Khawatir

"Mana telurnya meong, kali mambu? Ya ampun... Itu mau Kak Mika jadikan ayam lagi. Biar meongnya di rumah tambah banyak," seru Mika sambil berkacak pinggang saat Callie sudah berhadapan dengannya.

Mika mengetahui tentang Callie yang mengambil telur ayam peliharaannya dari CCTV. Setiap kali ayamnya yang bernama "meong" itu bertelur, selalu hilang. Padahal malam sebelumnya, dia sudah tahu ada telur itu. Namun dia akan mengambilnya esok hari sekalian mau ditetaskan untuk calon anak ayamnya biar sekalian banyak. Namun belum ada 24 jam ayam itu bertelur, terlurnya sudah hilang. Mika sampai menyalahkan semua orang di rumah karena hal itu.

Mika yang tak terima pun akhirnya memeriksa CCTV rumah Papa Fabio yang dirinya sembunyikan di dekat kandang hewan. Ternyata ada Callie yang mengambil telur itu kemudian menyimpannya dalam saku. Setelahnya, dia masuk kamar dan meletakkan telur pada tas kecil yang selalu dibawanya saat pergi. Pantas saja anak itu selalu melarang semua orang untuk membawakan tas kecilnya.

"Kasihan tasnya Callie, nanti pecah kalau dipegang olanglain." Itu lah ucapan Callie ketika ada orang yang ingin membawakan tasnya. Padahal tas itu bukan terbuat dari kaca yang bisa pecah begitu saja jika jatuh. Namun semua orang hanya berpikir bahwa tas tersebuat adalah kesayangan Callie. Mereka takkan berpikiran bahwa telur itu diletakkan di dalam tas.

"Ndak tahu, plastik Mika. Yang ambil kan Mama Achel," ucap Callie berkilah.

"Nggak boleh berbohong ya, kali mambu. Jelas-jelas Kak Mika tahu lho kalau kamu yang ambil telurnya si meong dari kandang. Ada di rekaman CCTV," ucap Mika sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Itu lekaman CCTV disabotase sama olang, plastik Mika. Pelcaya sama Callie," ucap Callie dengan raut wajah seriusnya.

"Kamu itu yang..."

"Ini telur yang diambil sama Callie, Mika." sela seseorang yang baru saja datang ke ruang tamu.

Rachel sedikit kesal dengan perdebatan Mika sehingga menyusul mereka di ruang tamu. Terutama Callie yang terus berkilah karena dituduh oleh Mika. Padahal Rachel sudah mengajarkan Callie untuk selalu jujur dan tidak boleh asal menuduh orang. Ini sudah berbohong pada Mika, malah menuduh dia yang mengambilnya. Rasanya Rachel ingin memasukkan Callie kembali ke dalam perutnya. Rachel memberikan dua butir telur yang diambil Callie kepada Mika.

"Itu telulnya Cal..."

"Telurnya meong ini. Kasihan nanti meongku jadi nggak punya anak kalau telurnya kamu ambil. Kamu berdosa sudah memisahkan seorang Ibu dengan anaknya. Ini namanya pembunuhan," sela Mika membuat Callie membulatkan matanya. Padahal telur itu belum jadi anak ayam tapi bisa-bisanya Mika mengatakan bahwa dia memisahkan seorang Ibu dengan anaknya.

"Ini olang ndak mau ngalah sih kalau beldebat. Belaninya lawan sama anak kecil. Nanti Callie tembak dol dol dol itu kepalanya pakai cailan ajaib, bisa melah-melah dan lambutnya beldili semua." seru Callie membuat Rachel dan Mika tertawa.

Hahaha...

Keduanya menganggap bahwa ucapan Callie itu hanya lah candaan semata. Pasalnya semua pistol milik Ronand atau yang dimiliki oleh keluarga ini, isinya peluru semua. Bukan cairan seperti yang dimaksud oleh Callie. Jika pistol berisi cairan maka itu adalah mainan. Biasanya diisi sambal atau minyak untuk mainan anak kecil. Tak lupa dengan itu bisa untuk menjahili orang.

"Melemehkan Callie meleka beldua itu. Wawas saja kalau ekspelimen Callie belhasil, kalian ndak akan dikasih tahu. Buat sembuhinnya juga ndak akan bisa. Hanya Callie yang bisa," gumam Callie yang kemudian memilih pergi dari hadapan keduanya. Callie tak mau bertambah kesal dengan mereka dan memilih untuk mencari sesuatu yang bisa menguntungkannya.

"Anaknya Onty boncel tuh agak-agak emang," ucap Mika sambil menggelengkan kepalanya.

"Ngikutin kamu," seru Rachel menyalahkan Mika.

Hehehe...

***

"Mukamu kenapa kusut begitu, Kak?" tanya seorang perempuan dewasa yang tak lain adalah Rachel.

Rachel dan Lucky sedang berada di kamar mereka. Setelah dari laboratorium, Lucky pergi mencari sesuatu. Bukti tentang hilangnya botol cairan milik Ronand. Terutama tentang sidik jari dan kamera CCTV yang rusak kemarin. Namun setelah berkutat beberapa jam lebih, Lucky tidak menemukan apapun. Semua bersih dan letak dari barang-barang pun masih sama sebelum kejadian CCTV mati. Ini sangat aneh sekali, Ronand yang pintar IT dan sistem begini sampai tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. Lucky belum sempat bertanya pada Callie tentang tuduhan Ronand pada bocah cilik itu. Saat sampai rumah, hari sudah malam dan Callie telah tertidur lelap.

"Baby Rachel, apa mungkin Callie itu mempunyai kemampuan seperti Opa dan Ronand?" tanya Lucky tiba-tiba sambil menghela nafasnya kasar.

"Kemampuan seperti apa maksudnya?" Rachel sangat penasaran dengan maksud dari Lucky. Kemampuan dalam hal apa? Kecerdasan otak atau hal lain.

"IT, seperti mematikan dan menghidupkan server CCTV dari jarak jauh." ucap Lucky sambil menatap istrinya. Tampak sekali Lucky begitu lelah memikirkan tentang kemampuan anaknya.

"Bisa saja tapi kalau sudah besar nanti. Callie bisa belajar dan mungkin dia mempunyai kemampuan seperti Opa juga Unclenya." jawab Rachel sambil terkekeh pelan. Rachel sudah membayangkan bagaimana anaknya itu akan menjadi perempuan cerdas.

Tampaknya Rachel belum mengerti tentang kekhawatiran Lucky saat ini. Jika sudah besar, Lucky pun akan santai saja kalau anaknya mempunyai kemampuan seperti itu. Namun masalahnya adalah gen dari Papa Fabio ini sudah menurun pada Callie sejak kecil. Kalau memang dugaan Ronand itu benar adanya. Lucky menggenggam kedua tangan Rachel dengan erat dan menatap matanya.

"Sepertinya anak kita itu berbeda, Baby Rachel. Terutama Callie. Kemampuan Opa Fabio dan Ronand, menurun padanya sejak dia kecil. Berulangkali kita lihat mainannya itu pistol asli, bukan boneka kaya anak perempuan lain. Kita harus menjaga dan mengarahkan Callie agar pemikirannya sesuai dengan anak seusianya," jelas Lucky mengungkapkan kekhawatirannya. Lucky percaya pada Ronand yang sedari dulu dugaannya selalu benar.

"Mungkin itu hanya penasaran saja," Rachel mencoba berpikir positif thinking bahwa anaknya ini sedang berada di masa rasa ingin tahunya sangat besar. Pasti dia penasaran dengan banyak benda yang ada di sekitar keluarganya.

"Tapi nanti coba aku lihat dan awasi bagaimana perubahan Callie. Aku juga akan lebih memperhatikan bagaimana sikap Callie," lanjutnya mencoba menenangkan Lucky.

Rachel tidak mau perubahan sikap Callie ini malah membuat Lucky banyak pikiran hingga berakhir sakit. Lucky pun menganggukkan kepalanya, percaya pada cara mendidik dan mengarahkan Rachel pada Callie. Lucky hanya khawatir kalau sampai Callie berbuat hal yang membahayakan nyawanya. Apalagi mempunyai kecerdasan seperti Papa Fabio dan Ronand saat kecil, bisa berbahaya jika tidak diarahkan dengan baik.

"Ayo tidur. Kita buat adik untuk si Callie," ucap Lucky mengakhiri pembicaraan tentang Callie.

Oh... No...

Hah...

Papa untung dan Mama Achel lagi kepedasan makan geplek cabe sekilo di kamal telnyata,

Malam-malam makan geplek, lasain besok pagi diale.

Terpopuler

Comments

Rani R.I

Rani R.I

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lg bikin adik buat mu Callie mambu 🤣🤣🤣🤣,,, ternyata dirimu sedang nguping Callie 🤣🤣🤣🤣

2026-06-14

2

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

kamu mau dibikinan adik Lo Callie..... bukannya kepedesan.....😜

2026-06-14

0

tia

tia

hahaha,,, bikin adik u Callie 😁😁

2026-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Curiga
3 Frustasi
4 Khawatir
5 Arthur
6 Dua Bocah
7 Kabur
8 Galak
9 Penakut
10 Rose
11 Rose 2
12 Kesayangan
13 Tak Percaya
14 Setuju
15 Peninjauan
16 Menyesal
17 Membayar
18 Masalah
19 Penyelundup
20 Penyelundup 2
21 Pusing
22 Tampar Balik
23 Takut
24 Gema
25 Rumpi
26 Ledekan
27 Teka-Teki
28 Bingung
29 Frustasi
30 Drama Cucu
31 Kebaikan
32 Bayangan
33 Alasan
34 Informasi
35 Sekolah
36 Teguran
37 Omelan
38 Tembakan
39 Tembakan 2
40 Tak Percaya
41 Akrab
42 Hilang
43 Bukti
44 Tagihan
45 Ganti Rugi
46 Maaf
47 Kejadian
48 Jangan Kepo
49 Jujur
50 Cicit Hebat
51 Belajar
52 Bukan Matre
53 Bingung
54 Terlalu Bagus
55 Hukuman
56 Pamer
57 Aduan
58 (Bukan) Keluarga
59 Gaduh
60 Pusing
61 Traktiran
62 Trio Emak
63 Trio Emak 2
64 Calon Panpan
65 Elina
66 Licik
67 Berkelit
68 Ribut
69 Kesal
70 Stress
71 Sistem
72 Main
73 Sibuk
74 Kerja
75 Pujian
76 Absurd
77 Misi
78 Misi 2
79 Pengakuan
80 Ganti Rugi
81 Gaji Tertunda
82 Rencana Lamaran
83 Pamer
84 Mall
85 Butik
86 Cacing
87 Tangkap
88 Bukti
89 Keluarga Baik
90 Jual Saja
91 Saksi
92 Saksi 2
93 Konferensi Pers
94 Lamaran
95 Lamaran 2
96 Julid
97 Otak Apa?
98 Interogasi
99 Pernikahan
100 Resepsi
101 Papa Fabio
102 Kehilangan
103 END
104 Callie Season 2
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Awal
2
Curiga
3
Frustasi
4
Khawatir
5
Arthur
6
Dua Bocah
7
Kabur
8
Galak
9
Penakut
10
Rose
11
Rose 2
12
Kesayangan
13
Tak Percaya
14
Setuju
15
Peninjauan
16
Menyesal
17
Membayar
18
Masalah
19
Penyelundup
20
Penyelundup 2
21
Pusing
22
Tampar Balik
23
Takut
24
Gema
25
Rumpi
26
Ledekan
27
Teka-Teki
28
Bingung
29
Frustasi
30
Drama Cucu
31
Kebaikan
32
Bayangan
33
Alasan
34
Informasi
35
Sekolah
36
Teguran
37
Omelan
38
Tembakan
39
Tembakan 2
40
Tak Percaya
41
Akrab
42
Hilang
43
Bukti
44
Tagihan
45
Ganti Rugi
46
Maaf
47
Kejadian
48
Jangan Kepo
49
Jujur
50
Cicit Hebat
51
Belajar
52
Bukan Matre
53
Bingung
54
Terlalu Bagus
55
Hukuman
56
Pamer
57
Aduan
58
(Bukan) Keluarga
59
Gaduh
60
Pusing
61
Traktiran
62
Trio Emak
63
Trio Emak 2
64
Calon Panpan
65
Elina
66
Licik
67
Berkelit
68
Ribut
69
Kesal
70
Stress
71
Sistem
72
Main
73
Sibuk
74
Kerja
75
Pujian
76
Absurd
77
Misi
78
Misi 2
79
Pengakuan
80
Ganti Rugi
81
Gaji Tertunda
82
Rencana Lamaran
83
Pamer
84
Mall
85
Butik
86
Cacing
87
Tangkap
88
Bukti
89
Keluarga Baik
90
Jual Saja
91
Saksi
92
Saksi 2
93
Konferensi Pers
94
Lamaran
95
Lamaran 2
96
Julid
97
Otak Apa?
98
Interogasi
99
Pernikahan
100
Resepsi
101
Papa Fabio
102
Kehilangan
103
END
104
Callie Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!