Penyamaran

Ketiga pria itu langsung masuk ke dalam kamar yang tadi disewakan Jay untuk Kael dan Arsela. Keadaan kamar tampak kosong.

“Di mana mereka?” tanya salah satunya dengan nada bingung.

“Apa kamu yakin kalau mereka menyewa kamar ini?”

“Ya, aku jelas mendengar Jay memesan kamar ini.”

“Tapi mana?”

Setiap sudut kamar sudah diperiksa, tetapi tidak ada jejak Kael maupun Arsela di sana.

Tanpa mereka ketahui, Kael mengawasi tindak-tanduk mereka melalui kamera kecil yang dipasang di sana. Ditambah lagi dengan alat penyadap yang ditaruh di bawah meja. Dengan jelas pria itu bisa mendengar percakapan mereka.

Kael mengambil ponselnya, lalu menghubungi Jay. Dalam hitungan detik, Jay langsung menjawab panggilannya.

“Halo.”

“Bawakan mantel panjang berwarna merah untuk Arsela,” ujar Kael sambil terus memperhatikan gerak-gerik tiga orang di kamar hotel sebelumnya.

“Baik. Ak—“

Belum sempat Jay menyelesaikan kalimatnya, Kael langsung mengakhiri panggilan. Matanya kembali melihat pada layar tablet di tangannya.

“Jay diminta membawakan mantel merah untuk Arsela. Besok cari perempuan yang mengenakan mantel warna merah.”

“Lebih baik kita pergi sekarang.”

Ketiga pria itu segera meninggalkan kamar tersebut. Kael segera beranjak dari tempatnya. Dari lubang di pintu, dia mengintip keluar. Tampak tiga pria meninggalkan koridor di lantai delapan.

Begitu mereka keluar, Kael juga ikut keluar. Sambil keluar dia mengirimkan pesan pada Jay. Dengan menggunakan tangga darurat, Kael menuju parkiran basement.

Setibanya di sana, Jay sudah menunggunya. Kael langsung menaruh jari di depan mulutnya, melarang Jay untuk berbicara. Dengan cepat dia mengetikkan sesuatu dengan ponselnya.

Ada penyadap di pakaianmu. Jangan bicara.

Kepala Jay mengangguk tanda mengerti. Kael kembali mengetik di ponselnya.

Pakaikan mantel ini pada aset perempuan. Besok di bandara dia harus datang untuk mengecoh musuh.

Kembali Jay menganggukkan kepalanya.

Selesai memberikan instruksi, Kael kembali kamar. Begitu masuk, Arsela baru saja terbangun dari tidurnya.

“Ada apa?” tanya Kael.

“Tidak apa-apa. Aku hanya kaget saat bangun, kamu tidak ada. Aku ... takut.”

Hal yang wajar jika Arsela merasa takut. Wanita itu baru mengalami kejadian tidak mengenakkan. Dan itu masih membekas dalam ingatannya.

“Aku hanya bertemu dengan Jay. Lebih baik kamu tidur lagi. Besok pagi kita pergi pagi-pagi.”

Arsela kembali ke kasurnya, lalu merebahkan tubuhnya lagi. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya, sementara matanya mengawasi Kael yang duduk di sofa.

“Kamu tidak tidur?”

“Sebentar lagi.”

“Apa nggak apa-apa lampunya kalau dimatikan? Aku sulit tidur kalau lampunya menyala.”

Tanpa mengatakan apa pun, Kael mematikan lampu. Pria itu kemudian kembali ke tempatnya semula. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa seraya memejamkan mata. Tak butuh waktu lama, pria itu mulai terlelap.

***

Arsela terjaga dari tidurnya. Tangan wanita itu bergerak menyalakan lampu tidur. Seketika kamar yang semula gelap, sedikit lebih terang. Begitu menegakkan tubuh, pandangan wanita itu langsung tertuju pada Kael yang tertidur di sofa.

Perlahan Arsela beranjak dari kasur, kemudian membangunkan Kael.

“Kael … bangun,” ujarnya pelan sambil sedikit mengguncang bahu Kael.”Kael ….”

Di percobaan kedua, akhirnya Arsela berhasil membangunkan Kael. “Jam berapa ini?” tanyanya begitu membuka mata.

“Jam empat.”

Sontak Kael langsung menegakkan tubuhnya. Mereka harus bergerak cepat meninggalkan hotel.

“Kamu mandilah. Aku akan mandi di kamar yang dipesan. Jangan terlalu lama.”

Dengan cepat Kael berdiri. Dia mengambil tasnya, baru kemudian keluar dari kamar.

Lima belas menit kemudian Kael sudah kembali. Sebelum meninggalkan kamar, dia mengambil dulu kamera dan alat penyadap yang kemarin ditaruh di kamar.

Pandangannya langsung tertuju ke pintu kamar mandi ketika mendengarnya terbuka. Arsela keluar dengan mengenakan bath robe. “Duduklah di sini. Aku akan mendandanimu,” ujar Kael.

Tanpa banyak bertanya, Arsela langsung duduk di sisi ranjang. Kael menarik kursi mendekat sambil membawa tas berukuran sedang.

Ketika dibuka, isinya terdapat alat make up, wig dan beberapa peralatan lain. Pria itu mulai memainkan kuas di wajah Arsela.

“Kita akan menyamar sebagai pasangan lansia,” terang Kael sambil mendandani Arsela. Dia tengah menempelkan kulit tambahan yang memberikan efek keriput di wajah.

Setengah jam kemudian, pria itu selesai mendandani Arsela. Dia melihat sejenak hasil karyanya. Tangannya terangkat dengan ibu jari dan telunjuk membentuk huruf O.

Karena penasaran, Arsela pun melihat pantulan wajahnya di cermin. Dia tidak percaya melihat penampilannya sekarang. Wanita itu terlihat jauh lebih tua dari umur aslinya.

“Kamu pintar sekali mendandaniku,” puji Arsela.

“Itu salah satu keahlian yang harus kumiliki,” jawab Kael sambil merias dirinya.

Arsela membantu menempelkan kulit keriput ke wajah Kael yang disamarkan dengan bedak. Rambut Kael pun tak luput disemir putih.

“Selesai. Kamu tinggal berganti pakaian.”

“Tapi bagaimana dengan kulit tangan kita?”

Arsela memperlihatkan kulit tangannya yang masih terlihat kencang. Berbanding terbalik dengan keriput di wajahnya.

“Gampang, tinggal pakai sarung tangan.”

“Ah ya, benar.”

Arsela segera mengambil pakaian, lalu masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama kemudian dia kembali. Tubuhnya sudah terbalut blus lengan pendek, dipadankan dengan rok panjang sampai ke betis. Kemudian dia melapisi tubuhnya dengan mantel krem.

Kael sendiri sudah siap. Dia terlihat seperti pria tua. Apalagi di punggungnya ditempeli sesuatu dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Dia mengambil tongkat yang sudah disiapkan untuk membantunya berjalan.

Setelah siap, keduanya keluar dari kamar. Sambil memeluk lengan Kael, Arsela berjalan di sampingnya. Langkah keduanya terlihat lambat, menyesuaikan dengan usia mereka yang sudah lansia.

Saat berada di lift, mereka tetap berakting seperti orang tua walau tidak ada siapa pun di sana.

Lift yang mereka tumpangi langsung membawa mereka ke basement. Di sana Jay sudah menunggu. Pria itu segera membawa keduanya di bandara.

Selama dalam perjalanan, Kael melarang Arsela untuk berbicara.

Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di bandara. Jay menurunkan keduanya tepat di depan pintu masuk bandara.

Dengan langkah pelan, keduanya berjalan mendekati konter check-in maskapai. Setelah menyelesaikan semua pemeriksaan, keduanya berjalan menuju boarding gate.

Saat hendak melewati boarding gate, mata Kael melihat pada sepasang pria dan wanita berjalan ke arah mereka. Sang wanita mengenakan mantel berwarna merah sesuai instruksi Kael.

Tak jauh dari mereka, tampak tiga orang dengan sikap mencurigakan. Pandangan mereka terus tertuju pada pasangan yang dilihat Kael.

Kericuhan terjadi ketika pasangan tersebut tiba-tiba berlari menjauh dari boarding gate. Tiga pria yang mengintai mereka pun langsung mengejar. Suasana di dalam bandara seketika menjadi kacau.

Memanfaatkan kekacauan yang terjadi, Kael menarik Arsela melewati boarding gate. Keduanya langsung diarahkan menuju pesawat yang akan langsung menuju Hamtramck, Michigan.

Untuk penerbangan kali ini, Kael sengaja mengambil kelas ekonomi, agar tidak terlalu mencolok. Beberapa agen juga sudah ditempatkan di sana untuk menjaga Arsela.

***

Setelah melayang-layang di udara selama kurang lebih sembilan jam, akhirnya mereka tiba di bandara Detroit DTW. Seorang agen yang bertugas sudah menunggu mereka dan langsung membawa keduanya menuju safe house.

Hanya dalam waktu setengah jam, mereka sudah tiba di safe house. Arsela dipersilakan beristirahat di kamar yang ada di lantai atas. Seorang agen wanita sudah berjaga di sana.

Kael baru saja melepas semua atribut penyamaran ketika ponselnya berdering. Sederet nomor tidak dikenal tertera di layar. Kael sengaja tidak menjawab panggilan, hingga deringan berakhir. Selang beberapa detik kemudian sebuah pesan masuk.

[Angkat teleponnya kalau kamu mau tahu apa alasan penculikan Arsela.]

***

Mohon maaf, Alvin libur dulu ya🤗

Terpopuler

Comments

choowie

choowie

waah keren selain bisa bertarung lihai juga make up🤭

2026-06-13

2

Ria alia

Ria alia

Kael bisa buka WO nanti 😂
Baru jg lepas dri ketegangan kaya’y nnti mulai lgi nih

2026-06-11

2

Munas Tuti

Munas Tuti

bisa nafas sejenak ....biuuuh, krn mbak Author jantungku jedag jedug lhoo

2026-06-13

2

lihat semua
Episodes
1 Key-1
2 Aset Diamankan
3 Turtle and Strike
4 Siasat
5 Penyamaran
6 Zyan is Back
7 Kenzo in Action
8 Kode Dari Kael
9 Detroit to Cadaques
10 DNA Haplogroup
11 Regalis-V
12 Transaksi Berbahaya
13 Memasuki Verentis Sentral
14 Kericuhan
15 Reaksi Tak Terduga
16 Rencana Pelarian
17 Pelarian Berisiko Tinggi
18 Menerobos Blok Kematian
19 The Great Escape
20 Operasi Penyusupan
21 Operasi Senyap
22 Deadly Chase
23 Hilang Tanpa Jejak
24 Saling Menguatkan
25 Doamu Sampai ke Langit
26 Kode Dari Veramone
27 Perburuan Haplogroup
28 New Safe House
29 Operasi Pengalihan
30 Perburuan Aset #1
31 Perburuan Aset #2
32 Target Not Found
33 Tawaran Mikhail Orlov
34 Perburuan Belum Usai
35 Aksi Penyusupan
36 Misi di Mansion Blackwood
37 Kejar-Kejaran
38 DNA yang Dicuri
39 Y DNA-O Terdeteksi
40 Target Terakhir
41 Bahaya Mengintai
42 Perburuan Sang Juara
43 Serangan Terbuka
44 Keberangkatan Paksa
45 Pelarian Sang Jenius
46 David vs Goliath
47 Pelarian Belum Berakhir
48 Suaka Sementara
49 Safe
50 Pelukan Menenangkan
51 Terbongkar
52 Noera Shahla
53 Pelepas Rindu
54 Kecemburuan yang Menggemaskan
55 Jebakan Untuk Lilia
56 Penyamaran Baru
57 Sekutu Baru
58 Di Jantung Vexion
59 Detik-Detik Menegangkan
60 Keraguan Arman
61 Adu Strategi
62 Sampel Palsu
63 Suami Posesif
64 Jejak Perselingkuhan
65 Pertemuan Rahasia
66 Perburuan Noera
67 Akhir Riwayat Simon
68 Serangan Balik
69 Pertemuan di Cala Pescara
70 Topeng yang Terlepas
71 Memecah Barisan
72 Di Ujung Tanduk
73 Deklarasi Perang
74 Keuntungan Tidak Terduga
75 Menuju Pulau Solmira
76 Malam Infiltrasi
77 Menembus Pertahanan
78 Mission Accomplished
79 The Secret Revealed
80 Serbuan ke Safe House
81 Target Berikutnya
82 Penyanderaan
83 Serangan Balik
84 Serangan Gelombang Kedua
85 Serangan Dua Arah
86 Dua Medan Pertempuran
87 Perlawanan di Mansion Blackwood
88 Penyelamatan Tepat Waktu
89 Menyusun Serangan Balasan
90 Penghentian Black Lock
91 Target Berikutnya
92 Langkah Pertama Leonardo
93 Masuk Perangkap
94 Leonardo on Target
95 Di Ujung Kematian
96 Perburuan Dua Saksi
97 Rencana Penyergapan
98 Serangan Mendadak
99 Penyergapan Terakhir
100 Penyergapan Terakhir
101 Virus Immunovex
102 Operasi Pulau Elba
103 Harapan di Tengah Krisis
104 Perburuan Dimulai
105 Serangan Serentak
106 Mission Completed
107 Serangan Terakhir
108 Liburan Keluarga
109 Farewell Party
110 Kebahagiaan Sempurna
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Key-1
2
Aset Diamankan
3
Turtle and Strike
4
Siasat
5
Penyamaran
6
Zyan is Back
7
Kenzo in Action
8
Kode Dari Kael
9
Detroit to Cadaques
10
DNA Haplogroup
11
Regalis-V
12
Transaksi Berbahaya
13
Memasuki Verentis Sentral
14
Kericuhan
15
Reaksi Tak Terduga
16
Rencana Pelarian
17
Pelarian Berisiko Tinggi
18
Menerobos Blok Kematian
19
The Great Escape
20
Operasi Penyusupan
21
Operasi Senyap
22
Deadly Chase
23
Hilang Tanpa Jejak
24
Saling Menguatkan
25
Doamu Sampai ke Langit
26
Kode Dari Veramone
27
Perburuan Haplogroup
28
New Safe House
29
Operasi Pengalihan
30
Perburuan Aset #1
31
Perburuan Aset #2
32
Target Not Found
33
Tawaran Mikhail Orlov
34
Perburuan Belum Usai
35
Aksi Penyusupan
36
Misi di Mansion Blackwood
37
Kejar-Kejaran
38
DNA yang Dicuri
39
Y DNA-O Terdeteksi
40
Target Terakhir
41
Bahaya Mengintai
42
Perburuan Sang Juara
43
Serangan Terbuka
44
Keberangkatan Paksa
45
Pelarian Sang Jenius
46
David vs Goliath
47
Pelarian Belum Berakhir
48
Suaka Sementara
49
Safe
50
Pelukan Menenangkan
51
Terbongkar
52
Noera Shahla
53
Pelepas Rindu
54
Kecemburuan yang Menggemaskan
55
Jebakan Untuk Lilia
56
Penyamaran Baru
57
Sekutu Baru
58
Di Jantung Vexion
59
Detik-Detik Menegangkan
60
Keraguan Arman
61
Adu Strategi
62
Sampel Palsu
63
Suami Posesif
64
Jejak Perselingkuhan
65
Pertemuan Rahasia
66
Perburuan Noera
67
Akhir Riwayat Simon
68
Serangan Balik
69
Pertemuan di Cala Pescara
70
Topeng yang Terlepas
71
Memecah Barisan
72
Di Ujung Tanduk
73
Deklarasi Perang
74
Keuntungan Tidak Terduga
75
Menuju Pulau Solmira
76
Malam Infiltrasi
77
Menembus Pertahanan
78
Mission Accomplished
79
The Secret Revealed
80
Serbuan ke Safe House
81
Target Berikutnya
82
Penyanderaan
83
Serangan Balik
84
Serangan Gelombang Kedua
85
Serangan Dua Arah
86
Dua Medan Pertempuran
87
Perlawanan di Mansion Blackwood
88
Penyelamatan Tepat Waktu
89
Menyusun Serangan Balasan
90
Penghentian Black Lock
91
Target Berikutnya
92
Langkah Pertama Leonardo
93
Masuk Perangkap
94
Leonardo on Target
95
Di Ujung Kematian
96
Perburuan Dua Saksi
97
Rencana Penyergapan
98
Serangan Mendadak
99
Penyergapan Terakhir
100
Penyergapan Terakhir
101
Virus Immunovex
102
Operasi Pulau Elba
103
Harapan di Tengah Krisis
104
Perburuan Dimulai
105
Serangan Serentak
106
Mission Completed
107
Serangan Terakhir
108
Liburan Keluarga
109
Farewell Party
110
Kebahagiaan Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!