CHAPTER 2

Pagi di Desa Angin Lembut selalu diawali dengan embun yang sejuk dan suara ayam yang saling bersahutan.

Shi Hao berjalan pelan menyusuri jalan tanah desa, tangan kirinya menopang tubuh dengan tongkat bambu, sementara tangan kanannya digandeng erat oleh Gu Qing Yi. Kain putih bersih menutupi mata kirinya, namun bibirnya menyunggingkan senyum yang tak pernah pudar.

Bagi penduduk desa, pasangan suami-istri ini adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar mereka. Shi Hao yang ramah dan Qing Yi yang baik hati selalu menjadi tempat warga meminta tolong, mulai dari membacakan surat hingga meracik obat demam.

"Pagi, A-Hao! Pagi, Nyonya Qing!" sapa Paman Wang, si pandai besi yang sedang memanaskan tungku.

"Pagi, Paman Wang," balas Shi Hao ramah, menoleh tepat ke arah suara. "Kudengar dari dentingan palumu, logam yang kau tempa hari ini sedikit kurang panas. Tambahkan kayu pinus kering, itu akan membuat mata pisaunya lebih tajam."

Paman Wang tertegun, lalu tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Mata A-Hao memang tidak bisa melihat, tapi telingamu lebih tajam dari elang! Akan kulakukan!"

Mereka melanjutkan langkah hingga tiba di pendopo desa. Di sana, beberapa tetua sedang duduk berjemur menikmati matahari pagi. Salah satunya adalah Kakek Li, sesepuh desa yang usianya sudah menginjak delapan puluh tahun lebih.

"A-Hao? Qing Yi? Sini, duduk sebentar dengan orang tua ini," panggil Kakek Li dengan suara serak dan napas yang berbunyi.

Qing Yi menuntun Shi Hao duduk di bangku kayu di sebelah Kakek Li, lalu memijat pelan bahu ringkih kakek tersebut.

Kakek Li menatap wajah Shi Hao dan Qing Yi bergantian, lalu menggelengkan kepalanya sambil tertawa terkekeh-kekeh, memperlihatkan gusinya yang hanya menyisakan tiga gigi.

"Kalian berdua ini... benar-benar tidak adil pada waktu," kata Kakek Li sambil memukul pelan lututnya sendiri. "Aku masih ingat betul, enam puluh tahun yang lalu saat kalian baru pindah ke desa ini. Waktu itu aku masih pemuda berumur dua puluh tahun yang kuat mengangkut tiga karung beras!"

Kakek Li menghela napas panjang bernada nostalgia.

"Dulu, kita ini seumuran padahal! Kita turun ke sawah bersama, memancing di sungai bersama. Tapi lihat aku sekarang... punggungku sudah bengkok seperti busur panah, rambutku rontok semua. Sedangkan kalian? Astaga, kalian masih saja terlihat seperti pengantin baru berusia dua puluhan! Apa Dewa Kematian lupa mencatat nama kalian di buku umurnya?"

Mendengar itu, warga desa lain yang lewat ikut tertawa mengiyakan. Mereka sudah terbiasa dengan fenomena "awet muda" pasangan Shi ini.

Shi Hao tertawa pelan. "Kakek Li terlalu memuji. Ini semua berkat teh herbal dari gunung yang selalu diracik oleh istriku setiap pagi. Ditambah lagi, hidup damai di desa ini tanpa memikirkan beban dunia membuat hati tenang. Hati yang tenang adalah rahasia umur panjang, Kakek."

"Benar sekali, Kakek Li," tambah Qing Yi dengan senyum manis, meski di dalam hatinya dia sedikit berkeringat dingin. Dia harus terus menerus menanamkan sugesti halus ke pikiran warga desa agar mereka menganggap keanehan umur ini sebagai hal yang wajar karena "obat herbal".

Namun, obrolan santai itu tiba-tiba terpecah oleh suara teriakan histeris dari arah ladang utara.

"TOLONG! MONSTER! MONSTER GUNUNG TURUN!"

Dari ujung jalan, Gou Dan (anak Kepala Desa yang gemuk) berlari terbirit-birit, tersandung kakinya sendiri hingga berguling-guling di tanah. Wajahnya pucat pasi, air matanya berlinang.

Di belakang Gou Dan, dari arah hutan, seekor siluman babi hutan berukuran sebesar sapi dewasa menerjang keluar.

Babi hutan itu tidak normal. Matanya menyala dengan warna ungu redup, dan taringnya meneteskan air liur yang membuat rumput di sekitarnya layu. Malam sebelumnya, ia secara tidak sengaja memakan rumput yang terpapar sisa Qi Sembilan Nether dari meteorit yang jatuh. Walau hanya terpapar setitik debu, itu cukup untuk membuat babi hutan biasa bermutasi menjadi monster yang kebal senjata tajam fana.

OINK! GRAAAW!

Babi raksasa itu menyeruduk gerobak sayur hingga hancur berkeping-keping. Para pemburu desa mencoba menembakkan panah, tapi anak panah itu patah saat mengenai kulit babi yang kini sekeras besi.

"Cepat! Berlindung!" teriak Paman Wang sambil mengangkat palu besinya.

Babi hutan mutan itu, merasa terganggu oleh keributan, mengalihkan pandangannya. Matanya yang merah keunguan terkunci pada kerumunan di pendopo desa, tepatnya ke arah Gou Dan yang sedang menangis memeluk tiang di dekat Shi Hao.

Dengan raungan marah, babi raksasa itu menerjang maju dengan kecepatan penuh, menundukkan kepalanya, bersiap menusuk siapa saja dengan taringnya yang mematikan.

"Suamiku, awas!" Qing Yi berseru.

Di balik lengan bajunya, jari lentik Qing Yi sudah membentuk segel pedang. Sebentuk Qi pembunuh tak terlihat berkumpul di ujung jarinya. Dia siap memotong babi itu menjadi ratusan daging cincang dalam sekejap mata, tidak peduli jika rahasianya sedikit terbongkar. Dia tidak akan membiarkan apapun menyentuh suaminya.

Namun, sebelum Qing Yi sempat melepaskan serangannya...

Shi Hao sedang duduk santai, menyilangkan kaki kanannya yang kaku di atas lutut kirinya. Kebetulan, sandal jeraminya terasa sedikit gatal karena ada kerikil yang masuk. Dia baru saja melepas sandal jeraminya dan memegangnya di tangan kanan untuk diketuk-ketukkan.

Mendengar suara langkah kaki yang sangat berat dan napas binatang buas berlari ke arahnya, insting Shi Hao yang tersegel bereaksi.

Dia tidak bisa melihat, tapi telinganya menangkap lintasan angin.

"Suara berisik apa ini? Debunya mengotori tehku," gumam Shi Hao dengan nada sedikit kesal.

Refleks, Shi Hao mengayunkan tangannya yang memegang sandal jerami itu, dan melemparnya ke arah suara.

Lemparan itu terlihat biasa saja bagi warga desa. Sama seperti kakek-kakek yang melempar sandal untuk mengusir anjing kampung.

Tapi bagi Qing Yi, yang memiliki mata Raja Dewa... dunia seolah melambat.

Saat sandal jerami butut itu lepas dari jari Shi Hao, sekelumit Aura Gravitasi Jantung Meteor (sisa dari senjata masa lalunya yang tertanam dalam memori ototnya) melapisi sandal tersebut. Ruang di sekitar sandal itu terdistorsi. Berat sandal jerami seberat dua ons itu, dalam sepersekian detik, berubah setara dengan jatuhnya sebuah gunung besi!

SWUUUSH!

Sandal jerami itu melesat membelah udara dengan suara peluit yang tajam.

BLAM!

Sandal itu menghantam tepat di tengah-tengah kening babi hutan raksasa yang sedang berlari kencang.

Tanah bergetar pelan.

Babi hutan seberat satu ton itu langsung berhenti secara tidak wajar, seolah menabrak dinding yang tak terlihat. Matanya yang berwarna ungu membelalak lebar hingga hampir keluar dari rongganya.

Lalu, BRUK.

Monster itu ambruk ke tanah. Kejang-kejang dua kali dengan mulut berbusa, sebelum akhirnya pingsan total tanpa perlawanan. Sandal jerami milik Shi Hao tergeletak santai di atas moncongnya.

Keheningan yang luar biasa canggung menyelimuti seluruh pendopo desa.

Paman Wang yang sudah bersiap mengayunkan palu, mematung dengan mulut ternganga. Kakek Li hampir menjatuhkan tongkatnya. Gou Dan lupa cara menangis.

Mereka menatap babi raksasa yang mengerikan itu, lalu menatap sandal jerami, dan akhirnya menatap Shi Hao yang masih duduk santai dengan kaki bertelanjang sebelah.

"Eh?" Shi Hao menggaruk kepalanya. "Apa aku mengenai sesuatu? Tadi rasanya seperti ada anjing liar besar yang mau menabrak Kakek Li."

Qing Yi buru-buru berlari, mengambil sandal jerami itu dari moncong babi yang pingsan, dan dengan cepat mengusap sisa-sisa Qi Kekacauan yang menempel sebelum ada yang menyadarinya. Keringat dingin menetes di pelipisnya.

Astaga, Suamiku... kultivasimu tersegel, tapi tubuhmu masih mengingat cara membunuh dewa! batin Qing Yi setengah panik.

Qing Yi segera memasangkan kembali sandal itu ke kaki Shi Hao, lalu berbalik menatap warga desa dengan tawa yang dipaksakan.

"Hahaha! Lihatlah, kebetulan yang sangat luar biasa!" seru Qing Yi dengan nada ceria yang dibuat-buat. "Babi hutan ini pasti sedang sakit jantung, dan saat berlari tadi, dia kehabisan napas tepat ketika suamiku melempar sandal. Benar-benar kebetulan!"

Warga desa saling pandang. Logika itu terdengar bodoh, tapi apa lagi penjelasannya? Masa iya lemparan sandal orang buta bisa membuat babi hutan pingsan?

"Y-Yah... babi hutan memang sering mati mendadak kalau terlalu banyak berlari di musim semi," kata Paman Wang, mencoba merasionalisasikan kejadian di depan matanya.

"Benar! A-Hao kita ini benar-benar membawa keberuntungan besar!" tambah Kakek Li, memukul pahanya sendiri sambil tertawa lega. "Dewa Keberuntungan pasti menyayanginya!"

Ketegangan seketika mencair. Warga desa bersorak gembira.

"Malam ini kita pesta daging babi guling!" teriak para pemuda desa.

Gou Dan, yang masih gemetar, perlahan berdiri. Dia menatap Shi Hao dengan rasa kesal dan malu karena harga dirinya hancur, tapi dia tidak berani protes melihat babi raksasa yang terkapar itu.

Shi Hao hanya tersenyum ramah, menyesap kembali tehnya yang mulai dingin.

"Istriku, ternyata tehnya masih enak," kata Shi Hao polos.

Qing Yi hanya bisa menghela napas panjang, tersenyum pasrah sambil memeluk lengan suaminya. Selama Shi Hao bahagia dan tidak mengingat masa lalunya yang penuh darah, Qing Yi rela menghabiskan sisa hidupnya untuk menutupi semua "kebetulan" luar biasa yang disebabkan oleh pria ini.

Terpopuler

Comments

Purnama Servis Kamera Demak

Purnama Servis Kamera Demak

Monster vs sandal keok

2026-07-03

0

yos helmi

yos helmi

🤣🤣🤣🤣

2026-06-23

0

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

lanjuttttkannnn manggg haooo

2026-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHAPTER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 CHAPTER 79
80 CHAPTER 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
88 CHAPTER 88
89 CHAPTER 89
90 CHAPTER 90
91 CHAPTER 91
92 CHAPTER 92
93 CHAPTER 93
94 CHAPTER 94
95 CHAPTER 95
96 CHAPTER 96
97 CHAPTER 97
98 CHAPTER 98
99 CHAPTER 99
100 CHAPTER 100
101 CHAPTER 101
102 CHAPTER 102
103 CHAPTER 103
104 CHAPTER 104
105 CHAPTER 105
106 CHAPTER 106
107 CHAPTER 107
108 CHAPTER 108
109 CHAPTER 109
110 CHAPTER 110
111 CHAPTER 111
112 CHAPTER 112
113 CHAPTER 113
114 CHAPTER 114
115 CHAPTER 115
116 CHAPTER 116
117 CHAPTER 117
118 CHAPTER 118
119 CHAPTER 119
120 CHAPTER 120
121 CHAPTER 121
122 CHAPTER 122
123 CHAPTER 123
124 CHAPTER 124
125 CHAPTER 125
126 CHAPTER 126
127 CHAPTER 127
128 CHAPTER 128
129 CHAPTER 129
130 CHAPTER 130
131 CHAPTER 131
132 CHAPTER 132
133 CHAPTER 133
134 CHAPTER 134
135 CHAPTER 135
136 CHAPTER 136
137 CHAPTER 137
138 CHAPTER 138
139 CHAPTER 139
140 CHAPTER 140
141 CHAPTER 141
142 CHAPTER 142
143 CHAPTER 143
144 CHAPTER 144
145 CHAPTER 145
146 CHAPTER 146
147 CHAPTER 147
148 CHAPTER 148
149 CHAPTER 149
150 CHAPTER 150
151 CHAPTER 151
152 CHAPTER 152
Episodes

Updated 152 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHAPTER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
CHAPTER 79
80
CHAPTER 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87
88
CHAPTER 88
89
CHAPTER 89
90
CHAPTER 90
91
CHAPTER 91
92
CHAPTER 92
93
CHAPTER 93
94
CHAPTER 94
95
CHAPTER 95
96
CHAPTER 96
97
CHAPTER 97
98
CHAPTER 98
99
CHAPTER 99
100
CHAPTER 100
101
CHAPTER 101
102
CHAPTER 102
103
CHAPTER 103
104
CHAPTER 104
105
CHAPTER 105
106
CHAPTER 106
107
CHAPTER 107
108
CHAPTER 108
109
CHAPTER 109
110
CHAPTER 110
111
CHAPTER 111
112
CHAPTER 112
113
CHAPTER 113
114
CHAPTER 114
115
CHAPTER 115
116
CHAPTER 116
117
CHAPTER 117
118
CHAPTER 118
119
CHAPTER 119
120
CHAPTER 120
121
CHAPTER 121
122
CHAPTER 122
123
CHAPTER 123
124
CHAPTER 124
125
CHAPTER 125
126
CHAPTER 126
127
CHAPTER 127
128
CHAPTER 128
129
CHAPTER 129
130
CHAPTER 130
131
CHAPTER 131
132
CHAPTER 132
133
CHAPTER 133
134
CHAPTER 134
135
CHAPTER 135
136
CHAPTER 136
137
CHAPTER 137
138
CHAPTER 138
139
CHAPTER 139
140
CHAPTER 140
141
CHAPTER 141
142
CHAPTER 142
143
CHAPTER 143
144
CHAPTER 144
145
CHAPTER 145
146
CHAPTER 146
147
CHAPTER 147
148
CHAPTER 148
149
CHAPTER 149
150
CHAPTER 150
151
CHAPTER 151
152
CHAPTER 152

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!