PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

CHAPTER 1

Dunia Fana – Desa Angin Lembut.

Bagi para kultivator di Alam Atas, seratus tahun hanyalah waktu yang dibutuhkan untuk sekali bermeditasi tertutup. Namun bagi manusia fana, seratus tahun adalah siklus hidup dan mati, waktu di mana gunung bisa menjadi lembah, dan bayi bisa menjadi debu.

Di pinggiran Desa Angin Lembut yang damai, waktu seolah berjalan lebih lambat.

Di halaman sebuah gubuk sederhana yang dikelilingi pagar bambu, seorang pemuda duduk di atas kursi goyang kayu. Mata kirinya ditutupi kain putih bersih. Kaki kanannya diselonjorkan kaku ke depan. Dia sedang sibuk menyerut sepotong kayu pinus dengan pisau tumpul, berusaha membuat sebuah patung kelinci.

"Ah... telinganya patah lagi," keluh pemuda itu, menghela napas. Dia meraba potongan kayu yang cacat itu dengan jarinya.

Dari dalam dapur gubuk, seorang wanita melangkah keluar membawa nampan kayu. Dia mengenakan gaun kain rami biasa yang sederhana, rambutnya diikat longgar dengan jepit kayu. Namun, pakaian kasar itu tidak bisa menyembunyikan kecantikannya yang menyejukkan hati, layaknya bunga teratai yang mekar di pagi hari.

Gu Qing Yi.

"Jangan dipaksakan, Suamiku," kata Qing Yi lembut, meletakkan secangkir teh panas di meja kecil di samping pemuda itu. "Kelinci bertelinga satu juga lucu. Lagipula, anak-anak desa tidak akan peduli selama kau yang membuatnya."

Pemuda buta itu, Shi Hao atau yang di desa ini hanya dikenal sebagai "A-Hao" tersenyum hangat. Wajahnya tidak memancarkan aura membunuh seorang Kaisar Asura, melainkan ketulusan seorang suami yang bahagia. Dia sama sekali tidak ingat siapa dirinya, dari mana asalnya, atau mengapa tubuhnya cacat.

Yang dia tahu hanyalah: Ketika dia membuka mata dari kegelapan panjang bertahun-tahun lalu, Qing Yi sudah ada di sana, memegang tangannya, sambil menangis dan memanggilnya 'Suami'.

"Aku hanya ingin membuatkan mainan yang bagus untuk Gou-zi (anak tetangga)," kata Shi Hao, meletakkan pisaunya dan meraba-raba mencari cangkir teh.

Qing Yi dengan sigap menuntun tangan suaminya ke cangkir itu.

Saat tangan mereka bersentuhan, Qing Yi menatap wajah Shi Hao dengan perasaan campur aduk. Ada cinta yang sangat dalam, namun juga ketakutan yang terus membayangi.

Di Alam Atas, Qing Yi adalah Raja Dewa, penguasa suara pembunuh jiwa. Tapi di sini, dia telah menyegel 99% kultivasinya sendiri, mengikat jiwanya agar tak terlacak oleh Hukum Alam, dan hidup membaur menjadi manusia biasa. Dia memilih untuk berbohong. Dia memberi tahu Shi Hao bahwa mereka adalah pasangan pelarian dari desa seberang yang diserang bandit, dan Shi Hao terluka parah saat melindunginya.

Maafkan aku, Hao, batin Qing Yi. Dunia tidak lagi membutuhkan Kaisar Asura. Biarlah orang lain yang memikul langit. Di kehidupan ini, kau hanya milikku.

"Teh bunga persiknya enak sekali, Istriku," puji Shi Hao, menyesap teh itu dengan nikmat. "Tapi... entah kenapa, angin hari ini terasa sedikit dingin. Ada bau... seperti besi yang terbakar?"

Qing Yi tersentak. Jantungnya berdetak kencang.

Memang benar. Di luar atmosfer Dunia Fana ini, berjuta-juta mil di atas sana, sebuah meteorit kecil yang mengandung Qi Sembilan Nether baru saja bergesekan dengan batas dimensi. Manusia biasa tidak mungkin bisa merasakannya. Tapi insting Kekacauan Shi Hao yang tertidur rupanya masih memiliki sisa-sisa kewaspadaan.

"Itu... itu pasti Paman Wang si pandai besi yang sedang membakar terak besinya di ujung desa," Qing Yi berbohong dengan cepat, suaranya tetap tenang. "Angin utara membawanya kemari. Mau kuambilkan selimut tebal?"

Shi Hao tertawa pelan. "Tidak perlu. Aku belum setua itu. Selama kau ada di sini, aku merasa hangat."

Qing Yi tersenyum, wajahnya sedikit memerah. Dia menatap ke langit yang tampak biru normal bagi manusia biasa, tapi di mata spiritual Qing Yi yang tersegel, dia bisa melihat riak kecil di kejauhan.

Batu dari dimensi lain? Alam Atas pasti sedang mengalami sesuatu, pikir Qing Yi. Tapi aku tidak peduli. Jika ada bahaya yang berani turun ke desa ini, aku akan membunuhnya dalam diam sebelum suamiku mendengarnya.

Sementara itu, di Alam Atas – Ibukota Persatuan

Bertolak belakang dengan kehidupan damai di gubuk desa, Alam Atas sedang sibuk.

Lei Shan yang kini bertubuh raksasa mengenakan zirah emas resmi, sedang duduk di meja bundar raksasa, memijit pelipisnya. Di depannya, Raja Yan sedang berdebat sengit dengan Raja Naga Ao Zun tentang pembagian jalur perdagangan angkasa.

"Klan Naga tidak bisa memonopoli Jalur Meteorit Selatan!" bentak Raja Yan sambil menggebrak meja.

"Kami yang membersihkan jalur itu dari sisa-sisa monster Aliansi Langit lima puluh tahun lalu! Itu hak kami!" balas Ao Zun, matanya menyipit seperti reptil.

"Cukup!" Lei Shan menggeram, suaranya menggelegar seperti guntur, membuat gelas-gelas giok di ruangan itu retak. "Kalian berdua sudah berdebat soal ini selama tiga bulan! Jika Bos masih ada di sini, dia akan memukul kepala kalian berdua jadi satu!"

Keheningan langsung menyelimuti ruangan itu seketika nama "Bos" (Shi Hao) disebut.

Raja Yan menghela napas panjang, bersandar di kursinya. Ao Zun mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Seratus tahun telah berlalu, namun kekosongan yang ditinggalkan oleh sang Kaisar Asura tidak pernah bisa diisi.

Tiba-tiba, pintu aula terbuka dengan kasar.

Wuming (Si Pedang Gila) melangkah masuk. Rambutnya lebih panjang dan acak-acakan dari seabad yang lalu, jubahnya kusam. Pedang hitamnya berada di punggungnya, berdengung dengan nada rendah yang mengerikan.

"Wuming? Ada angin apa kau keluar dari pengasingan," sapa Raja Yan.

Wuming tidak menjawab sapaan itu. Dia menatap ketiga jenderal tertinggi itu dengan mata merah yang tajam.

"Kalian terlalu sibuk berdebat soal uang perdagangan," kata Wuming dingin. "Apakah kalian tidak merasakan apa yang baru saja terjadi di utara?"

Lei Shan mengerutkan kening. "Di utara? Di Sektor Tembok Ratapan?"

Wuming mengangguk. "Tiga jam yang lalu. Aku sedang bermeditasi di Makam Pedang. Tiba-tiba, niat pedangku patah. Bukan oleh musuh, tapi oleh tekanan dari luar dunia."

Wuming berjalan mendekati jendela besar yang menghadap langsung ke alun-alun kota, menunjuk ke arah Patung Batu Bintang Abadi milik Shi Hao yang menjulang tinggi.

"Batu Bintang Abadi itu menyerap Hukum Alam Atas untuk menjaga kekuatannya," lanjut Wuming.

Lei Shan, Raja Yan, dan Ao Zun berdiri dari kursi mereka dan melihat ke arah patung itu.

Di bagian dada patung Kaisar Asura tersebut, terdapat sebuah retakan tipis memanjang, seolah seseorang telah menebasnya dengan bilah tak terlihat. Retakan itu memancarkan aura warna ungu yang sangat busuk, aura yang tidak berasal dari semesta mereka.

"Dinding Dimensi Alam kita..." Raja Yan menelan ludah, wajah arogannya berubah pucat. "...sedang mencoba dibongkar dari luar?"

Wuming tersenyum, tapi senyum itu dipenuhi oleh kegilaan dan antisipasi akan kematian.

"Kedamaian yang membosankan ini akhirnya selesai," bisik Wuming. "Sesuatu yang jauh lebih buruk dari Kaisar Langit sedang mengetuk pintu rumah kita."

Kembali ke Dunia Fana, di sore yang tenang.

Shi Hao baru saja berhasil menyelesaikan patung kelincinya. Bentuknya jelek dan tidak proporsional, tapi dia tersenyum puas.

"Qing Yi! Lihat, sudah jadi!" seru Shi Hao bangga.

Qing Yi berbalik, tersenyum cerah, menyingkirkan semua pikirannya tentang masa lalu dan ancaman di langit. Di kehidupan ini, memuji patung kayu suaminya jauh lebih penting daripada nasib tiga ribu dunia.

"Bagus sekali, Suamiku," kata Qing Yi, mencium pipi Shi Hao. "Gou-zi pasti sangat menyukainya."

Terpopuler

Comments

Purnama Servis Kamera Demak

Purnama Servis Kamera Demak

Keren lanjut an kisah shi hao

2026-07-03

0

Rinaldi Sigar

Rinaldi Sigar

yg ditunggu akhirx hadir lg

2026-06-14

0

Ratu surgawi

Ratu surgawi

sudah lama ku tunggu ......😍😍😍

2026-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 CHAPTER 45
46 CHAPTER 46
47 CHAPTER 47
48 CHAPTER 48
49 CHAPTER 49
50 CHAPTER 50
51 CHAPTER 51
52 CHAPTER 52
53 CHAPTER 53
54 CHAPTER 54
55 CHAPTER 55
56 CHAPTER 56
57 CHAPTER 57
58 CHAPTER 58
59 CHAPTER 59
60 CHAPTER 60
61 CHAPTER 61
62 CHAPTER 62
63 CHAPTER 63
64 CHAPTER 64
65 CHAPTER 65
66 CHAPTER 66
67 CHAPTER 67
68 CHAPTER 68
69 CHAPTER 69
70 CHAPTER 70
71 CHAPTER 71
72 CHAPTER 72
73 CHAPTER 73
74 CHAPTER 74
75 CHAPTER 75
76 CHAPTER 76
77 CHAPTER 77
78 CHAPTER 78
79 CHAPTER 79
80 CHAPTER 80
81 CHAPTER 81
82 CHAPTER 82
83 CHAPTER 83
84 CHAPTER 84
85 CHAPTER 85
86 CHAPTER 86
87 CHAPTER 87
88 CHAPTER 88
89 CHAPTER 89
90 CHAPTER 90
91 CHAPTER 91
92 CHAPTER 92
93 CHAPTER 93
94 CHAPTER 94
95 CHAPTER 95
96 CHAPTER 96
97 CHAPTER 97
98 CHAPTER 98
99 CHAPTER 99
100 CHAPTER 100
101 CHAPTER 101
102 CHAPTER 102
103 CHAPTER 103
104 CHAPTER 104
105 CHAPTER 105
106 CHAPTER 106
107 CHAPTER 107
108 CHAPTER 108
109 CHAPTER 109
110 CHAPTER 110
111 CHAPTER 111
112 CHAPTER 112
113 CHAPTER 113
114 CHAPTER 114
115 CHAPTER 115
116 CHAPTER 116
117 CHAPTER 117
118 CHAPTER 118
119 CHAPTER 119
120 CHAPTER 120
121 CHAPTER 121
122 CHAPTER 122
123 CHAPTER 123
124 CHAPTER 124
125 CHAPTER 125
126 CHAPTER 126
127 CHAPTER 127
128 CHAPTER 128
129 CHAPTER 129
130 CHAPTER 130
131 CHAPTER 131
132 CHAPTER 132
133 CHAPTER 133
134 CHAPTER 134
135 CHAPTER 135
136 CHAPTER 136
137 CHAPTER 137
138 CHAPTER 138
139 CHAPTER 139
140 CHAPTER 140
141 CHAPTER 141
142 CHAPTER 142
143 CHAPTER 143
144 CHAPTER 144
145 CHAPTER 145
146 CHAPTER 146
147 CHAPTER 147
148 CHAPTER 148
149 CHAPTER 149
150 CHAPTER 150
151 CHAPTER 151
152 CHAPTER 152
Episodes

Updated 152 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
CHAPTER 45
46
CHAPTER 46
47
CHAPTER 47
48
CHAPTER 48
49
CHAPTER 49
50
CHAPTER 50
51
CHAPTER 51
52
CHAPTER 52
53
CHAPTER 53
54
CHAPTER 54
55
CHAPTER 55
56
CHAPTER 56
57
CHAPTER 57
58
CHAPTER 58
59
CHAPTER 59
60
CHAPTER 60
61
CHAPTER 61
62
CHAPTER 62
63
CHAPTER 63
64
CHAPTER 64
65
CHAPTER 65
66
CHAPTER 66
67
CHAPTER 67
68
CHAPTER 68
69
CHAPTER 69
70
CHAPTER 70
71
CHAPTER 71
72
CHAPTER 72
73
CHAPTER 73
74
CHAPTER 74
75
CHAPTER 75
76
CHAPTER 76
77
CHAPTER 77
78
CHAPTER 78
79
CHAPTER 79
80
CHAPTER 80
81
CHAPTER 81
82
CHAPTER 82
83
CHAPTER 83
84
CHAPTER 84
85
CHAPTER 85
86
CHAPTER 86
87
CHAPTER 87
88
CHAPTER 88
89
CHAPTER 89
90
CHAPTER 90
91
CHAPTER 91
92
CHAPTER 92
93
CHAPTER 93
94
CHAPTER 94
95
CHAPTER 95
96
CHAPTER 96
97
CHAPTER 97
98
CHAPTER 98
99
CHAPTER 99
100
CHAPTER 100
101
CHAPTER 101
102
CHAPTER 102
103
CHAPTER 103
104
CHAPTER 104
105
CHAPTER 105
106
CHAPTER 106
107
CHAPTER 107
108
CHAPTER 108
109
CHAPTER 109
110
CHAPTER 110
111
CHAPTER 111
112
CHAPTER 112
113
CHAPTER 113
114
CHAPTER 114
115
CHAPTER 115
116
CHAPTER 116
117
CHAPTER 117
118
CHAPTER 118
119
CHAPTER 119
120
CHAPTER 120
121
CHAPTER 121
122
CHAPTER 122
123
CHAPTER 123
124
CHAPTER 124
125
CHAPTER 125
126
CHAPTER 126
127
CHAPTER 127
128
CHAPTER 128
129
CHAPTER 129
130
CHAPTER 130
131
CHAPTER 131
132
CHAPTER 132
133
CHAPTER 133
134
CHAPTER 134
135
CHAPTER 135
136
CHAPTER 136
137
CHAPTER 137
138
CHAPTER 138
139
CHAPTER 139
140
CHAPTER 140
141
CHAPTER 141
142
CHAPTER 142
143
CHAPTER 143
144
CHAPTER 144
145
CHAPTER 145
146
CHAPTER 146
147
CHAPTER 147
148
CHAPTER 148
149
CHAPTER 149
150
CHAPTER 150
151
CHAPTER 151
152
CHAPTER 152

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!