Turtle and Strike

“Menunduk!”

Kael menggunakan sebelah tangannya untuk menekan kepala Arsela agar menunduk. Pria itu juga ikut menunduk sambil terus menjalankan kendaraannya.

“Aaaaa!!”

Terdengar teriakan Arsela ketika peluru menembus kaca jendela di mana kursi Kael berada. Sang penembak kembali menembakkan lagi senjatanya dan kali ini mengenai kaca jendela kursi Arsela. Serpihan peluru mengenai pelipisnya.

Dengan cepat Kael membanting setir ke kanan. Sambil terus menekan gas dia mendorong mobil yang mengejarnya hingga menempel ke pembatas jalan. Untuk beberapa saat Kael masih mempertahankan posisi mobilnya seperti itu.

Mobil yang dipepet Kael tidak bisa mempertahankan posisi hingga naik ke trotoar. Kael langsung memanfaatkan kesempatan. Dia menekan pedal gas lebih jalan, melaju secepat mungkin.

“Kamu tidak apa-apa? Coba kulihat lukamu.”

Arsela menolehkan kepalanya. Sambil sesekali melihat ke jalan di depannya, Kael memeriksa luka di pelipis Arsela.

“Kamu hanya terkena serpihan kaca. Tekan lukamu dengan tisu agar darahnya berhenti keluar.”

Arsela melakukan apa yang diperintahkan Kael.

Di saat Arsela sedang mengurus lukanya, Kael menghubungi kembali timnya.

“Mana bantuan yang kuminta? Kami dikejar dan ditembaki!”

“Aset sedang berjalan ke arahmu bertahanlah!”

Kael terus melajukan kendaraannya. Matanya melihat ke arah spion. Rupanya mobil yang tadi berhasil dipepetnya kembali mengejar.

“Sh*t!” maki Kael. Dia mengambil pistolnya dari balik pinggangnya. “Apa kamu bisa memegang setirnya sebentar?” tanya Kael sambil melihat pada Arsela.

“A-Aku ti—“

Belum selesai Arsela berbicara, Kael sudah melepaskan tangannya dari setir. Pria itu sedikit mengeluarkan tubuhnya dari jendela sambil menembakkan pistol di tangannya beberapa kali.

Arsela cukup kesulitan memegang setir dengan posisinya sekarang. Tapi sebisa mungkin dia mengendalikan jalannya kendaraan.

“Ooh … Kael … Kael!!” teriak Arsela, membuat Kael menolehkan kepalanya. Pria itu kembali masuk dan mengambil alih kemudi, tepat ketika mobil hampir menabrak tiang di sisi jalan.

Jantung Arsela hampir bergeser dari tempatnya. Rupanya kejadian yang memacu adrenalin masih belum selesai mengikutinya.

Dari kaca spion, Kael melihat dua mobil mendekat. Dia tahu kalau itu bantuan yang dikirimkan rekannya. Perasaannya sedikit lega sekarang. Pria itu terus memacu mobilnya sambil sesekali melihat jalan di depannya.

BRAAKK!

Sebuah mobil menghantam bodi bagian belakang mobil yang dikendarai Kael. Mobil berputar beberapa kali, sampai akhirnya berhenti ketika menabrak trotoar.

Tubuh Kael dan Arsela terguncang beberapa kali akibat benturan keras tadi.

“Aaarrgghhh,” Kael mengerang kesakitan sambil memegangi keningnya yang terkena goresan sisa pecahan kaca jendela. “Sela … kamu tidak apa-apa?”

“Ya.”

“Ayo turun.”

Beberapa kali Kael mendorong pintu yang macet, hingga akhirnya terbuka. Dia segera membantu Arsela membuka pintu. Begitu membantu Arsela keluar, matanya langsung melihat ke belakang. Mobil yang menabraknya tadi berhenti secara mendadak.

Matanya memicing, mencoba melihat pria yang ada di dalam mobil.

“Ayo!”

Kael langsung menarik tangan Arsela, membawanya menjauh dari jalan. Orang yang dilihatnya di dalam mobil, adalah pria yang tadi mengincar Arsela di rumah.

Melihat buruannya kabur, sang pengemudi kembali menjalankan kendaraannya.

Sambil sesekali melihat ke belakang, Kael terus berlari. Tangannya menggenggam erat tangan Arsela. Jangan sampai gadis itu lepas dari penjagaannya.

Melihat ada jalan kecil di dekatnya, Kael segera menarik Arsela ke sana. Jalanan yang dilaluinya sekarang tidak cukup untuk dilalui kendaraan roda empat.

Arsela mendongakkan kepalanya ketika merasakan tetesan air dari atas. Hujan yang awalnya hanya rintik kecil, kini mulai membesar.

Derap suara kaki terdengar memenuhi jalanan yang digenangi air. Sepanjang jalan hanya terdapat deretan gedung gelap, seperti tidak ada kehidupan di gang ini.

Kael menarik tangan Arsela memasuki gedung kosong yang ada di sisi kiri jalan. Keduanya terus memasuki gedung yang terdapat pilar-pilar tinggi di dalamnya. keduanya bersembunyi di balik salah satu pilar besar.

“Sela … aku mau kamu naik ke atas. Carilah tempat persembunyian di sana. Mengerti?”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku akan menghadang musuh di sini. Kamu sebaiknya cepat bersembunyi.”

“A-Aku takut,” suara Arsela terdengar bergetar.

“Tenanglah. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu. Pegang ini. Tikam orang yang berusaha menyakitimu,” Kael memberikan pisau lipat taktis ke tangan Arsela. “Bersembunyilah sekarang. Cepat!”

Secepat kilat Arsela berlari menaiki tangga. Wanita itu segera mencari ruangan yang aman untuk bersembunyi.

Kael masih bertahan di tempatnya. Dia melihat dulu peluru yang tersisa di dalam pistolnya. Hanya tersisa empat peluru lagi di sana.

Pria itu tetap bersembunyi di balik pilar besar sambil melihat ke pintu masuk. Dapat dia dengar suara derap kaki mendekat.

“Di mana mereka?!” tanya Enrique.

“Sepertinya mereka ada di sini!” tunjuk Caleb ke gedung kosong di sebelah kirinya.

Pelan-pelan keduanya masuk dengan tangan masing-masing memegang senjata api. Keduanya nampak berhati-hati dan sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.

Dengan gerakan tangan, Enrique meminta Caleb naik ke atas. Sementara dirinya akan menyusuri ruangan bawah.

Ketika Caleb mulai menaiki anak tangga, perhatian Kael tertuju pada Enrique. Mereka menginginkan Arsela hidup-hidup, pasti tidak akan menyakiti wanita itu.

Kael mengendap mendekati Enrique yang sedang mencari keberadaannya.

KRAK!

Tanpa sengaja Kael menginjak pecahan beling. Sontak Enrique langsung menolah. Refleks Kael menundukkan kepalanya sambil berlari ke balik pilar untuk bersembunyi.

Suara tembakan terdengar bergema di gedung kosong ini.

Jantung Arsela berdebar tak karuan begitu mendengar suara tembakan. Ketakutannya menjadi dobel. Takut tertangkap dan takut sesuatu terjadi pada Kael.

Wanita itu semakin menundukkan tubuhnya di bawah meja besar yang ada di ruangan tempatnya bersembunyi.

Samar-samar dia bisa mendengar langkah kaki mendekat. Arsela menutup mulut dengan sebelah tangannya. Sebelahnya lagi menggenggam pisau lipat yang diberikan Kael.

Di ruangan bawah, adu tembakan terjadi antara Kael dan Enrique. Kael menembakkan peluru terakhirnya dan berhasil mengenai lengan Enrique.

“Sh*t!” maki Enrique sambil memegang lengannya yang terkena tembakan.

Kael keluar dari persembunyian dan secepat kilat berlari menuju Enrique. Dia menumpukan sebelah kakinya ke pilar di dekatnya, kemudian melayangkan tendangan berputar pada Enrique.

Tubuh pria itu jatuh terhempas dan pistolnya terlepas jauh darinya.

Belum sempat dia berdiri, Kael sudah berada di dekatnya. Pria itu menduduki perut Enrique kemudian melayangkan pukulan bertubi ke wajah pria itu.

Enrique sudah hampir kehilangan kesadarannya. Tubuhnya sudah terkulai lemas. Darah sudah memenuhi wajahnya.

Kael segera bangun, kemudian mengambil pistol milik Enrique. Pria itu hendak menuju lantai atas, membantu Arsela.

Namun langkahnya tertahan ketika tangan Enrique memeluk kakinya erat. Kael berusaha melepaskan diri, namun pegangan Enrique sulit dilepaskan.

Pria itu mengarahkan senjatanya ke kepala Enrique, kemudian menembakkannya tanpa berkedip.

Seketika tubuh Enrique jatuh dengan kepala bersimbah darah. Tanpa mempedulikan pria itu, Kael segera melanjutkan langkahnya.

Caleb yang belum tahu apa yang terjadi pada rekannya, masih mencari keberadaan Arsela. Sekarang pria itu sudah berada di ruangan di mana Arsela bersembunyi.

“Key-1 di mana kamu?” tanya Caleb.

Arsela semakin tercekat. Kali ini dia menggenggam pisau dengan kedua tangannya. Dia sudah membuka pisau lipat dengan ujung pisau menghadap ke atas.

Langkah kaki Caleb semakin mendekati meja tempatnya bersembunyi. Wanita itu bisa melihat ujung sepatu Caleb semakin mendekatinya.

***

Awas yang tahan napas, jangan sampai jebol dari belakang😁

Terpopuler

Comments

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤

fiuhhh.....huhhh.....baru hembus nafas dr mulai baca engap nahan nafas .....😂

2026-06-10

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋ʝυͥтͫєͣкᷤ❀∂я

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋ʝυͥтͫєͣкᷤ❀∂я

tembak aja knp sih ,biar cepet

2026-06-09

1

Cucun Sukmawati

Cucun Sukmawati

aku mampir y Mak,,maaf g ikutan koment di bab awal,,da yg kebukanya tok tok Mulu,,,semoga novel yg ini retensinya baik y Mak,,semangat🥰🥰🥰

2026-06-09

2

lihat semua
Episodes
1 Key-1
2 Aset Diamankan
3 Turtle and Strike
4 Siasat
5 Penyamaran
6 Zyan is Back
7 Kenzo in Action
8 Kode Dari Kael
9 Detroit to Cadaques
10 DNA Haplogroup
11 Regalis-V
12 Transaksi Berbahaya
13 Memasuki Verentis Sentral
14 Kericuhan
15 Reaksi Tak Terduga
16 Rencana Pelarian
17 Pelarian Berisiko Tinggi
18 Menerobos Blok Kematian
19 The Great Escape
20 Operasi Penyusupan
21 Operasi Senyap
22 Deadly Chase
23 Hilang Tanpa Jejak
24 Saling Menguatkan
25 Doamu Sampai ke Langit
26 Kode Dari Veramone
27 Perburuan Haplogroup
28 New Safe House
29 Operasi Pengalihan
30 Perburuan Aset #1
31 Perburuan Aset #2
32 Target Not Found
33 Tawaran Mikhail Orlov
34 Perburuan Belum Usai
35 Aksi Penyusupan
36 Misi di Mansion Blackwood
37 Kejar-Kejaran
38 DNA yang Dicuri
39 Y DNA-O Terdeteksi
40 Target Terakhir
41 Bahaya Mengintai
42 Perburuan Sang Juara
43 Serangan Terbuka
44 Keberangkatan Paksa
45 Pelarian Sang Jenius
46 David vs Goliath
47 Pelarian Belum Berakhir
48 Suaka Sementara
49 Safe
50 Pelukan Menenangkan
51 Terbongkar
52 Noera Shahla
53 Pelepas Rindu
54 Kecemburuan yang Menggemaskan
55 Jebakan Untuk Lilia
56 Penyamaran Baru
57 Sekutu Baru
58 Di Jantung Vexion
59 Detik-Detik Menegangkan
60 Keraguan Arman
61 Adu Strategi
62 Sampel Palsu
63 Suami Posesif
64 Jejak Perselingkuhan
65 Pertemuan Rahasia
66 Perburuan Noera
67 Akhir Riwayat Simon
68 Serangan Balik
69 Pertemuan di Cala Pescara
70 Topeng yang Terlepas
71 Memecah Barisan
72 Di Ujung Tanduk
73 Deklarasi Perang
74 Keuntungan Tidak Terduga
75 Menuju Pulau Solmira
76 Malam Infiltrasi
77 Menembus Pertahanan
78 Mission Accomplished
79 The Secret Revealed
80 Serbuan ke Safe House
81 Target Berikutnya
82 Penyanderaan
83 Serangan Balik
84 Serangan Gelombang Kedua
85 Serangan Dua Arah
86 Dua Medan Pertempuran
87 Perlawanan di Mansion Blackwood
88 Penyelamatan Tepat Waktu
89 Menyusun Serangan Balasan
90 Penghentian Black Lock
91 Target Berikutnya
92 Langkah Pertama Leonardo
93 Masuk Perangkap
94 Leonardo on Target
95 Di Ujung Kematian
96 Perburuan Dua Saksi
97 Rencana Penyergapan
98 Serangan Mendadak
99 Penyergapan Terakhir
100 Penyergapan Terakhir
101 Virus Immunovex
102 Operasi Pulau Elba
103 Harapan di Tengah Krisis
104 Perburuan Dimulai
105 Serangan Serentak
106 Mission Completed
107 Serangan Terakhir
108 Liburan Keluarga
109 Farewell Party
110 Kebahagiaan Sempurna
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Key-1
2
Aset Diamankan
3
Turtle and Strike
4
Siasat
5
Penyamaran
6
Zyan is Back
7
Kenzo in Action
8
Kode Dari Kael
9
Detroit to Cadaques
10
DNA Haplogroup
11
Regalis-V
12
Transaksi Berbahaya
13
Memasuki Verentis Sentral
14
Kericuhan
15
Reaksi Tak Terduga
16
Rencana Pelarian
17
Pelarian Berisiko Tinggi
18
Menerobos Blok Kematian
19
The Great Escape
20
Operasi Penyusupan
21
Operasi Senyap
22
Deadly Chase
23
Hilang Tanpa Jejak
24
Saling Menguatkan
25
Doamu Sampai ke Langit
26
Kode Dari Veramone
27
Perburuan Haplogroup
28
New Safe House
29
Operasi Pengalihan
30
Perburuan Aset #1
31
Perburuan Aset #2
32
Target Not Found
33
Tawaran Mikhail Orlov
34
Perburuan Belum Usai
35
Aksi Penyusupan
36
Misi di Mansion Blackwood
37
Kejar-Kejaran
38
DNA yang Dicuri
39
Y DNA-O Terdeteksi
40
Target Terakhir
41
Bahaya Mengintai
42
Perburuan Sang Juara
43
Serangan Terbuka
44
Keberangkatan Paksa
45
Pelarian Sang Jenius
46
David vs Goliath
47
Pelarian Belum Berakhir
48
Suaka Sementara
49
Safe
50
Pelukan Menenangkan
51
Terbongkar
52
Noera Shahla
53
Pelepas Rindu
54
Kecemburuan yang Menggemaskan
55
Jebakan Untuk Lilia
56
Penyamaran Baru
57
Sekutu Baru
58
Di Jantung Vexion
59
Detik-Detik Menegangkan
60
Keraguan Arman
61
Adu Strategi
62
Sampel Palsu
63
Suami Posesif
64
Jejak Perselingkuhan
65
Pertemuan Rahasia
66
Perburuan Noera
67
Akhir Riwayat Simon
68
Serangan Balik
69
Pertemuan di Cala Pescara
70
Topeng yang Terlepas
71
Memecah Barisan
72
Di Ujung Tanduk
73
Deklarasi Perang
74
Keuntungan Tidak Terduga
75
Menuju Pulau Solmira
76
Malam Infiltrasi
77
Menembus Pertahanan
78
Mission Accomplished
79
The Secret Revealed
80
Serbuan ke Safe House
81
Target Berikutnya
82
Penyanderaan
83
Serangan Balik
84
Serangan Gelombang Kedua
85
Serangan Dua Arah
86
Dua Medan Pertempuran
87
Perlawanan di Mansion Blackwood
88
Penyelamatan Tepat Waktu
89
Menyusun Serangan Balasan
90
Penghentian Black Lock
91
Target Berikutnya
92
Langkah Pertama Leonardo
93
Masuk Perangkap
94
Leonardo on Target
95
Di Ujung Kematian
96
Perburuan Dua Saksi
97
Rencana Penyergapan
98
Serangan Mendadak
99
Penyergapan Terakhir
100
Penyergapan Terakhir
101
Virus Immunovex
102
Operasi Pulau Elba
103
Harapan di Tengah Krisis
104
Perburuan Dimulai
105
Serangan Serentak
106
Mission Completed
107
Serangan Terakhir
108
Liburan Keluarga
109
Farewell Party
110
Kebahagiaan Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!