang memang cenderung akan mendukung orang yang akan menjamin kesejahteraannya ke depannya.

"Pelayan! sampaikan kedatangan ku. Mo Bian pasti sudah menunggu!" kata bibi Mo.

"Pengasuh senior kediaman Marquis tiba!" seru pelayan dengan suara lantang.

Dari dalam rumah sangat sederhana itu, nenek Sun menoleh ke arah pintu.

"Kediaman Marquis? Yunan, apa kamu kenal mereka?" tanya nenek Sun.

Yunan menggelengkan kepalanya.

Tapi situasi di kehidupan lalu, Yunan tahu persis. Setelah kedatangan bibi Mo di umumkan. Mo Bian akan keluar dan langsung memulai drama menjadi seorang ibu yang tidak beruntung karena telah gagal mendidik putrinya.

Di kehidupan lalu, Mo Bian keluar, menangis berguling-guling. Memukul-mukul kepalanya sendiri, benar-benar seperti seorang ibu yang sangat kecewa. Saat itu para warga datang, bibi Mo bertemu kepala desa dan menyampaikan apa tujuannya datang.

Lalu kepala desa mendengus, kecewa pada kelakuan Yunan yang merayu Sufeng. Padahal saat itu Sufeng yang melecehkann Yunan.

Saat itu bibi Mo bersikeras membawa Yunan, tapi dengan sangat tidak hormat. Dia bahkan di biarkan berjalan, sementara kereta kuda yang ada di penginapan, malah di pakai bibi Mo dan pelayannya.

Di kehidupan kali ini, Yunan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

"Yunan, ayo keluar!" ajak nenek Sun.

"Nenek, aku takut. Kita tunggu kepala desa dulu ya!" kata Yunan yang menunjukkan kalau dia merasa takut bertemu dengan orang yang tidak dia kenal.

Nenek Sun segera merangkul Yunan. Kasihan, gadis itu masih berusia 17 tahun. Tapi orang tuanya meninggal langsung keduanya, dan dia akan sendirian. Wajar kalau dia ketakutan.

Sementara di luar, bibi Mo terlihat kesal.

"Kenapa belum ada yang keluar? pelayan, umumkan sekali lagi!"

Pelayan pria di belakang bibi Mo, meletakkan dua telapak tangannya di kanan dan di kiri lalu kembali berseru dengan lantang.

"Pengasuh dari kediaman jenderal tiba! siapapun yang di dalam, cepat keluar!"

Tapi Yunan masih tidak keluar, tentu saja dia harus menunggu kepala desa. Harus ada saksi yang melihat ketika bibi Mo mengatakan dia adalah putri sah jenderal yang tertukar 17 tahun yang lalu.

Tak lama, ketika bibi Mo kembali mendengus kesal. Kepala desa dan beberapa warga datang.

"Kalian ini siapa?" tanya kepala desa yang masuk ke pekarangan rumah sederhana itu.

"Kalian yang siapa? kami dari kediaman Marquis, kami akan menjemput putri sah kediaman Marquis yang tertukar 17 tahun yang lalu!" kata pelayan wanita di sebelah Bibi Mo.

"Siapa?"

"Dia adalah anak perempuan Mo Bian dan Chao Yanhui!" kata bibi Mo.

"Yunan?"

Warga desa langsung heboh. Mereka saling bergunjing.

"Ternyata bukan anak kandung, pantas saja diperlakukan tidak baik!"

"Mereka memang pantas mati, bahkan menukar anak Marquis!"

"Iya benar kasihan Yunan, selama ini sudah mendapatkan ketidakadilan!"

Dari belakang pintu. Yunan tersenyum tipis.

'Bagaimana bibi Mo? dulu aku pergi dengan hinaan warga desa. Sekarang, aku akan pergi dengan dukungan warga desa, lihat bagaimana kamu akan memperlakukan aku seperti apa?' batin Yunan.

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

waahhh.... daebakkkk... bagus ..bagus... yunan harus bisa cerdik untuk menjatuhkan lawan lawanmu yg mencoba merendahkanmu😁😁😁

2026-06-22

2

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒

kalau dikonoha yang selingkuh ditenggelamkan, kayaknya seru 🤭

2026-06-19

2

Rangiku Gin

Rangiku Gin

ekekekek 😂🤭

2026-07-26

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!