Siasat

Secepat kilat Arsela menancapkan pisau di tangannya ke kaki Calleb, JLEB!

“Aaarrgghh!”

Calleb berteriak kencang ketika merasakan tusukan di kakinya. Refleks tubuh pria itu mundur sedikit ke belakang. Di saat bersamaan, Arsela keluar dari persembunyiannya. Menggunakan bahunya, dia menabrak Calleb hingga jatuh terjengkang.

Segera saja Arsela berlari meninggalkan ruangan.

Calleb menarik pisau yang menancap di kakinya. Pria itu kemudian segera mengejar Arsela. Tangannya terulur hendak menarik kerah baju wanita itu.

Belum sempat tangannya sampai, sebuah tendangan mengenainya. Tubuh Calleb kembali terjatuh. Kael tak memberi kesempatan bagi Calleb untuk bernapas. Kembali sebuah tendangan Kael mengarah padanya. Kali ini mengenai dadanya dengan kencang.

Kembali terdengar erangan Calleb ketika punggungnya mengenai ujung meja kemudian terjatuh ke lantai. Untuk kali ini, dia tidak bisa menegakkan tubuhnya lagi. Kael langsung berjongkok di dekat pria itu.

“Siapa yang menyuruhmu menculiknya?”

“Nenekmu,” jawab Calleb sambil terkekeh.

BUGH!

Sebuah pukulan mendarat di wajah Calleb, hidungnya langsung mengeluarkan darah.

“Jawab dengan benar, atau aku akan membuatmu menyusul temanmu yang sudah lebih dulu ke neraka.”

Mimik wajah Calleb langsung berubah begitu mendengar kalau Enrique sudah kehilangan nyawanya. Didorong amarah, pria itu mencoba bangun, tapi Kael menekan dadanya cukup kencang.

“Kesempatan terakhir. Siapa yang menyuruhmu?”

“Bunuh saja aku.”

“As you wish.”

Dengan cepat Kael mengambil pisau lalu menancapkannya ke dada Calleb. Mata pria itu membelalak, terkejut dengan tindakan Kael.

Arsela tak berani melihat pada Calleb yang sedang meregang nyawa. Dia terkejut ketika Kael menarik tangannya.

Saat akan menuruni tangga, Kael mendengar suara langkah kaki memasuki gedung tempatnya berada. Pria itu kembali ke dekat Calleb untuk mengambil pistol pria itu.

“Bersembunyilah,” lirih Kael sambil melihat ruangan kosong lain. Bergegas Arsela menuju ruangan tersebut.

Sementara Kael bersembunyi di balik pilar. Tangannya memegang senjata dengan erat. Matanya terus mengawasi ke arah tangga.

Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga hingga akhirnya sampai di lantai atas. Dari balik pilar, Kael melihat seorang pria mengenakan pakaian serba hitam. Dia tidak bisa melihat jelas wajah pria itu karena topi yang dikenakannya.

Ketika pria tersebut semakin mendekati posisinya, dengan cepat Kael muncul sambil menodongkan pistol di tangannya. Refleks pria itu juga menodongkan pistol pada Kael.

“Kael!” panggilnya.

“Jay!”

Keduanya langsung mengamankan pistol masing-masing. Orang yang baru saja datang adalah Jay, rekannya yang sedang menjalankan tugasnya di negara ini.

“Maaf aku terlambat datang. Apa kamu baik-baik saja?”

“Ya.”

“Di mana Arsela?”

Tanpa mengatakan apa pun, Kael langsung mencari keberadaan Arsela. Pria itu memasuki ruangan tempat wanita itu bersembunyi.

“Sela,” panggilnya.

Pelan-pelan Arsela keluar dari persembunyiannya. Wanita itu bergegas mendekat.

“Ayo, waktunya pergi.”

Arsela pasrah saja ketika Kael menggandeng tangannya. Keduanya segera mengikuti Jay yang langsung memandunya ke mobil.

“Aku akan membawa kalian ke safe house,” ujar Jay begitu mereka sudah berada di mobil.

“Kami harus secepatnya keluar dari sini. Keberadaan Arsela tidak aman. Orang-orang yang memburu kami bisa datang kapan saja. Tidak aman kalau dia terus berada di sini.”

“Baiklah. Aku akan mengurus dulu semua dokumennya. Untuk sementara kalian tinggal di hotel dekat bandara. Besok pagi kalian sudah bisa meninggalkan negara ini.”

“Oke.”

Jay lebih dulu menghubungi rekannya yang lain. Dia minta dipesankan kamar atas nama Mr. dan Mrs. Smith.

Tak sampai setengah jam, mereka sudah tiba di hotel Monceau Prive, salah satu hotel bintang tiga yang ada di kota Paris. Lokasinya hanya berkisar satu kilometer dari bandara.

“Kalian tunggulah di dekat lift. Aku yang akan mengurus reservasi.”

Kepala Kael hanya mengangguk. Dia segera mengajak Arsela menuju lift. Pria itu meminta Arsela terus menundukkan kepalanya, agar wajahnya tidak terekam kamera CCTV.

Lima menit berselang, Jay sudah selesai mengurus reservasi, di tangannya sudah terdapat keycard pintu kamar yang dipesannya.

Begitu pintu lift terbuka, ketiganya segera memasuki kotak persegi tersebut. begitu lift tiba di lantai delapan, Jay memberi tanda pada Kael dan Arsela untuk keluar. Di koridor, Kael melihat seorang petugas housekeeping sedang berdiri di depan sebuah pintu kamar yang terbuka.

Tanpa sepengetahuan petugas housekeeping tersebut, Kael mengambil key card yang tergantung di pinggangnya. Selanjutnya dia kembali berjalan seolah tidak terjadi apa-apa.

Jay membukakan pintu kamar yang sudah dipesannya. Sebuah kamar tipe standar dengan sebuah kasur berukuran king size di dalamnya.

“Besok pukul enam pagi, aku akan menjemput kalian,” Jay menyerahkan tas yang dibawanya pada Kael. “Aku akan mengirimkan foto di paspor kalian.”

“Oke. Tunggu kami di basement saja.”

Kepala Jay mengangguk. Kemudian pria itu segera keluar dari kamar.

Sepeninggal Jay, Kael memeriksa keadaan kamar. Dia melihat keadaan di luar dari balik gorden. Ditutupnya kembali gorden hingga menutupi kaca jendela.

Selanjutnya dia menaruh sebuah kamera kecil di sudut ruangan. Pria itu segera menghubungkan kamera ke ponselnya.

Terakhir, Kael menaruh alat penyadap di bawah meja rias di kamar tersebut.

“Apa malam ini kita akan menginap di sini?” tanya Arsela.

“Tidak.”

“Apa maksudmu?”

Tidak ada jawaban dari Kael. Pelan-pelan dia membuka pintu kamar. Kepalanya sedikit keluar, melihat keadaan sekitar. Sejak tiba di lantai ini, pria itu sudah mempelajari koridor di sini. Tidak ada kamera CCTV yang terpasang.

Tangannya bergerak meminta Arsela untuk mengikutinya.

Dengan cepat Arsela mengikuti Kael keluar dari kamar. Pria itu segera menuju kamar yang tadi dibersihkan petugas housekeeping. Dia menempelkan kartu akses yang dicurinya tadi.

Begitu pintu terbuka, keduanya segera masuk ke dalam. Kamar ini masih memiliki tipe yang sama, hanya saja dengan twin bed.

“Kalau kamu mandi, ada pakaian di tas ini,” Kael memberikan tas yang diberikan Jay tadi.

Tanpa bertanya lagi, Arsela mengeluarkan pakaian dari dalam tas, kemudian masuk ke kamar mandi. Sementara Kael mendudukkan diri di sofa single yang ada di kamar. Matanya terus memperhatikan layar ponselnya.

Perhatiannya teralihkan ketika pintu kamar mandi terbuka. Pria itu bangun dari duduknya lalu mengambil kotak P3K dari dalam tas. Dia juga mengambil minuman kaleng dingin dari mini bar.

“Duduklah!” titahnya.

Arsela menurut saja apa yang dikatakan Kael. Pria itu menarik sofa ke dekat ranjang. Diperhatikannya luka di wajah Arsela. Dia kemudian mengeluarkan kasa alkohol dari kotak P3K. Pelan-pelan dia menempelkan kasa ke luka di pelipis wanita itu.

Terdengar ringisan Arsela ketika lukanya terkena kasa alkohol. “Tahan sebentar,” ujar Kael. Setelahnya dia memasangkan plester ke luka tersebut.

“Kompres luka memarmu dengan kaleng minuman ini supaya memarnya berkurang.”

“Terima kasih. Kamu juga terluka.”

Kael menyentuh pelipisnya yang terluka. Darah di lukanya sudah mengering. “Ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobatinya sendiri.”

Setelah mengatakan itu, Kael masuk ke dalam kamar mandi. Dia juga perlu membersihkan diri.

***

Pukul satu dini hari, di koridor lantai delapan, nampak tiga orang mengendap mendekati kamar yang diketahui terdapat Arsela di dalamnya. Salah satu pria menempelkan kartu akses. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka.

Terpopuler

Comments

Lila

Lila

tamu mana nih yg dtng pagi2 buta???
maaf tuan rumahnya lg gak ada di kamar/Smile/

2026-06-10

2

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ

pasti ada mata2 dan musuh dalam selimut yang selalu mengintai dan mengikuti mereka.apalagi Arsela target utama.harus waspada dan lebih cerdik .

2026-06-16

2

Euis Sri

Euis Sri

feelingnya Kael tajam dan pintar memahami situasi,.

2026-06-10

2

lihat semua
Episodes
1 Key-1
2 Aset Diamankan
3 Turtle and Strike
4 Siasat
5 Penyamaran
6 Zyan is Back
7 Kenzo in Action
8 Kode Dari Kael
9 Detroit to Cadaques
10 DNA Haplogroup
11 Regalis-V
12 Transaksi Berbahaya
13 Memasuki Verentis Sentral
14 Kericuhan
15 Reaksi Tak Terduga
16 Rencana Pelarian
17 Pelarian Berisiko Tinggi
18 Menerobos Blok Kematian
19 The Great Escape
20 Operasi Penyusupan
21 Operasi Senyap
22 Deadly Chase
23 Hilang Tanpa Jejak
24 Saling Menguatkan
25 Doamu Sampai ke Langit
26 Kode Dari Veramone
27 Perburuan Haplogroup
28 New Safe House
29 Operasi Pengalihan
30 Perburuan Aset #1
31 Perburuan Aset #2
32 Target Not Found
33 Tawaran Mikhail Orlov
34 Perburuan Belum Usai
35 Aksi Penyusupan
36 Misi di Mansion Blackwood
37 Kejar-Kejaran
38 DNA yang Dicuri
39 Y DNA-O Terdeteksi
40 Target Terakhir
41 Bahaya Mengintai
42 Perburuan Sang Juara
43 Serangan Terbuka
44 Keberangkatan Paksa
45 Pelarian Sang Jenius
46 David vs Goliath
47 Pelarian Belum Berakhir
48 Suaka Sementara
49 Safe
50 Pelukan Menenangkan
51 Terbongkar
52 Noera Shahla
53 Pelepas Rindu
54 Kecemburuan yang Menggemaskan
55 Jebakan Untuk Lilia
56 Penyamaran Baru
57 Sekutu Baru
58 Di Jantung Vexion
59 Detik-Detik Menegangkan
60 Keraguan Arman
61 Adu Strategi
62 Sampel Palsu
63 Suami Posesif
64 Jejak Perselingkuhan
65 Pertemuan Rahasia
66 Perburuan Noera
67 Akhir Riwayat Simon
68 Serangan Balik
69 Pertemuan di Cala Pescara
70 Topeng yang Terlepas
71 Memecah Barisan
72 Di Ujung Tanduk
73 Deklarasi Perang
74 Keuntungan Tidak Terduga
75 Menuju Pulau Solmira
76 Malam Infiltrasi
77 Menembus Pertahanan
78 Mission Accomplished
79 The Secret Revealed
80 Serbuan ke Safe House
81 Target Berikutnya
82 Penyanderaan
83 Serangan Balik
84 Serangan Gelombang Kedua
85 Serangan Dua Arah
86 Dua Medan Pertempuran
87 Perlawanan di Mansion Blackwood
88 Penyelamatan Tepat Waktu
89 Menyusun Serangan Balasan
90 Penghentian Black Lock
91 Target Berikutnya
92 Langkah Pertama Leonardo
93 Masuk Perangkap
94 Leonardo on Target
95 Di Ujung Kematian
96 Perburuan Dua Saksi
97 Rencana Penyergapan
98 Serangan Mendadak
99 Penyergapan Terakhir
100 Penyergapan Terakhir
101 Virus Immunovex
102 Operasi Pulau Elba
103 Harapan di Tengah Krisis
104 Perburuan Dimulai
105 Serangan Serentak
106 Mission Completed
107 Serangan Terakhir
108 Liburan Keluarga
109 Farewell Party
110 Kebahagiaan Sempurna
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Key-1
2
Aset Diamankan
3
Turtle and Strike
4
Siasat
5
Penyamaran
6
Zyan is Back
7
Kenzo in Action
8
Kode Dari Kael
9
Detroit to Cadaques
10
DNA Haplogroup
11
Regalis-V
12
Transaksi Berbahaya
13
Memasuki Verentis Sentral
14
Kericuhan
15
Reaksi Tak Terduga
16
Rencana Pelarian
17
Pelarian Berisiko Tinggi
18
Menerobos Blok Kematian
19
The Great Escape
20
Operasi Penyusupan
21
Operasi Senyap
22
Deadly Chase
23
Hilang Tanpa Jejak
24
Saling Menguatkan
25
Doamu Sampai ke Langit
26
Kode Dari Veramone
27
Perburuan Haplogroup
28
New Safe House
29
Operasi Pengalihan
30
Perburuan Aset #1
31
Perburuan Aset #2
32
Target Not Found
33
Tawaran Mikhail Orlov
34
Perburuan Belum Usai
35
Aksi Penyusupan
36
Misi di Mansion Blackwood
37
Kejar-Kejaran
38
DNA yang Dicuri
39
Y DNA-O Terdeteksi
40
Target Terakhir
41
Bahaya Mengintai
42
Perburuan Sang Juara
43
Serangan Terbuka
44
Keberangkatan Paksa
45
Pelarian Sang Jenius
46
David vs Goliath
47
Pelarian Belum Berakhir
48
Suaka Sementara
49
Safe
50
Pelukan Menenangkan
51
Terbongkar
52
Noera Shahla
53
Pelepas Rindu
54
Kecemburuan yang Menggemaskan
55
Jebakan Untuk Lilia
56
Penyamaran Baru
57
Sekutu Baru
58
Di Jantung Vexion
59
Detik-Detik Menegangkan
60
Keraguan Arman
61
Adu Strategi
62
Sampel Palsu
63
Suami Posesif
64
Jejak Perselingkuhan
65
Pertemuan Rahasia
66
Perburuan Noera
67
Akhir Riwayat Simon
68
Serangan Balik
69
Pertemuan di Cala Pescara
70
Topeng yang Terlepas
71
Memecah Barisan
72
Di Ujung Tanduk
73
Deklarasi Perang
74
Keuntungan Tidak Terduga
75
Menuju Pulau Solmira
76
Malam Infiltrasi
77
Menembus Pertahanan
78
Mission Accomplished
79
The Secret Revealed
80
Serbuan ke Safe House
81
Target Berikutnya
82
Penyanderaan
83
Serangan Balik
84
Serangan Gelombang Kedua
85
Serangan Dua Arah
86
Dua Medan Pertempuran
87
Perlawanan di Mansion Blackwood
88
Penyelamatan Tepat Waktu
89
Menyusun Serangan Balasan
90
Penghentian Black Lock
91
Target Berikutnya
92
Langkah Pertama Leonardo
93
Masuk Perangkap
94
Leonardo on Target
95
Di Ujung Kematian
96
Perburuan Dua Saksi
97
Rencana Penyergapan
98
Serangan Mendadak
99
Penyergapan Terakhir
100
Penyergapan Terakhir
101
Virus Immunovex
102
Operasi Pulau Elba
103
Harapan di Tengah Krisis
104
Perburuan Dimulai
105
Serangan Serentak
106
Mission Completed
107
Serangan Terakhir
108
Liburan Keluarga
109
Farewell Party
110
Kebahagiaan Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!