THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Key-1

Dua minggu yang lalu

Meudon, Paris

Perlahan kelopak mata Arsela terbuka. Untuk sesaat wanita itu masih terdiam. Mencoba mencerna apa yang terjadi padanya. Seingatnya dia sedang berada di Paris, menghadiri peragaan busana salah satu temannya.

Sepulang dari acara, mobil yang ditumpanginya diikuti. Mereka dicegat di tengah jalan. Dan setelah itu, dia tidak ingat apa-apa lagi.

Pelan-pelan Arsela bangun dari posisinya. Dia memindai seluruh ruangan. Saat ini dia tengah berada di sebuah kamar. Dilihat dari interior kamar, ini adalah kamar seorang wanita.

Matanya kemudian melihat ke lengannya. Tepat di bagian tengah terdapat plester yang tertempel. Sepertinya seseorang sudah mengambil darahnya.

Di tengah kebingungannya, dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Arsela kembali membaringkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya lagi.

Dapat dia dengar suara pintu terbuka. Dugaannya, ada lebih dari satu orang yang memasuki kamar.

“Dia belum bangun,” terdengar suara seorang pria menggunakan bahasa Inggris.

“Apa rencanamu kalau dia bangun?”

“Kita kembalikan dia ke hotel tempatnya menginap. Bilang kalau kita yang menolongnya saat dia hendak diculik.”

Hening … tidak ada suara lagi. namun kemudian Arsela merasakan seseorang mencabut plester di lengannya.

“Kenapa ini belum dicabut? Bisa bahaya kalau dia sadar kita sudah mengambil DNA-nya.”

Pembicaraan keduanya terhenti ketika terdengar deringan ponsel. Salah satu pria menjawab panggilan. Sayang sekali Arsela tidak bisa mengerti pembicaraan, karena sang pria menggunakan bahasa Spanyol.

“Ada apa?” tanya temannya.

“Kita belum bisa melepaskan dia.”

“Kenapa?”

“Sampel kedua sudah didapat. Professor ingin menguji coba DNA-nya dengan DNA sampel dua. Jadi dia harus tetap di sini.”

Setelahnya kedua orang itu keluar dari dalam kamar.

Ketika yakin tidak mendengar suara-suara lagi di dekatnya, Arsela membuka matanya perlahan. Dia segera menegakkan tubuh.

DNA apa yang dimaksud?

Sampel apa yang mereka bicarakan? Lalu kenapa mereka butuh DNA?

Sejuta pertanyaan memenuhi benak Arsela, namun tak ada satu pun yang bisa dijawabnya. Satu hal yang terlintas dalam pikirannya sekarang adalah, bagaimana caranya keluar dari tempat ini.

Arsela segera bangun kemudian menuju jendela yang ada di samping kanan. Suasana gelap langsung tertangkap matanya. Pelan-pelan dia membuka jendela, kepalanya melongok keluar untuk melihat situasi.

Rupanya dia sedang berada di sebuah rumah yang ada di daerah perbukitan. Sekeliling rumah hanya ada pepohonan saja. Walau kondisi gelap, namun Arsela tahu kalau saat ini dia berada di daerah Meudon. Jaraknya sendiri tidak jauh dari Paris.

Aku harus pergi dari sini. Aku bisa ke rumah Camille.

Saat akan membuka jendela lebih lebar, tanpa sengaja mata Arsela melihat sesuatu tergeletak di atas meja rias. Selembar foto polaroid dirinya yang terbaring di kasur. Di pergelangan tangannya terdapat gelang pasien dengan tulisan KEY-1 Q-3394C di atasnya.

Tak punya banyak waktu untuk berpikir, Arsela segera keluar melalui jendela. Beruntung dia ditempatkan di kamar yang ada di bawah. Setelah berhasil keluar, wanita itu menutup kaca jendela. Secepat kilat Arsela berlari menjauh.

Nafas Arsela nampak terengah, namun dia terus saja berlari. Kakinya yang tak beralas terus melewati tanah yang tertutup rumput, sampai akhirnya dia tiba di jalanan beraspal. Kembali kepalanya menoleh ke kanan dan kiri.

Entah ini suatu keberuntungan atau apa, tapi yang jelas, rumah tempatnya disekap ternyata tidak jauh dari kediaman Camille. Arsela kembali melanjutkan langkahnya ke sana.

Kembali Arsela harus menaiki bukit karena posisi rumah Camille cukup berada di ketinggian.

Sesampainya di sana, keadaan rumah nampak sepi dan gelap. Arsela mencari cara agar bisa masuk ke dalam rumah. Dia terpaksa memecahkan kaca di dekat pintu. Tangannya masuk untuk membuka pintu dari dalam.

Sementara itu, salah satu pria yang menculik Arsela menuju kamar untuk melihat keadaan wanita itu. Dia terkejut ketika melhat wanita itu sudah tidak ada di tempatnya.

“Sh*t!! Enrique!!”

“Ada apa?”

“Perempuan itu kabur.”

“Sial!”

Pria bernama Enrique itu segera memeriksa CCTV rumah ini. Dia terus memperhatikan kemana Arsela kabur.

“Cari tahu semua tentang perempuan itu. siapa saja temannya di sini. Aku yakin kalau dia pergi ke rumah temannya,” seru Enrique pada rekannya yang bernama Caleb.

Caleb langsung mencari tahu semua tentang Arsela. Data wanita itu memang sudah dikumpulkan.

“Ada rumah temannya tidak jauh dari sini. Aku tahu di mana itu!”

Enrique dan Caleb segera mencari keberadaan Arsela. Tak lupa dia membawa senjata untuk melumpuhkan wanita itu. Bukan senjata api, tapi hanya senjata kejut. Karena Arsela adalah aset yang harus dijaga nyawanya.

Di rumah Camille, Arsela langung mencari telepon yang bisa digunakannya. Dia mengambil telepon wireless yang ada di meja tengah. Wanita itu sengaja tidak menyalakan lampu, agar bisa bersembunyi dengan baik.

Sambil mendudukkan diri di lantai dekat sofa, wanita itu menyingkapkan dress yang dikenakannya. Di pahanya tertera deretan nomor yang sengaja dibuat tato temporer olehnya. Itu adalah nomor yang bisa digunakan olehnya jika berada dalam keadaan darurat.

“Halo, siapa ini?” tanya seseorang dari seberang.”

“Aku Arsela.”

“Arsela?”

“Ya. Aku diculik dan berhasil kabur. Apa kamu bisa mejemputku?”

“Sebentar, aku akan hubungankan kamu pada agen yang bertugas.”

Untuk beberapa saat Arsela menunggu. Tak berapa lama kemudian, dia tersambung pada seseorang.

“Halo, apa kamu berada di tempat yang aman sekarang?”

“Ya, aku berada di rumah temanku. Tapi tidak ada siapa-siapa di sini.”

“Tunggu di sana. Aku akan menjemptmu.”

“Kamu tahu di mana aku berada sekarang?”

“Tentu saja. Kami sudah melacak lokasimu dari sambungan telepon yang kamu gunakan.”

Perasaan Arsela langsung lega. Untung saja dia mendengarkan nasehat ayahnya untuk menyimpan nomor darurat yang bisa digunakan. Alih-alih menyimpannya di ponsel, wanita itu memilih mentatonya di paha.

“Jangan putuskan sambungan ini, supaya aku tahu kamu baik-baik saja.”

“Baik.”

“Apa kamu tahu, berapa orang yang menculikmu?”

“Setahuku dua orang.”

“Mereka pasti akan mencarimu. Kamu harus hati-hati. Apa lokasimu sekarang cukup jauh dari tempat kamu disekap?”

“Cukup jauh tapi tidak terlalu jauh juga,” jawab Arsela sambil berdiri.

Habis berlari cukup jauh, membuatnya haus juga. Saat hendak menuju dapur, dia melihat dua pria berjalan mendekati rumah Camille. Wanita itu langsung menunduk lagi.

“Mereka berhasil menemukanku,” lirih Arsela seperti suara berbisik. Pria yang memandunya masih terlihat tenang.

“Mereka menjadikanmu target, pasti mereka mencari tahu tentangmu. Tenanglah. Apa ada basement di rumah itu?”

“Tidak ada.”

“Lantai dua?”

“Ada.”

“Kalau begitu naik ke atas.”

Arsela menuruti perintah pria di ujung telepon. Sambil menunduk, wanita itu naik ke lantai dua. Sama seperti di bawah, keadaan di atas pun sepi dan gelap.

“Apa ada kamar mandi?”

“Ya.”

“Apa pintunya bisa dikunci dari luar?”

“Sepertinya bisa.”

“Bagus. Kamu ke sana, tutup pintunya lalu kunci dari luar.”

Bergegas Arsela menuju kamar mandi. Dia mengambil kunci yang tergantung di bagian dalam. Pelan-pelan dia menutup pintu kemudian menguncinya.

“Cari kamar yang ada lemari bajunya. Buka pintunya setengah, agar kamu bisa mendengar suara. Kalau bisa taruh cermin yang bisa kamu lihat dari dalam lemari.”

Arsela segera memasuki kamar yang ada di lantai atas. Dia sengaja membuka pintu setengah seperti titah pria yang memandunya. Lebih dulu dia memindahkan cermin ke dekat pintu. Dengan begitu, dia bisa melihat pantulan orang yang melintasi kamar.

Jantungnya hampir copot ketika mendengar suara dari arah bawah. Buru-buru Arsela masuk ke dalam lemari. Dia bersembunyi dibalik pakaian yang bergantungan. Matanya terus melihat ke cermin.

“Kamu sudah di dalam lemari?”

“Ya,” lirih Arsela.

“Cari ke atas!”

Terdengar suara seorang pria, yang kemudian disusul dengan suara langkah kaki.

Jantung Arsela berdetak cepat ketika dia melihat kaki seseorang melangkah mendekati kamar dari pantulan cermin.

***

Siap berpetualang dengan Zyan dan Arkan?

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, komen, ulasan dan bintang 5 ya🤗

Terpopuler

Comments

The Great Father

The Great Father

I want to see what all the characters in this novel look like. you have instagram?

2026-07-09

3

❤Rainy Wiratama Yuda❤️

❤Rainy Wiratama Yuda❤️

Baru nemu, sempat baca sebentar karena kesibukan jadi baru sempat baca lagi sekarang. ternyata pas buka udah 5 bab aja.. maafkan saya yang sama sekali tidak bermaksud untuk menabung bab ya teh... 🙏🙏

2026-06-12

2

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ

⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ

baru mulai udah dag dig dug aja nih. seru seperti pendahulunya.

2026-06-15

2

lihat semua
Episodes
1 Key-1
2 Aset Diamankan
3 Turtle and Strike
4 Siasat
5 Penyamaran
6 Zyan is Back
7 Kenzo in Action
8 Kode Dari Kael
9 Detroit to Cadaques
10 DNA Haplogroup
11 Regalis-V
12 Transaksi Berbahaya
13 Memasuki Verentis Sentral
14 Kericuhan
15 Reaksi Tak Terduga
16 Rencana Pelarian
17 Pelarian Berisiko Tinggi
18 Menerobos Blok Kematian
19 The Great Escape
20 Operasi Penyusupan
21 Operasi Senyap
22 Deadly Chase
23 Hilang Tanpa Jejak
24 Saling Menguatkan
25 Doamu Sampai ke Langit
26 Kode Dari Veramone
27 Perburuan Haplogroup
28 New Safe House
29 Operasi Pengalihan
30 Perburuan Aset #1
31 Perburuan Aset #2
32 Target Not Found
33 Tawaran Mikhail Orlov
34 Perburuan Belum Usai
35 Aksi Penyusupan
36 Misi di Mansion Blackwood
37 Kejar-Kejaran
38 DNA yang Dicuri
39 Y DNA-O Terdeteksi
40 Target Terakhir
41 Bahaya Mengintai
42 Perburuan Sang Juara
43 Serangan Terbuka
44 Keberangkatan Paksa
45 Pelarian Sang Jenius
46 David vs Goliath
47 Pelarian Belum Berakhir
48 Suaka Sementara
49 Safe
50 Pelukan Menenangkan
51 Terbongkar
52 Noera Shahla
53 Pelepas Rindu
54 Kecemburuan yang Menggemaskan
55 Jebakan Untuk Lilia
56 Penyamaran Baru
57 Sekutu Baru
58 Di Jantung Vexion
59 Detik-Detik Menegangkan
60 Keraguan Arman
61 Adu Strategi
62 Sampel Palsu
63 Suami Posesif
64 Jejak Perselingkuhan
65 Pertemuan Rahasia
66 Perburuan Noera
67 Akhir Riwayat Simon
68 Serangan Balik
69 Pertemuan di Cala Pescara
70 Topeng yang Terlepas
71 Memecah Barisan
72 Di Ujung Tanduk
73 Deklarasi Perang
74 Keuntungan Tidak Terduga
75 Menuju Pulau Solmira
76 Malam Infiltrasi
77 Menembus Pertahanan
78 Mission Accomplished
79 The Secret Revealed
80 Serbuan ke Safe House
81 Target Berikutnya
82 Penyanderaan
83 Serangan Balik
84 Serangan Gelombang Kedua
85 Serangan Dua Arah
86 Dua Medan Pertempuran
87 Perlawanan di Mansion Blackwood
88 Penyelamatan Tepat Waktu
89 Menyusun Serangan Balasan
90 Penghentian Black Lock
91 Target Berikutnya
92 Langkah Pertama Leonardo
93 Masuk Perangkap
94 Leonardo on Target
95 Di Ujung Kematian
96 Perburuan Dua Saksi
97 Rencana Penyergapan
98 Serangan Mendadak
99 Penyergapan Terakhir
100 Penyergapan Terakhir
101 Virus Immunovex
102 Operasi Pulau Elba
103 Harapan di Tengah Krisis
104 Perburuan Dimulai
105 Serangan Serentak
106 Mission Completed
107 Serangan Terakhir
108 Liburan Keluarga
109 Farewell Party
110 Kebahagiaan Sempurna
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Key-1
2
Aset Diamankan
3
Turtle and Strike
4
Siasat
5
Penyamaran
6
Zyan is Back
7
Kenzo in Action
8
Kode Dari Kael
9
Detroit to Cadaques
10
DNA Haplogroup
11
Regalis-V
12
Transaksi Berbahaya
13
Memasuki Verentis Sentral
14
Kericuhan
15
Reaksi Tak Terduga
16
Rencana Pelarian
17
Pelarian Berisiko Tinggi
18
Menerobos Blok Kematian
19
The Great Escape
20
Operasi Penyusupan
21
Operasi Senyap
22
Deadly Chase
23
Hilang Tanpa Jejak
24
Saling Menguatkan
25
Doamu Sampai ke Langit
26
Kode Dari Veramone
27
Perburuan Haplogroup
28
New Safe House
29
Operasi Pengalihan
30
Perburuan Aset #1
31
Perburuan Aset #2
32
Target Not Found
33
Tawaran Mikhail Orlov
34
Perburuan Belum Usai
35
Aksi Penyusupan
36
Misi di Mansion Blackwood
37
Kejar-Kejaran
38
DNA yang Dicuri
39
Y DNA-O Terdeteksi
40
Target Terakhir
41
Bahaya Mengintai
42
Perburuan Sang Juara
43
Serangan Terbuka
44
Keberangkatan Paksa
45
Pelarian Sang Jenius
46
David vs Goliath
47
Pelarian Belum Berakhir
48
Suaka Sementara
49
Safe
50
Pelukan Menenangkan
51
Terbongkar
52
Noera Shahla
53
Pelepas Rindu
54
Kecemburuan yang Menggemaskan
55
Jebakan Untuk Lilia
56
Penyamaran Baru
57
Sekutu Baru
58
Di Jantung Vexion
59
Detik-Detik Menegangkan
60
Keraguan Arman
61
Adu Strategi
62
Sampel Palsu
63
Suami Posesif
64
Jejak Perselingkuhan
65
Pertemuan Rahasia
66
Perburuan Noera
67
Akhir Riwayat Simon
68
Serangan Balik
69
Pertemuan di Cala Pescara
70
Topeng yang Terlepas
71
Memecah Barisan
72
Di Ujung Tanduk
73
Deklarasi Perang
74
Keuntungan Tidak Terduga
75
Menuju Pulau Solmira
76
Malam Infiltrasi
77
Menembus Pertahanan
78
Mission Accomplished
79
The Secret Revealed
80
Serbuan ke Safe House
81
Target Berikutnya
82
Penyanderaan
83
Serangan Balik
84
Serangan Gelombang Kedua
85
Serangan Dua Arah
86
Dua Medan Pertempuran
87
Perlawanan di Mansion Blackwood
88
Penyelamatan Tepat Waktu
89
Menyusun Serangan Balasan
90
Penghentian Black Lock
91
Target Berikutnya
92
Langkah Pertama Leonardo
93
Masuk Perangkap
94
Leonardo on Target
95
Di Ujung Kematian
96
Perburuan Dua Saksi
97
Rencana Penyergapan
98
Serangan Mendadak
99
Penyergapan Terakhir
100
Penyergapan Terakhir
101
Virus Immunovex
102
Operasi Pulau Elba
103
Harapan di Tengah Krisis
104
Perburuan Dimulai
105
Serangan Serentak
106
Mission Completed
107
Serangan Terakhir
108
Liburan Keluarga
109
Farewell Party
110
Kebahagiaan Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!