Frustasi

"Kalau cairan itu nggak ada, ngapain kita ke sini? Astaga..."

Seorang laki-laki dewasa itu tampak frustasi karena bahan yang sudah datang dan disiapkan selama dua bulan lamanya, malah hilang. Dia adalah Lucky yang berada di laboratorium tersembunyi milik Papa Fabio. Di sana juga ada Ronand yang kesal karena bahan untuk eksperimen hari ini malah hilang. Rasanya apa yang telah diusahakan selama ini, gagal total. Padahal Lucky dan Ronand sudah mempersiapkan banyak formulasinya untuk hari ini.

"Ini kalau ada orang tak bertanggungjawab yang menemukan, bahaya." ucap Lucky lagi sambil menghela nafasnya kasar.

"Belum tentu juga orang yang menemukannya tahu bagaimana menggunakan cairan itu," ucap Ronand menanggapi ucapan Lucky. Jika pun ada yang menemukan, mungkin mereka tidak akan tahu juga itu cairan apa. Pasalnya itu hanya lah botol kecil berisi cairan berwarna orange. Mungkin orang yang menemukannya bisa saja langsung membuangnya.

"Terus ini gimana? Mau pesan lagi. Nunggu lama oyyyy," Lucky tampaknya tidak menemukan solusi dari permasalahannya kali ini.

"Tapi aku tuh curiga kalau barang ini ada yang mengambil, bukan hilang." ucap Ronand tiba-tiba.

"Siapa?" tanya Lucky dengan raut wajah serius dan antusiasnya.

Lucky yang tadinya sudah lemas, kini langsung menatap serius ke arah Ronand. Lucky sangat penasaran dengan siapa sosok yang tengah dicurigai oleh Ronand itu. Pasalnya insthing seorang Ronand itu tidak bisa disepelekan. Lucky akan membantu menyelidiki dan menghukum orang yang sudah membuat mereka pusing ini. Ronand menatap Lucky yang begitu menggebu-gebu ingin mengetahui siapa pelakunya.

"Cepat katakan siapa yang kamu curigai? Biar aku yang selidiki sampai ke akar-akarnya. Takkan aku biarkan orang itu lepas begitu saja," serunya mendesak Ronand yang tampak ragu dengan Lucky.

"Beneran pengen tahu? Tidak menyesal?" tanya Ronand dengan raut wajah ragu dan terkesan sedikit meremehkan Lucky.

"Nggak lah. Siapa orangnya, Ronand? Dia itu udah jahat sama kita. Masa barang langka dan mahal begitu main asal ambil aja. Yang ambil pasti tahu tuh gunanya untuk apa," seru Lucky menuntut Ronand agar segera memberitahunya.

"Anakmu, si Callie itu." Mendengar jawaban dari Ronand, Lucky melongo tak percaya. Bibirnya terbuka lebar karena tadi hendak mengeluarkan berbagai umpatan untuk orang yang mengambil barang milik Ronand.

"Callie?" tanya Lucky dengan tatapan tak percaya.

Lucky berharap bahwa apa yang diucapkan oleh Ronand itu adalah hal bohong. Namun Ronand menganggukkan kepalanya, seperti yakin kalau Callie adalah orang yang mengambil barang miliknya. Lucky terdiam dengan berbagai pikiran yang mulai berkeliaran di dalam otaknya. Callie anaknya yang baru berusia 3 tahun itu? Mencuri bahan langka yang akan digunakan untuk eksperimen. Pertanyaannya adalah untuk apa? Apakah buat mainan?

"Nggak mungkin deh, Ronand. Untuk apa dia ambil itu? Masa buat mainan atau iseng?" tanyanya pada Ronand.

"Setiap dia menginap di rumahku, CCTV selalu mati. Bahkan aku sendiri, susah sekali menyalakannya kembali. Sudah panggil teknisi pun begitu, katanya hanya hilang sinyal dan nanti akan kembali pulih sendiri. Setelah 12 jam, baru nyala. Barang seperti pistol, robot, atau alat-alat lainnya juga sering hilang. Ini kan aneh dan selalu kebetulan setelah Callie menginap," ucap Ronand menjelaskan dugaannya.

"Kamu menuduh anakku sebagai pencuri gitu?" seru Lucky antara tidak percaya dan bisa menerima penjelasan dari Ronand.

"Bukan. Masa menuduh keponakanku sendiri pencuri,"

Ronand tampaknya kesal berbicara dengan Lucky. Dia hanya membeberkan fakta yang ada, tapi malah bilang dirinya menuduh Callie sebagai pencuri. Lagi pula jika yang diambil itu pistol atau robot, dia tidak masalah. Toh selama ini, Ronand memang tahu jika Callie suka mengambil pistol milik Papa Fabio atau Lucky karena hanya dipakai ketika dibutuhkan saat waktu terdesak saja. Walaupun usianya masih kecil, tapi Callie sudah mengerti kapan bisa menggunakan pistol dan tidaknya. Ronand pun memilih pergi dibandingkan menghadapi tuduhan Lucky.

"Kalau Callie tidak mencuri, dimana dia mendapatkan pistol dan robot itu saat membantu Mika? Pasti diambilnya diam-diam itu dari anggota keluarga yang punya," gumam Lucky yang berusaha menolak kenyataan yang ada.

"Kenapa harus mencuri begituan sih? Nyuri tuh duit atau perhiasan. Masa pistol atau robot, aneh. Jangan-jangan cairan itu mau buat eksperimen mainannya dia lagi," lanjutnya dengan pikiran-pikiran tak terkendali.

"Aku harus pulang dan menanyakan langsung padanya,"

***

"Callie lagi ngapain di dapur?" seru Rachel dengan raut wajah paniknya.

"Buat makan siang spesial buat kelualga kita," jawab Callie dengan antusiasnya.

Rachel terkejut mendengar laporan dari salah satu ART kalau Callie sedang berada di dapur. Bahkan semua ART yang waktu itu sedang memasak, diusir oleh Callie. Tak lupa dengan Callie yang mengancam akan memecat mereka kalau tidak menuruti keinginannya. Tentu saja mereka takut dengan ancaman itu. Walaupun tak bisa dibenarkan jika meninggalkan anak majikannya di dapur. Mereka memilih mengawasi Callie dari balik pintu dapur.

Saat masuk ke dapur, Rachel melihat anaknya berada di depan kompor dengan berdiri menggunakan kursi agar terlihat lebih tinggi. Hal itu membuat Rachel khawatir dengan anaknya yang sangat dekat sekali dengan kompor dan minyak panas. Tangannya memegang dua butir telur yang hendak Callie pecahkan untuk dimasak. Rachel yang melihat itu segera saja menggendong Callie menjauh dari kompor.

"Nggak usah, Callie. Masakanmu itu terlalu berharga untuk kita cicipi sekarang. Mending masakan kamu itu nanti dibuat kalau ada acara penting kaya pernikahan atau ulangtahun," Rachel memberikan alasan yang tidak menyinggung Callie. Pasalnya anak kecil akan mudah tersinggung jika diremehkan kemampuannya.

"Belhalga apanya? Cuma telul ceplok dua biji lho. Ini juga telulnya dali ayam pelihalaannya plastik Mika di lumah Opa. Glatis, ndak kelual uang Callie ini." ucap Callie. Ternyata ia mendapatkan telur itu dari ayam milik Mika yang kebetulan sedang bertelur.

"Maksudnya cara kamu memasak dan rasanya itu sangat berharga," ucap Rachel sambil mematikan kompor. Rachel tak menyangka kalau Callie sudah bisa menyalakan kompor segala.

"Ini buat kelualga, halus spesial dan belhalga. Jadi ndak masalah kalau Mama, Papa, dan Kak avtul makan ini makanan yang dibuat Callie,"

Callie tetap kekeh dengan keinginannya untuk memasak telur ceplok hari ini. Namun Rachel tidak mengijinkan. Bahkan Rachel berusaha untuk mengambil dua butir telur di tangan anaknya. Keduanya malah saling menangkap dan menghindar di dapur. Hal itu membuat keduanya yang kejar-kejaran menjadi tontonan para maid. Sudah biasa bagi mereka melihat interaksi heboh antara Ibu dan anak itu.

"Majikan kita itu..."

"Kali mambu... Kamu yang ambil telurnya meong ya?" teriak seseorang dari arah ruang tamu.

Waduh...

"Ternyata itu telurnya diambil nggak bilang-bilang," ucap salah satu ART sambil menggelengkan kepalanya.

"Nih... Callie kasih telurnya," ucap Callie sambil menyerahkan telur itu pada Rachel.

Ndak, plastik Mika. Telurnya yang ambil itu Mama Achel,

Eh... Kok jadi aku? Licik benar itu bocah,

Terpopuler

Comments

Triana Destiani

Triana Destiani

🤣🤣🤣🤣 anak kesayangan mu papah untung kali mambu yang ngambil itu cairan punya om onand

2026-06-13

2

Rani R.I

Rani R.I

🤣🤣🤣🤣🤣🤣 papah Untung masih louding,,,gk tahu ajee tuu anak nya kesayangan slalu bikin orang frustasi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-06-13

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

Callie nih emnga lebih cerdik dari yang lainnya, ronand aja kalah dari dia.

2026-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Curiga
3 Frustasi
4 Khawatir
5 Arthur
6 Dua Bocah
7 Kabur
8 Galak
9 Penakut
10 Rose
11 Rose 2
12 Kesayangan
13 Tak Percaya
14 Setuju
15 Peninjauan
16 Menyesal
17 Membayar
18 Masalah
19 Penyelundup
20 Penyelundup 2
21 Pusing
22 Tampar Balik
23 Takut
24 Gema
25 Rumpi
26 Ledekan
27 Teka-Teki
28 Bingung
29 Frustasi
30 Drama Cucu
31 Kebaikan
32 Bayangan
33 Alasan
34 Informasi
35 Sekolah
36 Teguran
37 Omelan
38 Tembakan
39 Tembakan 2
40 Tak Percaya
41 Akrab
42 Hilang
43 Bukti
44 Tagihan
45 Ganti Rugi
46 Maaf
47 Kejadian
48 Jangan Kepo
49 Jujur
50 Cicit Hebat
51 Belajar
52 Bukan Matre
53 Bingung
54 Terlalu Bagus
55 Hukuman
56 Pamer
57 Aduan
58 (Bukan) Keluarga
59 Gaduh
60 Pusing
61 Traktiran
62 Trio Emak
63 Trio Emak 2
64 Calon Panpan
65 Elina
66 Licik
67 Berkelit
68 Ribut
69 Kesal
70 Stress
71 Sistem
72 Main
73 Sibuk
74 Kerja
75 Pujian
76 Absurd
77 Misi
78 Misi 2
79 Pengakuan
80 Ganti Rugi
81 Gaji Tertunda
82 Rencana Lamaran
83 Pamer
84 Mall
85 Butik
86 Cacing
87 Tangkap
88 Bukti
89 Keluarga Baik
90 Jual Saja
91 Saksi
92 Saksi 2
93 Konferensi Pers
94 Lamaran
95 Lamaran 2
96 Julid
97 Otak Apa?
98 Interogasi
99 Pernikahan
100 Resepsi
101 Papa Fabio
102 Kehilangan
103 END
104 Callie Season 2
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Awal
2
Curiga
3
Frustasi
4
Khawatir
5
Arthur
6
Dua Bocah
7
Kabur
8
Galak
9
Penakut
10
Rose
11
Rose 2
12
Kesayangan
13
Tak Percaya
14
Setuju
15
Peninjauan
16
Menyesal
17
Membayar
18
Masalah
19
Penyelundup
20
Penyelundup 2
21
Pusing
22
Tampar Balik
23
Takut
24
Gema
25
Rumpi
26
Ledekan
27
Teka-Teki
28
Bingung
29
Frustasi
30
Drama Cucu
31
Kebaikan
32
Bayangan
33
Alasan
34
Informasi
35
Sekolah
36
Teguran
37
Omelan
38
Tembakan
39
Tembakan 2
40
Tak Percaya
41
Akrab
42
Hilang
43
Bukti
44
Tagihan
45
Ganti Rugi
46
Maaf
47
Kejadian
48
Jangan Kepo
49
Jujur
50
Cicit Hebat
51
Belajar
52
Bukan Matre
53
Bingung
54
Terlalu Bagus
55
Hukuman
56
Pamer
57
Aduan
58
(Bukan) Keluarga
59
Gaduh
60
Pusing
61
Traktiran
62
Trio Emak
63
Trio Emak 2
64
Calon Panpan
65
Elina
66
Licik
67
Berkelit
68
Ribut
69
Kesal
70
Stress
71
Sistem
72
Main
73
Sibuk
74
Kerja
75
Pujian
76
Absurd
77
Misi
78
Misi 2
79
Pengakuan
80
Ganti Rugi
81
Gaji Tertunda
82
Rencana Lamaran
83
Pamer
84
Mall
85
Butik
86
Cacing
87
Tangkap
88
Bukti
89
Keluarga Baik
90
Jual Saja
91
Saksi
92
Saksi 2
93
Konferensi Pers
94
Lamaran
95
Lamaran 2
96
Julid
97
Otak Apa?
98
Interogasi
99
Pernikahan
100
Resepsi
101
Papa Fabio
102
Kehilangan
103
END
104
Callie Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!