Bab 4

Bibi Mo mendengar ucapan orang-orang desa itu. Dan dia terlihat bingung.

"Iya dia Chao Yunan, maksud ku dia nona Shen Yunan. Dimana Mo Bian dan suaminya?" tanya bibi Mo.

Kepala desa segera mengetuk pintu rumah itu.

Tok tok tok

"Yunan, nenek Sun! apa kalian ada di dalam?" tanya kepala desa.

Ceklek

Pintu pun terbuka, Yunan dan nenek Sun keluar bersama dengan ekspresi tampak sangat lesu dan sedih.

"Yunan, mereka dari kediaman Marquis. Ternyata kamu adalah anak kandung Marquis yang tertukar saat bayi!" jelas kepala desa.

Bibi Mo dan pelayan yang ada di sampingnya terus melirik ke dalam rumah. Mereka sangat heran, kenapa tidak ada tanda-tanda Mo Bian akan keluar. Sepertinya di dalam rumah itu sudah tidak ada siapapun lagi.

"Dimana Mo Bian dan Chao Yanhui?" tanya bibi Mo yang mulai tak bisa menahan diri.

Kepala desa yang tadinya menatap penuh perduli pada Yunan. Kini mengalihkan pandangannya pada bibi Mo.

"Dua orang yang kamu sebutkan itu, nyonya. Sudah mati. Keduanya mati karena sudah melakukan perbuatan yang tidak baik dan mencemari desa ini!"

Tangan bibi Mo tampak meremass satu sama lain.

"Apa yang sudah mereka lakukan?" tanya bibi Mo.

"Mo Bian selingkuh dengan tukang jagal, sementara suaminya membunuhh tukang jagal itu. Akhirnya warga desa memutuskan untuk menenggelamkannya dengan kurungan keranjang babi!"

Mata bibi Melotot.

'Dasar orang-orang desa tidak berguna. Nona ketiga pasti akan marah kalau tahu rencananya berantakan seperti ini!' batin Bibi Mo.

"Yunan, untung disaat seperti ini kebenaran tentang Yunan yang merupakan putri kandung kediaman Marquis terungkap. Aku sudah khawatir dia akan sendirian!" kata nenek Sun.

Warga desa yang lain juga sependapat dengan nenek Sun. Melihat betapa disayangi nya Yunan oleh warga desa, bibi Mo mendengus kesal. Pada akhirnya dia tidak mungkin bisa mencelakai Yunan di desa ini.

"Sudah! sudah! segera rapikan barang-barangmu... maksudku segera rapikan barang-barang nona!" kata Bibi Mo.

"Aku tidak punya barang-barang. Hanya pakaian ini yang paling bagus dan tidak robek!"

"Yunan, kasihan sekali kamu nak!"

Ucapan nenek Sun, membuat warga desa yang lain dan istri kepala desa menjadi sangat kasihan pada Yunan.

Satu persatu dari mereka memberikan uang, jepit rambut dan gelang juga barang-barang berharga mereka yang saat itu mereka bawa untuk Yunan. Nenek Sun segera mengambil sebuah kain dan membungkus semua yang diberikan oleh warga desa ke dalamnya. Setelah itu dia memberikannya pada Yunan.

Istri kepala desa bahkan memberikan sekantung perak untuk Yunan.

"Yunan, belilah pakaian yang bagus di jalan. Saat bertemu dengan kedua orang tuamu di kediaman Marquis. Kamu juga harus terlihat baik! semoga kamu bahagia setelah ini nak!"

Semua warga desa mendoakan kebahagiaan Yunan. Gadis itu tersenyum begitu tulus. Dan berpamitan pada keduanya.

Bahkan kepala desa mengantarnya sampai di kereta.

"Hati-hati di jalan Yunan!"

"Terima kasih banyak pak kepala desa, nyonya. Semuanya, kakek dan nenek. Kalian baik sekali. Yunan tidak akan pernah melupakan kalian"

Perpisahan itu benar-benar mengharukan. Sungguh berbanding terbalik dengan kehidupan lalunya. Tak ada warga desa yang sudi mengantarnya, apalagi memberinya sesuatu.

Yunan menutup tirai jendela. Tatapannya lurus ke depan. Sementara bibi Mo dan pelayan juga para penjaga berada di belakang kereta yang berjalan pelan itu.

"Bibi Mo, bagaimana sekarang?" tanya pelayan itu.

"Bagaimana lagi? tidak mungkin juga kita habisi dia di jalan. Lebih baik biarkan nona ketiga yang mengurusnya nanti. Bukan salah kita juga kan? semua ini salah Mo Bian yang tidak bisa mengurus anak ingusan seperti Yunan itu!"

Yunan memang hanya melihat gerakan bibir bibi Mo yang terlihat mencibir seseorang. Tapi, meski hanya melihat gerakan bibir saja. Yunan tahu kalau bibi Mo pasti sedang bicara buruk tentangnya.

'Jangan khawatir bibi Mo. Sekarang bicaralah sesukamu. Nanti saat tiba di kediaman jendral. Kamu lah yang akan mati pertama kali!' batin Yunan.

Sementara itu di perjalanan, mereka semua melewati sebuah hutan. Disana, bibi Mo meminta semua untuk berhenti. Mereka istirahat dan makan sebelum istirahat malam.

Yunan yang juga dibawakan bekal makanan oleh nenek Sun tidak berniat sama sekali untuk turun dari dalam kereta. Lagipula kalau dia turun, dia pun hanya mendapatkan tatapan tidak senang dari semua orang, itu pasti. Itu akan merusak selera makannya.

Bakpao dingin yang di berikan nenek Sun menjadi pengganjal perutnya malam ini.

Sementara itu di luar kereta, bibi Mo dan para pelayan sedang duduk di dekat bebatuan. Mereka mungkin juga akan bermalam di tempat itu.

"Bibi Mo, apa wanita desa itu tidak lapar?" tanya pelayan wanita itu.

Bibi Mo melah mendengus tidak senang.

"Halah, untuk apa kita perduli. Orang seperti dia itu, pasti sudah terbiasa tidak makan. Dia tidak akan mati hanya tidak makan satu hari!"

Yunan mendengar itu, Bibi Mo sepertinya sengaja mengatakan semua itu untuk membuat Yunan merasa sedih dan terkucilkan. Sayangnya, Yunan sama sekali tidak terpengaruh. Dia bukan lagi seseorang yang selalu memikirkan orang lain. Rendah diri dan selalu berusaha mengalah untuk mendapatkan kasih sayang keluarga. Akhir tragis lah yang dia dapatkan ketika dia melakukan semua itu. Sekarang tidak lagi.

Setelah melewati malam, rombongan itu pergi berjalan lagi menuju ibukota. Bahkan mereka baru tiba di siang hari.

Begitu kereta berhenti, bahkan tidak ada pelayan yang memberitahu Yunan untuk turun. Tapi, kenapa dia harus menunggu pelayan. Yunan membuka tirai dan turun dengan melompat tanpa terjatuh.

Yunan setidaknya bersyukur, akibat pelatihan ketat dari Xie Yuzin. Dia sungguh menjadi ahli beladiri.

Bibi Mo mendengus kesal, ketika dia melihat Yunan turun dari kereta kuda tanpa jatuh. Padahal dia sengaja melarang kusir untuk menyiapkan tangga.

"Siapa itu?"

"Cantik sekali!"

"Lihat! siapa itu!"

"Tuan Marquis dan nyonya sedang keluar. Temui saja dulu nona ketiga!" kata bibi Mo dengan nada judes.

"Silahkan tunjukkan jalannya!"

Yunan berusaha berbicara dengan nada yang sangat halus.

Bibi Mo menunjukkan jalan menuju paviliun tengah, Shen Yuxiao sedang berada disana.

Ketika mereka akan berbelok ke taman utama Kediaman Marquis yang besar itu. Seseorang berjalan juga ke arahnya bersama dengan seorang pria berpakaian pengawal membawa pedang di tangannya.

Yunan mengalihkan pandangannya perlahan ke pria yang berjalan dengan tegap dan penuh wibawa itu.

Kelopak mata itu bergetar, melihat siapa yang sedang berjalan di depannya. Pria yang ternyata telah menyelamatkannya. Tapi, dia dihasut Xie Yuzin untuk menghabisi pria itu.

'Dia...' lirih Yunan dalam hatinya.

Langkah gadis itu terhenti, sementara bibi Mo segera memberikan hormat pada Liu Yuting.

"Salam tuan perdana menteri!"

Pria itu tidak merespon sama sekali, hanya terus berjalan maju dengan tatapan tegas. Bahkan melewati Yunan pun, pria itu tetap berjalan begitu saja tanpa menoleh sedikit Bun.

'Liu Yuting, syukurlah kamu masih hidup!'

***

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Kedan Bawel 🍒

Kedan Bawel 🍒

Ya.. Momen penjemputan seperti ini lah yg seharusnya Yunan dapatkan..
Bukan seperti masa sebelumnya, yg penuh cobaan & pengkhianatan..

2026-06-08

4

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

memang dasarnya pelayan kurang ajar. sudah tau yuxiao ana yg ditukar masih aja kurang ajar sama anak sah. hadeuuhhhh.. emang jaman dl yaa ga bisa berkata2, ga jaman dulu ga jama sekarang, yg berkuasa lah yg menang🤭🤭

2026-06-22

2

Sekar

Sekar

paling suka cerita time travel/transmigrasi, apalagi klo ada ruang dimensinya😍😍💪💪

2026-06-08

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!