Aset Diamankan

Mata Arsela terus melihat ke pantulan cermin. Kaki pria itu berdiri sebentar di depan kamar, kemudian melanjutkan langkahnya. Sekarang dia berjalan menuju ruangan lain di sana.

“Apa kamu mendengar suara?”

“Belum,” bisik Arsela. “Sebentar ….”

DUK … DUK …

Terdengar suara seperti seseorang menghantam sesuatu.

“Sepertinya dia sedang membuka pintu kamar mandi,” jelas Arsela dengan suara berbisik.

“Bagus. Dia sudah terpancing. Tetap dia di tempatmu, jangan timbulkan suara apa pun.”

Arsela refleks menganggukkan kepalanya, seakan pria yang sedang berbicara dengannya bisa melihatnya.

Ketegangan masih menguasai Arsela, karena pria tadi masih berada di lantai atas. Dia mulai memeriksa ruangan di lantai dua satu per satu.

Wanita itu menahan nafasnya ketika langkah sang pria mendekati kamar. Jantungnya berdetak lebih cepat.

“Bagaimana keadaannya?” tanya agen yang memandunya. “Kalau dia tidak mendekat dan kamu tidak bisa bicara, tekan tombol nol di telepon.”

Arsela menekan tombol nol, kemudian menutup mulut dengan sebelah tangannya. “Dengar,” sang agen terdiam sebentar. Dengan suaranya yang masih terdengar tenang, dia lanjut bicara. “Kalau dia menemukanmu, kamu harus melawan sekuat tenaga. Bagaimanapun caranya kamu harus bertahan sampai aku datang.”

Pria di ujung telepon yang baru saja memberikan pengarahan pada Arsela menekan pedal gas lebih dalam. Sekitar lima menit lagi, dia akan sampai di sana.

Ketegangan dan ketakutan yang dirasakan Arsela sudah sampai ke puncaknya. Apalagi sekarang pria yang mengejarnya sudah berdiri di depan lemari.

BRAK!

Jantung Arsela serasa bergeser dari tempatnya begitu pintu terbuka. Tangan sang pria hendak menyibak deretan pakaian di depannya.

Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Arsela bersiap untuk menyerang.

SREK!

Begitu deretan pakaian yang tergantung tersibak, Arsela langsung bangun kemudian menerjang pria di depannya.

Terkejut dengan kemunculan Arsela yang tiba-tiba, pria itu tidak bisa menahan keseimbangannya. Pria itu terjatuh dengan posisi telentang.

Arsela mengambil parfum yang ada di meja rias. Tanpa ragu dia menyemprotkan cairan beralkohol itu ke mata pria tadi.

“Aaarrgghhh!!” terdengar teriakan pria itu ketika merasakan perih di matanya.

Hal tersebut dimanfaatkan Arsela untuk melarikan diri. Dia bersembunyi dulu di balik tembok ada di dekat tangga. Menunggu pria satu lagi datang. Di tangannya terdapat vas bunga yang diambilnya tadi.

Benar saja, mendengar teriakan temannya, Enrique bergegas menaiki anak tangga. Belum sempat pria itu memasuki kamar, Arsela langsung menyerangnya dari belakang. Dia memukulkan vas di tangannya ke kepala Enrique.

PRANG!

Vas langsung pecah ketika mengenai kepala Enrique. Pria itu hampir saja terjatuh sambil memegangi kepalanya yang terkena pukulan.

Tanpa membuang waktu, Arsela bergegas menuruni anak tangga.

Enrique langsung berbalik kemudian mengejar Arsela. Temannya pun ikut keluar setelah rasa perih di matanya sedikit berkurang.

Karena tidak melihat jalan, kaki Arsela tersandung kaki meja. Tanpa dapat ditahan, tubuh wanita itu meluncur ke depan kemudian jatuh berdebam ke lantai kayu di bawahnya.

Sambil menahan rasa sakit, Arsela berusaha bangun. Namun pergelangan kakinya berhasil diraih oleh Enrique. Sebisa mungkin Arsela berontak. Dia meraih barang apa pun di dekatnya, kemudian melemparkan pada Enrique.

BUGH!

Sebuah pukulan diberikan Enrique ke wajah Arsela. Untuk beberapa detik, wanita itu tidak bisa menguasai dirinya. Pandangannya hampir gelap akibat pukulan itu.

“Ingat Enrique! Kita harus menangkapnya hidup-hidup!” peringat Calleb dari belakang.

Sadar kalau buruannya harus tetap hidup, Enrique urung memukul kembali Arsela. Dia menarik rambut wanita itu hingga tubuhnya terseret.

“Aaarrrggghhh ….”

Suara rintihan dan erang kesakitan terdengar dari mulut Arsela. Tangannya mencoba menggapai tangan pria yang sedang menjambaknya. Sebisa mungkin dia melepaskan tangan pria itu dari kepalanya. Namun usahanya sia-sia.

Sekarang pria itu sudah berada di depan pintu. Ketika dia membuka pintu ….

BUGH!

Sebuah pukulan keras mengenai wajah pria tersebut. Tubuhnya mundur ke belakang dan pegangannya di rambut Arsela terlepas.

Belum sempat menyadari siapa orang yang sudah menyerangnya, kali ini sebuah tendangan mengenai perutnya. Tanpa dapat ditahan, tubuhnya melayang kemudian jatuh terhempas mengenai kursi di belakangnya.

Dengan cepat pria tadi membantu Arsela berdiri.

“Pergilah, naik ke mobilku. Cepat!!” titah pria yang ternyata agen yang sudah memandunya tadi.

Secepat kilat Arsela berlari menuju mobil yang terparkir. Dia masuk ke dalam lalu duduk. Kecemasan dan ketakutan belum sepenuhnya hilang dari darinya. Dadanya masih bergerak naik turun, nafasnya nampak terengah, tangannya juga masih bergetar.

Matanya terus tertuju pada rumah Camille. Berharap pria yang menolongnya tadi segera datang dan membawanya pergi.

Di dalam rumah, setelah berhasil membuat Enrique terjatuh, sekarang sang agen tengah menghadapi Calleb. Perkelahian di antara keduanya segera terjadi.

Sang agen menggerakkan kepalanya ke kanan untuk menghindari pukulan. Kemudian dia menangkap tangan Calleb, menariknya, kemudian melayangkan pukulan ke wajah pria itu menggunakan sikunya sebanyak dua kali.

Tubuh Calleb terdorong mundur. Dengan kesal dia mengusap darah yang keluar dari hidungnya. Pria itu kembali menyerang agen yang dihadapinya.

Sekarang dua jab beruntun mengenai wajahnya, diakhiri dengan sebuah upper cut ke dagunya. Tubuh Calleb kembali terdorong ke belakang.

BRUK!

Punggung Calleb menghantam keras lantai kayu, membuat pria itu mengerang kesakitan.

Secepat kilat agen tersebut keluar dari rumah. Ada hal penting yang harus dilakukannya, membawa Arsela pergi dari sini.

Melihat orang yang sudah menyelamatkan buruannya kabur, Enrique membantu Calleb berdiri. Keduanya segera mengejar agen tersebut.

Perasaan Arsela langsung lega ketika melihat penolongnya berlari mendekat. Pria itu segera masuk ke dalam mobil. Dia langsung menjalankan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan tinggi.

“Sh*t!!” maki Enrique ketika mobil yang ditumpangi Arsela melaju, tepat ketika dia tiba.

Calleb langsung mengambil ponselnya. Dia menghubungi rekannya yang lain.

“Halo.”

“Key-1 kabur. Dia pergi menggunakan mobil SUV warna silver dengan plat nomor FL-209-MQ.”

Usai melapor pada rekannya, Calleb mengajak Enrique mengejar mereka. Lebih dulu mereka kembali ke rumah penyekapan untuk mengambil mobil.

Kaki sang agen terus menekan pedal gas, menambah laju kecepatan mobilnya. Dia harus membawa Arsela ke safe house, sebelum membawa Arsela keluar dari Paris.

“Terima kasih sudah menyelamatkanku,” ujar Arsela membuka pembicaraan di antara mereka.

“Sudah tugasku.”

“Apa kamu yang memanduku di telepon tadi?”

“Hem.”

“Siapa namamu?”

“Kael.”

Arsela tersenyum tipis mendengar nama Kael. Dia yakin kalau itu bukan nama sebenarnya. Pria di sampingnya ini adalah seorang agen.

Karenanya tidak mungkin dia membocorkan identitas sebenarnya. Apalagi di tengah misi seperti ini.

Wanita itu menyandarkan kepalanya. Masih bisa dirasakan rasa sakit akibat jambakan Enrique tadi. Ditambah wajahnya yang terkena tonjokan. Denyutan disertai rasa linu dan nyeri masih bisa dirasakan olehnya.

Kael melirik wanita di sampingnya. Bisa dia lihat luka memar di wajah Arsela.

“Selain memar di wajahmu, apa ada bagian lain yang terluka?”

“Hanya kepalaku. Laki-laki sialan itu menjambakku cukup kencang tadi,” Arsela mengusap kepalanya yang masih terasa nyeri. “Sekarang kita ke mana?”

“Safe house.”

Kael memasang earpiece di telinganya. Dia menekan layar ponsel yang terpasang di dashboard. Tak berapa lama, terdengar deringan telepon.

“Aset sudah berhasil diamankan. Kami menuju safe house sekarang.”

“Oke.”

Mata Kael melirik ke spion. Dari pantulan cermin, nampak sebuah kendaraan mendekati mobilnya.

“Kami diikuti, segera kirim bantuan. Lacak lokasiku dari ponselku.”

Kael segera mengakhiri panggilan. Kini konsentrasinya kembali ke jalan di depannya. Mobil di belakang mereka semakin mendekat.

“Menunduk!” titah Kael cepat ketika melihat mobil di belakang sudah berada di samping mobilnya.

Orang di dalam mobil tersebut membuka kaca jendela, kemudian mengarahkan senjata ke arah Kael.

***

Jangan lupa ditoel bintang 5-nya ya🤗

Terpopuler

Comments

tehNci

tehNci

Untunglah Arsela pintar. Jadi, bisa selamat dari penculikan, untuk sementara..Mau dijadikan bahan penelitian atau gimana itu Arsela. Diambil DNA, trus mau dibandingin dgn yang lain. Apa sebenarnya yg sedang diinginkan penculik arsela?

2026-06-08

4

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

huumm Kael Adrian 🤔..... ternyata Arkan udah nyampe dan menyelamatkan Arsela....apakah mereka akan berjodoh kelak ?
secara kan nama urutan huruf ke satu dan ke dua ber-awalan Ar 😂

2026-06-08

2

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋ʝυͥтͫєͣкᷤ❀∂я

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋ʝυͥтͫєͣкᷤ❀∂я

bagus sela buruan cari tempat sembunyi yg baru lagi ,kamu harus bisa bertahan sampe yg nolongin km datang

2026-06-09

1

lihat semua
Episodes
1 Key-1
2 Aset Diamankan
3 Turtle and Strike
4 Siasat
5 Penyamaran
6 Zyan is Back
7 Kenzo in Action
8 Kode Dari Kael
9 Detroit to Cadaques
10 DNA Haplogroup
11 Regalis-V
12 Transaksi Berbahaya
13 Memasuki Verentis Sentral
14 Kericuhan
15 Reaksi Tak Terduga
16 Rencana Pelarian
17 Pelarian Berisiko Tinggi
18 Menerobos Blok Kematian
19 The Great Escape
20 Operasi Penyusupan
21 Operasi Senyap
22 Deadly Chase
23 Hilang Tanpa Jejak
24 Saling Menguatkan
25 Doamu Sampai ke Langit
26 Kode Dari Veramone
27 Perburuan Haplogroup
28 New Safe House
29 Operasi Pengalihan
30 Perburuan Aset #1
31 Perburuan Aset #2
32 Target Not Found
33 Tawaran Mikhail Orlov
34 Perburuan Belum Usai
35 Aksi Penyusupan
36 Misi di Mansion Blackwood
37 Kejar-Kejaran
38 DNA yang Dicuri
39 Y DNA-O Terdeteksi
40 Target Terakhir
41 Bahaya Mengintai
42 Perburuan Sang Juara
43 Serangan Terbuka
44 Keberangkatan Paksa
45 Pelarian Sang Jenius
46 David vs Goliath
47 Pelarian Belum Berakhir
48 Suaka Sementara
49 Safe
50 Pelukan Menenangkan
51 Terbongkar
52 Noera Shahla
53 Pelepas Rindu
54 Kecemburuan yang Menggemaskan
55 Jebakan Untuk Lilia
56 Penyamaran Baru
57 Sekutu Baru
58 Di Jantung Vexion
59 Detik-Detik Menegangkan
60 Keraguan Arman
61 Adu Strategi
62 Sampel Palsu
63 Suami Posesif
64 Jejak Perselingkuhan
65 Pertemuan Rahasia
66 Perburuan Noera
67 Akhir Riwayat Simon
68 Serangan Balik
69 Pertemuan di Cala Pescara
70 Topeng yang Terlepas
71 Memecah Barisan
72 Di Ujung Tanduk
73 Deklarasi Perang
74 Keuntungan Tidak Terduga
75 Menuju Pulau Solmira
76 Malam Infiltrasi
77 Menembus Pertahanan
78 Mission Accomplished
79 The Secret Revealed
80 Serbuan ke Safe House
81 Target Berikutnya
82 Penyanderaan
83 Serangan Balik
84 Serangan Gelombang Kedua
85 Serangan Dua Arah
86 Dua Medan Pertempuran
87 Perlawanan di Mansion Blackwood
88 Penyelamatan Tepat Waktu
89 Menyusun Serangan Balasan
90 Penghentian Black Lock
91 Target Berikutnya
92 Langkah Pertama Leonardo
93 Masuk Perangkap
94 Leonardo on Target
95 Di Ujung Kematian
96 Perburuan Dua Saksi
97 Rencana Penyergapan
98 Serangan Mendadak
99 Penyergapan Terakhir
100 Penyergapan Terakhir
101 Virus Immunovex
102 Operasi Pulau Elba
103 Harapan di Tengah Krisis
104 Perburuan Dimulai
105 Serangan Serentak
106 Mission Completed
107 Serangan Terakhir
108 Liburan Keluarga
109 Farewell Party
110 Kebahagiaan Sempurna
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Key-1
2
Aset Diamankan
3
Turtle and Strike
4
Siasat
5
Penyamaran
6
Zyan is Back
7
Kenzo in Action
8
Kode Dari Kael
9
Detroit to Cadaques
10
DNA Haplogroup
11
Regalis-V
12
Transaksi Berbahaya
13
Memasuki Verentis Sentral
14
Kericuhan
15
Reaksi Tak Terduga
16
Rencana Pelarian
17
Pelarian Berisiko Tinggi
18
Menerobos Blok Kematian
19
The Great Escape
20
Operasi Penyusupan
21
Operasi Senyap
22
Deadly Chase
23
Hilang Tanpa Jejak
24
Saling Menguatkan
25
Doamu Sampai ke Langit
26
Kode Dari Veramone
27
Perburuan Haplogroup
28
New Safe House
29
Operasi Pengalihan
30
Perburuan Aset #1
31
Perburuan Aset #2
32
Target Not Found
33
Tawaran Mikhail Orlov
34
Perburuan Belum Usai
35
Aksi Penyusupan
36
Misi di Mansion Blackwood
37
Kejar-Kejaran
38
DNA yang Dicuri
39
Y DNA-O Terdeteksi
40
Target Terakhir
41
Bahaya Mengintai
42
Perburuan Sang Juara
43
Serangan Terbuka
44
Keberangkatan Paksa
45
Pelarian Sang Jenius
46
David vs Goliath
47
Pelarian Belum Berakhir
48
Suaka Sementara
49
Safe
50
Pelukan Menenangkan
51
Terbongkar
52
Noera Shahla
53
Pelepas Rindu
54
Kecemburuan yang Menggemaskan
55
Jebakan Untuk Lilia
56
Penyamaran Baru
57
Sekutu Baru
58
Di Jantung Vexion
59
Detik-Detik Menegangkan
60
Keraguan Arman
61
Adu Strategi
62
Sampel Palsu
63
Suami Posesif
64
Jejak Perselingkuhan
65
Pertemuan Rahasia
66
Perburuan Noera
67
Akhir Riwayat Simon
68
Serangan Balik
69
Pertemuan di Cala Pescara
70
Topeng yang Terlepas
71
Memecah Barisan
72
Di Ujung Tanduk
73
Deklarasi Perang
74
Keuntungan Tidak Terduga
75
Menuju Pulau Solmira
76
Malam Infiltrasi
77
Menembus Pertahanan
78
Mission Accomplished
79
The Secret Revealed
80
Serbuan ke Safe House
81
Target Berikutnya
82
Penyanderaan
83
Serangan Balik
84
Serangan Gelombang Kedua
85
Serangan Dua Arah
86
Dua Medan Pertempuran
87
Perlawanan di Mansion Blackwood
88
Penyelamatan Tepat Waktu
89
Menyusun Serangan Balasan
90
Penghentian Black Lock
91
Target Berikutnya
92
Langkah Pertama Leonardo
93
Masuk Perangkap
94
Leonardo on Target
95
Di Ujung Kematian
96
Perburuan Dua Saksi
97
Rencana Penyergapan
98
Serangan Mendadak
99
Penyergapan Terakhir
100
Penyergapan Terakhir
101
Virus Immunovex
102
Operasi Pulau Elba
103
Harapan di Tengah Krisis
104
Perburuan Dimulai
105
Serangan Serentak
106
Mission Completed
107
Serangan Terakhir
108
Liburan Keluarga
109
Farewell Party
110
Kebahagiaan Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!